![]() |
| sugeng rawuuuhhh... |
Kota Trowulan memang kota yang penuh dengan
peninggalan bersejarah dari zaman kebesaran kerajaan Majapahit yang terkenal
itu. Di kota ini banyak ditemukan benda-benda bersejarah dari jaman kerajaan majapahit dan saya cukup
beruntung karena secara tak sengaja dalam ketersesatkan diperjalananku ketimur ini telah membawaku ke
2 bangunan bersejarah peninggalan zaman
majapahit yang cukup terkenal didunia internasional dan banyak di sebut-sebut
dalam buku-buku sejarah SD,SMP, maupun SMA..Candi Tikus Dan Gapura Bajang Ratu.
Sebenarnya masih banyak bangunan bersejarah lainnya diTrowulan yang menarik
untuk dikunjungi. Tapi karena keterbatasan waktu dan kedatanganku ke trowuln
ini memang tak kurencanakan sehingga berimbas pada minimnya info yang kupunya
tentang kota trowuln ini , akhirnya akupun Cuma mendatangi tempat-tempat yang
secara tak kusengaja kulewati dan mengandalkan mulut untuk sekedar mencari
info…
Yaaaa….Dengan berbekal kenekatan dan mulut
untuk bertanya inilah akhirnya akupun menuju ke bendungan segeran yang jaraknya tak begitu jauh dari candi tikus
menurut info orang-orang sekitar yang
kutanyai sebelumnya. Awalnya aku sedikit bingung ….tapi setelah bertanya
sana-sini…akhirnya sepeda motorku pun tiba juga di tempat yang dituju…bendungan
segeran.
Ini yaaaa bendungan segeran????waduh kok kayak
gini???karena jujur saja bendungan segeran yang ada dalam pikiranku adalah
sebuah tempat yang asri,teduh,indah ,dan bersih.tapi yang kulihat saat ini
adalah kolam tak terurus dengan air yang kotor terpagari oleh potongan batu
andesit dengan luas kurang lebih sama dengan luasnya sebuah lapangan sepak
bola. Sayang memang….sebuah bangunan bersejarah tak terurus seperti ini…padahal
bila di kelola secara apik…sejatinya tempat ini bisa menjadi lebih indah dari
yang terlihat sekarang…
Akupun hanya tertegun berdiri sambil memandang
sekeliling bendungan segeran.beberapa pemancing tampak terlihat mengadu
peruntungan mata kailnya di bendungn bersejarah ini yang rupanya banyak didiami
ikan air tawar…lagi enaknya memutar mata ini , pandanganku terhenti pada
beberapa warung yang tampak menghiasi
sudut pinggiran waduk. Sebuah warung makan rupanya menarik perhatianku. Bukan
karena bentuk bangunan atau penjajanya yang menarik perhatianku di warung ini ,
melainkan menu yang di tawarkan dan dijual diwarung makan ini mengingat aku
memng belum makan apa-apa sejak pagi tadi… dan terus terang Cuma 1 wrung saja
yang menarik pandangan mataku sejak awal aku tiba di tempat ini…bukan apa-apa;
tapi warung makan ini menyajikan menu yang unik , yaitu menu “ Ikan Wader goreng”…dan
asal tau saja ikan wader adalah ikan sungai kecil yang keberadaannya semakin
jarang ditemui..ikan ini terkenal dengan kegurihannya bila diolah menjadi
masakan apapun..
![]() |
| manusianya ikut ikutan jadi patung...hahaha...bisa beda-in gak??? |
Langsung saja aku menuju warung makan sederhana
ini dan memesan I porsi wader goreng…bau wader goreng langsung memenuhi warung
begitu pemilik warung mulai menggoreng
ikan wader…tak berapa lama wader goreng tersedia dihadapanku di sebuah cobek
yang terbuat dari tanah lengkap dengan nasi , sambal dan
lalapannya..enaaaakkkkk banget….aku
makan dengan lahapnya…
Setelah kenyang ; akupun kembali memikirkan
untuk kemana setelah ini..lalu tanpa sengaja ingatanku membawaku pada sebuah
papan petunjuk yang ada di perempatan sewaktu aku menuju kesini..papan
bertuliskan “PENDOPO AGUNG TROWULAN”….
Hmmmmm…….tampaknya menarik…..begitu
pikirku…langsung saja aku menunggangi motorku setelah membayar Rp 12.000 kepada
pemilik warung untuk menu yang kumakan tadi….tidak jauh memang karena setelah
mengendarai motor sekitar 5 menit dari bendungan segeran aku telah tiba
ditempat yang ada dalam anganku….PENDOPO AGUNG TROWULAN.
Pendopo Agung Trowulan adalah sebuah bangunan
pendopo Jawa bergaya Joglo yang dibangun antara tahun 1964 – 1973 oleh Kodam-V
Brawijaya, berada di Dusun Nglinguk, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan.
Bangunan itu konon berada di lokasi dimana dahulu berdiri Pendopo Agung Kerajaaan
Majapahit, tempat Mahapatih Gajahmada mengucapkan Sumpah Palapa yang terkenal
itu. Tiba di tempat ini aku langsung disambut Pintu gerbang yang bergaya Jawa
kuno yang berada di pintu masuk ke Pendopo. Melewati pintu gerbang ini tak
ditarik tariff khusus….tapi dipintu gerbang ini terdapat sebuah kotak mirip
kotak amal yang terdapat dimasjid masjid…ini dimaksudkan agar pengunjung
memberi dana sekedarnya untuk masuk ke pendopo…
![]() |
| pintu gapura dan bangunan utama pendopo agung trowulan... |
![]() |
| patung raja brawijaya.... |
Setelah itu terlihat sebuah pendopo yang di depannya ada patung yang dinaungi sebuah payung kerajaan, dengan struktur bangunan Pendopo Agung terlihat di latar belakang. ini adalahPatung Raja Brawijaya penguasa majapahit dulu kala. Dibelakang patung raja Brawijaya terlihatlah bangunan pendopo bergaya joglo. Bangunan ini terlihat begitu megah dan teduh sehingga banyak pengunjung yang beristirahat disini. Bagian dalam bangunan Pendopo Agung Trowulan, yang hampir keseluruhannya terbuat dari kayu, kecuali dasar pilar yang menggunakan batu yang berasal dari jaman Majapahit. Di sebelah belakang Pendopo Agung Trowulan terdapat relief yang dipahat pada dinding yang menceritakan sejarah Kerajaan Majapahit.Relief ini tampak menarik bagiku sehingga berulang kali aku menggambil foto dengan latar belakang relief ini tanpa mempedulikan pandangan beberapa penggunjung yang melihatku… entah mereka keheranan atau apa…hehehe…yang penting enjoy aja coy…Ada pula nama-nama Panglima Kodam Brawijaya dipahat di salah satu bagian dinding.
![]() |
| keagungan sebuah relief... |
![]() |
| sorry ya...aku ne memang usil neh...hehehe |
Tak ketinggalan akupun beristirahat cukup lama di Pendopo Agung Trowulan….ternyata sekedar duduk saja hampir membawaku kealam mimpi…karena terus terang saja tempat ini begitu nyaman,teduh dan semilir angin yang masuk disela-sela tiang pendopo dapat membuat siapa saja terkantuk-kantuk…karena itulah aku segera bangun berdiri beranjak meninggalkan tempat ini…karena aku sadar perjalananku ke semarang ; kota tempatku asal masihlah sangat jauh…jam 2 siang akupun meluncur mengendarai motorku menuju kota mojokerto……
(bersambung ke “journey to the decade 10th place”…)





