Tampilkan postingan dengan label Air terjun kalipancur salatiga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Air terjun kalipancur salatiga. Tampilkan semua postingan

Kamis, April 30, 2015

AIR TERJUN KALIPANCUR , Dari Pegal sampai takjub....


Air Terjun Kalipancur

Siapa sangka di Kabupaten Semarang ternyata memiliki air terjun yang ketinggiannya mencapai 100 meter. Keberadaannya tak banyak yang tahu karena letaknya dan sosialisasi yang kurang walaupun di dunia maya air terjun ini telah dikenal banyak orang.
Grojogan Kalipancur , demikian nama air terjun ini. Air terjun ini terletak di kaki gunung telomoyo , Desa Nogosaren kecamatan getasan Salatiga.  
terlihat megah dari dekat kan...

Berada pada ketinggian sekitar 900 meter dari permukaan laut , air terjun ini berada dilembah yang diapit oleh dua bukit sehingga view yang disajikan begitu memukau. Letak desa Nogosaren yang menjadi pintu gerbang dari air terjun ini sendiri sudah berada diatas bukit dengan ketinggian sekitar 1100 dari permukaan laut. Sehingga saat tiba dilokasi obyek wisata, pengunjung langsung disapa oleh pemandangan Rawa Pening yang indah dari ketinggian. Udara segar dan dingin langsung terasa dikulit begitu tiba di tempat ini. Suasana yang tenang jauh dari keramaian adalah ciri khas dari daerah pedesaan di sini.Untuk menuju Grojogan Kali Pancur itu sendiri pengunjung harus berjalan menuruni puluhan anak tangga dari area parkir dan gapura masuk.

Dari atas tampak menakjubkan..

Cuma karena kondisi medan jalan yang berada di kemiringan bukit pengunjung harus mempersiapkan fisik mereka untuk turun naik menapaki lebih dari 800 anak tangga. Karena kemiringan jalan menuju air terjun cukup menguras tenaga walaupun Kondisi jalan menuju air terjun telah dibeton Dan cukup lebar. Terlepas dari kemudahan ini , pengunjung tetaplah harus berhati-hati saat meniti jalan. Karena dibeberapa bagian jalan telah rusak dan ditumbuhi lumut.

Lebih dari 800 Anak tangga lho...siap-siap ngrasa pegel deh...

. Menuruni anak tangga ini , suasana terasa teduh dan tenang. Lebatnya pohon yang tumbuh di kanan dan kiri jalan menambah rindang dan sejuk. Dibeberapa bagian kiri dan kanan jalan sengaja dibangun pos pos dan beberapa tempat duduk dari beton untuk istirahat. Benar- benar tempat yang cocok untuk memadu kasih. Jadi jangan heran bila anda menemui pasangan muda-mudi yang tengah memadu kasih saat berkunjung ke tempat ini. Berjalan beberapa menit dari gapura suara air sungai mulai terdengar. Dan sesaat kemudian air terjun yang dimaksud telah terlihat dikejauhan menyembur dari atas tebing bukit.
lihat tuh disana...begitu kecil...

Di kejauhan pemandaangan rawa pening tampak begitu memikat mata. Semakin turun mendekat ke lokasi air terjun , Posisi jalan melewati beberapa sungai kecil yang bila dipandang mirip air terjun kecil. Bahkan hampir di sepanjang jalan menuruni anak tangga, terdapat suara gemericik air pegunungan yang mengalir di samping anak tangga. Air jernih yang mengalir ini begitu indah berpadu dengan warna hijau disekitarnya. Suatu obyek yang menarik bagi anda yang memiliki hobi fotografi.
air terjun kecil akibat longsor...



