 |
| masih di sepakung guys...it's Goa Semar... |
Air terjun Goa Semar , sebuah nama air terjun yang cukup menarik untuk
siapapun yang baru mendengarnya. Air Terjun ini berada di kaki gunung Telomoyo
, tepatnya di lereng sebelah utara gunung Telomoyo. Gak nyangka kan guys Gunung
Telomoyo masih menyimpan beberapa pesona tersembunyi. Air Terjun ini terletak
di Dusun Srandil , Desa Sepakung , Kecamatan Banyubiru , Kabupatan Semarang.
 |
| Air Terjun Goa Semar dari kejauhan... |
Desa Sepakung sendiri adalah sebuah desa yang terletak di ketinggian 1500
meter dari permukaan laut. Dengan 12 dusun , Desa ini merupakan desa wisata dengan beberapa
potensi wisata yang menarik. Dengan kondisi geografisnya yang terletak di
pegunungan , desa ini memiliki akses jalan yang naik dan berkelok-kelok dengan sudut
kemiringan jalan mencapai 45 derajat. Di beberapa titik malah mencapai 50
derajat. Untuk itulah sebaiknya persiapkan kondisi kendaraan bagi anda yang
berniat berkunjung ke desa ini. Karena saya sendiri sempat melihat sebuah truk
box hampir meluncur turun karena tidak kuat melewati jalan yang menanjak. Saya sendiri juga sempat
menyaksikan sebuah motor matic hampir kehilangan kontrol saat menuruni turunan
tajam gara-gara sistim rem cakramnya rusak.
 |
| sedikit petunjuk menuju ke wisata ini... |
Nah untuk menuju Desa Sepakung ini , dari kota Ambarawa pengunjung harus
berkendara ke arah timur menuju Banyubiru. Setelah melewati Taman Wisata Bukit Cinta , anda akan menjumpai
sebuah pasar tradisional bernama Pasar Gilang. Tak jauh dari pasar ini anda
akan menjumpai sebuah pertigaan jalan dengan sebuah pos ojek di sisi kanan
jalan. Disinilah anda harus belok ke kanan untuk menuju Desa Sepakung. Dari
pertigaan ini masih dibutuhkan waktu sekitar 15 sampai 25 menit untuk menuju
Desa sepakung dengan kondisi jalan beraspal yang cukup baik. Jalan menanjak
penuh tikungan tajam akan anda lalui selepas dari pertigaan pasar sampai ke
Desa Sepakung. Di sepanjang jalan menuju Desa Sepakung ini , anda akan di
suguhkan pemandangan alam khas pegunungan dan pedesaan yang tak bisa di temui
perkotaan.
 |
| pemandangan di salah satu sudut jalan di Sepakung |
Jajaran sawah yang menguning dengan sistem teraseringnya. Atau
pemandangan hutan subtropis yang rimbun akan sering anda jumpai di sepanjang
jalan menuju Desa Sepakung ini. Bahkan Rawa Pening pun bisa anda saksikan
secara utuh saat melewati Jalan menuju Desa Sepakung ini.
Dusun Srandil tempat Air Terjun Goa Semar berada , merupakan salah satu
dusun yang berada di Desa Sepakung ini. Dusun ini berada di pojok barat Desa
Sepakung. Air Terjun Goa Semar sendiri masihlah jauh dari desa ini. Kira-kira
sekitar 550 m menuju barat dari desa ini. Seperti umumnya jalan di daerah
pegunungan , jalan menuju air terjun ini sebagian adalah jalan menanjak yang di
penuhi oleh tikungan tajam yang berkelok. Kondisi jalan sendiri sudah beraspal
cukup baik , halus , dan rata dengan lebar 2 meteran.
 |
| tempat parkir n gerbang masuk... |
Setiba di gapura pintu
masuk wisata ini , pengunjung dapat langsung memparkirkan kendaraan mereka di
tempat parkir yang tersedia cukup luas untuk menampung beberapa kendaraan.
Setelah area parkir ini , pengunjung masih harus berjalan kaki sejauh 500 meter untuk
mencapai lokasi Air Terjun Goa Semar. Tapi sebelumnya pengunjung harus terlebih
dahulu membeli tiket masuk wisata sebesar Rp 5.000 per-orang.
 |
| Loket karcis...bayar dulu yach bro...hehe |
Selanjutnya
pengunjung dapat melanjutkan perjalanan ke lokasi air terjun.
