Tampilkan postingan dengan label gunung andong jalur sawit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gunung andong jalur sawit. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Agustus 29, 2015

Gunung Andong , si mungil yang menawan



jembatan setan dan s puncak andong
Semua mengira untuk menikmati suasana puncak gunung haruslah berjalan selama berjam-jam melewati hutan , sungai , rimba , serta jalan menanjak yang tiada habisnya. Jika anda termasuk dalam orang yang berpikir seperti itu , maka anda perlu membuang pikiran seperti itu jauh-jauh. Karena ada juga lho gunung yang bisa di daki dalam 1 hari...contoh gunung seperti ini adalah  Gunung Andong. Waaaahhh…..memang ada ya?
jangan ngiri ya...tuh lautan awannya meeeennnn
Yap !!tentu kawan. Gunung ini sejatinya telah lama ada dan kurang terkenal dan menarik bagi para pendaki karena ketinggiannya yang tak seberapa. Keberadaannya menjadi terkenal baru baru ini setelah boomingnya film yang menceritakan tentang pendaki di layar lebar. Semakin terkenal lagi setelah terexpos oleh khalayak umum.

Gunung Andong 1776 Mdpl
Gunung Andong adalah gunung yang berada di wilayah Jawa Tengah. Gunung ini terletak di perbatasan antara Kabupaten Magelang , Salatiga , dan Semarang. Salama kurun waktu yang lama , tidak pernah di temukan catatan gunung ini pernah meletus. Gunung ini seolah menjadi berkah tersendiri bagi penduduk yang tinggal di sekitar lerengnya. Karena tanahnya yang subur tidak begitu sulit sayuran dapat tumbuh dengan baik di sekitar lerengnya. Dan karena gunung ini bertipe perisai , gunung ini memiliki puncak yang memanjang. Dengan ketinggian 1776 meter dibawah permukaan laut , tidak memerlukan waktu lama untuk menuju puncaknya. Hanya dibutuhkan waktu sekitar 1,5 sampai 2 jam untuk mendaki ke puncak tertingginya.
peta jalur pendakian
Gunung ini pun dapat didaki dari berbagai arah karena gunung ini memiliki banyak jalur pendakian. Setidaknya ada 3 jalur pendakian resmi dan beberapa jalur pendakian baru yang belum tercatat. 3 jalur resmi ini diantaranya Jalur Sawit , Jalur Gogik , dan Jalur Kembangan. Tetapi jalur utama dan merupakan jalur yang sering di gunakan oleh para pendaki adalah Jalur Sawit. Jalur ini sebenarnya adalah jalur lama yang biasa di gunakan oleh para peziarah untuk berziarah ke sebuah makam keramat  yang ada di salah satu puncaknya. Basecamp Sawit sendiri terletak dirumah mbah Jono/ Solikin. Rt 3/ Rw 5 , Dusun Sawit Desa Girirejo , Kecamatan Ngablak , Kabupaten Magelang. Basecamp ini telah dikelola oleh warga Dusun Sawit yang tergabung dalam perkumpulan Taruna Jayagiri.
ini saya beri arah-arahan ke Basecamp Sawit...jangan kesasar lho
Keberadaan Basecamp ini juga membantu menggerakan roda perekonomian dari warga sekitar Dusun Sawit. Tidak sedikit pula warga yang berjualan makanan dan minuman di sekitar basecamp ini.

