Tampilkan postingan dengan label pendakian gunung ungaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendakian gunung ungaran. Tampilkan semua postingan

Minggu, Januari 29, 2012

Gunung Ungaran saat Tahun Baru


gunung ungaran dari lemah abang
Akhir tahun memang identik dengan musim hujan. Tapi hal ini tak pernah menghalangi para hikers kabupaten semarang untuk mendaki ke Gunung ungaran untuk menikmati suasana tahun baru diketinggian(termasuk saya tentunya..hahahaha). Gunung ungaran adalah  Sebuah gunung yang memiliki ketinggian 2050 Mdpl yang berada di kecamatan ungaran kabupaten semarang jawa tengah.
Walau gunung ini secara geografis tidak terlalu tinggi ; tapi gunung ini menjadi salah satu gunung favorit bagi kalangan muda-mudi dan pecinta alam kabupaten semarang. Gunung ini sangat ramai pendakian hampir sepanjang waktu terutama waktu hari libur.Tidak mengherankan , karena gunung ini memiliki keindahan dan keunikannya sendiri.
Untuk mendaki gunung ini banyak jalur yang bisa dipilih. Tapi pada dasarnya untuk mendaki kepuncak ungaran ada 3 jalur utama ; yaitu Jalur Pasar Jimbaran , Jalur Gedung 9, dan Jalur Nglimut. Saya pribadi lebih sering lewat Jalur Pasar jimbaran. Jalur ini adalah jalur yang terpopuler dari ke tiga jalur diatas karena pemandangan yang indah dan keberagaman hal yang ditemui kalau lewat jalur ini. Disamping itu ; jalur yang tidak terlalu berat  menjadikan jalur ini sangatlah cocok untuk pendaki pemula.


peta jalur pendakian ungaran...sapa yang butuhhh???
Jalur Jimbaran sangatlah popular karena untuk menuju kesini tidak membutuhkan akses transportasi yang rumit dan sulit. Untuk menuju ke jalur Pasar Jimbaran ini , Dari arah semarang anda bisa naik angkutan umum menuju solo atau sebaliknya kemudian turun di pertigaan bandungan yang terletak didepan pom bensin Lemah Abang. Disambung dengan angkutan jurusan Bandungan turun Di Pasar Jimbaran. Atau kalau anda ingin lebih mudahnya….dari terminal bus Terboyo Semarang naik bis jurusan Bandungan yang umumnya berwarna putih turun di Pasar jimbaran. Sedangkan base camp dari Jalur Jimbaran ini yaitu Basecamp Mawar terletak di desa Sidomukti , dusun kluwihan.
beberapa penduduk yang mencari pakan ternak
Pasar Jimbaran sendiri adalah sebuah pasar tradisional yang terletak tidak jauh dari kawasan Bandungan ; sebuah kawasan wisata kabupaten semarang yang terkenal dengan udara dinginnya. DiPasar jimbaran anda dapat mulai melengkapi segala kebutuhan pendakian anda. Dari pasar Jimbaran ini perjalanan dimulai dengan melewati Gapura desa sidomukti yang terletak di kanan jalan. untuk menuju base camp Mawar saya harus berjalan sekitar 1 jam. Trek awal melewati jalan aspal pedesaan yang menanjak. Dikanan kiri adalah rumah penduduk desa Sidomukti yang umumnya bermata pencarian sebagai petani. Desa ini cukup terkenal baru – baru ini setelah dibukanya sebuah tempat wisata tak jauh dari desa ini ; yaitu Umbul Sidomukti.


Setelah berjalan sekitar setengah jam jalan aspalpun berakhir dan digantikan dengan jalan batu yang tertata rapi. Jalur tetap menanjak sampai dengan ujung jalan ini yang terletak diatas bukit. Terkadang bila kita lewat jalur ini..akan sering berpapasan dengan penduduk sekitar yang tengah menggarap ladangnya. Pemandangan pun tak kalah indahnya…karena disamping kiri dan kanan terlihat hijaunya kebun sayur-sayuran milik penduduk dan di arah timur pemandangan kota ungaran Rawa pening dan Ambarawa terlihat begitu indah dan jelas bila cerah…Berjalan sekitar kurang dari setengah jam ; Diujung jalan ini sayapun menemui pertigaan jalur , untuk menuju kepuncak kita harus mengambil jalur kekanan.


