Tampilkan postingan dengan label air terjun tirtowati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label air terjun tirtowati. Tampilkan semua postingan

Kamis, April 02, 2015

Air Terjun Tirtowati Dan Tirtowening , Keindahan Dari CEMANGGAL



Pernah dengar dieng??pasti pernah...
Pernah dengar ketep pass??apalagi itu...
Kalo CEMANGGAL????
......
"apa itu?" ; itu pasti yang terlintas di pikiran anda saat mendengar nama ini?
Cemanggal adalah sebuah nama desa yang terletak di lereng gunung ungaran. Sebenarnya desa ini seperti desa desa dilereng gunung lainnya. Cuma karena posisinya yang strategis, desa ini menampilkan pemandangan alam yang memikat yang tak ditemui didesa lain yang ada dilereng gunung ungaran. Selain itu desa ini juga menyimpan potensi wisata yang patut dikembangkan. Apalagi jalan menuju desa ini melewati perengan bukit membuat serasa menuju dieng...
Seperti DIENG???
cemanggal wetan
ya...kalo boleh saya bilang desa ini mempunyai kondisi alam yang hampir sama dengan dieng plateu. Karena itulah bagi anda yang marindukan suasana dieng tapi tak ingin jauh jauh kesana, desa cemanggal adalah jawabannya. Desa ini layaknya miniatur dari dieng. Dari jalan raya lemah abang-jimbaran kita harus belok kiri menuju desa munding..dari sini pemandangan masih biasa biasa saja.selepas desa munding jalan yang semula aspal akan berubah menjadi beton melewati lebatnya pepohonan di kanan kirinya..setelah menanjak sedikit pemandangan yang semula didominasi pohon berubah menjadi bukit bukit yang panjang.

( Ingin download peta diatas klik disini  http://adf.ly/1Cqkuc  )

Jalan beton yang semula sempit akan berganti lebar dan membelah dua bukit yang vegetasinya didominasi oleh pohon cemara.  Disini anda akan merasa dibawa kembali ke dieng. Karena sepanjang ruas jalan ini mirip dengan suasana jalan didieng. Dikanan jalan terbentang jurang dengan latar belakang perbukitan yang lerengnya banyak ditanami oleh sayuran diantara pohon cemara.  Diruas kiri jalan dibatasi oleh  bukit yang tinggi. Terkadang terlihat lubang bekas penambangan  pasir yang umumnya dibuat oleh penduduk setempat. Pasir dari bukit ini banyak dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk membangun rumah mereka. Diakhir jalan lurus ini Jalan akan menurun dan berbelok tajam naik melewati jembatan...

Air Terjun TirtoWening
Eiiiittt....sabar dulu kawan...
jangan terburu buru untuk lewat dan naik begitu saja...lebih baik anda berhenti dan mem-parkirkan kendaraan anda ditepi jalan sebelum jembatan...karena tidak jauh dari jembatan ini ; ada sebuah air terjun yang sayang untuk dilewatkan..

air terjun???
Benar sekali...selain pemandangan alamnya yang indah ; desa cemanggal memiliki 2 air terjun yang memiliki keunikan dan keindahannya sendiri. Air terjun atau curug yang pertama ini bernama CURUG TIRTOWENING. Letak air terjun ini tidak begitu jauh dari jembatan pertama. Pengunjung cuma harus bertreking ria selama 5-10 menit untuk menuju ke curug ini melewati ladang penduduk yang umumnya ditanami berbagai jenis sayuran. Sesampai di air terjun kesan pertama yang akan anda dapati adalah tenang dan damai. Suara gemericik air terjun yang jatuh di kolam dibawahnya,semilir angin yang bertiup diantara pepohonan yang rindang,dan kicauan burung yang masih banyak ditemui ditempat ini ; membawa rasa tenang dihati...walau ketinggian air terjun ini tak seberapa yaitu sekitar 7 meter dan memiliki debit air yang relatif kecil , tempat ini seperti namanya yang berarti “MATA AIR TENANG” memiliki suasana yang TENANG dan jarang ditemui ditempat lain. 
 Air dari curug tirtowening ini bersumber dari umbul sidomukti yang terletak tak jauh dari desa cemanggal. Dan karena  Di apit oleh 2 bukit membuat tempat ini dikelilingi oleh ladang penduduk yang sebagian besar berada di kemiringan bukit. Sistem terasering memang sering digunakan oleh penduduk desa cemanggal yang memiliki kondisi alam yang tidak rata dan berbukit...duduk sambil menikmati beningnya air dan tenangnya tempat ini ...

