Tampilkan postingan dengan label curug silangit somongari purworejo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curug silangit somongari purworejo. Tampilkan semua postingan

Jumat, Juni 01, 2018

Menatap Curug Silangit Dan Kemegahannya (Purworejo Dan Potensinya : Part 1)

CURUG SILANGIT😀
Purworejo adalah nama sebuah kabupaten yang berada di sebelah berat kota Yogyakarta. Meskipun berada dekat dengan kota Yogyakarta , kota Purworejo sendiri tidaklah setenar seperti kota Yogyakarta yang telah terkenal akan wisatanya. Padahal kabupaten ini boleh di bilang kaya akan potensi wisatanya yang masih tersembunyi. Mulai air terjun , puncak gunung , hutan tropis , goa sampai pantai ; semua ada di kabupaten ini. Potensi wisata ini jugalah yang membuat saya ingin menelusur lebih jauh ke kabupaten ini. Dan akhirnya...hari itu pun datang juga....saya berkesempatan untuk mengunjungi kabupaten Purworejo ini. Walaupun menurut saya sendiri , kunjungan saya ke kabupaten ini terlalu singkat. Tapi setidaknya "it's worthty" untuk diceritakan kawan...
Starting awal dari kota Semarang , saya berangkat pukul 08:00. Sebenarnya ini terlalu siang sih , but..it's oke lah😤...saya pun menaiki motor kesayangan melewati trotoar  Jl.Semarang-Solo. Sesampai di terminal Bawen , motor ku arahkan ke arah Magelang melewati  Jl.Lingkar Ambarawa yang berujung di kecamatan Jambu. Setelah keluar dari Jl.Lingkar Ambarawa  ini , perjalanan berlanjut ke arah Magelang melewati rute Jambu-Banaran-Secang-Pringsurat baru saya sampai di kota Magelang. Di kota ini saya sempat bingung karena minimnya rambu menuju arah Purworejo. Namun setelah bertanya sana-sini , saya pun pada akhirnya menemukan rute ke Purworejo kembali. Melewati kecamatan Salaman yang masih berada di wilayah Kabupaten Magelang , saya terus berkendara ke arah selatan dan menjelang pukul 11.00 siang , saya pun tiba di Kabupaten Purworejo.
Peta ke curug Silangit dari magelang
Awalnya saya berniat mengunjungi wisata pantai di kabupaten ini yang katanya tidaklah kalah dengan pantai-pantai yang ada di Yogyakarta. Tapi karena keterbatasan waktu yang cuma 1 hari , akhirnya tujuan pun saya alihkan ke daerah Kecamatan Kaligesing yang kaya akan wisata alam khas pegunungan daerah Purworejo. Salah satu yang cukup beken adalah Curug Silangit..
air terjun nan indah
Nah...dari pusat kota , saya langsung berkendara ke daerah Kaligesing. Rambu-rambu jalan menuju daerah di mana Curug Silangit ini berada cukup banyak terpampang. Saya hanya tinggal mengikutinya dan tak sampai 30 menit saya tiba di daerah Kaligesing. Di sini rambu-rambu jalan mengarahkan jalan menuju desa Somongiri...Awalnya saya berpikir jalan menuju desa ini akan ramai seperti jalan menuju tempat wisata lainnya seperti jalan menuju Grojogan Sewu di Tawangmangu atau Air terjun Jumog di daerah Karanganyar ; tapi selepas perempatan Manukan saya harus merubah pola pikir saya ini. Karena jalan ke Curug Silangit ini rupanya melewati daerah pedesaan yang sepi membelah areal perkebunan dan hutan heterogen dengan jalan yang naik turun dan berkelak-kelok. Dan apa perasaanku saja ya atau memang sayalah satu-satunya manusia yang hendak datang ke Curug Silangit ini....soalnya ini benar-benar sepi dan hanya suara motor saya saja yang terdengar meraung dari tadi. Walaupun memang saya juga sempat berpapasan dengan beberapa motor yang kelihatannya penduduk setempat yang lewat.