Seperti umumnya basecamp pendakian , di Base camp Sawit ini telah tersedia kebutuhan dasar untuk pendaki atau siapapun yang hendak menuju ke puncak. Fasilitas yang tersedia mulai dari kebutuhan Mandi , Cuci , dan Kamar mandi atau MCK sampai tempat istirahat telah di sediakan di tempat ini. Di Basecamp inipun pendaki bisa melengkapi perlengkapan mendakinya sebelum mulai mendaki. Anda pun bisa menitipkan kendaraan yang anda bawa di basecamp ini. Di Basecamp ini pula pendaki wajib melaporkan kegiatan pendakiaannya dan mendaftarkan diri serta mengurus perizinan. Dan tiap pendaki diwajibkan untuk membayar biaya administrasi sebesar Rp 3000. Untuk biaya parkir pun permotor cuma dikenai biaya sebesar Rp 3000. Total Rp 6000...cukup murah kan kawan?Setelah masalah perizinan dan administrasi selesai pendakian pun dapat dilakukan. Start pendakian dimulai dengan berjalan ke arah barat dari Basecamp Sawit menyusuri jalan beton menurun. Sesampai dipertigaan jalan , jalan beton yang semula turun akan menjadi datar dan terbagi menjadi dua. Ke kiri ke arah bumi perkemahan Mangli dan ke kanan arah pendakian Gunung Andong. Di kiri dan kanan sepanjang jalan ini adalah ladang penduduk yang ditanami sayuran. Jadi terkadang anda bisa melihat aktivitas warga setempat tengah menggarap ladang mereka.
Gapura pendakian
Setelah berjalan ke kanan sejauh   dari pertigaan jalan , anda akan menemui sebuah gapura berwarna hitam dan emas. Gapura ini terletak disamping sebuah warung  Di sinilah anda harus belok ke kiri melewati gapura ini untuk menuju puncak Andong. Jalan beton pun berganti menjadi jalan setapak selepas gapura ini. Terus ikuti jalan setapak ini. Berjalan sekitar 200 meter dari gapura ini andapun sampai di batas antara ladang penduduk dan hutan. Vegetasi di hutan ini dominasi oleh hutan campuran.
Sudah dibuat berundak..jd jalan pelan ae ah..
 Disini jalan yang semula datar menanjak kembali. Tapi jalan setapak ini telah dibuat berundak melewati rimbunnya hutan sehingga suasana benar-benar teduh. Walau begitu kemiringan jalan tetap saja akan membuat anda ngos-ngosan. Benar-benar lumayan buat pemanasan brooo...disini jalur mulai berdebu sehingga cukup menyesakan nafas ketika melewatinya. Kondisi jalan berdebu ini bukan saja anda temui di sini saja , tapi hampir diseluruh jalur menuju puncak. Jadi saran saya bawalah masker saat berkunjung ke gunung ini. Terlebih saat musim kemarau. Berjalan 150 meter dari batas hutan dan ladang penduduk , berikutnya anda akan sampai di hutan cemara setelah menjumpai 2 tikungan. Disini vegetasi didominasi oleh pohon cemara dengan kerapatan yang cukup banyak. Jalan setapak seperti terbagi ke berbagai arah sehingga cukup membingungkan siapa pun. Saran saya tetap ikuti jalur utama yang memiliki jalan yang cukup lebar. Kondisi jalur yang cukup menanjak tajam dan cukup licin karena krikil yang cukup banyak diarea ini.
Hutan Cemara

200 meter kemudian anda akan menemui sebuah tanah datar setelah berjalan menanjak berkelok-kelok. Di daerah ini terdapat kumpulan batu besar yang sebagian besar melintang menutupi jalan. Inilah Pos 1 Watu Pocong yang berada pada ketinggian 1460 mdpl. Tak ada bangunan permanen di pos ini , tetapi di pos ini dapat didirikan beberapa tenda karena tersedia tempat datar yang cukup luas. Tak ada info khusus mengapa pos ini dinamakan Watu Pocong. Memang sih bila di lihat sekilas batu-batu besar yang melintang di pos ini bila di perhatikan mirip pocong yang lagi tidur. Tapi masa yak arena itu …hehehe
Pos 1 Watu Pocong
Dari Watu Pocong jalur masih menanjak dan berdebu. Pepohonan mulai berkurang sehingga bila siang panas pu terasa menyengat. 200 meter kemudian anda akan menjumpai sebuah batu besar di sisi jalur. Tempat ini sering disebut sebagai Watu Gambir. Merupakan pos bayangan dan berada di salah satu puncak bukit. Di tempat ini juga tersedia sedikit tempat datar untuk mendirikan tenda.
ini loh Watu Gambir