pertigaan jalur...
Dan Setelah berjalan beberapa meter tak jauh dari pertigaan jalan tersebut, akan menemui pertigaan jalan kembali. Disini ambilah jalan kekiri menanjak untuk menuju basecamp mawar jangan ambil jalan lurus turun karena jalan lurus ini tembus ke wisata sidomukti. 


jalan beton menuju basecamp
Dengan mengikuti jalan beton ini sekitar 15 menit kemudian anda akan sampai di basecamp mawar .


basecamp mawar
Base camp mawar terletak di perbatasan ladang penduduk dan hutan. DiBasecamp yang terletak di pinggir hutan pinus ini tersedia tempat yang cukup luas untuk mendirikan tenda. Tersedia juga beberapa Mck dan tempat penitipan sepeda motor dan mobil dengan tarif Rp.3000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil.


penitipan sepeda motor dibasecamp mawar.
Untuk terus mendaki kepuncak ungaran ; tiap pendaki dikenai tarif Rp 2000 perkepala sebagai biaya pendaftaran.
Dari Basecamp mawar ini perjalanan kepuncak diteruskan dengan melewati jalan setapak tanah menembus rimbunnya hutan.


kemana nehhh...
Menapaki jalan setapak ini ; saya disuguhkan pada pemandangan hutan cemara yang tak terlalu rapat…meski begitu begitu memasuki kawasan ini…bagi anda yang baru pertama kali mendaki ke ungaran ; jangan kaget akan merasakan nuansa horror begitu memasuki daerah ini..menurut cerita yang saya sering dengar, dikawasan ini kerap sekali terjadi aktivitas gaib atau beberapa pendaki yang pernah melihat penampakan makhluk halus. Bahkan saya pernah mendengar bahwa pernah ada seorang pendaki cewe yang mendaki disini diikuti oleh sosok wanita dari daerah ini hingga puncak. Alhasil sicewek menjadi seperti ketakutan di sepanjang jalan menuju kepuncak dan baru bisa bicara setelah turun gunung dimintakan bantuan “orang pintar”. Bagi saya sendiri ini tidak berlebihan , karena saya sendiri merasa ill feel begitu memasuki hutan pinus ini. Perasaan yang mulanya terasa ramai tiba-tiba menjadi begitu sunyi…sangat sunyiiii..ini terjadi bukan kali ini saja lho…tapi tiap kali saya mendaki ke ungaran ; pastilah didaerah ini saya merasakan seperti ini. Tapi mungkin karena saya sudah terbiasa mendaki seorang diri sayapun cuek-cuek saja. Cuma…kalau bisa saya mengasih saran kepada siapa saja yang mendaki ke gunung ungaran ini untuk mulai menjaga prilaku begitu mulai memasuki kawasan ini hingga sepanjang perjalanan kepuncak.


hutan pinus yang menyeramkan...
Sayapun lewat dengan sesekali berhenti sekedar melihat keadaan sekitar. Butiran –butiran kecil air hujan terus turun membasahi mantel yang sejak tadi memang sengaja belum saya lepas mengingat kondisi dari cuaca yang tak menentu. Tidak berapa lama jalan setapakpun melewati pinggiran lereng bukit dengan mengikuti sebuah saluran irigasi setelah beberapa kali menanjak..jalan ini memang datar dan tak terlalu menguras tenaga. Tapi diperlukan kehati-hatian untuk melewati daerah ini. Karena di sisi kanan kita jurang yang dalam sudah menanti bila kita terpeleset. Vegetasi didaerah ini juga masih sangat rimbun dan beragam. Terkadang…dibeberapa jalan yang rata- rata memiliki lebar kurang lebih 1 meter ini , jalur tertutupi oleh rimbunnya ilalang.

hujan pun lanjuuuutttt...
Setelah berjalan lebih dari 15 menit , sayapun bertemu dengan sebuah sungi kecil. Walau pun debit air sungai ini kecil , airnya yng jernih seperti menggundang saya untuk membasuh kaki yang kotor karena tanah dan Lumpur basah disepanjang perjalanan. Tempat ini juga memiliki cerita mistiknya sendiri…karena disini juga sering kali terjadi penampakan menurut cerita yang saya dengar. tak jauh dari sungai ini terdapat sebuah air terjun kecil. banyak cerita yang mengatakan disini kerap sekali terlihat penampakan wanita bergaun putih...atau kadang-kadang tercium bau wangi yang sangat menyengat bila melewati tempat ini. 


