Pernah dengar dieng??pasti
pernah...
Pernah dengar ketep pass??apalagi
itu...
Kalo CEMANGGAL????
......
"apa itu?" ; itu pasti
yang terlintas di pikiran anda saat mendengar nama ini?
Cemanggal adalah sebuah nama desa
yang terletak di lereng gunung ungaran. Sebenarnya desa ini seperti desa desa
dilereng gunung lainnya. Cuma karena posisinya yang strategis, desa ini
menampilkan pemandangan alam yang memikat yang tak ditemui didesa lain yang ada
dilereng gunung ungaran. Selain itu desa ini juga menyimpan potensi wisata yang
patut dikembangkan. Apalagi jalan menuju desa ini melewati perengan bukit
membuat serasa menuju dieng...
Seperti DIENG???
![]() |
| cemanggal wetan |
ya...kalo boleh saya bilang desa
ini mempunyai kondisi alam yang hampir sama dengan dieng plateu. Karena itulah
bagi anda yang marindukan suasana dieng tapi tak ingin jauh jauh kesana, desa
cemanggal adalah jawabannya. Desa ini layaknya miniatur dari dieng. Dari jalan
raya lemah abang-jimbaran kita harus belok kiri menuju desa munding..dari sini
pemandangan masih biasa biasa saja.selepas desa munding jalan yang semula aspal
akan berubah menjadi beton melewati lebatnya pepohonan di kanan
kirinya..setelah menanjak sedikit pemandangan yang semula didominasi pohon
berubah menjadi bukit bukit yang panjang.

( Ingin download peta diatas klik disini http://adf.ly/1Cqkuc )
Eiiiittt....sabar dulu kawan...
jangan terburu buru untuk lewat
dan naik begitu saja...lebih baik anda berhenti dan mem-parkirkan kendaraan
anda ditepi jalan sebelum jembatan...karena tidak jauh dari jembatan ini ; ada
sebuah air terjun yang sayang untuk dilewatkan..
air terjun???
Benar sekali...selain pemandangan
alamnya yang indah ; desa cemanggal memiliki 2 air terjun yang memiliki
keunikan dan keindahannya sendiri. Air terjun atau curug yang pertama ini
bernama CURUG TIRTOWENING. Letak air terjun ini tidak begitu jauh dari jembatan
pertama. Pengunjung cuma harus bertreking ria selama 5-10 menit untuk menuju ke
curug ini melewati ladang penduduk yang umumnya ditanami berbagai jenis
sayuran. Sesampai di air terjun kesan pertama yang akan anda dapati adalah
tenang dan damai. Suara gemericik air terjun yang jatuh di kolam
dibawahnya,semilir angin yang bertiup diantara pepohonan yang rindang,dan
kicauan burung yang masih banyak ditemui ditempat ini ; membawa rasa tenang
dihati...walau ketinggian air terjun ini tak seberapa yaitu sekitar 7 meter dan
memiliki debit air yang relatif kecil , tempat ini seperti namanya yang berarti
“MATA AIR TENANG” memiliki suasana yang TENANG dan jarang ditemui ditempat
lain.
Air dari curug tirtowening ini bersumber dari umbul sidomukti yang
terletak tak jauh dari desa cemanggal. Dan karena Di apit oleh 2 bukit membuat tempat ini
dikelilingi oleh ladang penduduk yang sebagian besar berada di kemiringan
bukit. Sistem terasering memang sering digunakan oleh penduduk desa cemanggal
yang memiliki kondisi alam yang tidak rata dan berbukit...duduk sambil
menikmati beningnya air dan tenangnya tempat ini ...
membuat siapa saja betah
berlama lama disini...tapi jangan terlalu lama terbuai pada curug tirtowening
ini, karena masih banyak tempat yang menarik yang bisa anda kunjungi didesa
cemanggal ini...
Ayukkkk lanjut lagi...
Ayukkkk lanjut lagi...
