Tampilkan postingan dengan label pendopo agung trowulan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendopo agung trowulan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Maret 30, 2013

SELAMAT DATANG DI PENDOPO AGUNG TROWULAN…( Journey To The Decade 9th place)


sugeng rawuuuhhh...
Kota Trowulan memang kota yang penuh dengan peninggalan bersejarah dari zaman kebesaran kerajaan Majapahit yang terkenal itu. Di kota ini banyak ditemukan benda-benda bersejarah  dari jaman kerajaan majapahit dan saya cukup beruntung karena secara tak sengaja dalam ketersesatkan  diperjalananku ketimur ini telah membawaku ke 2 bangunan bersejarah  peninggalan zaman majapahit yang cukup terkenal didunia internasional dan banyak di sebut-sebut dalam buku-buku sejarah SD,SMP, maupun SMA..Candi Tikus Dan Gapura Bajang Ratu. Sebenarnya masih banyak bangunan bersejarah lainnya diTrowulan yang menarik untuk dikunjungi. Tapi karena keterbatasan waktu dan kedatanganku ke trowuln ini memang tak kurencanakan sehingga berimbas pada minimnya info yang kupunya tentang kota trowuln ini , akhirnya akupun Cuma mendatangi tempat-tempat yang secara tak kusengaja kulewati dan mengandalkan mulut untuk sekedar mencari info…
Yaaaa….Dengan berbekal kenekatan dan mulut untuk bertanya inilah akhirnya akupun menuju ke bendungan segeran yang  jaraknya tak begitu jauh dari candi tikus menurut info  orang-orang sekitar yang kutanyai sebelumnya. Awalnya aku sedikit bingung ….tapi setelah bertanya sana-sini…akhirnya sepeda motorku pun tiba juga di tempat yang dituju…bendungan segeran.
Ini yaaaa bendungan segeran????waduh kok kayak gini???karena jujur saja bendungan segeran yang ada dalam pikiranku adalah sebuah tempat yang asri,teduh,indah ,dan bersih.tapi yang kulihat saat ini adalah kolam tak terurus dengan air yang kotor terpagari oleh potongan batu andesit dengan luas kurang lebih sama dengan luasnya sebuah lapangan sepak bola. Sayang memang….sebuah bangunan bersejarah tak terurus seperti ini…padahal bila di kelola secara apik…sejatinya tempat ini bisa menjadi lebih indah dari yang terlihat sekarang…
manusianya ikut ikutan jadi patung...hahaha...bisa beda-in gak???
 Akupun hanya tertegun berdiri sambil memandang sekeliling bendungan segeran.beberapa pemancing tampak terlihat mengadu peruntungan mata kailnya di bendungn bersejarah ini yang rupanya banyak didiami ikan air tawar…lagi enaknya memutar mata ini , pandanganku terhenti pada beberapa warung yang  tampak menghiasi sudut pinggiran waduk. Sebuah warung makan rupanya menarik perhatianku. Bukan karena bentuk bangunan atau penjajanya yang menarik perhatianku di warung ini , melainkan menu yang di tawarkan dan dijual diwarung makan ini mengingat aku memng belum makan apa-apa sejak pagi tadi… dan terus terang Cuma 1 wrung saja yang menarik pandangan mataku sejak awal aku tiba di tempat ini…bukan apa-apa; tapi warung makan ini menyajikan menu yang unik , yaitu menu “ Ikan Wader goreng”…dan asal tau saja ikan wader adalah ikan sungai kecil yang keberadaannya semakin jarang ditemui..ikan ini terkenal dengan kegurihannya bila diolah menjadi masakan apapun..
Langsung saja aku menuju warung makan sederhana ini dan memesan I porsi wader goreng…bau wader goreng langsung memenuhi warung begitu pemilik  warung mulai menggoreng ikan wader…tak berapa lama wader goreng tersedia dihadapanku di sebuah cobek yang terbuat dari tanah lengkap dengan nasi , sambal dan lalapannya..enaaaakkkkk  banget….aku makan dengan lahapnya…
Setelah kenyang ; akupun kembali memikirkan untuk kemana setelah ini..lalu tanpa sengaja ingatanku membawaku pada sebuah papan petunjuk yang ada di perempatan sewaktu aku menuju kesini..papan bertuliskan “PENDOPO AGUNG TROWULAN”….
Hmmmmm…….tampaknya menarik…..begitu pikirku…langsung saja aku menunggangi motorku setelah membayar Rp 12.000 kepada pemilik warung untuk menu yang kumakan tadi….tidak jauh memang karena setelah mengendarai motor sekitar 5 menit dari bendungan segeran aku telah tiba ditempat yang ada dalam anganku….PENDOPO AGUNG TROWULAN.
pintu gapura dan bangunan utama pendopo agung trowulan...
 Pendopo Agung Trowulan adalah sebuah bangunan pendopo Jawa bergaya Joglo yang dibangun antara tahun 1964 – 1973 oleh Kodam-V Brawijaya, berada di Dusun Nglinguk, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan. Bangunan itu konon berada di lokasi dimana dahulu berdiri Pendopo Agung Kerajaaan Majapahit, tempat Mahapatih Gajahmada mengucapkan Sumpah Palapa yang terkenal itu. Tiba di tempat ini aku langsung disambut Pintu gerbang yang bergaya Jawa kuno yang berada di pintu masuk ke Pendopo. Melewati pintu gerbang ini tak ditarik tariff khusus….tapi dipintu gerbang ini terdapat sebuah kotak mirip kotak amal yang terdapat dimasjid masjid…ini dimaksudkan agar pengunjung memberi dana sekedarnya untuk masuk ke pendopo…
patung raja brawijaya....
