Tampilkan postingan dengan label candi bajang ratu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label candi bajang ratu. Tampilkan semua postingan

Jumat, Desember 07, 2012

Eksotiknya Candi Bajang Ratu (Journey To The Decade 7th Place)

kemegahan sebuah candi

Aku tak menyangka akan melewati bangunan – bangunan bersejarah ketika melewati trowulan. Karena niat awalku yang ingin kembali ke semarang melewati malang kubatalkan setelah terdampar dikota wisata Pacet. Menurut peta yang kubawa , Pertimbangan jarak dari pacet menuju semarang lewat kota malang akan jauh lebih memutar dan bertambah jauh…karena itu aku kemudian mencari alternative jalan lainnya ; yaitu melewati kota trowulan kemudian menuju kota mojokerto untuk seterusnya mengikuti jalan raya kearah kota solo…awal perjalanan dari kota pacet jalanan terasa mulus dan cenderung lurus…tapi semakin jauh jalan yang kulalui menuju trowulan menjadi berkelok dan penuh dengan persimpangan…saking banyaknya persimpangan aku dibuat bingung jadinya…kompas yang kubawapun tak berguna banyak walaupun arah yang ditunjukan tidak berubah menunjuk utara dan selatan…akhirnya, akupun menggunakan cara terakhir agar terhindar dari kesasar…yaaa…apalagi kalau tidak bertanya pada orang yang kebetulan kutemui.hehehehe…tak dapat kuhitung lagi berapa kali aku berhenti dan bertanya pada orang atau penduduk yang tak sengaja berada di pinggiran jalan…dan uniknya setiap orang yang kutemui pasti selalu memandang pada tas carrier yang berada dipunggungku dengan pandangan heran bercampur penasaran(mungkin mereka berpikir seperti ini kali ya “kok ada ya orang aneh yang berpergian pake sepeda motor dengan memanggul tas sebesar kulkas di jaman modern seperti ini…hahahaha) Dan cara ini terbukti efektif…walau masih sedikit bingung akhirnya akupun sampai juga diselatan kota trowulan.
Sedikit lega ; akupun memacu kendaraan sedikit lebih pelan….lagi enak-enaknya menikmati semilir angin , mataku dikejutkan oleh pemandangan sebuah bangunan yang tinggi dan megah yang berada di kanan jalan. Rem langsung kuinjak dan roda sepeda motorpun langsung berhenti…mataku tertuju pada papan yang bertuliskan “GAPURA BAJANG RATU” sambil merasa takjub pada bangunan tinggi yang berada jauh dibelakangnya….merasa tertarik akupun langsung putar arah menuju bangunan  indah ini…


bajang ratu jika dilihat dari belakang
 Memasuki area wisata yang ditandai dengan gapura kecil motorpun langsung kuparkirkan ditempat parkir dan kemudian aku menuju loket untuk membeli karcis masuk sebesar Rp 3000 (kalau saya tak salah ingat maklum karcisnya langsung saya buang begitu saya masuk hehehe.) sambil menjinjing tas carrier sayapun langsung mendekat ke Candi ini. Ingatan saya langsung membawa pada sebuah buku milik kawanku yang pernah kubaca…candi ini ada dibuku itu dan jujur saja ketika melihat gambarnya dibuku saya memang punya ketertarikan dan keinginan yang tinggi untuk mengunjungi tempat ini…dan siapa sangka perjalananku ke jawa timur ini tanpa sengaja telah mewujudkan keinginanku ini…benar-benar beruntung…
struktur candi terbuat dari bata merah...unik ya
CANDI BAJANG RATU atau GAPURA BAJANG RATU begitulah orang-orang memberi nama pada bangunan bersejarah ini.  Terletak di Dukuh Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Candi ini masih menyimpan banyak hal yang belum diketahui secara pasti, baik mengenai tahun pembuatannya, raja yang memerintahkan pembangunannya, fungsinya, maupun segi-segi lainnya. Nama Bajangratu sendiri pertama kali disebut dalam Oudheidkunding Verslag (OV) tahun 1915. Menurut dugaan Arkeolog Sri Soeyatmi Satari ; nama Bajangratu ada hubungannya dengan Raja Jayanegara dari Majapahit, karena kata 'bajang' berarti kerdil dan “ratu” berarti Raja. Dan dari cerita rakyat, Raja Jayanegara dinobatkan tatkala masih berusia bajang atau masih kecil, sehingga gelar Ratu Bajang atau Bajangratu melekat padanya.
Mengenai fungsi candi ini sendiri, terdapat 2 pendapat yang mengemukakan teorinya masing-masing. Pendapat pertama mengatakan bahwa Candi Bajangratu didirikan untuk menghormati Raja Jayanegara. Dasar perkiraan ini adalah adanya relief Sri Tanjung di bagian kaki gapura yang menggambarkan cerita peruwatan. Sedang pendapat yang kedua mengatakan bahwa Bajangratu diduga merupakan salah satu pintu gerbang Keraton Majapahit  Mengingat bentuknya yang merupakan gapura paduraksa atau gapura beratap dengan tangga naik dan turun. Perkiraan ini didukung oleh letaknya yang tidak jauh dari lokasi bekas istana Majapahit. Dilihat dari fungsinya inilah bangunan megah ini diperkirakan didirikan antara abad ke-13 dan ke-14.

