Tampilkan postingan dengan label air terjun goa semar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label air terjun goa semar. Tampilkan semua postingan

Minggu, September 30, 2018

Jelajah sepakung episode 3 : Air Terjun Goa Semar....

masih di sepakung guys...it's Goa Semar...
Air terjun Goa Semar , sebuah nama air terjun yang cukup menarik untuk siapapun yang baru mendengarnya. Air Terjun ini berada di kaki gunung Telomoyo , tepatnya di lereng sebelah utara gunung Telomoyo. Gak nyangka kan guys Gunung Telomoyo masih menyimpan beberapa pesona tersembunyi. Air Terjun ini terletak di Dusun Srandil , Desa Sepakung , Kecamatan Banyubiru , Kabupatan Semarang.
Air Terjun Goa Semar dari kejauhan...

Desa Sepakung sendiri adalah sebuah desa yang terletak di ketinggian 1500 meter dari permukaan laut. Dengan 12 dusun ,  Desa ini merupakan desa wisata dengan beberapa potensi wisata yang menarik. Dengan kondisi geografisnya yang terletak di pegunungan , desa ini memiliki akses jalan yang naik dan berkelok-kelok dengan sudut kemiringan jalan mencapai 45 derajat. Di beberapa titik malah mencapai 50 derajat. Untuk itulah sebaiknya persiapkan kondisi kendaraan bagi anda yang berniat berkunjung ke desa ini. Karena saya sendiri sempat melihat sebuah truk box hampir meluncur turun karena tidak kuat melewati  jalan yang menanjak. Saya sendiri juga sempat menyaksikan sebuah motor matic hampir kehilangan kontrol saat menuruni turunan tajam gara-gara sistim rem cakramnya rusak.
sedikit petunjuk menuju ke wisata ini...
Nah untuk menuju Desa Sepakung ini , dari kota Ambarawa pengunjung harus berkendara ke arah timur menuju Banyubiru. Setelah melewati  Taman Wisata Bukit Cinta , anda akan menjumpai sebuah pasar tradisional bernama Pasar Gilang. Tak jauh dari pasar ini anda akan menjumpai sebuah pertigaan jalan dengan sebuah pos ojek di sisi kanan jalan. Disinilah anda harus belok ke kanan untuk menuju Desa Sepakung. Dari pertigaan ini masih dibutuhkan waktu sekitar 15 sampai 25 menit untuk menuju Desa sepakung dengan kondisi jalan beraspal yang cukup baik. Jalan menanjak penuh tikungan tajam akan anda lalui selepas dari pertigaan pasar sampai ke Desa Sepakung. Di sepanjang jalan menuju Desa Sepakung ini , anda akan di suguhkan pemandangan alam khas pegunungan dan pedesaan yang tak bisa di temui perkotaan. 
pemandangan di salah satu sudut jalan di Sepakung
Jajaran sawah yang menguning dengan sistem teraseringnya. Atau pemandangan hutan subtropis yang rimbun akan sering anda jumpai di sepanjang jalan menuju Desa Sepakung ini. Bahkan Rawa Pening pun bisa anda saksikan secara utuh saat melewati Jalan menuju Desa Sepakung ini.
Dusun Srandil tempat Air Terjun Goa Semar berada , merupakan salah satu dusun yang berada di Desa Sepakung ini. Dusun ini berada di pojok barat Desa Sepakung. Air Terjun Goa Semar sendiri masihlah jauh dari desa ini. Kira-kira sekitar 550 m menuju barat dari desa ini. Seperti umumnya jalan di daerah pegunungan , jalan menuju air terjun ini sebagian adalah jalan menanjak yang di penuhi oleh tikungan tajam yang berkelok. Kondisi jalan sendiri sudah beraspal cukup baik , halus , dan rata dengan lebar 2 meteran. 
tempat parkir n gerbang masuk...
Setiba di gapura pintu masuk wisata ini , pengunjung dapat langsung memparkirkan kendaraan mereka di tempat parkir yang tersedia cukup luas untuk menampung beberapa kendaraan. Setelah area parkir ini , pengunjung  masih harus berjalan kaki sejauh 500 meter untuk mencapai lokasi Air Terjun Goa Semar. Tapi sebelumnya pengunjung harus terlebih dahulu membeli tiket masuk wisata sebesar Rp 5.000 per-orang.
