Blogroll

Jumat, 11 Mei 2012

LEGENDA GROJOGAN KLENTING KUNING

Curug Klenting Kuning
 
Berawal dari sebuah legenda , curug atau grojogan ini menjadi buah bibir bagi penduduk sekitarnya. Grojogan Klenting Kuning …..adalah sebuah air terjun dengan ketinggian 8 meter  yang berada dilereng barat gunung ungaran. Tepatnya  didesa kemawi kecamatan sumowono kabupaten semarang..seperti namanya , keberadaan air terjun ini tak lepas dari legenda ande-ande lumut dan klenting kuning. Air terjun ini konon merupakan tempat bertapa dewi galuh condro kirono sebelum bertemu dengan ande ande lumut. Di air terjun ini sang putri raja ini  mendapat wangsit dari penguasa gunung setempat yang merupkan raja jin bernama PRABU KISBOMURTI yang mengatakan “kalau INGIN KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK  DAN BISA MEMILIKI KETURUNAN YANG NANTINYA MENJADI RAJA RAJA DITANAH JAWA; dia harus menyamar menjadi rakyat jelata dan mengganti namanya menjadi KLENTING KUNING…untuk selanjutnya harus berjalan kearah matahari terbit…”

gapura desa kemawi

Sebagai kawasan wisata tempat ini tergolong baru dan masih alami ; Karena untuk mencapai lokasi air terjun dibutuhkan perjuangan.  Pengunjung harus berjalan atau naik sepeda motor  sekitar  1km  dari jalan raya sumowono – limbangan melewati  jalan dengan kesulitan yang bervarasi. Tapi saya sendiri menyarankan kepada siapa saja yang akan kesini untuk menitipkan sepeda motor atau mobil dirumah-rumah penduduk desa kemawi. Karena  memasuki gapura masuk desa kemawi , pengunjung akan melewati  jalan sepanjang  100 meter  yang terbuat dari beton selebar  terbagi menjadi dua....

Jalan Beton Dan Jalan setapak Menuju Tempat Parkir

Selepas jalan beton ini kira kira 300 meter kemudian pengunjung akan dipaksa melewati jalanan yang terdiri dari batu - batu yang ditata tidak beraturan sehingga menyulitkan bagi siapa saja yang membawa sepeda motor untuk melewati medan ini karena jalurnya yang menanjak.........

Sayapun kesulitan Pakai Sepeda Motor Waktu Kesini

Pemandangan kiri dan kanan masih begitu asri. Didominasi oleh ladang penduduk yang rata-rata ditanami oleh sayur-sayuran. Kadang-kadang pengunjung akan berpapasan dengan para petani yang menuju ladangnya. Senyum ramah yang tersungging dibibir mereka seolah membawa kekhasan tersendiri dari suasana desa yang damai.400 meter kemudian sebelum tempat parkir pengunjung akan melewati jalan setapak yang cukup susah dilewati.Setiba ditempat parkir pemandangan gunung ungaran dan puncaknya dapat terlihat jelas seolah begitu dekat dan bisa digapai Setelah sampai tempat parkir ; Kira kira 200 meter dari tempat parkir inilah terdapat  air terjun Klenting Kuning  satelah melewati jalan setapak  yang  menurun…

Dan asal tau saja, ditempat wisata ini sebenarnya terdapat  3 gerojogan lain selain grojogan klenting kuning dengan  ketinggian bervereasi… 3 gerojogan ini memiliki nama grojogan klenting biru, grojogan klenting  hijau dan gerojogan klenting abang…

Grojogan Klenting Hijau

Gerojogan klenting hijau berada dibawah dari jalan setapak menurun dari tempat parkir. Sambutan awal dari gerojogan ini begitu memikat…seperti namanya air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 5 – 6 meter ini memiliki warna khas ornament hijau,mulai dari batu-batuan,pantulan air dan tumbuhan disekelilingnya yang  berwarna hijau…
Berjalan beberapa meter dari air terjun klenting hijau pengunjung akan memasuki lokasi utama dari tempat wisata ini. Dilokasi utama ini tumbuh – tumbuhan telah tertata rapi dengan eloknya sehingga terkesan seperti taman asri begitu pengunjung memasukinya ….Dari jauh telah terlihat grojogan klenting biru dan klenting kuning menyapa mata pengunjung…Grojogan klenting biru memiliki ketinggian sekitar 3-4 meteran…Air dari grojogan ini begitu jernih dan jatuh membentuk kolam yang berwarna biru sesuai namanya. Disekeliling grojogan klenting biru ini terdapat batu batuan khas yang unik berwarna kuning yang bisa dijadikan back ground  model bagi siapa saja yang tertarik dengan fotografi.   