Beberapa meter dari air terjun suara air terdengar kian bergemuruh. Karena tingginya air terjun ini , sehingga air yang jatuh membentuk titik-titik kecil seperti kabut. Deburan air  dari air yang jatuh , semakin terasa membasahi tubuh Saat angin bertiup. Air yang berubah menjadi titik-titik kecil ini semakin terasa kuat saat kita mendekat ke bawah air terjun. Bahkan pakain menjadi basah walau pun tak mendekat saking kuatnya deburan air yang jatuh. Air dari atas ini jatuh di batu batu besar di bawah air terjun sebelum akhirnya mengalir ke sungai yang ber-hulu ke Rawa Pening.

belum mendekat bajupun sudah basah...dah sampai sini saja deh..hehehe

Dari bawah , air terjun ini tampak begitu indah dan megah. Puncak air terjun berpadu dengan dinding tebing yang tegak lurus seperti menjulang menggapai langit. Tebing yang ada disepanjang punggungan gunung telomoyo sebelah utara ini memiliki ketinggian bervareasi mulai 80 hingga lebih dari 100 m. Dinding tebing yang terbentuk dari batuan andesit ini , Sangatlah menantang bagi siapa saja yang memiliki hobi panjat tebing..  Disela-sela tebing banyak terdapat goa-goa kecil yang digunakan burung walet untuk bersarang. Dari puncak dinding tebing setinggi lebih dari 100 meter inilah air jatuh membentuk Air Terjun Kalipancur. Debit air terjun ini terbilang fluktutif atau berubah-ubah menurut musim.
aliran air disamping anak tangga yang jernih...mantap brooo..

Saat musim penghujan air yang mengalir sangatlah deras membentuk panorama air terjun yang luar biasa memikat. Sebaliknya saat musim kemarau debit air yang mengalir relatif kecil sehingga air terjun ini jadi kurang menarik. Jadi bagi anda yang hendak kesini saya sarankan pilihlah waktu yang tepat. Saat musim kemarau memang kurang menarik tapi saat musim penghujan bukanlah tanpa resiko.Karena , walaupun bagus saat musim hujan , kondisi tanah di sekitar air terjun ini cukup rawan dengan tanah longsor.

di kelilingi bukit yang berkabut

Penulis sendiri saat treveling ke tempat ini disaat puncak musim hujan dan mendapati beberapa akses jalan anak tangga terputus akibat tanah longsor. Walaupun tanah longsor ini akhirnya membentuk beberapa air terjun kecil yang semakin menambah menarik tempat ini. Ada hikmahnya juga memang.
ini neh efek dari longsor..air terjun baru terbentuk

Yang jelas anda akan tetap penasaran sebelum anda datang kesini dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri. Untuk kesini anda bisa naik jurusan Kopeng Salatiga turun dipertigaan Salaran , Desa Wates Kecamatan Getasan yang berada didepan sebuah pom bensin yang cuma ada satu-satunya disepanjang jalan salatiga magelang. Dari pertigaan jalan ini anda bisa jalan kaki atau naik ojek menempuh jarak sekitar 3 km
menuju desa nogosaren. Untuk akses transportasi umum ke tempat ini memang masih tergolong sulit walaupun kondisi jalan menuju tempat ini sudah cukup baik. Jadi saya sarankan untuk anda yang mau berkunjung ke obyek wisata ini agar membawa kendaraan sendiri. Selain lebih mudah anda bisa mengunjungi obyek wisata lain yang berada tak jauh dari Air Terjun Kalipancur ini. Seperti semisal Kopeng , Air terjun Sekar Langit, Air Terjun Seloprojo,Ketep dan masih banyak lagi.



Untuk tiket masuk , jangan kuatir deh.. Murah kok...tiap pengunjung biasanya dikenai biaya Rp 2000 sampai Rp 3000. Bagi yang membawa kendaraan , tersedia tempat parkir yang cukup luas. Tarifnya pun cukup murah...cuma Rp 1000 permotor. Untuk yang lapar saya sarankan untuk membawa makanan dari luar karena disini penjual makanan dan minuman sangat jarang ditemukan karena letaknya yang terpencil. Cuma ada 1 warung dekat tempat parkir yang selalu buka. Itupun cuma menjajakan makanan ringan. Untuk anda yang mau menginap , anda bisa menginap di hotel- hotel yang banyak ditemui di sepanjang jalan salatiga kopeng. Tidak ada penginapan disekitar obyek wisata ini. Tapi bagi anda yang membawa perlengkapan camping , anda bisa membuka tenda di camp area yang telah disediakan. 3 buah MCK disediakan tepat dibelakang area parkir , cuma kondisinya yang kurang terawat jadi terkesan kumuh. O ya saya lupa bilang...obyek wisata ini buka mulai pukul 7:30 dan tutup jam 17.00.

area parir dan gerbang masuk...kabut membuat tempat ini terasa mistis..