Akupun masuk melewati pintu gerbang… Saat pertama memasuki pendopo, sebuah  patung di sebelah kiri tampak menarik perhatianku. Begitu kudekati ternyata ini adalah patung Gajah Mada yang dipersembahkan oleh warga. Patung Gajah Mada ini diresmikan oleh Komando Pusat Polisi Militer pada tanggal 22 Juni 1986. Di pelataran pendopo, terdapat sejumlah pohon beringin. Daunnya yang lebat membuat halaman menjadi rindang dan berhawa sejuk.Bahkan, di saat matahari terik pun pendingin alami ini membuat udara tetap sejuk, karena sinar matahari tidak mampu menerobos rimbunan daun. Di belakang pendopo, juga terdapat halaman luas. Pagar setinggi 1,5 meter mengitari halaman yang senyap tertutup rimbun pohon-pohon besar yang tumbuh liar.
Setelah itu terlihat sebuah pendopo yang di depannya ada patung yang dinaungi sebuah payung kerajaan, dengan struktur bangunan Pendopo Agung terlihat di latar belakang. ini adalahPatung Raja Brawijaya penguasa majapahit dulu kala. Dibelakang patung raja Brawijaya terlihatlah bangunan pendopo bergaya joglo. Bangunan ini terlihat begitu megah dan teduh sehingga banyak pengunjung yang beristirahat disini. Bagian dalam bangunan Pendopo Agung Trowulan, yang hampir keseluruhannya terbuat dari kayu, kecuali dasar pilar yang menggunakan batu yang berasal dari jaman Majapahit. Di sebelah belakang Pendopo Agung Trowulan terdapat relief yang dipahat pada dinding yang menceritakan sejarah Kerajaan Majapahit.Relief ini tampak menarik bagiku sehingga berulang kali aku menggambil foto dengan latar belakang relief ini tanpa mempedulikan pandangan beberapa penggunjung yang melihatku… entah mereka keheranan atau apa…hehehe…yang penting enjoy aja coy…Ada pula nama-nama Panglima Kodam Brawijaya dipahat di salah satu bagian dinding. 
keagungan sebuah relief...
 Konon…Di belakang Pendopo Agung Trowulan, terdapat tempat bersejarah yang menjadi saksi bisu kelahiran Majapahit. Tempat yang diyakini sebagai petilasan Raden Wijaya ini bernama Petilasan Panggung. bangunan joglo berukuran lebih kecil yang letaknya di belakang Pendopo Agung Trowulan yang dipisahkan oleh sebuah tembok, adalah lokasi yang dipercaya sebagai tempat dimana Raden Wijaya pernah melakukan semedi bertapa sampai akhirnya mendapat wangsit mendirikan kerajaan Majapahit sebelum ia membuka pemukiman di hutan Tarik di tepian Sungai Brantas yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Kerajaan Majapahit. Selain itu, ditempat ini pula Patih Gajah Mada mengumandangkan Sumpah Palapa, disaksikan Raden Wijaya dan para pengikutnya. Masuk kompleks petilasan, pengunjung akan melihat bebatuan yang dibentuk layaknya makam. Ruangan itu dihiasi kelambu putih transparan dan beberapa lukisan yang menambah kesakralan Petilasan Panggung. Pada waktu tertentu, khususnya malam Jumat Legi, banyak orang datang untuk berdoa dan mengharap berkah. Sayang….pintu gerbang petilasan ini tertutup dan terkunci oleh sebuah gembok sehingga akupun tak bisa masuk kedalamnya….
sorry ya...aku ne memang usil neh...hehehe
karena tempatnya yang luas dan teduh, Pendopo Agung ini sering dipergunakan oleh para pengunjung untuk sejenak beristirahat setelah berkeliling mengunjungi situs-situs bersejarah yang banyak dijumpai di daerah Trowulan. Bahkan Sekali setahun, selama ritual perayaan Tahun Baru Jawa 1 Suro, tempat itu menjadi pusat kegiatan perayaan yang disebut Grebeg Suro Majapahit, yang menyajikan berbagai pertunjukan seni tradisional, ritual pembersihan senjata tradisional, serta pagelaran wayang kulit semalam suntuk.
Tak ketinggalan akupun beristirahat cukup lama di Pendopo Agung Trowulan….ternyata sekedar duduk saja hampir  membawaku kealam mimpi…karena terus terang saja tempat ini begitu nyaman,teduh dan semilir angin yang masuk disela-sela tiang pendopo dapat membuat siapa saja terkantuk-kantuk…karena itulah aku segera bangun berdiri beranjak meninggalkan tempat ini…karena aku sadar perjalananku ke semarang ; kota tempatku asal masihlah sangat jauh…jam 2 siang akupun meluncur mengendarai motorku menuju kota mojokerto……
(bersambung ke  “journey to the decade 10th place”…)