![]() |
| menikmati senja ditepi danau |
Sebenarnya kalo boleh dibilang kunjunganku ke tempat ini boleh
dibilang karena faktor ketidak sengajaan. Karena niat awalku sebenarnya hanya
lewat saja untuk menuju semarang. Tak disangka sebuah gapura megah berada di
kanan jalan menarik perhatianku. Dengan tulisan besar "waduk bening"
semakin membuatku penasaran. Kupikir tak ada salahnya sekedar mampir sekalian
beristirahat setelah berkendara 2 jam tanpa henti dari Trowulan.
Langsung saja kuputar kendaraanku, menuju kearah gerbang dan
masuk melewatinya..entah karena sudah sore, loket pembelian karcis tampak
lengang tanpa satu orang penjaga pun..akupun langsung memacu motorku melewati
gerbang masuk..hehe lumayan gratis padahal dari info yang kudapatkan baru2
ini..pengunjung yg masuk ke obyek wisata ini akan dikenai biaya Rp 7000 per
motor dan 11000 per mobil. Tapi tentu saja ini bukan niatku untuk curang
lho...hehehe.
![]() |
| jajaran pohon disepanjang jalan |
Dari gerbang masuk aku masih harus melewati rapatnya hutan jati
sejauh 500 meter sebelum akhirnya tiba dilokasi yang dimaksud. Selepas hutan
jati pemandangan mulai berubah diganti dengan landscape waduk dikanan dan kiri
jalan.sejumlah pohon besar tampak menghiasi jalan menuju ke waduk ini. Pohon
pohon ini semakin memberi kesan teduh dan rimbun pada tempat ini. Sungguh indah
sekali...apalagi saat aq tiba diwaduk ini senja telah menjelang. Siluet sinar
matahari yang mulai tenggelam terlihat disisi kiri jalan membuat suasana terasa
damai...
Waduk Bening atau juga lazim disebut Waduk Widas terletak di
Dukuh Petung, Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Waduk ini terletak
sekitar 15 km di sebelah barat kota Nganjuk dan 40 km ke arah utara dari kota
madiun. Lokasinya yang berada pada Kali Bening yang bermata air dari Gunung
Wilis memiliki debit air yang tidak sedikit saat musim penghujan. Walau saat
musim kemarau air waduk ini cenderung surut. Di sisi utara Kali Bening terdapat
Gunung Pandan dan Pegunungan Kendeng.
![]() |
| sekkk...tak istirahat sek |
waduk yang memiliki luas mencapai 860 km2 ini dibangun dengan
maksud dan tujuan untuk menyediakan air irigasi untuk pertanian sekitar madiun
disamping fungsi lainnya yang bertujuan mengendalikan banjir yang dulu kerap
melanda daerah ini. Selain itu aliran air dari waduk ini telah membangkitkan
tenaga listrik dengan daya 1X650 kw juga ikut membantu pasokan listrik di
daerah ini. Diwaduk ini juga telah dibangun sarana dan prasarana untuk
kepentingan pengembangan pariwisata dan perikanan darat. Diwaduk ini sengaja
dipelihara berbagai jenis ikan air tawar yang dikelola oleh pemerintah
kabupaten madiun. Mulai dari nila,wader, gabus, dorang dan mujair, baik
berukuran besar, sedang,maupun kecil bisa anda temui disini. Siapa saja bisa
memancing disini tanpa pungutan biaya apapun kecuali bagi yang ingin membawa
pulang hasil tangkapannya. Biasanya dikenakan biaya
![]() |
| bendungan utama |
tambahan, dihitung per kilogram dari setiap ikan yang
didapatnya. Untuk pengunjung yang membawa anak kecil ; waduk ini juga
dilengkapi dengan fasilitas taman bermain dan beberapa prahu yang bisa disewa
selama 30-40 menit ditemani pemandu lokal.Ada juga kandang pemeliharaan
binatang kancil dan cagar alam berupa pohon-pohon langka yang sengaja ditanam
dan dilindungi. Bila lapar...??? Tak perlu kuatir disekitar waduk ini banyak
terdapat warung-warung makan yang menyajikan masakan berbagai jenis ikan air
tawar dan juga nasi pecel yang menjadi makanan khas Madiun
Di sebuah gazebo motorku kuhentikan...sayup-sayup sinar mentari
tampak mulai beranjak ke peraduan.akupun menikmati suasana sore yang indah ini.
.sepertinya moment ini merupakan sesuatu yang tepat untuk
menutup hari ini...dan mentari pun tenggelam dengan indahnya..ditambah angin
sepoi yang berhembus seperti membelai hati dalam kedamaian...Waduk ini memang
spot yang bagus untuk melihat sunset...
![]() |
| sunset |
Sesaat kemudian aku mulai beranjak dari dudukku karena hari
mulai gelap...kusempatkan mampir ke bendungan induk hanya sekedar berfoto
dibawah lampu dan langit senja(alah ngomong aja mau narsis...hahaha). Setelah
itu kupacu motorku keluar ke jalan utama dan menuju arah semarang. Maunya sih
mampir dan nge-camp di Air Terjun Sedudo daerah nganjuk, tapi entah karena
perasaan kangen rumah atau apa akhirnya kupacu terus motorku menuju ngawi.
Sekitar pukul 23.00 aku sampai disolo dan sempat bingung dengan arah kemudian
menemukan arah ke semarang kembali. Sekitar pukul 2 malam mata ini terasa berat
dan akhirnya akupun berhenti disebuah pom bensin disekitar daerah boyolali.
Motor langsung kuparkir dan matras kubentang beserta SB yang kubawa. Akupun
tidur diatas tanah dengan bersanding motor...hahaha benar-benar menyatu dengan
alam dan mirip gelandangan...tapi cuek ajalah...hahaha
Menjelang pagi;suara adzan shubuh membangunkanku..aku bergegas
sholat shubuh untuk kemudian melanjutkan perjalananku ke semarang. Dan sekitar
pukul 7 pagi aku sampai di semarang setelah sebelumnya mampir di pemandian air
panas diwak dan sarapan tentunya....
Hmmmm....perjalanan yang panjang dan penuh kenangan..penuh
petualangan dan mendebarkan...penuh hal indah dan menakjubkan...aku harap aku
dapat melakukannya lagi suatu saat nanti....
yahhhh...suatu saat nanti....
(Journey To The Decade : END)





