Tampilkan postingan dengan label Air Terjun Condromoyo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Air Terjun Condromoyo. Tampilkan semua postingan

Minggu, Juli 26, 2015

Napak Tilas Lelaku Sang Dewa Di Air Terjun Girimanik

Air terjun Girimanik

Wonogiri , sebuah kabupaten didaerah Jawa Tengah yang berada di pesisir pantai selatan pulau jawa. Berada di kawasan perbukitan kapur membuat kabupaten ini miskin air dan terlihat gersang. Sekilas memang kurang menarik bagi anda yang mendengarnya. Namun , Meski terlihat gersang ; di kabupaten ini juga memiliki air terjun yang tak kalah indahnya dengan air terjun di daerah lain. Benarkah itu...Tentu saja benar kawan...tengok saja kawasan wisata Girimanik.
Girimanik bagi sebagian orang termasuk orang wonogiri sendiri masih lah terdengar asing. Wisata Girimanik ini terletak di Desa Setren , Kecamatan Slogohimo , Kabupaten Wonogiri. Berada dilereng sebelah selatan Gunung Lawu dengan ketinggian mencapai 1500 Mdpl , membuat kawasan ini memiliki pemandangan yang indah dengan udara yang masih segar dan sejuk.
 
Add caption


Kondisi iklim yang dingin ini membuat banyak orang yang datang ke kawasan ini menjadi betah berlama-lama disini. Tak heran juga banyak ditemui pasangan muda-mudi tengah memadu kasih. Di Wisata Girimanik inilah terdapat air terjun yang indah. Tidak tanggung-tanggung brooo...Di kawasan wisata ini terdapat 3 air terjun dengan ketinggian dan karateristik yang berbeda-beda.
Untuk menuju kawasan wisata yang berada di puncak bukit ini pun tidak lah sulit. Dari pusat kota Wonogiri , anda harus menuju ke arah timur melewati 4 pasar ; Pasar Ngadirojo , Pasar Jatiroto , Pasar Jatisrono , dan Pasar Slogohimo. Setelah sampai Pasar Slogohimo terdapat sebuah pertigaan jalan. Disini anda harus belok ke kiri. Ikuti jalan ini terus hingga akhir jalan , anda akan sampai di obyek wisata Girimanik.

Gapura 1
Kondisi jalan dari pertigaan Pasar Slogohimo beraspal dengan lubang disana-sini sejauh 12 km. Setelah itu jalan aspal yang sebagian rusak ini berganti menjadi jalan berbatu sejauh 7 km hingga gapura pertama tempat pembelian karcis masuk. 
 Untuk tiket masuk masih murah kok…pengunjung Cuma ditarik biaya masuk Rp 5.000 per kepala. Setelah tiket terbeli , perjalanan pun dapat anda lanjutkan lagi. Dari gapura 1 , Anda masih harus menempuh jalan yang rusak sejauh 1 km hingga Gapura 2. Dari gapura 2 yang berada pada ketinggian 1320 meter dari permukaan laut dan berada di tempat terbuka menghadap ke selatan sehingga pemandangan yang ditampilkan pun luar biasa indah. 

Pemandangan dari Gapura 2
Di gapura ke dua ini , bagi anda yang membawa mobil harus memarkirkan mobil anda dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Karena sangat tidak memungkinkan untuk membawa mobil ke atas. Tapi bagi anda yang membawa sepeda motor anda masih bisa membawa motor anda dari gapura 2 menuju parkir area yang terakhir yang juga merupakan Bumi perkemahan sejauh 3 km. 
Gapura 2
Kondisi jalan selepas gapura 2 ini memiliki lebar 2 meter yang telah di beton 2 jalur selebar setengah meter pada masing-masing jalurnya.

Jalan menanjak dari gapura 2 ini melewati hutan pinus dengan kerapatan yang cukup lebat sehingga suasana teduh menaungi perjalanan anda menuju area parkir terakhir. Hati-hati bro saat lewat jalur ini. Karena di beberapa bagian jalan kamu akan melewati jalan dengan jurang pada sisi jalan. Di beberapa bagian juga terlihat bekas tanah longsor yang menandakan rawannya tempat ini saat musim penghujan. Tetapi saya jamin kamu bakalan suka deh saat lewat jalan ini , karena suasana yang di tawarkan benar-benar tidak dapat di lupakan…Nah setelah 3 km dari gapura 2 , anda akan sampai di Camp Area Bumi Perkemahan Girimanik yang berada di ketinggian 1460 meter dari permukaan laut. Di sini bagi anda yang membawa motor terpaksa harus memparkirkan motor anda dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki untuk menuju air terjun.
Camp Area ini berada pada tanah lapang di kerimbunan hutan. Banyaknya pohon besar yang tumbuh hampir disemua lokasi Bumi Perkemahan ini menambah sejuknya suasana. 

camp Area
 Bagi anda yang suka camping , anda dapat mendirikan tenda anda di sini. Sejumlah fasilitas telah tersedia di sini. Mulai dari air bersih , kamar mandi , sampai mushola. Bagi agan yang lapar di area parkir ini juga banyak penjaja makanan dan minuman.

papan petunjuk arah dari Area Parkir
Dari area parkir motor ini akses jalan menuju air terjun merupakan jalan setapak naik turun bukit. Seperti yang telah saya sebut diatas , terdapat 3 air terjun yang masing-masing bisa di tempuh dengan jalur yang berbeda dari area parkir motor. Ketiga Air terjun ini adalah Air Terjun Manikmoyo , Air Terjun Tejomoyo , dan Air Terjun Condromoyo.