Lebih kaget lagi setelah saya sampai di desa Somongari. Karena jalan yang semula beraspal menjadi jalan beton selebar 1 meteran lebih. Arah rambu-rambu jalan menuju Curug Silangit pun semakin mengarahkan motor keluar desa kearah rimba yang penuh dengan hutan yang penuh dengan pohon yang tinggi . rapat , dan rimbun. Sudah begitu jalan beton seolah semakin menciut dan menyempit...
tampak dari jauh
"Waduhhh...bener  gak nih ini jalan menuju Curug Silangit😟" begitu pertanyaan yang terus terngiang di benak ku. Ini sangat beralasan...soalnya boleh dibilang jalan ini terus melewati kawasan hutan rimba yang gelap dan tak ada tanda rumah penduduk di samping kiri dan kanan jalan.
Tapi saya pun bisa bernafas lega. Karena setelah 20 menit berkendara melewati jalan beton yang menembus hutan tropis yang gelap , terlihat beberapa rumah penduduk. Yaaa....walaupun tak banyak , ini sudah cukup membuatku lega😌. Satu hal yang membuat saya tak habis pikir adalah rumah-rumah penduduk ini juga berada di tengah rapatnya hutan yang di isi oleh pohon-pohon tinggi. Kok bisa ya? Kok berani ya...bisa di bayangkan seperti apa suasana desa ini bila malam tiba. Gelap mencekam....belum lagi banyak hewan dari hutan yang mungkin mendatangi desa ini mengingat letaknnya yang berada di tengah hutan...belum lagi makhluk halus dengan berbagai bentuk yang sewaktu-waktu bisa keluar dari kegelapan hutan...hiii...serem deh brooo...😱
Walau begitu pemandangan yang di sajikan di desa ini saya akui bener-bener masih alami. Letaknya yang berada di tengah hutan menampilkan pemandangan khas hutan tropis yang di penuhi pohon besar yang tinggi dan rimbun. Terlebih desa ini terletak di tepian sungai yang mengalirkan air yang jernih dan bening. Bahkan jalan trotoar menuju desa ini di bangun  di sisi sungai yang membuat saya bisa menysikan pemandangan sungai deras nan jernih di sepanjang jalan dari Pertigaan Manukan ke Desa Somongari. Dengan aliran air yang deras di antara batuan besar dan kecil bersatu dengan hijaunya suasana sekitar.  Woooowww....hanya itu yang bisa terucap dari bibir ini😲.
pemandangan sugai di sepanjang perjalanan...gak bakal bosen deh..
Sayapun melewati rumah penduduk ini. Tak berapa lama kemudian terlihatlah sebuah gapura selamat datang yang menandakan saya telah sampai di kawasan wisata Curug Silangit.  Nah sampai disini pula pengunjung  bisa membawa kendaraan mereka dan harus lanjut berjalan menuju lokasi air terjun. Di salah satu rumah warga digunakan sebagai pos pelaporan bagi pengunjung yang hendak menuju Curug Silangit.Di halaman rumah warga ini juga di buat tempat parkir cukup luas beratapkan asbes.  Pengunjung wajib membayar biaya retribusi sebesar Rp 3000 per orang dan biaya parkir sebesar Rp 2000 per motor. Di sini juga dibuka sebuah warung kecil yang menjajakan makanan dan minuman. Jadi bagi pengunjung yang tak membawa bekal makanan bisa membelinya di sini. Tak jauh dari pos pelaporan ini juga terdapat sebuah mushola kecil dan 2 buah mck. Ada baiknya anda mulai menyiapkan perbekalan di sini karena setelah pos pelaporan ini tak akan di temui penjual makanan dan minuman lagi. Begitu juga bila ada yang kebelit pipis atau buang air besar  , sebaiknya anda lakukan di sini. Karena Cuma di pos pelaporan ini akan anda temui MCK. Atau anda ingin melakukannya di alam bebas mungkin…hehehe😛😛
parkir motor yang cukup luas dan terlindung,,,
Setelah mengurus perizinan , administrasi , dan perbekalan saya pun siap untuk lanjut berjalan menuju lokasi Curug Silangit. Dari pos pelaporan saya berjalan melewati gapura selamat datang  , kemudian sebuah mushola kecil saya lewati. Baru kemudian rambu jalan mengarahkan langkah kaki ke sebuah jembatan yang terbuat dari lonjoran bambu berdiameter kurang lebih 15 cm. Bambu-bambu ini di tata memanjang menyatukan 2 sisi sungai tanpa di ikat atau di satukan oleh apapun. Hanya ke dua sisi ujung tempat jembatan bambu ini bertumpu di tahan oleh kayu , sehingga bambu yang menyusun jembatan ini tidak terpisah. Dan karena bagian tengah dari jembatan ini tak di satukan oleh apapun , sudah pasti akan melengkung ke bawah bila dilewati. 
