![]() |
| Air terjun Girimanik |
Wonogiri , sebuah kabupaten didaerah Jawa Tengah yang berada di pesisir pantai selatan pulau jawa. Berada di kawasan perbukitan kapur membuat kabupaten ini miskin air dan terlihat gersang. Sekilas memang kurang menarik bagi anda yang mendengarnya. Namun , Meski terlihat gersang ; di kabupaten ini juga memiliki air terjun yang tak kalah indahnya dengan air terjun di daerah lain. Benarkah itu...Tentu saja benar kawan...tengok saja kawasan wisata Girimanik.
Girimanik bagi sebagian orang termasuk orang wonogiri sendiri masih lah terdengar asing. Wisata Girimanik ini terletak di Desa Setren , Kecamatan Slogohimo , Kabupaten Wonogiri. Berada dilereng sebelah selatan Gunung Lawu dengan ketinggian mencapai 1500 Mdpl , membuat kawasan ini memiliki pemandangan yang indah dengan udara yang masih segar dan sejuk.
![]() |
| Add caption |
Kondisi iklim yang dingin ini membuat banyak orang yang datang ke kawasan ini menjadi betah berlama-lama disini. Tak heran juga banyak ditemui pasangan muda-mudi tengah memadu kasih. Di Wisata Girimanik inilah terdapat air terjun yang indah. Tidak tanggung-tanggung brooo...Di kawasan wisata ini terdapat 3 air terjun dengan ketinggian dan karateristik yang berbeda-beda.
Untuk menuju kawasan wisata yang berada di puncak bukit ini pun tidak lah sulit. Dari pusat kota Wonogiri , anda harus menuju ke arah timur melewati 4 pasar ; Pasar Ngadirojo , Pasar Jatiroto , Pasar Jatisrono , dan Pasar Slogohimo. Setelah sampai Pasar Slogohimo terdapat sebuah pertigaan jalan. Disini anda harus belok ke kiri. Ikuti jalan ini terus hingga akhir jalan , anda akan sampai di obyek wisata Girimanik.
![]() |
| Gapura 1 |
Untuk tiket masuk masih murah kok…pengunjung Cuma ditarik biaya masuk Rp 5.000 per kepala. Setelah tiket terbeli , perjalanan pun dapat anda lanjutkan lagi. Dari gapura 1 , Anda masih harus menempuh jalan yang rusak sejauh 1 km hingga Gapura 2. Dari gapura 2 yang berada pada ketinggian 1320 meter dari permukaan laut dan berada di tempat terbuka menghadap ke selatan sehingga pemandangan yang ditampilkan pun luar biasa indah.
![]() |
| Pemandangan dari Gapura 2 |
![]() |
| Gapura 2 |
Jalan menanjak dari gapura 2 ini melewati hutan pinus dengan kerapatan yang cukup lebat sehingga suasana teduh menaungi perjalanan anda menuju area parkir terakhir. Hati-hati bro saat lewat jalur ini. Karena di beberapa bagian jalan kamu akan melewati jalan dengan jurang pada sisi jalan. Di beberapa bagian juga terlihat bekas tanah longsor yang menandakan rawannya tempat ini saat musim penghujan. Tetapi saya jamin kamu bakalan suka deh saat lewat jalan ini , karena suasana yang di tawarkan benar-benar tidak dapat di lupakan…Nah setelah 3 km dari gapura 2 , anda akan sampai di Camp Area Bumi Perkemahan Girimanik yang berada di ketinggian 1460 meter dari permukaan laut. Di sini bagi anda yang membawa motor terpaksa harus memparkirkan motor anda dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki untuk menuju air terjun.
Camp Area ini berada pada tanah lapang di kerimbunan hutan. Banyaknya pohon besar yang tumbuh hampir disemua lokasi Bumi Perkemahan ini menambah sejuknya suasana.
![]() |
| camp Area |
![]() |
| papan petunjuk arah dari Area Parkir |
AIR TERJUN TEJOMOYO
![]() |
| bagusss bingggiiiitttt... |
![]() |
| pos 1 |
Untuk menuju air terjun Tejomoyo dari pos 2 ini anda masih harus menempuh jarak 3/4 Km melewati jalan setapak menuruni lembah dengan trek yang cukup curam. Letak air terjun ini berada di cekungan tebing. Air terjun ini memiliki ketinggian 30 meter dengan debit air yang cukup deras sehingga air yang jatuh membentuk butiran kabut yang membasahi seluruh tubuh ketika mendekat.