Selepas jembatan 1 jalan yang
semula turun , kembali naik menanjak dan berkelok dengan kemiringan sudut
mencapai 45 derajat.sebelah kanan jalan adalah jurang yang sangat dalam dan
tanpa pagar pembatas. Jadi...bagi anda yang mau kesini Diperlukan kehati hatian
dalam melewati jalan di desa cemanggal. Karena sebagian besar jalan didesa ini
melewati tanjakan dan turunan yang tajam dan di sebelah sisi jalan sebagian
besar jurang dalam tanpa pagar pembatas. Terutama bagi anda yang membawa
kendaraan. Pastikan kendaraan anda dalam kondisi yang prima. Terutama pada
bagian rem-nya, pastikan berkerja dengan baik.
Setelah tanjakan ini kitapun tiba
di pemukiman penduduk. Penduduk didesa ini , umumnya bermata pencarian sebagai
petani. Berbagai sayuran ditanam diladang mereka. Mulai dari bawang
putih,bawang merah,sawi,kubis dan masih banyak lagi. Untuk sistem pengairan ,
desa ini tergolong sudah maju...ini terlihat dari banyaknya bak bak air
penampungan di ladang- ladang para penduduk..setelah memasuki pemukiman dipertigaan
pertama ambil ke kanan untuk menuju air
terjun yang kedua..terus ikuti jalan ini hingga tiba di sebuah SD yang bernama
MADRASAH IBTIDAIYAH...disini sebaiknya anda berhenti sejenak untuk melihat
keseluruhan desa cemanggal dengan background gunung ungaran beserta guratan
lembah lembahnya yang terlihat elok....ladang penduduk yang nenghijau oleh
sayuran tampak menghiasi lereng bukit...benar-benar indah...jika masih belum
puas , anda bisa mendaki ke puncak uyeng-uyeng yang terletak diatas sekolahan
ini dengan melewati jalan setapak melewati ladang penduduk..tempat ini
merupakan titik tertinggi di desa cemanggal. Jadi soal pemandangan jangan tanya
lagi deh...siiip banget...disisi sebelah selatan terlihat deretan gunung
merbabu, telomoyo serta rawa pening...
![]() |
| pemandangan dari Puncak Uyeng-Uyeng neh... |
disebelah timur terlihat pegunungan
kalongan dan kawasan ungaran timur...di sisi utara kota babadan ,ungaran,dan
semarang tampak ramai dengan kesibukannya. Puncak uyeng-uyeng ini sebenarnya
adalah ladang penduduk jadi jangan harap untuk menemukan gardu pandang disini...tempat
ini berupa tanah lapang yang dijadikan ladang oleh penduduk..sebenarnya bila
puncak ini digarap dan dijadikan gardu pandang , bukan tidak mungkin akan
menyaingi bukit mawar yang terletak diatas umbul sidomukti...potensi yang
sangat bagus jika saja ada keseriusan dari dinas terkait...
![]() |
| pemandangan sisi sebelah barat dari puncak Uyeng-Uyeng |
Selanjutnya untuk menuju air
terjun kedua teruslah mengambil jalan ke arah utara, menuruni bukit yang
berkelok. Sepanjang jalan anda akan dimanjakan dengan pemandangan terasering
ladang sayuran yang menghijau dilereng bukit. Sesekali tampak penduduk setempat
yang tengah sibuk menggarap ladang mereka. Suatu pemandangan yang jarang kita
temui di perkotaan. Terus ikuti jalan ini hingga sampai di pertigaan jalan ,
ambil jalan kekanan menurun dan ikuti jalan ini. Jangan kaget bila melihat
kondisi jalan yang cukup ekstrim karena memang desa ini terhitung masih
terpencil. Sehingga untuk membangun akses jalanpun mereka hanya mengandalkan
bantuan dari pemerintah yang terkesan ala kadarnya. Tapi menurut saya sendiri
jalan seperti ini terhitung cukup layak mengingat topografi dari desa cemanggal
yang naik turun. Meski begitu anda tetap harus waspada karena anda akan melewati kembali jalan menurun
dengan jurang disisi jalan sebelum akhirnya tiba di jembatan ke dua. Disinilah
anda harus memparkirkan kendaraan anda dan mulai treking untuk menuju air
terjun. Tidak ada tempat parkir khusus karena tempat ini memang masih alami dan
belum dikelola. Jadi pastikan anda membawa kunci tambahan untuk mengamankan
kendaraan anda jika ragu soal keamanannya.