Grojogan Klenting Biru

Dari grojogan klenting biru ini telah terlihat grojogan klenting kuning yang memiliki ketinggian sekitar 8 meteran terlihat dengan jelas…Begitu mendekat hawa sejuk seolah menerpa wajah.....Airnya yang jernih jatuh kebawah dan membentuk butiran-butiran kecil…Dinding tebing yang berwarna kuning menghiasi dan bersatu dengn elegantnya dengan tumbuhan di sekelilingnya. Rumput hijau yang ditanam oleh pengelola di sekitar air terjun ini menghiasi dan mempercantik suasana air terjun ini…

Foto Dulu yaaaa....

Memang kalau dilihat  dari  debit airnya , grojogan klenting kuning memiliki debit air yang tak terlalu deras dibandingkan dengan 2 air terjun lainnya. Tetapi suasana yang sejuk  dan alami , deburan airnya yang dingin, dan suasana hutan pinus yang berada disekeliling air terjun ini seolah membius pengunjung  dengan perasaan damai. Disekitar perbukitan hutan pinus  ini telah tersedia beberapa bangku yang terbuat dari kayu cocok untuk tempat memadu kasih bagi pasangan muda – mudi yang kesini hendak memadu cinta…

Hutan pinus dan keteduhannya....

Bagi pengunjung yang suka camping , dikawasan wisata ini juga telah tersedia area campground dan jalur pendakian ke puncak gunung ungaran. Untuk grojogan klenting abang saat ini masih tak bisa dikunjungi karena akses jalan setapak untuk menuju ke grojogan ini belum tersedia untuk saat ini…selain itu diatas grojogan klenting kuning terdapat sebuah tuk atau mata air bertuah bernama tuk lanang. Konon mata air ini merupakan penjelemaan dari pusaka Klenting kuning yang digunakan untuk melawan yuyu kang kang yang bernama KI SODO LANANG.  
Karena terhitung masih baru dan masih dalam taraf pengembangan , tempat wisata ini masih terhitung minim fasilitas..Mulai dari tempat parkir yang ala kadarnya, kamar bilas dan mck yang lumayan, mushola yang setengah jadi dan sebuah bangunan yang tampaknya akan di fungsikan menjadi gardu pandang…

MCK dan pejual makanan...

Tapi menurut pak bambang yang merupakan salah satu tokoh masyarakat desa kemawi sekaligus penanggung jawab tempat wisata ini ; pangembangan masih dilakukan dan perbaikan terus dilakukan secara pelan tapi pasti…Karena tempat ini dikelola sendiri oleh pihak desa kemawi segala pendanaan dan perbaikan hanya bisa dilakukan secara terbatas .tapi setidaknya tahun 2013 nanti jalan menuju air terjun ini mulai beraspal    


Untuk menuju ke Grojogan Klenting Kuning bisa ditempuh dari jalan raya Semarang-Solo. Sesampainya dipom bensin Lemah Abang setelah pasar Babadan belok kekanan kearah Bandungan menuju Terminal Sumowono...dari Terminal Sumowono inilah sekitar 4km ke arah Limbangan  terdapat Desa Kemawi dimana Curug Klenting Kuning berada...



L E G E N D A   A N D E    A N D E   L U M U T

Diceritakan terdapatlah seorang janda bernama Mbok Rondo Dadap yang memiliki seorang anak laki-laki bernama ande-ande lumut yang ketampanannya tersohor dimana-mana sedang mengadakan sayembara  untuk mencari calon istri untuk anak lelaki semata wayangnya tersebut..Banyak sekali wanita yang mencoba melamar sang ande-ande lumut tapi tak satupun yang mengena di hatinya…Kabar mengenai ande-ande lumut yang mencari istri inipun terdengar juga oleh seorang  janda bernama Nyi Tatali yang memiliki 4 orang anak wanita yaitu, klenting abang(merah),klenting ijo(hijau),klenting biru,dan klenting kuning yang merupakan anak angkatnya…Merasa tertarik dengan sayembara ini , Nyi Tatali  menyuruh keempat anaknya untuk ikut ngungah-ungahi( melamar) ande-ande lumut..

Lihat kan?bagaimana foto berbicara..