Loket karcis...bayar dulu yach bro...hehe
Selanjutnya pengunjung dapat melanjutkan perjalanan ke lokasi air terjun.
Dari loket , jalan menuju air terjun telah tertata dengan rapi. Puluhan anak tangga telah di buat untuk menuruni lembah di bawah bukit dimana air terjun Goa Semar berada. Dari kejauhan Air terjun ini telah terlihat seperti guratan garis putih yang menempel di dinding tebing. Pengunjung harus menuruni lembah dengan meniti anak tangga ini untuk lebih mendekat ke bawah air terjun. Gak banyak kok ada sekitar 100 -an lebih anak tangga kok. Tiba Di bawah lembah goa semar ini , pengunjung akan di sambut sebuah sungai kecil dengan airnya yang bening. Sebuah pancuran kecil sengaja dibuat bagi pengunjung yang ingin membasuh muka. Air yang dingin dan segar terasa menyentuh kulit setelah sebelumnya badan sedikit berkeringat karena berjalan menuruni bukit yang cukup curam.
ini neh pancuran kecil penghapus dahaga...(lebay ah...haha)
Perjalanan menuruni lembah ini pun terasa cukup berkesan. Terlebih dengan landscape yang berubah dari atas bukit yang tinggi menuruni cekungan lembah yang dalam. Pemandangan kebun kopi milik penduduk bercampur dengan beberapa pohon tinggi dari ketinggian. Kemudian secara bertahap pengunjung di ajak memasuki kebun kopi dan hutan itu sendiri dan melihat suasana sekitar dari bawah secara langsung ketika menuruni bukit menuju air terjun...sungguh suatu cara untuk menikmati indahnya alam dari sudut pandang yang berbeda. Jika anda tiba di tempat ini masih pagi sekali , bisa anda jumpai dan dengarkan riuhnya burung bersautan di dahan dahan tinggi di atas pohon.
kalo capek...monggo...istirahat dulu...
Nah didasar lembah ini suasana akan berubah sedikit gelap. Tapi jangan takut kawan ...karena suasana gelap ini akibat dari rindangmya pepohonan tinggi yang menaungi dasar lembah dari Lembah Goa Semar ini dan juga kumpulan pohon kopi yang rimbun. Track menuju air terjun yang semula menurun melewati puluhan anak tangga akan menjadi datar melewati jalan setapak yang cukup lembab. 
suasana dasar lembah yang agak gelap-gelap gimana gitoe...
Namun "bonus" berupa jalan datar ini hanya sekitar 20 meter-an saja. Karena setelah itu jalan kembali menanjak melewati sekitar 70-an anak tangga. Hanya beberapa meter saja dari anak tangga yang terakhir ini terlihatlah butiran air yang jatuh dari ketinggian. Lebih berjalan mendekat air terjun ini semakin terlihat. Dan ini dia kawan , Air Terjun Goa Semar...
jreng-jreng...ini dia Air Terjun Goa Semar..
Air terjun yang cukup unik kawan....sekilas terlihat memiliki debit air yang kecil , tapi begitu saya berjalan mendekat ke bawah air terjun baru terasa derasnya air yang jatuh ke bawah...butiran air serasa seperti air hujan yang jatuh dari langit. Ini terjadi karena aliran air terjun ini tidak langsung jatuh ke bawah melainkan membentur bebatuan yang terlihat menonjol di tengah tebing. Aliran air dari atas ini langsung terbagi mengalir membentuk beberapa aliran-aliran air kecil. Aliran air yang kecil ini terlihat seperti goresan putih layaknya benang yang seratnya terbagi menjadi beberapa helai...indah memang...Aliran-aliran air yang kecil ini lantas bersatu di bawah tebing yang disambut oleh bebatuan , kerikil , dan pasir. Air yang jernih ini mengalir di antara komponen ini dan membentuk sungai yang mengalir jauh hingga bermuara di Rawa Pening.
debit airnya dikit sih...tapi indah juga kok...setuju???