Dari loket , jalan menuju air terjun telah tertata dengan rapi. Puluhan
anak tangga telah di buat untuk menuruni lembah di bawah bukit dimana air
terjun Goa Semar berada. Dari kejauhan Air terjun ini telah terlihat seperti
guratan garis putih yang menempel di dinding tebing. Pengunjung harus menuruni
lembah dengan meniti anak tangga ini untuk lebih mendekat ke bawah air terjun.
Gak banyak kok ada sekitar 100 -an lebih anak tangga kok. Tiba Di bawah lembah
goa semar ini , pengunjung akan di sambut sebuah sungai kecil dengan airnya
yang bening. Sebuah pancuran kecil sengaja dibuat bagi pengunjung yang ingin
membasuh muka. Air yang dingin dan segar terasa menyentuh kulit setelah
sebelumnya badan sedikit berkeringat karena berjalan menuruni bukit yang cukup
curam.
 |
| ini neh pancuran kecil penghapus dahaga...(lebay ah...haha) |
Perjalanan menuruni lembah ini pun terasa cukup berkesan. Terlebih dengan
landscape yang berubah dari atas bukit yang tinggi menuruni cekungan lembah
yang dalam. Pemandangan kebun kopi milik penduduk bercampur dengan beberapa
pohon tinggi dari ketinggian. Kemudian secara bertahap pengunjung di ajak
memasuki kebun kopi dan hutan itu sendiri dan melihat suasana sekitar dari
bawah secara langsung ketika menuruni bukit menuju air terjun...sungguh suatu
cara untuk menikmati indahnya alam dari sudut pandang yang berbeda. Jika anda
tiba di tempat ini masih pagi sekali , bisa anda jumpai dan dengarkan riuhnya
burung bersautan di dahan dahan tinggi di atas pohon.
 |
| kalo capek...monggo...istirahat dulu... |
Nah didasar lembah ini suasana akan berubah sedikit gelap. Tapi jangan
takut kawan ...karena suasana gelap ini akibat dari rindangmya pepohonan tinggi
yang menaungi dasar lembah dari Lembah Goa Semar ini dan juga kumpulan pohon
kopi yang rimbun. Track menuju air terjun yang semula menurun melewati puluhan
anak tangga akan menjadi datar melewati jalan setapak yang cukup lembab.
 |
| suasana dasar lembah yang agak gelap-gelap gimana gitoe... |
Namun
"bonus" berupa jalan datar ini hanya sekitar 20 meter-an saja. Karena
setelah itu jalan kembali menanjak melewati sekitar 70-an anak tangga. Hanya
beberapa meter saja dari anak tangga yang terakhir ini terlihatlah butiran air
yang jatuh dari ketinggian. Lebih berjalan mendekat air terjun ini semakin
terlihat. Dan ini dia kawan , Air Terjun Goa Semar...
 |
| jreng-jreng...ini dia Air Terjun Goa Semar.. |
Air terjun yang cukup unik kawan....sekilas terlihat memiliki debit air
yang kecil , tapi begitu saya berjalan mendekat ke bawah air terjun baru terasa
derasnya air yang jatuh ke bawah...butiran air serasa seperti air hujan yang
jatuh dari langit. Ini terjadi karena aliran air terjun ini tidak langsung
jatuh ke bawah melainkan membentur bebatuan yang terlihat menonjol di tengah
tebing. Aliran air dari atas ini langsung terbagi mengalir membentuk beberapa
aliran-aliran air kecil. Aliran air yang kecil ini terlihat seperti goresan
putih layaknya benang yang seratnya terbagi menjadi beberapa helai...indah
memang...Aliran-aliran air yang kecil ini lantas bersatu di bawah tebing yang
disambut oleh bebatuan , kerikil , dan pasir. Air yang jernih ini mengalir di
antara komponen ini dan membentuk sungai yang mengalir jauh hingga bermuara di
Rawa Pening.
 |
| debit airnya dikit sih...tapi indah juga kok...setuju??? |
Di samping kiri dan kanan aliran air terjun ini tumbuh tanaman perdu
menutupi tebing batu sehingga suasana hijau segar berpadu dengan warna putih
dari air yang jatuh pun memanjakan mata siapapun yang memandang air terjun ini.