Dalam perjalanannya  keempat gadis ini terhalang sebuah sungai untuk sampai ke kediaman ande-ande lumut..Saat kebingungan,munculah seorang mahkluk bernama Yuyu Kang Kang yang mau membantu menyebrangkan keempat gadis ini keseberang sungai dengan meminta imbalan berupa ciuman dan perbuatan – perbuatan tidak senonoh lainnya kepada gadis-gadis ini…Klenting Abang , Klenting Hijau , dan Klenting Biru terbujuk pula oleh syarat Yuyu Kang-Kang ini dan berhasil menyebrang ke sebrang..hanya Klenting Kuning yang datang terakhir tak setuju dengan syarat Yuyu Kang-Kang yang sebenarnya juga tak mau karena bau Klenting Kuning yang tak sedap(menurut cerita karena wajah Klenting Kuning yang cantik Nyi Tatali merasa takut ketiga anak perempuan kandungnya takut tersaiangi oleh Klenting Kuning ; akhirnya mendandani ketiga anak kandungnya dengan secantik-cantiknya dan member i  bedak yang terbuat dari kotoran hewan kepada Klenting Kuning)…Akhirnya Klenting Kuning memaksa Yuyu Kang Kang untuk mengantarnya kesebrang sungai..Yuyu Kang Kang yang ngotot tak mau mengantar terlibat perkelahian dengan Klenting Kuning…Merasa tak mampu mengalahkanKlenting Kuning ;  Yuyu Kang Kang pun melarikan diri menyelam ke dalam sungai..Klenting Kuning pun tak tinggal diam dan mengeluarkan pusaka andalannya yang bernama SODO LANANG…Lalu ia memukulkan pusakanya itu kepermukaan sungai…Dengan ajaib air sungai meluap dan menjadi panas…Tak kuat menahan panas Yuyu Kang Kang pun keluar dari dalam sungai dan menyerah lalu akhirnya mau menyebrangkan Klenting Kuning ke seberang sungai…

Gardu Pandang




Cerita pun berlanjut kepada ketiga kakak Klenting Kuning yang telah berhasil sampai ke rumah Ande-Ande Lumut. Mereka pun bergantian meminang sang Ande Ande Lumut…Tapi ketiga-tiganya ditolak oleh Ande-Ande Lumut  yang membeberkan dengan gembleng bahwa ketiga gadis ini pernah dijamah oleh  Yuyu Kang Kang…Lalu datanglah Klenting Kuning yang memiliki maksud yang sama dengan ketiga kakaknya. Semula Mbok Rondo Dadap merasa ragu Ande-Ande Lumut akan menerima pinangan Klenting Kuning karena melihat penampilan Klenting Kuning yang lebih jelek dari ketiga kakaknya. Tapi diluar perkiraan Ande Ande Lumut menerima pinangan Klenting Kuning.  Akhirnya Klenting Kuning pun menjadi istri Ande Ande Lumut…dan ketehuan pula jati diri sebenarnya dari Ande-Ande Lumut yang memiliki nama asli Pangeran Panji Asmara Bangun yang sebenarnya seorang putra raja Kediri yang menyamar menjadi rakyat jelata. Panji Asmara Bangun dalam usahanya mencari istri disuruh oleh gurunya untuk mengembara kearah matahari terbenam dan akhirnya menyamar menjadi rakyat jelata ; menjadi anak dari Mbok Rondo Dadapdan mengubah namanya menjadi Ande Ande Lumut .


Pemandangan Hutan Pinus Dari atas.....

 
 Sedang Klenting Kuning sebenarnya adalah seorang putri raja yang memiliki nama asli Dewi Galuh Condro Kirono.  Dewi Galuh Condro Kirono dalam usahanya mencari pencerahan bertapa disebuah air terjun yang berada di bawah lereng gunung ungaran dan mendapat wangsit dari penguasa gunung setempat yang merupkan raja jin bernama PRABU KISBOMURTI yan mengatakan kalau INGIN KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK  DAN BISA MEMILIKI KETURUNAN YANG NANTINYA MENJADI RAJA RAJA DITANAH JAWA dia harus menyamar menjadi rakyat jelata dan mengganti namanya menjadi klenting kuning…untuk selanjutnya harus berjalan kea rah matahari terbit…
Dalam pengembaraannya Dewi Galuh Condro Kirono yang telah berganti nama Klenting Kuning bertemu dengan Nyi Tatali dan akhirnya dingakat menjadi anak. Air terjun tempat bertapa Dewi Galuh Condro Kirono inilah yang oleh masyarakat setempat disebut sebagai Air Terjun Klenting Kuning



1 comments:

toni sarif mengatakan...

weleh ternyata legendanya dari semarang

Poskan Komentar

Share it