Nah...dari jembatan kedua ini anda
masih harus berjalan sekitar 20 -30 menit mengikuti jalan setapak. Jalan disini
terhitung sangat jarang di jamah oleh manusia jadi jalan setapak kadang-kadang
tak terlihat dan tertutup oleh rumput. Saat seperti ini anda tak perlu
takut...karena anda masih bisa mengikuti aliran air sungai untuk menuju air
terjun. Sekitar 15 menit dari jembatan kedua anda akan menemui sebuah bangunan
mirip rumah. Bangunan ini adalah bak penampungan air yang dibangun masyarakat untuk
mengumpulkan air sungai yang kadang turun debit airnya saat musim kemarau.
Pohon cemara tampak menghiasi sekitar tempat ini sehingga nuansa terasa beda dari sebelumnya...seolah-olah kita dibawa ke suasana di amerika utara yang terkenal dengan pemandangan hutan cemaranya...dari sini jalan semakin tak terlihat. Untuk menuju air terjun kita harus berjalan mengikuti ,berlawanan arah dengan arus sungai. Di beberapa jalan kita akan dipaksa naik turun melewati tepian sungai yang sempit jalannya. Jadi tempat ini tidaklah cocok bagi anda yang tak menyukai treking dan petualangan. tapi satu hal yang bisa saya bilang...siapa saja akan suka begitu melihat air terjun ini walaupun memang untuk mencapainya dibutuhkan perjuangan...akhirnya sampai di air terjun yang ke dua yang bernama Air Terjun TIRTOWATI..
air terjun ini memiliki
ketinggian sekitar 9 meteran dengan debit air yang cukup deras dibandingkan
dengan air terjun yang pertama , TIRTOWENING. Air yang jatuh membentuk 2
undakan sebelum akhirnya jatuh dikolam yang ada dibawahnya. Airnya yang jernih
dan bening membuat aliran air dari air terjun ini dipakai untuk kebutuhan
sehari-hari oleh penduduk yang berada dibawah desa cemanggal. Disekeliling air
terjun dihiasi dengan pohon bambu menambah kesan alami. Tapi karena rimbunnya
pohon menambah kesan wingit pada tempat ini. Benar benar masih prawan dan
jarang dijamah oleh orang...
![]() |
| Air Terjun Tirto Wati |
dan kalo boleh saya berkomentar air terjun
tirtowati ini lebih indah dari air terjun tirtowening walau soal suasana dan
kenyamanan saya lebih suka air terjun yang pertama...tapi memang keduanya
memiliki keunikannya sendiri-sendiri yang tak bisa dipungkiri menambah
keragaman keindahan indonesia. Sungguh sayang bila tempat ini tak digarap.
Selesai sampai disinikah? Tidak sih…karena sebenarnya bila anda terus mengikuti jalan naik sesudah jembatan kedua ini anda bisa mengunjungi sebuah kebun kopi. Namun sayang karena akses jalan perkebunan kopi ini masih berupa batu batu yang ditata, akan sangat sulit bagi anda yang membawa motor atau mobil menuju ke tempat ini. Potensi yang banyak untuk sebuah desa kecil tapi seperti dipandang sebelah mata…padahal bila saja tempat ini dipadukan dengan wisata umbul sidomukti yang berada diatasnya akan menjadi sebuah kombinasi yang serasi. Terlepas dari ironi ini sejatinya bila desa cemanggal ini dipoles , mungkin keindahanya tidak akan menjadi sia-sia.