Selepas Watu Gambir vegetasi mulai terbuka. Jalan setapak yang awalnya melewati tangah lembah beralih ke punggungan bukit. Jalan setapak akan lewat di kemiringan bukit sehingga di satu sisi jalan adalah dinding tebing dan di sisi jalan yang satunya adalah jurang. Jalan setapak pun berganti dengan jalan berbatu dengan lebar sekitar setengah meter. Batu yang ada dijalan ini seolah telah ditata dan membentuk undak-undakan. Sekitar 100 meter dari watu gambir anda akan menjumpai mata air yang telah di salurkan melalui pipa pvc kecil. Pada ujung pipa ini telah di beri keran sehingga air tidak begitu saja terbuang percuma. Sumber air ini merupakan sumber air satu-satunya yang terdekat dari puncak. Di sinilah anda harus mengisi logistik air jika anda berniat untuk memasak di puncak.
Setelah mata air , jalan masih menanjak tiada habisnya. 100 meter dari sumber air , andapun akan sampai di Pos 2 Watu Wayang. Karena letak pos ini berada di kemiringan bukit,  Tak ada tempat datar untuk mendirikan tenda pos ini. Dan karena pos ini berada di tikungan dan salah satu puncak bukit pos ini menyajikan pemandangan yang cukup indah. Pos ini pun dinamakan Watu Wayang karena di pos ini terdapat sebuah batu dengan gambar seorang tokoh wayang di atasnya. Namun sayangnya gambar wayang ini mulai tak terlihat  tertutup oleh coretan-coretan pendaki nakal. Sangat di sayangkan memang masih ada saja pengunjung gunung ini yang berulah merusak alam...
pos 2 Watu Wayang

Dari pos 2 terdapat 2 jalur pilihan untuk menuju puncak. Bagi yang ingin cepat sampai puncak anda bisa belok ke kanan menuju  jalan naik yang berada di atas Watu Wayang. Tapi jalur ini tidak saya rekomendasikan ke anda karena jalur ini sangat berbahaya dan extrem walaupun langsung tembus ke Puncak Andong. Jalur ke 2 walaupun mengitari puncak Andong ke arah barat , jalur ini lebih aman dan landai. Jalan setapak di jalur memutar inipun juga cukup lebar jadi andapun bisa lebih santai.

pemandangan dari puncak makam
Tak perlu lama lama kawan. Sekitar  300 meter lebih dari pos 2 andapun akan sampai di pertigaan jalur. Jalur ke kiri menuju ke Puncak Makam dan jalur ke kanan menuju puncak Andong dan Puncak Alap-alap. Yap benar kawan...gunung andong memiliki 3 puncak yang bisa di kunjungi. Di sebelah barat terdapat Puncak Makam yang berada di ketinggian 1740 mdpl. Seperti yang telah saya katakan sebelumnya , di puncak ini terdapat sebuah makam seorang penyebar agama islam bernama Syeh Abdulloh Fakil atau lebih dikenal dengan nama Mbah kyai Jaka Pekik. Dahulu rata-rata orang berkunjung ke gunung andong untuk berziarah ke makam ini. Saat ini makam ini pun telah di kelilingi oleh bangunan permanen beratap sehingga tak terlihat dari luar. Bangunan ini terbuat dari beton dan terkunci dari luar. Untuk masuk ke makam ini anda harus meminta izin terlebih dahulu.
ada keterangannya tuh
Di puncak Makam ini pemandangan lepas ke barat terlihat begitu luas. Gunung Sindoro, Sumbing , dan Prahu tampak menghiasi horizon bila tak terhalang oleh kabut. Dan bila cerah , kota Magelang dan Temanggung pun terlihat dari puncak ini.