Sayapun melanjutkan perjalanan. Jalur tidak banyak berubah…tetap turun naik..hanya saja kelebaran jalan di sini sudah cukup lebih lebar bila dibandingkan dengan jalan sebelumnya..hujan semakin deras intensitasnya…sayapun cukup menikmati ini. Karena mengingatkan saya pada masa kecil saya yang suka sekali hujan-hujanan …hahahha
setelah berjalan setengah jam mengitari 1 bukit…vegetasi berubah menjadi tanaman perkebunan kopi…jalur yang semula tanah berubah menjadi jalan batu yang tertata rapi…dikanan kiri tumbuhan kopi dengan buahnya yang masih hijau tampak menghiasi pemandangan sekitar. Perkebunan kopi ini merupakan milik dari PTPN IX Jawa Tengah Kebun Ngobo Ungaran. 


kebun kopi dengan jalannya yang rapi
Kawasan kebun kopi ini begitu khas dengan suasananya yang terasa damai. Dan lebarnya jalan disini dengan batu-batu kecil yang tertata rapi di sepanjang jalannya , benar benar membawa kita seperti beralih ke sebuah taman yang penuh kopi. Beberapa gudang yang miriprumah penduduk menambah kesan pedesaan layaknya jaman penjajahan dahulu. Benar-benar sensasi yang tak tergantikan dimanapun walau saat ini sedang hujan sekalipun..
Selama hampir 1 jam saya terlena berjalan diantara pohon-pohon kopi melewati kelokan-kelokan jalan dan memutari 2 punggung bukit , diakhir dari kebun kopi ini pemandangan tampak menghampar luas dan bebas…pemandangan yng menakjubkan dari gunung ungaran….perkebunan teh Promasan!!!!
Perubahan vegetasi ini benar-benar memukau…dari kebun kopi yang didominasi warna hijau tua menjadi kebun teh yang didominasi warna hijau muda duan…fantastis sekali melihat kebun teh ini meski hujan gerimis masih mengguyur sekalipun!!!!pemandangan hijau sejauh mata memandang dipadu awan mendung , batu-batu besar , hutan, dan perbukitan , serta lembah-lembah. Tempat ini adalah tempat yang sangat indah!percayalah…keindahannya bahkan tak kalah dengan kebun puncak dibogor. Bahkan saat pagi hari waktu matahari menyinari tempat ini saat kabut kadang-kadang terlihat seperti mengambang bak kapas diatas kebun teh…gradasi warna yang dihasilkan , pemandangan alam yang ditampilkan , suasana dingin dan damai benar-benar membuat kita mengacungkan 4 jempol untuk tempat ini dan mengatakan “Indonesia itu iiinnndaaahhh kawan”….  Sayang sekali hanya sebagian orang saja.yang mengetahui tempat ini…


kebun teh menghijau nan indah..
Kembali ke perjalanan sayapun terus menyusuri jalan menuju kepuncak sambil menikmati pemandangan indah disekitar..puncak ungaran telah terlihat begitu dekat…untuk menuju kepuncak dari pertigaan jalan dari kebun kopi harus mengambil jalan kekiri…jalan lurus kekanan turun adalah jalan menuju ke dusun promasan dan jalur nglimut. Dusun Promasan terletak di tengah perkebunan teh dengan jumlah rumah hanya sekitar 20 rumah. Dusun ini adalah pemukiman terakhir yang dapat di temui sebelum menuju ke puncak. Penduduk dusun ini umumnya berprofersi sebagai pemetik teh. Tempat ini sering dijadikan transit sebelum menuju kepuncak karena selain tempat ini begitu indah , hampir semua hal tersedia disini ; mulai dari mck , kamar mandi , mushola , dan warung-warung penjual kebutuhan sehari-hari. Didusun ini pendaki harus menyiapkan air bekal perjalanan karena setelah dusun ini tidak akan dijumpai mata air lagi.
Tak jauh dari dusun promasan , Terdapat Gua Jepang di tengah-tengah perkebunan teh. Gua ini dibangun pada masa pendudukan Jepang dan merupakan tempat persembunyian tentara Jepang ketika Perang Dunia ke II. Gua Jepang berupa lorong panjang sekitar 150 meter. Terdapat ruangan-ruangan di sisi kiri dan kanan lorong. Gua ini memiliki 3 buah pintu masuk yang juga berfungsi sebagai ventilasi udara. Untuk memasuki gua harus menggunakan lampu senter, dan bila hujan air bisa masuk gua sehingga menjadi licin.Gua yang banyak menyimpan misteri ini memberikan pengalaman-pengalaman menyeramkan di antara para pendaki.
Seperti yang saya sebutkan sebelumnya , untuk menuju kepuncak sayapun mengambil jalur kekiri menanjak kemudian datar mengikuti jalan hingga saya tiba di sebuah pertigaan jalan. Perlu saya ingatkan…dijalur ini terdapat 2 pertigaan …disinilah kerap sekali banyak pendaki yang terkecoh untuk menggambil pertigaan pertama yang sebenarnya adalah jalan rintisan dari pendaki atau penebang kayu..pernah saya juga terkecoh untuk mengambil jalan pada pertigaan pertama ini. Alhasil walaupun jalan ini memang sama-sama menuju kepuncak dan lebih cepat memang…tapi jalan yang ada benar extreme dengan pohon tumbang melintang menghalangi disepanjang jalur. Ditambah dengan kemiringan tanah dibeberapa bagian sampai hampir 80 derajat..benar-benar menguras tenaga dan memiliki resiko cidera tinggi..