jembatan bambu tradisional yang fenomenal..
Namun begitu masih ada juga beberapa warga yang melewatinya dengan menggunakan sepeda motor. Mending kalo cuma sepeda motor , ini sepeda motor membawa beban kayu sepanjang 1meteran berdiameter hampir 50 cm...sayapun sempat bengong melihat pemandangan ini. Padahal jembatan bambu yang tak di ikat oleh apapun ini pastinya akan melengkung dan tidak stabil pada bagian tengahnya. Jika saja roda motor tergelincir masuk disalah satu sela-sela bambu , bisa di pastikan motor beserta orangnya akan jatuh ke sungai. Namun warga yang melewatinya lewat tanpa kesulitan apapun...aduuuhhh...salut deh dengan semangat warga desa ini...
melewati hutan belantara yang sepi...
Masih dengan rasa takjub😦😧 , saya pun meneruskan langkah kaki melewati jembatan ini. Sampai di seberang , kaki ini kembali menapaki  jalan beton selebar kurang dari 1 meter. Semula saya mengira langkah kaki saya sudah menjauh dari lokasi pemukiman penduduk , namun setelah melewati belokan jalan kembali lagi terlihat beberapa rumah penduduk di antara lebatnya pepohonan. Bener-bener deh...baru kali ini lho saya lihat sebuah pemukiman berada di tengah hutan dengan jarak antar rumah berjauhan...
Setelah melewati rumah penduduk , kembali saya harus menyebrangi sebuah sungai melewati sebuah jembatan bambu lagi..kemudian jalan beton masih berlanjut di seberamg sungai. Medan jalan pun agak menanjak dan beberapa puluh meter kemudian jalan beton ini berakhir dan digantikan jalan setapak menaiki sebuah punggung bukit. Jalan setapak ini pun telah di buat berundak untuk memudahkan pengunjung. 
air terjun mini 1....gak tinggi sih tapi oke juga...
Di samping kiri terlihat air terjun kecil dengan aliran air yang miring. Jalan pun berlanjut menaiki bebatuan di samping air terjun ini. Sesampai di atas air terjun yang pertama , terlihat air terjun kecil dengan karakteristik yang hampir sama dengan air terjun yang pertama. Dari air terjun yang kedua ini sudah mulai terdengar gemericik air yang jatuh cukup keras. Setelah melewati  jalan menanjak di samping air terjun yang kedua ini , terlihatlah air terjun yang tinggi dengan aliran air yang cukup deras di hadapan saya...Curug Silangit...
Kesan pertama yang bisa saya katakan adalah indah banget😆. Air yang jatuh dari atas puncak tebing jatuh membentur tebing –tebing yang menonjol di bawahnya membentuk aliran-aliran air kecil yang melebar di tengah tebing. Aliran-aliran air ini kembali menyatu sebelum akhirnya jatuh dibawah air terjun. Beberapa batu besar  tampak menghiasi bagian bawah dari curug ini.
penampilan curug silangit...