gunung merbabu dan merapi brooo

Puncak Andong dengan ketinggian 1776 mdpl merupakan puncak tertinggi dari 3 puncak di gunung Andong. Puncak ini adalah puncak yang menjadi tujuan utama pendaki maupun wisatawan. Puncak ini berupa tanah datar memanjang dengan lebar antara 3 sampai 4 meter.  
asyiknya ngecamp di puncak andong
Dari puncak ini pemandangan ke segala arah terlihat dengan jelas. Di selatan Gunung Merbabu tampak begitu megah dan besar. Guratan-guratan lembahnya beserta rumah dan ladang penduduk dilerengnya tampak begitu indah. Dibelakangnya Gunung Merapi memperlihatkan diri dengan kawahnya yang senantiasa mengepulkan asap.
sindoro,sumbing ,prahu....
Di sebelah barat terlihat Gunung Sindoro , Sumbing , dan Prahu terlihat menghiasi horizon. Di Barat Laut Gunung Ungaran terlihat begitu kecil tersembunyi dibalik awan.  
lihat tuh !!!gunung ungaran bro
Di arah Timur  terlihat Gunung Telomoyo dengan puncaknya yang runcing. Terkadang di arah Tenggara terlihat Gunung Lawu di kejauhan terbalut oleh awan. Tidak hanya itu dari puncak inipun pemandangan kota-kota seperti kota Salatiga , Magelang , Grabag , dan dataran tinggi Kopeng dapat terlihat jelas. Apalagi bila malam tiba kemerlip lampu tampak menghiasi lereng lereng seperti bintang tapi berada di atas tanah...indah banget...memang sih gunung ini dapat di kunjungi dalam sekali perjalanan.
kopeng dan kota salatiga di kejauhan,,

Tapi saran saya bawalah tenda dan cobalah menginap disalah satu puncak Gunung Andong..karena suasana malam di gunung ini benar benar indah kawan...apalagi bila pagi menjelang...Sunrise yang muncul diantara Gunung Telomoyo dan Gunung Merbabu benar benar fantastis.
sunrise fantastis yang muncul diantara 2 gunung

tenda di atas puncak.
Spot terbaik untuk melihat sunrise ini adalah di Puncak Alap-Alap. Puncak ini berada di sisi sebelah timur dari Puncak Andong. Memiliki ketinggian 1745 mdpl , memiliki view yang langsung menghadap ke timur. Puncak ini sendiri berupa tanah datar yang bisa untuk mendirikan belasan tenda.

Untuk menuju puncak ini , dari puncak Andong anda harus berjuang menuruni jembatan setan  dengan jarak . Di namakan Jembatan Setan karena jalur yang dilewat adalah jalan setapak dengan lebar yang sempit sekitar 50-70 cm. Dan yang lebih ngeri , kiri dan kanan jalan setapak ini adalah jurang menganga yang cukup dalam. Di sepanjang jalur jembatan setan ini juga tak ada satupun pohon yang tumbuh.

Hanya rumput dan beberapa pohon perdu saja yang terlihat. Jadi saat anda lewat jalur ini , tubuh akan langsung terkena angin kencang sehingga agak sulit juga untuk menjaga keseimbangan tubuh. "Hati-hati!" mungkin hanya kata itu saja yang bisa saya katakan bila anda berniat menuju Puncak Alap-Alap.
jalur gogik

Yang jelas Gunung Andong meskipun kecil dan rendah , gunung ini memiliki pemandangan yang luar biasa. Tapi sayang ke indahan gunung ini mulai terganggu dengan banyaknya sampah plastik yang berserakan di sekitar puncaknya. Banyak pula kertas-kertas sisa pengunjung yang suka berfoto dengan membawa kertas yang di tulis berceceran disana sini.
hutan terbakar ...bukti dari explorasi manusia dari waktu ke waktu
Sungguh menyedihkan melihat mental wisatawan kita yang suka berulah merusak alam. Please dong kawan....stop mengotori alam dan biarkan tempat yang indah tetap terjaga keindahan dan kealamiannya. Satu langkah kecil dari kalian dengan membawa kembali sampah yang kalian bawa dapat mengubah dunia ini..
menikmati sunset bersama teman