kadang pendaki pun dipaksa untuk merunduk ketika
menemui jalan yang terhadang pohon tumbang
Untuk itulah ambilah pertigaan jalur yang kedua yang memiliki jalan yang lebih ringan dan mudah untuk menuju kepuncak.
Kembali saya di suguhkan dengan pemandangan hutan heterogen begitu meninggalkan pertigaan jalur. Kondisi jalan yang licin dan mulai menanjak dengan beberapa batu-batu dengan ukuran bervareasi melintang disepanjang jalur.beberapa menit kemudian saya pun tiba dipos buka'an yang berbentuk shelter beratapkan jerami dengan luas  3x2 meter. Saya harus berhenti dan berteduh disini karena hujan turun semakin deras. Lagipula perut ini yang tak bisa kompromi lagi meminta jatah makan siangnya dan memaksa saya membuka bekal nasi bungkus yang saya beli dimawar sebelumnya. 2 orang pendaki tampak sudah ada disini sejak lama. Dan tak lama kamipun berkenalan dan terlibat perbincangan sembari memakan bekal. Hujan yang turun deras cukup lama juga dan tak mau reda juga. Sebentar saja pos buka'an pun ramai dengan pendaki lain yang juga berteduh;menghentikan pendakian mereka untuk sesaat.       
Hujan pun akhirnya mereda juga…satu persatu pendaki yang berteduh dipos buka'an inipun meninggalkan tempat ini dan mulai melanjutkan pendakian mereka ke puncak. Begitu juga saya…karena sadar akan ramainya orang mendaki ke puncak dan takut kalau tak kebagian tempat mendirikan tenda dipuncak sayapun akhirnya ikut nekat menerobos gerimis dan melanjutkan pendakian.


pos buka'an
Meninggalkan pos buka"an jalur benar benar menanjak extrem …batu-batu besar yang melintang dan licin membuat saya kadang harus berpegangan pada batu dengan ke 2 tangan. Dan tak sampai 1 jam kemudian kemudian kerapatan vegetasi mulai berkurang dan akhirnya pohon-pohon tinggipun menghilang digantikan dengan rumput dan alang-alang. Daerah inipun benar-benar terbuka.


jalur yang menguras tenaga
Pemandangan kebun teh ,kota ungaran, babadan , bawen dan ambarawa beserta rawa pening terlihat diantara awan dan kabut. hujan pun turun tak terlalu lebat membawa angin yang kencang dan dingin. Pemandangan yang kontras sekali…karena sejauh mata memandang hanya perbukitan padang savana yang tampak menghijau diantara putihnya awan mendung..


pemandangan bukit padang savana sebelum puncak
Beberapa tenda dari pendaki lain terlihat telah tampak berdiri dan tak beberapa jauh disana puncak ungaran telah terlihat berdiri dengan kokohnya. Karena melewati punggungan yang terjal berbatu besar serta licin saya harus extra hati hati melewati jalur ini. Terlebih dengan beban tas carier yang berat….menjelang puncak sebuah hutan kecil yang terapit oleh 2 punggungan bukit terlihat sebagai penanda… membelah hutan kecil ini kemudian menanjak dan menemui tebing terjal, jalan setapak dengan menyusuri bagian tengah tebing akhirnya sampailah  saya ke puncak Ungaran yang berketinggian 2050 mdpl. Puncak ungaran ditandai dengan tugu banteng raider setinggi kurang dari 2 meter dan berupa tanah lapang cukup untuk mendirikan10 tenda.