Di sekeliling air terjun sendiri , pohon-pohon tinggi tampak tumbuh mengitari
air terjun ini sehingga seolah-olah air terjun ini seperti terisolasi dari
dunia luar. Kadang burung-burung kecil hinggap di dahan pohon-pohon tinggi ini
sambil berkicau dengan riuh. Suara orkesta alam ini berpadu dengan suara
gemericik air yang jatuh dan suara angin yang bertiup disela-sela daun. Sungguh
suasana yang menghanyutkan dan membuat siapapun yang ada di air terjun ini
betah berlama-lama di air terjun ini.
 |
| sayang gak ada pisang goreng n kopi...padahal suasananya pas banget... |
Air terjun Goa Semar ini sendiri saya taksir memiliki tinggi sekitar 35-40
meter dan berada di lereng sebelah barat Gunung Telomoyo. Berada pada
ketinggian sekitar dari permukaan laut , tak di ragukan lagi sejuknya udara di
tempat wisata ini. Apalagi tempatnya memang jauh dari pemukiman sehingga
suasana tenang , damai , dan syahdu dapat di temui di tempat ini. Saking
jauhnya bro , sinyal telepon susah di dapatkan. Bahkan boleh di bilang hampir
tidak ada sama sekali sinyal telepon selular di tempat ini. Pembukaan air terjun ini untuk tempat wisata
ini pun terhitung masih baru. Penamaan air terjun ini sendiri merujuk pada
sebuah goa yang terletak tidak jauh dari air terjun ini. Goa yang di sebut
sebaga Goa Semar ini kerap sekali di pakai untuk ritual bertapa oleh beberapa
pengunjung yang datang ke tempat ini. Sehingga praktis dahulunya nama goa
inilah yang lebih terkenal dari air terjun itu sendiri. Setelah di tetapkannya
Desa Sepakung sebagai desa wisata , air terjun ini di masukan ke salah satu
tujuan wisata di desa ini. Namun begitu , keberadaan goa ini sendiri masih exis
sampai sekarang dan masih bisa di kunjung. Walau begitu pun , pengunjung harus
menjaga tingkah laku dan bicara mereka selama di lokasi goa ini Karena goa ini
terkenal masih wingit dan angker.
 |
| atas : kamar ganti , kiri bawah : jalan yang tertata sampai ke lokasi air terjun , kanan bawah : berapa tulisan unik karya anak Srandil |
Meski terhitung tempat wisata baru , menurut saya sendiri fasilitas yang
sudah ada cukup lumayan. Terlihat dari jalan menuju ke air terjun sudah di
perbaiki dan di buat berundak sehingga memudahkan pengunjung untuk mendatangi
air terjun. Jalan menuju air terjun ini juga di lengkapi dengan bambu sebagai
pegangan saat melewati jalan menuju air terjun.bagi anda yang berniat main
basah-basahan . Terdapat juga sebuah
ruang ganti tak jauh dari lokasi air terjun walau untuk tempat bilas badan masih belum tersedia. Dan sebuah kamar mandi yang
letaknya berada lumayan jauh dari air terjun. Beberapa gazebo dan pondok-pondok
sederhana di bangunlengkap dengan bangku dan kursi terbuat dari bamboo dan kayu
di beberapa tiitik di sepanjang jalan menuju air terjun. Pengunjung dapat
melepas lelehnya di gazebo-gazebo ini
ketika tracking menuju air terjun.
 |
| gazebo sederhana tapi cukup berguna dan tanda panah merah itu adalah lokasi Goa Semar |
Yang jelas saat ini pun nama Air
Terjun ini semakin banyak di kenal setelah fotonya di unggah di berbagai
medsos. Air terjun ini ramai di kunjungi saat akhir pekan dan saat musim
liburan. Namun saat musim kemarau bisa di bilang sepi pengunjung karena debit
air yang jatuh tidak sederas saat musim peghujan sehingga praktis mengurangi
ke-elokan dari air terjun ini. Di samping itu tempat wisata ini hanya mengandalkan
air terjun itu sendiri sebagai daya tarik utama. Seandainya saja di bangun fasilitas
lain ; mungkin kolam renang atau sejumlah wahana penunjang lainnya mungkin
tempat ini bisa lebih berkembang.
Tentunya masyarakat
Dusun Srandil masih terus berbenah hingga kini…Yang terbaru adalah beberapa
spot selfie yang di bangun di beberapa
titik. Hmmm semakin menambah menarik nih…Marilah berharap semoga saja tempat
wisata ini bisa lebih berkembang dan mampu mengangkat perekonomian warga desa
ini…
 |
| nah yang ini salah satu spot selfie di dekat lokasi Goa.. |