AIR TERJUN TEJOMOYO

bagusss bingggiiiitttt...
 Air terjun ini merupakan air terjun terjauh dari camp area. Untuk menuju air terjun Tejomoyo ini , dari pertigaan jalan di camp area ; anda harus mengambil jalan kekanan. Rute air terjun ini sejalur dengan air terjun Manikmoyo ; jadi saat anda menuju ke air terjun Tejomoyo anda juga bisa sekaligus mengunjungi air terjun Manikmoyo. Jarak yang ditempuh dari camp area menuju Air Terjun Tejomoyo sekitar 2,5 Km lagi , jadi pastikan anda membawa bekal yang cukup. Terutama air minum. Karena anda tak akan menemui lagi penjual makanan ataupun sumber air minum selepas camp area. Pastikan juga anda membawa masker saat berkunjung di musim kemarau. Karena jalan akan cenderung berdebu sehingga cukup menyesakan nafas. Trek awal cukup landai , tapi sesaat kemudian jalan akan menanjak kemudian berkelok turun dan naik lagi mengelilingi bukit. Setelah jalan setapak naik turun sebanyak 2 kali , anda akan tiba di sebuah bangunan dari beton yang beratap yang sengaja di bangun untuk para pengunjung beristirahat.

pos 1
 Selepas pos ini jalan setapak berlanjut menembus lebatnya hutan dengan trek yang masih landai. Beberapa saat kemudian trek kembali naik turun sebanyak 3 kali sebelum akhirnya anda sampai di pos ke 2. Di pos ini juga terdapat bangunan permanen beratap yang bisa digunakan untuk berteduh dan beristirahat. Di pos ini jalan setapak terbagi menjadi 2 . Arah lurus menuju ke Air Terjun Manikmoyo , sedang arah ke kanan bawah menuju Air Terjun Tejomoyo.
Untuk menuju air terjun Tejomoyo dari pos 2 ini anda masih harus menempuh jarak 3/4 Km melewati jalan setapak menuruni lembah dengan trek yang cukup curam. Letak air terjun ini berada di cekungan tebing. Air terjun ini memiliki ketinggian 30 meter dengan debit air yang cukup deras sehingga air yang jatuh membentuk butiran kabut yang membasahi seluruh tubuh ketika mendekat. 

Air Terjun Tejomoyo
Di sekeliling air terjun ini banyak tumbuh pohon pohon rindang sehingga sinar matahari pun seperti susah untuk menyinari lokasi. Lumut pun banyak tumbuh di bebatuan dan tebing tempat air terjun ini jatuh karena kelembaban yang tinggi. Karena lokasinya inilah pengunjung yang datang ke lokasi ini di wajibkan kembali ke atas setelah pukul 16.00. Karena banyaknya pohon yang dapat patah atau tanah longsor yang dapat mengancam nyawa pengunjung .

AIR TERJUN MANIKMOYO
Air Terjun Manikmoyo...rame lhoooo
Dari pos 2 , cuma di butuhkan waktu 5 menit untuk menuju air Terjun Manikmoyo dengan trek yang cukup mudah. Dari camp area , menuju air terjun Manikmoyo ini , total jarak yang harus anda tempuh sekitar 2 Km. Air Terjun ini merupakan air terjun yang sering dikunjungi oleh wisatawan karena akses jalannya cukup mudah dibandingkan dengan kedua air terjun yang lain. Memiliki tinggi sekitar 70 meter. Air terjun ini memiliki 2 tingkat dengan tingkat yang kedua aliran airnya terbagi menjadi 2 aliran air mengalir di sebelah kiri dan kanan. Untuk menuju tingkat yang pertama dibutuhkan perjuangan keras melewati trek yang cukup sulit.

Pos 2  & Percabangan Jalur...lurus ke Air Terjun Manikmoyo Ke bawah ke Tejomoyo...
 Posisi air terjun ini berada di tempat terbuka sehingga cahaya matahari lebih leluasa masuk menyinari sekitar kawasan. Tidak seperti air terjun Tejomoyo yang tersembunyi di rimbunnya hutan. Disekitar air terjun banyak dihiasi oleh tumbuhan perdu seperti rumput sehingga susana hijau menambah elok air terjun ini. Air yang jernih jatuh dari dinding tebing yang berwarna abu- abu kebiruan.