tugu benteng raider penanda puncak ungaran
 Pemandangan dari puncak ungaran ini begitu indah , lepas dan luas membentang. Disisi utara kota ungaran dan semarang terlihat begitu kecil dan ramai. Kalau malam hari lampu-lampu kota tampak gemerlapan menghiasi gelapnya malam. Deretan lampu jalan dari jalan semarang solo begitu terlihat seperti untain manik-manik. Sementara jauh disana terlihat kapal-kapal besar melintas dilaut jawa.


gunung sindoro , sumbing , dan prahu 
Sementara disisi selatan deretan gunung telomoyo, gunung merbabu dan gunung andong tampak berdiri diantara awan sementara jauh dibawahnya rawa pening dan kota ambarawa terlihat menghiasi lerengnya. Kadang –kadang terlihat puncak gunung merapi mengeluarkan asap vulkanik dibalik gunung merbabu yang besar.


rawa pening dri puncak ungaran
Dibarat daya gugusan gunung sindoro , sumbing  , dan prahu seperti menawarkan warna biru yang tak ada habis- habisnya. Benar-benar pemandangan yang memukau mata dan hanya bisa di temui di puncak gunung. Jika anda tanya pendapat saya…bener-bener tak ada matinya gunung ungaran ini..


ahhhh nampang dulu di depan tenda ahhhh...hahahaha
Sayapun langsung membuka tenda dan merakitnya karena gerimis seperti tak mau berhenti juga…dan setelah tenda berdiri saya langsung masuk kedalamnya dan melepas semua pakaian saya yang basah  dan memakai pakaian kering baru. Setelah itu memasak air untuk membuat minuman hangat… ahhhh rasanya begitu nyaman didalam tenda. Sayapun terlelap sebentar dan baru bangun menjelang maghrib saat moment matahari tenggelam tiba…tapi ternyata tebalnya kabut menghalangi pemandangan..dengan sedikit kecewa sayapun kembali kedalam tenda dan memasak makan malam untuk selanjutnya tidur sampai terbangun sekitar pukul 20:00 karena semakin ramainya pendaki … yang sampai kepuncak…


puncak dan keramaiannya
saking ramainya beberapa kelompok pendaki tampak tak kebagian tempat mendirikan tenda dan terpaksa tidur ala kadarnya berselimut sarung atau apapun….kalau mau tau…inilah tahun baru di puncak gunung ungaran…begitu khas dan ramai dan hanya ditemui disini saja….dipuncak ungaran..
Sayapun terus keluar bergabung dengan keramaian para hikers diluar tenda…dan pemandangan diluar begiiiituuuu cerah…tak ada kabut sedikitpun..dan pemandangan kota-kota besar lengkap dengan gemerlapnya lampu pemukiman , jalan , motor dan mobil….fantastis sekali!!!!dibeberapa tempat tampak beberapa pendaki membuat api unggun, menggobrol dan memainkan gitar yang mereka bawa…atau sekedar mendengarkan musik atau siaran stasiun radio tertentu dari peralatan elektronik yang mereka bawa…pokok-e benar-benar suasana yang selalu membuat saya kangen pada tempat ini…


pelabuhan tanjung mas pun terlihat...
Dan akhirnya saya pun ikut bergabung dan berdiang di sebuah kelompok yang tengah berdiang didepan api unggun..saya pun terus menjadi akrab dan ngobrol,bercanda ngalor ngidul membicarakan pengalaman masing-masing. Sungguh suatu pengalaman yang tak terlupakan…ngobrol dengan teman dari demak didepan api unggun dengan pemandangan sekitar yang memukau mata…ahhhh andai anda ikut pasti akan ketagihan…menjelang pukul 21:30 sayapun kembali ketenda karena udara yang semakin dingin dan rasa kantuk tak terbendung lagi. Dibeberapa tenda suara pendaki lain pun tak terdengar lagi..begitu masuk tenda sayapun terus tertidur dan menjelang pukul 12 malam saya terbangun oleh riuhnya suara pendaki-pendaki yang telah terjaga untuk menyambut pergantian tahun 2012…begitu keluar udara dingin langsung menyambut…tapi tak saya pedulikan karena saking senangnya melihat keramaian dipuncak ungaran ini..