membuat siapa saja betah berlama lama disini...tapi jangan terlalu lama terbuai pada curug tirtowening ini, karena masih banyak tempat yang menarik yang bisa anda kunjungi didesa cemanggal ini...
Ayukkkk lanjut lagi...
Selepas jembatan 1 jalan yang semula turun , kembali naik menanjak dan berkelok dengan kemiringan sudut mencapai 45 derajat.sebelah kanan jalan adalah jurang yang sangat dalam dan tanpa pagar pembatas. Jadi...bagi anda yang mau kesini Diperlukan kehati hatian dalam melewati jalan di desa cemanggal. Karena sebagian besar jalan didesa ini melewati tanjakan dan turunan yang tajam dan di sebelah sisi jalan sebagian besar jurang dalam tanpa pagar pembatas. Terutama bagi anda yang membawa kendaraan. Pastikan kendaraan anda dalam kondisi yang prima. Terutama pada bagian rem-nya, pastikan berkerja dengan baik.
Setelah tanjakan ini kitapun tiba di pemukiman penduduk. Penduduk didesa ini , umumnya bermata pencarian sebagai petani. Berbagai sayuran ditanam diladang mereka. Mulai dari bawang putih,bawang merah,sawi,kubis dan masih banyak lagi. Untuk sistem pengairan , desa ini tergolong sudah maju...ini terlihat dari banyaknya bak bak air penampungan di ladang- ladang para penduduk..setelah memasuki pemukiman dipertigaan pertama ambil ke kanan  untuk menuju air terjun yang kedua..terus ikuti jalan ini hingga tiba di sebuah SD yang bernama MADRASAH IBTIDAIYAH...disini sebaiknya anda berhenti sejenak untuk melihat keseluruhan desa cemanggal dengan background gunung ungaran beserta guratan lembah lembahnya yang terlihat elok....ladang penduduk yang nenghijau oleh sayuran tampak menghiasi lereng bukit...benar-benar indah...jika masih belum puas , anda bisa mendaki ke puncak uyeng-uyeng yang terletak diatas sekolahan ini dengan melewati jalan setapak melewati ladang penduduk..tempat ini merupakan titik tertinggi di desa cemanggal. Jadi soal pemandangan jangan tanya lagi deh...siiip banget...disisi sebelah selatan terlihat deretan gunung merbabu, telomoyo serta rawa pening...
pemandangan dari Puncak Uyeng-Uyeng neh...
disebelah timur terlihat pegunungan kalongan dan kawasan ungaran timur...di sisi utara kota babadan ,ungaran,dan semarang tampak ramai dengan kesibukannya. Puncak uyeng-uyeng ini sebenarnya adalah ladang penduduk jadi jangan harap untuk menemukan gardu pandang disini...tempat ini berupa tanah lapang yang dijadikan ladang oleh penduduk..sebenarnya bila puncak ini digarap dan dijadikan gardu pandang , bukan tidak mungkin akan menyaingi bukit mawar yang terletak diatas umbul sidomukti...potensi yang sangat bagus jika saja ada keseriusan dari dinas terkait...
pemandangan sisi sebelah barat dari puncak Uyeng-Uyeng
Selanjutnya untuk menuju air terjun kedua teruslah mengambil jalan ke arah utara, menuruni bukit yang berkelok. Sepanjang jalan anda akan dimanjakan dengan pemandangan terasering ladang sayuran yang menghijau dilereng bukit. Sesekali tampak penduduk setempat yang tengah sibuk menggarap ladang mereka. Suatu pemandangan yang jarang kita temui di perkotaan. Terus ikuti jalan ini hingga sampai di pertigaan jalan , ambil jalan kekanan menurun dan ikuti jalan ini. Jangan kaget bila melihat kondisi jalan yang cukup ekstrim karena memang desa ini terhitung masih terpencil. Sehingga untuk membangun akses jalanpun mereka hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah yang terkesan ala kadarnya. Tapi menurut saya sendiri jalan seperti ini terhitung cukup layak mengingat topografi dari desa cemanggal yang naik turun. Meski begitu anda tetap harus waspada karena  anda akan melewati kembali jalan menurun dengan jurang disisi jalan sebelum akhirnya tiba di jembatan ke dua. Disinilah anda harus memparkirkan kendaraan anda dan mulai treking untuk menuju air terjun. Tidak ada tempat parkir khusus karena tempat ini memang masih alami dan belum dikelola. Jadi pastikan anda membawa kunci tambahan untuk mengamankan kendaraan anda jika ragu soal keamanannya.