Di samping kiri dan kanan aliran air terjun ini tumbuh tanaman perdu menutupi tebing batu sehingga suasana hijau segar berpadu dengan warna putih dari air yang jatuh pun memanjakan mata siapapun yang memandang air terjun ini. Di sekeliling air terjun sendiri , pohon-pohon tinggi tampak tumbuh mengitari air terjun ini sehingga seolah-olah air terjun ini seperti terisolasi dari dunia luar. Kadang burung-burung kecil hinggap di dahan pohon-pohon tinggi ini sambil berkicau dengan riuh. Suara orkesta alam ini berpadu dengan suara gemericik air yang jatuh dan suara angin yang bertiup disela-sela daun. Sungguh suasana yang menghanyutkan dan membuat siapapun yang ada di air terjun ini betah berlama-lama di air terjun ini.
sayang gak ada pisang goreng n kopi...padahal suasananya pas banget...
Air terjun Goa Semar ini sendiri saya taksir memiliki tinggi sekitar 35-40 meter dan berada di lereng sebelah barat Gunung Telomoyo. Berada pada ketinggian sekitar dari permukaan laut , tak di ragukan lagi sejuknya udara di tempat wisata ini. Apalagi tempatnya memang jauh dari pemukiman sehingga suasana tenang , damai , dan syahdu dapat di temui di tempat ini. Saking jauhnya bro , sinyal telepon susah di dapatkan. Bahkan boleh di bilang hampir tidak ada sama sekali sinyal telepon selular di tempat ini.  Pembukaan air terjun ini untuk tempat wisata ini pun terhitung masih baru. Penamaan air terjun ini sendiri merujuk pada sebuah goa yang terletak tidak jauh dari air terjun ini. Goa yang di sebut sebaga Goa Semar ini kerap sekali di pakai untuk ritual bertapa oleh beberapa pengunjung yang datang ke tempat ini. Sehingga praktis dahulunya nama goa inilah yang lebih terkenal dari air terjun itu sendiri. Setelah di tetapkannya Desa Sepakung sebagai desa wisata , air terjun ini di masukan ke salah satu tujuan wisata di desa ini. Namun begitu , keberadaan goa ini sendiri masih exis sampai sekarang dan masih bisa di kunjung. Walau begitu pun , pengunjung harus menjaga tingkah laku dan bicara mereka selama di lokasi goa ini Karena goa ini terkenal masih wingit dan angker.
atas : kamar ganti , kiri bawah : jalan yang tertata sampai ke lokasi air terjun , kanan bawah : berapa tulisan unik karya anak Srandil
Meski terhitung tempat wisata baru , menurut saya sendiri fasilitas yang sudah ada cukup lumayan. Terlihat dari jalan menuju ke air terjun sudah di perbaiki dan di buat berundak sehingga memudahkan pengunjung untuk mendatangi air terjun. Jalan menuju air terjun ini juga di lengkapi dengan bambu sebagai pegangan saat melewati jalan menuju air terjun.bagi anda yang berniat main basah-basahan . Terdapat  juga sebuah ruang ganti tak jauh dari lokasi air terjun walau untuk tempat bilas badan masih belum tersedia. Dan sebuah kamar mandi yang letaknya berada lumayan jauh dari air terjun. Beberapa gazebo dan pondok-pondok sederhana di bangunlengkap dengan bangku dan kursi terbuat dari bamboo dan kayu di beberapa tiitik di sepanjang jalan menuju air terjun. Pengunjung dapat melepas lelehnya di gazebo-gazebo ini  ketika tracking menuju air terjun.
gazebo sederhana tapi cukup berguna dan tanda panah merah itu adalah lokasi Goa Semar
Yang jelas  saat ini pun nama Air Terjun ini semakin banyak di kenal setelah fotonya di unggah di berbagai medsos. Air terjun ini ramai di kunjungi saat akhir pekan dan saat musim liburan. Namun saat musim kemarau bisa di bilang sepi pengunjung karena debit air yang jatuh tidak sederas saat musim peghujan sehingga praktis mengurangi ke-elokan dari air terjun ini. Di samping itu tempat wisata ini hanya mengandalkan air terjun itu sendiri sebagai daya tarik utama. Seandainya saja di bangun fasilitas lain ; mungkin kolam renang atau sejumlah wahana penunjang lainnya mungkin tempat ini bisa lebih berkembang.
Tentunya masyarakat Dusun Srandil masih terus berbenah hingga kini…Yang terbaru adalah beberapa spot selfie yang di bangun  di beberapa titik. Hmmm semakin menambah menarik nih…Marilah berharap semoga saja tempat wisata ini bisa lebih berkembang dan mampu mengangkat perekonomian warga desa ini…
nah yang ini salah satu spot selfie di dekat lokasi Goa..