PRASASTI NGRAWAN
Tak jauh dari Obyek Wisata Air Terjun Kalipancur , terdapat sebuah peninggalan bersejarah dari Kerajaan Mataram Hindu pada masa raja Syailendra. Sebuah batu bertulis atau prasasti ini keberadaannya seperti terlupakan. Prasati Ngrawan , begitulah sebutan peninggalan bersejarah ini.

situs bersejarah yang terlupakan

Terletak kurang lebih dua kilometer dari pertigaan Salaran di jalan raya Salatiga-Kopeng atau satu kilometer dari obyek wisata Air Terjun Kalipancur , keberadaannya memang tidak setenar prasasti purbakala lainnya. Prasasti ini terdiri dari tiga buah batu, satu diantaranya tidak bertulis. Walau dikatakan bertulis , kenyataannya tulisan pada prasasti ini mulai tidak terlihat. Tapi menurut Badan Peninggalan Candi Prambanan yang pernah datang meneliti prasasti ini mengungkapkan bahwa prasasti ini tertulis dalam empat baris dengan huruf palawa. Baris ke 3 dan 4 telah dapat dibaca dan diartikan. Isinya mengisahkan tentang perang untuk menyingkirkan golongan jahat dari dunia dan bertahun 1269 Saka.
Namun begitu warga setempat juga meyakini prasasti itu adalah tetenger atau penanda Desa Ngrawan sebelum pindah ke lokasi sekarang . Saat itu Desa Ngrawan yang berada tepat di kaki Gunung Telomoyo mengalami musibah tanah longsor dan menimpa Desa Ngrawan yang berada di bawahnya. Kemudian untuk menghindari bahaya lebih lanjut, Desa Ngrawan dipindahkan lokasinya ke tempat yang lebih aman seperti yang ada pada saat ini. Menurut warga setempat , setiap bulan Rajab pada hari Jum’at Wage atau Jum’at Legi, warga Desa Ngrawan melakukan ritual doa bersama (Bahasa Jawa : Selametan) di lokasi prasasti. Ritual ini pada dasarnya adalah wujud rasa syukur pada sang kuasa ditandai dengan mengumpulkan nasi tumpeng dari warga yang diberi doa bersama-sama. Setelah doa selesai, warga bersama-sama menikmati makanan yang tersedia. Puncak ritual adalah dilakukannya pemotongan kambing betina. Selain ritual tersebut , tampaknya prasasti ini juga sering digunakan untuk ritual lain. Ini terbukti dengan adanya bekas dupa dan bunga yang diletakan disekitar prasasti.
Saat ini prasasti yang terletak di tengah persawahan warga telah diberi joglo pelindung dan berpagar besi. Prasasti ini juga terletak dijalur pendakian gunung telomoyo. Cuma karena tempat ini sekilas mirip Selain tiga buah batu prasati ini , disebelah Utara dan Selatannya terdapat juga peninggalan bersejarah berupa dua batu yoni yang sekilas mirip sebuah gentong jika diamati.
 
prasasti yang tulisannya mulai kabur(bawah kanan) dan dan 2 buah yoni (kanan atas dan kiri)

Prasasti Ngrawan juga menjadi inspirasi bagi warga untuk menciptakan kesenian tradisional asli yakni Tari Topeng Gecul. Tarian yang menampilkan atraksi penari bertopeng itu menjadi salah satu ciri khas Desa Ngrawan.
Menurut saya pribadi , tidak ada salahnya untuk menyempatkan waktu sejenak mampir ke situs ini sekedar mengenal dan tahu bahwa peninggalan sejarah ini ada.