Nah...dari jembatan kedua ini anda masih harus berjalan sekitar 20 -30 menit mengikuti jalan setapak. Jalan disini terhitung sangat jarang di jamah oleh manusia jadi jalan setapak kadang-kadang tak terlihat dan tertutup oleh rumput. Saat seperti ini anda tak perlu takut...karena anda masih bisa mengikuti aliran air sungai untuk menuju air terjun. Sekitar 15 menit dari jembatan kedua anda akan menemui sebuah bangunan mirip rumah. Bangunan ini adalah bak penampungan air yang dibangun masyarakat untuk mengumpulkan air sungai yang kadang turun debit airnya saat musim kemarau. 
















Pohon cemara tampak menghiasi sekitar tempat ini sehingga nuansa terasa beda dari sebelumnya...seolah-olah kita dibawa ke suasana di amerika utara yang terkenal dengan pemandangan hutan cemaranya...dari sini jalan semakin tak terlihat. Untuk menuju air terjun kita harus berjalan mengikuti ,berlawanan arah dengan arus sungai. Di beberapa jalan kita akan dipaksa naik turun melewati tepian sungai yang sempit jalannya.  Jadi tempat ini tidaklah cocok bagi anda yang tak menyukai treking dan petualangan. tapi satu hal yang bisa saya bilang...siapa saja akan suka begitu melihat air terjun ini walaupun memang untuk mencapainya dibutuhkan perjuangan...akhirnya sampai di air terjun yang ke dua yang bernama Air Terjun TIRTOWATI..


air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 9 meteran dengan debit air yang cukup deras dibandingkan dengan air terjun yang pertama , TIRTOWENING. Air yang jatuh membentuk 2 undakan sebelum akhirnya jatuh dikolam yang ada dibawahnya. Airnya yang jernih dan bening membuat aliran air dari air terjun ini dipakai untuk kebutuhan sehari-hari oleh penduduk yang berada dibawah desa cemanggal. Disekeliling air terjun dihiasi dengan pohon bambu menambah kesan alami. Tapi karena rimbunnya pohon menambah kesan wingit pada tempat ini. Benar benar masih prawan dan jarang dijamah oleh orang...

Air Terjun Tirto Wati
dan kalo boleh saya berkomentar air terjun tirtowati ini lebih indah dari air terjun tirtowening walau soal suasana dan kenyamanan saya lebih suka air terjun yang pertama...tapi memang keduanya memiliki keunikannya sendiri-sendiri yang tak bisa dipungkiri menambah keragaman keindahan indonesia. Sungguh sayang bila tempat ini tak digarap.


Selesai sampai disinikah? Tidak sih…karena sebenarnya bila anda terus mengikuti jalan naik sesudah jembatan kedua ini anda bisa mengunjungi sebuah kebun kopi. Namun sayang karena akses jalan perkebunan kopi ini masih berupa batu batu yang ditata, akan sangat sulit bagi anda yang membawa motor atau mobil menuju ke tempat ini. Potensi yang banyak untuk sebuah desa kecil  tapi seperti dipandang sebelah mata…padahal bila saja tempat ini dipadukan dengan wisata umbul sidomukti yang berada diatasnya akan menjadi sebuah kombinasi yang serasi. Terlepas dari ironi ini sejatinya bila desa cemanggal ini dipoles , mungkin keindahanya tidak  akan menjadi sia-sia.