AIR TERJUN CONDROMOYO
air Terjun Condromoyo
Setelah anda puas menikmati suasana di Air Terjun Tejomoyo , kemudian bermain air di Air Terjun Manikmoyo ; jika anda tidak lelah anda bisa ke air terjun yang terakhir , Air terjun Condromoyo. Letak Air terjun ini berlawanan arah dengan Air terjun Tejomoyo dan Manikmoyo. Jadi bagi anda yang masih berminat ke Air Terjun Condromoyo , anda harus balik ke Camp Area lagi kawan. Hehehe...
Capek? Sudah pasti capek...
Karena perjalanan kembali ke area parkir tidak semudah saat menuju ke air terjun Tejomoyo maupun Air terjun Manikmoyo. Saat menuju kedua air terjun ini trek lebih banyak turun daripada jalan menanjak , jadi saat kembali ke Camp Area anda akan lebih banyak mendapati jalan menanjak..
Tak exis sekkk...hehehe
Untuk menuju  ke Air Terjun Condromoyo , dari pertigaan jalan di Camp Area ; anda harus belok ke kiri. Tak jauh dari pertigaan jalan ini anda akan kembali menemui pertigaan jalan. Disini anda harus mengambil jalan ke kiri menuruni bukit kemudian ikuti jalan setapak ini. Tidak lama untuk mencapai Air Terjun Condromoyo.  Karena air terjun yang ketiga ini merupakan air terjun terdekat dari area parkir. Setelah berjalan Sekitar 500 meter melewati jalan yang naik turun dari area parkir anda akan sampai di air terjun Condromoyo. Berbeda dengan air terjun Tejomoyo dan Manikmoyo yang memiliki debit air yang cukup besar , Air Terjun Condromoyo ini memiliki debit air yang lebih kecil. Ketinggian air terjun ini mencapai 30 meter dan berada di tempat terbuka. Di sekitar air terjun lebih banyak di isi oleh rerumputan hijau. Aliran air terjun ini jatuh dari tebing bebatuan andesit dan mengalir membentuk sungai dengan air yang jernih.
Begitulah ke tiga Air terjun girimanik ini bila dijelaskan secara singkat. Pastinya tempat ini sangat asyik bila dibuat nongkrong bersama teman. Selain wisata air terjun , di Girimanik ini juga terdapat wisata relegi. Sendang Kanastren namanya. Sayangnya penulis sendiri tidak memiliki waktu yang banyak sehingga tidak sempat berkunjung ke sendang ini.


LEGENDA GUNUNG GIRIMANIK
Cerita Gunung Girimanik tidak lepas dari cerita pewayangan. Gunung atau bukit ini dipercaya sebagai tempat pertapaan dari 3 bersaudara anak dari Sang Hyang Tunggal. Sang Hyang Tunggal dalam cerita pewayangan dipercaya sebagai dewa tertinggi. Dikisahkan Dewi Rekatawati yang merupakan istri dari Sang Hyang Tunggal tengah mengandung berbulan-bulan dan akhirnya melahirkan sebutir telur. Telur itu kemudian akan dipecah oleh Sang Hyang Tunggal. Namun sebelum di banting  , telur itu kemudian terbang melesat ke angkasa dan ditangkap oleh Sang Hyang Wenang yang merupakan ayah dari sang Hyang Tunggal.
Oleh Sang Hyang Wenang , telur ini kemudian disabda menjadi 3 orang bayi laki-laki. Bayi-bayi ini kemudian di beri nama Batara Manikmaya , Batara Tejomaya , dan Batara Ismaya. Ketiga bayi ini kemudian diserahkan ke Sang Hyang Tunggal untuk dididik dengan baik. Menjelang remaja , atas perintah ayahnya ketiga putra Sang Hyang Tunggal ini diperintahkan untuk bertapa mencari ilmu dan kesaktian. Mereka pun akhirnya menemukan sebuah tempat untuk bertapa di sebuah gunung. Di gunung ini terdapat 3 air terjun. Mereka pun akhirnya bertapa di masing-masing air terjun ini. Alkisah lelaku mereka pun berhasil dan mereka mendapat kesaktian. Mereka bertiga pun diangkat menjadi dewa dan diserahi tugas untuk mengelola dunia. Batara Manikmaya mendapat kepercayaan merajai dewa-dewa dikhayangan. Untuk selanjutnya ia lebih di kenal dengan nama Batara Guru. Batara Ismaya dianggap putra penengah dan yang paling bijaksana di antara ke tiga bersaudara , di beri tugas membimbing satriya keturunan Witaradya yang kelak menjadi raja di pulau jawa. Dalam menjalankan tugasnya ini , Batara Ismaya menitis pada cucunya sendiri dan lebih di kenal dengan nama Semar. Batara Tejamaya yang merupakan putra sulung , mendapat tugas membimbing raja raja seberang lautan jawa , iapun menjelma ke tubuh manusia dan lebih di kenal dengan nama Togog.
Dan air terjun tempat ke tiga dewa ini bertapa pun di beri nama sesuai nama mereka. Air Terjun Manikmaya yang merupakan tempat bertapa Batara Manikmaya atau Batara Guru , Air Terjun Tejamaya merupakan tempat bertapa Batara Tejamaya atau Togog , dan Air Terjun Condromoyo yang merupakan tempat bertapa Batara Ismaya atau Semar. Gunung tempat mereka bertapa pun oleh masyarakat setempat lebih dikenal dengan nama Gunung Girimanik.