koyo wong ilang neehhh..
 Candi Bajangratu menempati area yang cukup luas diapit oleh taman yang tertata rapi yang ditanami dengan aneka bunga yang indah dan berwarna warni. Seluruh bangunan candi dibuat dari batu bata merah, kecuali anak tangga dan bagian dalam atapnya. Sehubungan dengan bentuknya yang merupakan gapura beratap, Candi Bajangratu menghadap ke dua arah, yaitu timur-barat. Ketinggian candi sampai pada puncak atap adalah 16,1 m dan panjangnya 6,74 m. Gapura Bajangratu mempunyai sayap di sisi kanan dan kiri. Pada masing-masing sisi yang mengapit anak tangga terdapat hiasan singa dan binatang bertelinga panjang. Pada dinding kaki candi, mengapit tangga, terdapat relief Sri Tanjung, sedangkan di kiri dan kanan dinding bagian depan, mengapit pintu, terdapat relief Ramayana. Pintu candi dihiasi dengan relief kepala kala yang terletak tepat di atas ambangnya. Di kaki ambang pintu masih terlihat lubang bekas tempat menancapkan kusen. Mungkin dahulu pintu tersebut dilengkapi dengan daun pintu.
hiasan di pintu candi
Bagian dalam candi membentuk lorong yang membujur dari barat ke timur. Anak tangga dan lantai lorong terbuat dari batu. Bagian dalam atap candi juga terbuat dari balok batu yang disusun membujur utara-selatan, membentuk ruang yang menyempit di bagian atas.
Atap candi berbentuk meru (gunung), mirip limas bersusun, dengan puncak persegi. Setiap lapisan dihiasi dengan ukiran dengan pola limas terbalik dan pola tanaman. Pada bagian tengah lapis ke-3 terdapat relief matahari, yang konon merupakan simbol kerajaan Majapahit. Walaupun candi ini menghadap timur-barat, namun bentuk dan hiasan di sisi utara dan selatan dibuat mirip dengan kedua sisi lainnya. Di sisi utara dan selatan dibuat relung yang menyerupai bentuk pintu. Di bagian atas tubuh candi terdapat ukiran kepala garuda dan matahari diapit naga.
Sejenak aku tertegun merasa takjub dengan bangunan bersejarah ini. Karena bangunan ini tampak begitu tinggi menjulang kelangit dan terbuat dari batu bata…bayangkan….batu bata!!!!dan tanpa bahan campuran perekat seperti semen dan pasir bangunan ini masih berdiri kokoh memecah langit hingga sekarang. Dan menurut pendapat pribadiku kita memang harus angkat topi atau salut dan bangga terhadap nenek moyang kita yang pada zamannya telah memiliki teknologi dan arsitektur  yang seperti ini.
 Tak lupa foto foto narsispun kuambil untuk kenang kenangan…hehehe…maklumlah buat bukti kalau aku pernah datang ketempat ini…wuhehehehe…
(Bersambung ke “Journey to the decade 8th place”)