Tampilkan postingan dengan label waduk bening widas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label waduk bening widas. Tampilkan semua postingan

Jumat, Februari 27, 2015

Menikmati Sunset di Waduk Bening Widas ( Jorney To The Decade 10th place : END )




menikmati senja ditepi danau
Sebenarnya kalo boleh dibilang kunjunganku ke tempat ini boleh dibilang karena faktor ketidak sengajaan. Karena niat awalku sebenarnya hanya lewat saja untuk menuju semarang. Tak disangka sebuah gapura megah berada di kanan jalan menarik perhatianku. Dengan tulisan besar "waduk bening" semakin membuatku penasaran. Kupikir tak ada salahnya sekedar mampir sekalian beristirahat setelah berkendara 2 jam tanpa henti dari Trowulan. 
Langsung saja kuputar kendaraanku, menuju kearah gerbang dan masuk melewatinya..entah karena sudah sore, loket pembelian karcis tampak lengang tanpa satu orang penjaga pun..akupun langsung memacu motorku melewati gerbang masuk..hehe lumayan gratis padahal dari info yang kudapatkan baru2 ini..pengunjung yg masuk ke obyek wisata ini akan dikenai biaya Rp 7000 per motor dan 11000 per mobil. Tapi tentu saja ini bukan niatku untuk curang lho...hehehe.

jajaran pohon disepanjang jalan
 Dari gerbang masuk aku masih harus melewati rapatnya hutan jati sejauh 500 meter sebelum akhirnya tiba dilokasi yang dimaksud. Selepas hutan jati pemandangan mulai berubah diganti dengan landscape waduk dikanan dan kiri jalan.sejumlah pohon besar tampak menghiasi jalan menuju ke waduk ini. Pohon pohon ini semakin memberi kesan teduh dan rimbun pada tempat ini. Sungguh indah sekali...apalagi saat aq tiba diwaduk ini senja telah menjelang. Siluet sinar matahari yang mulai tenggelam terlihat disisi kiri jalan membuat suasana terasa damai...

gak pa pa kalo mau narsis..hehe

Waduk Bening atau juga lazim disebut Waduk Widas terletak di Dukuh Petung, Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Waduk ini terletak sekitar 15 km di sebelah barat kota Nganjuk dan 40 km ke arah utara dari kota madiun. Lokasinya yang berada pada Kali Bening yang bermata air dari Gunung Wilis memiliki debit air yang tidak sedikit saat musim penghujan. Walau saat musim kemarau air waduk ini cenderung surut. Di sisi utara Kali Bening terdapat Gunung Pandan dan Pegunungan Kendeng.

sekkk...tak istirahat sek

waduk yang memiliki luas mencapai 860 km2 ini dibangun dengan maksud dan tujuan untuk menyediakan air irigasi untuk pertanian sekitar madiun disamping fungsi lainnya yang bertujuan mengendalikan banjir yang dulu kerap melanda daerah ini. Selain itu aliran air dari waduk ini telah membangkitkan tenaga listrik dengan daya 1X650 kw juga ikut membantu pasokan listrik di daerah ini. Diwaduk ini juga telah dibangun sarana dan prasarana untuk kepentingan pengembangan pariwisata dan perikanan darat. Diwaduk ini sengaja dipelihara berbagai jenis ikan air tawar yang dikelola oleh pemerintah kabupaten madiun. Mulai dari nila,wader, gabus, dorang dan mujair, baik berukuran besar, sedang,maupun kecil bisa anda temui disini. Siapa saja bisa memancing disini tanpa pungutan biaya apapun kecuali bagi yang ingin membawa pulang hasil tangkapannya. Biasanya dikenakan biaya

bendungan utama
 tambahan, dihitung per kilogram dari setiap ikan yang didapatnya. Untuk pengunjung yang membawa anak kecil ; waduk ini juga dilengkapi dengan fasilitas taman bermain dan beberapa prahu yang bisa disewa selama 30-40 menit ditemani pemandu lokal.Ada juga kandang pemeliharaan binatang kancil dan cagar alam berupa pohon-pohon langka yang sengaja ditanam dan dilindungi. Bila lapar...??? Tak perlu kuatir disekitar waduk ini banyak terdapat warung-warung makan yang menyajikan masakan berbagai jenis ikan air tawar dan juga nasi pecel yang menjadi makanan khas Madiun
Di sebuah gazebo motorku kuhentikan...sayup-sayup sinar mentari tampak mulai beranjak ke peraduan.akupun menikmati suasana sore yang indah ini.
.sepertinya moment ini merupakan sesuatu yang tepat untuk menutup hari ini...dan mentari pun tenggelam dengan indahnya..ditambah angin sepoi yang berhembus seperti membelai hati dalam kedamaian...Waduk ini memang spot yang bagus untuk melihat sunset...
sunset
Sesaat kemudian aku mulai beranjak dari dudukku karena hari mulai gelap...kusempatkan mampir ke bendungan induk hanya sekedar berfoto dibawah lampu dan langit senja(alah ngomong aja mau narsis...hahaha). Setelah itu kupacu motorku keluar ke jalan utama dan menuju arah semarang. Maunya sih mampir dan nge-camp di Air Terjun Sedudo daerah nganjuk, tapi entah karena perasaan kangen rumah atau apa akhirnya kupacu terus motorku menuju ngawi. Sekitar pukul 23.00 aku sampai disolo dan sempat bingung dengan arah kemudian menemukan arah ke semarang kembali. Sekitar pukul 2 malam mata ini terasa berat dan akhirnya akupun berhenti disebuah pom bensin disekitar daerah boyolali. Motor langsung kuparkir dan matras kubentang beserta SB yang kubawa. Akupun tidur diatas tanah dengan bersanding motor...hahaha benar-benar menyatu dengan alam dan mirip gelandangan...tapi cuek ajalah...hahaha
Menjelang pagi;suara adzan shubuh membangunkanku..aku bergegas sholat shubuh untuk kemudian melanjutkan perjalananku ke semarang. Dan sekitar pukul 7 pagi aku sampai di semarang setelah sebelumnya mampir di pemandian air panas diwak dan sarapan tentunya....
Hmmmm....perjalanan yang panjang dan penuh kenangan..penuh petualangan dan mendebarkan...penuh hal indah dan menakjubkan...aku harap aku dapat melakukannya lagi suatu saat nanti....
yahhhh...suatu saat nanti....
(Journey To The Decade : END)