![]() |
| Air Terjun Tejomoyo |
AIR TERJUN MANIKMOYO
![]() |
| Air Terjun Manikmoyo...rame lhoooo |
![]() |
| Pos 2 & Percabangan Jalur...lurus ke Air Terjun Manikmoyo Ke bawah ke Tejomoyo... |
AIR TERJUN CONDROMOYO
![]() |
| air Terjun Condromoyo |
Capek? Sudah pasti capek...
Karena perjalanan kembali ke area parkir tidak semudah saat menuju ke air terjun Tejomoyo maupun Air terjun Manikmoyo. Saat menuju kedua air terjun ini trek lebih banyak turun daripada jalan menanjak , jadi saat kembali ke Camp Area anda akan lebih banyak mendapati jalan menanjak..
![]() |
| Tak exis sekkk...hehehe |
LEGENDA GUNUNG GIRIMANIK
Cerita Gunung Girimanik tidak lepas dari cerita pewayangan. Gunung atau bukit ini dipercaya sebagai tempat pertapaan dari 3 bersaudara anak dari Sang Hyang Tunggal. Sang Hyang Tunggal dalam cerita pewayangan dipercaya sebagai dewa tertinggi. Dikisahkan Dewi Rekatawati yang merupakan istri dari Sang Hyang Tunggal tengah mengandung berbulan-bulan dan akhirnya melahirkan sebutir telur. Telur itu kemudian akan dipecah oleh Sang Hyang Tunggal. Namun sebelum di banting , telur itu kemudian terbang melesat ke angkasa dan ditangkap oleh Sang Hyang Wenang yang merupakan ayah dari sang Hyang Tunggal.
Oleh Sang Hyang Wenang , telur ini kemudian disabda menjadi 3 orang bayi laki-laki. Bayi-bayi ini kemudian di beri nama Batara Manikmaya , Batara Tejomaya , dan Batara Ismaya. Ketiga bayi ini kemudian diserahkan ke Sang Hyang Tunggal untuk dididik dengan baik. Menjelang remaja , atas perintah ayahnya ketiga putra Sang Hyang Tunggal ini diperintahkan untuk bertapa mencari ilmu dan kesaktian. Mereka pun akhirnya menemukan sebuah tempat untuk bertapa di sebuah gunung. Di gunung ini terdapat 3 air terjun. Mereka pun akhirnya bertapa di masing-masing air terjun ini. Alkisah lelaku mereka pun berhasil dan mereka mendapat kesaktian. Mereka bertiga pun diangkat menjadi dewa dan diserahi tugas untuk mengelola dunia. Batara Manikmaya mendapat kepercayaan merajai dewa-dewa dikhayangan. Untuk selanjutnya ia lebih di kenal dengan nama Batara Guru. Batara Ismaya dianggap putra penengah dan yang paling bijaksana di antara ke tiga bersaudara , di beri tugas membimbing satriya keturunan Witaradya yang kelak menjadi raja di pulau jawa. Dalam menjalankan tugasnya ini , Batara Ismaya menitis pada cucunya sendiri dan lebih di kenal dengan nama Semar. Batara Tejamaya yang merupakan putra sulung , mendapat tugas membimbing raja raja seberang lautan jawa , iapun menjelma ke tubuh manusia dan lebih di kenal dengan nama Togog.
Dan air terjun tempat ke tiga dewa ini bertapa pun di beri nama sesuai nama mereka. Air Terjun Manikmaya yang merupakan tempat bertapa Batara Manikmaya atau Batara Guru , Air Terjun Tejamaya merupakan tempat bertapa Batara Tejamaya atau Togog , dan Air Terjun Condromoyo yang merupakan tempat bertapa Batara Ismaya atau Semar. Gunung tempat mereka bertapa pun oleh masyarakat setempat lebih dikenal dengan nama Gunung Girimanik.













