![]() |
| serasa di negeri cina |
Tempat yang saya maksud ini adalah sebuah vihara atau tempat peribadatan umat budha yang terletak di kota Semarang bagian selatan. Tempat peribadatan umat budha ini akrab di panggil dengan nama Vihara Budhagaya. Sebuah kompleks peribadatan umat budhayang berada pada ketinggian dan berdiri di atas lahan seluas 2,25 hektare dengan lima bangunan utama. Vihara ini konon merupakan Vihara pertama dalam penyebaran agama Budha di Pulau Jawa, setelah kejatuhan Kerajaan Majapahit. Menurut beberapa info , ajaran Budha di Watugong dibawa biku asal Srilangka yang bernama Narada.
![]() |
| ngadem dulu di bawah pohon bodi... |
![]() |
| hmmm keren broooo... |
"Seikhlasnya saja , mas..." jawab pak satpam dengan ramah ketika ku tanya biaya masuk ke tempat ini. Wah akhirnya saya pun cuma memberi uang sebesar Rp 2.000.hehehe...yahhh...akhirnya kami pun masuk dengan hati yang riang...hehehe
Masuk ke tempat parkir pun tak ada hambatan. Tempat parkir yang tersedia cukup luas cukup untuk menampung banyak mobil dan motor. Tempat parkir ini berada di samping vihara Dhammasala. Vihara Dhamassala merupakan Bangunan dua lantai yang dibangun sejak tahun 1955. Saat masuk ke dalam Vihara ini, anda akan melihat patung Budha berwarna emas dengan ukuran besar yang sedang duduk. Semua unsur di bangunan ini sendiri memiliki makna, termasuk dinding sekeliling vihara. Dindingnya dihiasi oleh relief Paticca Samuppada, yang bercerita tentang pengajaran proses hidup manusia mulai lahir hingga meninggal. Nah yang paling menarik adalah adanya aturan tertentu saat memasuki vihara ini. Sebuah aturan yang mengharuskan anda untuk menginjak relief ayam, ular dan babi yang ada di lantai pintu masuk. sebelum memasuki vihara,
![]() |
| patung yang indah |
Di sebelah barat dari vihara Dhammasala ini , terdapatlah sebuah bangunan berbentuk menara setinggi 45 meter. Inilah dia kawan , Pagoda Avalokiteswara....primadona dari tempat ini. Sejarah Pembangunan pagoda ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan umat Budha akan tempat ibadah yang lebih layak dan nyaman. Sebelumnya ditempat ini hanya ada vihara kecil yang sudah berdiri sejak 1957. Kemudian pada tahun 2005 dibangunlah Pagoda Avalokitesvara yang rencana pembangunanya hanya membutuhkan waktu 8 bulan tapi penyelesaiannya mundur menjadi 10 bulan karena menunggu barang-barang dan patung dari Cina.
![]() |
| beberapa hiasan dan ornamen dari negeri cina... |
yoi broooo…Pagoda ini mempunyai banyak keistimewaan karena dari mulai genteng, aksesori, relief tangga dari batu (9 naga) , kolam naga, lampu naga, air mancur naga hingga patung burung hong dan lilin, seluruhnya diambil dari negeri Tiongkok. Bagian dalam pagoda berbentuk segi delapan dengan ukuran 15 x 15 meter. Pagoda ini terdiri atas tujuh tingkat. Di lantai dasar lebih banyak di tempatkan patung-patung untuk pemujaan. Kemudian, mulai tingkat kedua hingga keenam dipasang patung Dewi Kwan Im yang menghadap empat penjuru angin. Hal ini bertujuan agar sang dewi memancarkan kasih sayangnya ke segala arah mata angin. 7 tingkat ini memiliki makna seorang pertapa akan mencapai kesuciannya pada tingkat ketujuh. Hampir semua konstruksi bangunan dari tempat peribadatan ini terbuat dari beton, serta banyak menggunakan latar warna merah dan beberapa arca di tiap tingkat pagodanya. Di lantai dasar sendiri ornament patung yang berwarna emas sebagi tempat pemujaan umat Budha lebih banyak menghiasi. Patung Dewi yang membawa bunga dan teratai bisa digunakan pengunjung untuk berdoa agar dimudahkan mendapatkan jodoh.
![]() |
| patung Dewi Kwan im membawa anak |
![]() |
| patung Dewi Kwan im besar(kiri) dan patung Panglima Wedo(kanan) |
![]() |
| suasana yang teduh.... |
Sebagai tempat peribadatan , pagoda ini begitu berarti bagi umat Budaha di Indonesia. Pagoda Avalokitesvara juga disebut sebagai Pagoda Metakaruna atau Pagoda Cinta Kasih Sayang karena keberadaannya untuk menghormati figur cinta kasih dan kasih sayang, yaitu Kwan Sie Im Po Sat. dengan tingginya yang mencapai 45 meter Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya ini juga telah ditetapkan oleh Museum Rekor Indonesia MURI sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Nah lho…sayang kan anda sebagai orang Indonesia belum pernah mendatangi pagoda tertinggi di Indonesia ini khan broo…padahal letaknya begitu mudah di akses dan di jangkau dari manapun. Kalau dari Semarang kota atau Bandara ahmad yani anda bisa naik angkutan umum ke terminal Terboyo. Dari terminal Terboyo ini selanjutnya anda bisa naik bus jurusan salatiga, Ambarawa ,Solo atau Yogyakarta. 45 menit kemudian ; setelah melewati terminal Banyumanik anda akan melihat bangunan Pagoda ini di kiri jalan tepat di daerah Kodam Diponogoro.
| patung budha tidur |
Kawasan vihara Buddhaghaya ini buka setiap hari mulai pukul 7 pagi hingga 9 malam. Pengunjung yang datang pun rata-rata berasal dari luar negeri seperti Negara Singapura , Cina , Dan Thailand. Malah kalau bisa saya lihat , rata-rata orang kita sendiri malah tak tahu keberadaan tempat keren ini padahal tempat ini sangat awesome…..tapi semenariknya tempat ini , sekeren- kerennya tempat ini , ingat kawan….tempat ini tetaplah sebuah tempat peribadatan yang harus kita hormati. Janganlah berprilaku berisik dan tak senonoh yang dapat mengganggu orang-orang yang sedang beribadat di sini. just enjoy it bro but never be a jerk…okey kawan….