ini salah satu pemndangan yang terlihat kala malam hari dari ungaran bila cuaca cerah 
Tepat pukul 00:00 pemandangan berubah total...kembang api tampak memenuhi dilangit-langit kota sekitar semarang,ungaran , karang jati , bawen , babadan , ambarawa , salatiga , dan temanggung…kereeeennnn sekali menyaksikan gemerlapnya kembang api di ketinggian seperti ini…seolah olah saya seperti dikelilingi oleh kembang api yang meletus…suasana begitu riuh dengan teriakan pendaki yang senang melihat pemandngan ini…beberapa pendaki yang membawa kembang api menyalakan kembang api sehingga menambah meriahnya suasana ini...setelah setengah jam pemandangan kembang api yang meletuspun mereda dan perlahan suasana kembali menjadi tenang…sayapun kembali ketenda dan tidur lagi dengan rasa senang dan puas….



ungaran bila cerah sunrisenya kaya gini neh...
tapi karena kabut..sunrise
kemarin jadi kaya foto dibawah ini deh..


Paginya saya kembali kecewa..karena setelah bangun pagi-pagi dan menanti…sunrise yang saya tunggu tak muncul tertutup oleh tebalnya mendung dan kabut…tapi hal ini saya maklumi karena diketinggian seperti ini sangat mustahil mendapatkan sunrise yang clear pada bulan desember – januari. Setelah makan pagi menjelang pukul  7:30 sayapun bergegas meninggalkan puncak setelah sebelumnya membongkar tenda dan mempacking barang-barang kedalam carrier..


puncak ungaran diantara keramaian 


langit yang seperti tak bersahabat dan tebalnya awan mendung ini membuat saya lekas hengkang dari puncak karena takut kehujanan lagi bila terlalu siang baru turun gunung.


pemandangan yang tersaji di puncak bila cuaca cerah 
Seperti yang direncanakan sayapun turun lewat jalur candi gedung 9 karena relative lebih cepat dan singkat. Untuk turun lewat jalur gedung 9 pendaki harus jalan kearah barat daya dari puncak ungaran melewati tempat lapang yang dinaungi oleh rimbunnya pohon tinggi...tempat ini kerap sekali di jadikan tempat mendirikan tenda oleh pendaki karena letaknya yang memang tak jauh dari puncak dan posisinya yang terlindung dari angin...


hutan dan tanah lapang tempat ngecamp sebelum puncak yang berada di
barat daya dari puncak ungaran
setelah tempat ini jalur akan menurun tajam menembus hutan tropis jalan awal adalah jalan setapak datar, tapi tak beberapa lama jalan pun menurun dengan tajam. Beberapa batu dengan besar bervareasi kadang melintang di padu pohon - pohon tumbang ; memaksa saya untuk mencari pegangan dan setengah melompat.



Air hujan yang turun semalaman membuat jalan menjadi licin dibeberapa bagian…sehingga sayapun harus extra hati-hati melewatinya…


jalan setapak
jalur ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi bila musim hujan. Disamping licin; tanah disepanjang jalur umumnya menjadi gembur setelah hujan sehingga cukup menyulitkan langkah kaki. 


menyusuri jalan berkabut
Pemandangan yang terlihat pun hanyalah hutan belantara yang penuh dengan pohon-pohon tinggi dan tua. Tapi  tak sampai 2,5 jam kemudian vegetasi menjadi terbuka digantikan dengan padang ilalang terbuka menandakan candi gedung 9 telah dekat. 


pemandangan bukit savana bila cuaca cerah
sayang sekali kabut yang turun begitu tebal sehingga pemandangan yang indah pun tertutup dan terhalangi....


berjalan diantara kabut 
Sebenarnya bila cerah pemandangan yang disajikan dari tempat ini cukup indah…karena disebelah kiri gugusan gunung merbabu telomoyo dan merapi tampak besar dan dipadu pohon –pohon tinggi yang terlihat kecil dan hijau.. jauh disebelah kanan jalur tampak bukit-bukit menghijau oleh rumput. 


bila cuaca cerah kayak gini neh pemandngannya..
Jalan pun terus menurun mengikuti pinggir tebing dan 1 jam kemudian sayapun sampai juga di candi gedung 9 setelah sebelumnya bergumul dengan jalur akhir yang extreme dan super licin dengan kemiringan tanah sekitar 70 derajat