Air jatuhan dari  atas lantas membentuk kolam dengan kedalaman yang tidak terlalu dalam. Untuk menambah luasnya kolam ini, airan air dari curug ini kemudian sengaja di bendung sehingga terlihat seperti sebuah telaga mini. Cantik sekali 😆…kolam ini pun sering di gunakan para pengunjung untuk mandi dan berenang. Tapi pada puncak musim penghujan di mana air sedang banyak- banyaknya , kedalaman kolam ini bisa lebih dalam dari biasanya. So bagi anda yang tak bisa berenang sebaiknya jangan coba-coba untuk nyemplung di kolam ini.
 Di sisi kanan dan kiri air terjundi percantik dengan tebing berwarna hitam keabuan. Di sisi kanan tebing air terjun lebih  banyak ditumbuhi semak-semak dan tumbuhan perdu  berwarna hijau yang menambah kesan alami dari curug ini. Di sekeliling air terjun juga banyak di tumbuhi oleh pohon-pohon tinggi yang semakin menambah kesan asri dari tempat wisata ini..
Curug silangit adalah curug yang berada di Dusun Janur , Desa Somongiri , Kecamatan KaliGesing , Kabupaten Purworejo , Provensi Jawa Tengah. Curug ini memiliki tinggi antara 25 - 30 meter dan di nobatkan sebagai air terjun paling tinggi di purworejo. Asal kata nama "Silangit" sendiri berasal dari kata "si" yang bisa diartikan sebagai "sang" dan "langit" yang berarti angkasa atau langit. Bila di gabungkan menjadi "sang langit". Nama ini dimaksudkan juga pada tingginya air terjun ini sehingga seolah membelah langit.
menatap tingginya cuurg ini,,,
Aliran curug silangit ini berasal dari mata air di sebuah bukit di dusun Sijanur, Somongari  yang merupakan bagian dari kelompok Perbukitan Menoreh. Air terjun ini tergolong sebagai air terjun yang memiliki debit air yang cukup besar bahkan disaat musim kemarau. Karena debit air yang deras dan tingginya ini juga yang membuat air yang jatuh berubah menjadi titik-titik air yang membasahi sekitar air terjun ini. Konon saat musim penghujan ,  titik air yang kemudian berubah menjadi kabut air ini bisa menjangkau hingga radius 15 meter dari air terjun . Airnya yang jernih dan sejuk seperti mengajak siapapun yang berkunjung untuk bermain air. Terlebih suasana pegunungan yang masih asri di sekitar air terjun ini , bakalan membuat siapapun betah berlama-lama di tempat ini. Berenang di Telaga mini dengan latar belakang air terjun yang keren seperti di film-film. Atau duduk di salah satu bangku atau di tepian kolam sambil memandang pemandangan air terjun yang memukau ; Di temani juga oleh sepoi angin yang bertiup sepoi-sepoi dari puncak perbukitan menorah , tampaknya merupakan suatu hal yang jarang di temui di kehidupan sehari-hari.
jadi pingin mandi neh lihat mata air yang jernih ini boys....
Sebagi tempat wisata, air terjun ini sendiri belum banyak di kenal oleh wisatawan. Terlihat dari jumlah pengunjung yang bisa di hitung dengan jari saat saya berkunjung ke tempat ini. Bisa di katakan tempat wisata yang satu ini masihlah sangat alami. Sampah pun nyaris tak terlihat di tempat ini. Walau belum terlalu terkenal , pengelolaan tempat ini pun bisa saya katakan sudah cukup bagus. Terlihat dari akses jalan yang telah di betonisasi walupun tidak terlalu lebar. Terus…petunjuk jalan yang bertebaran  di sepanjang jalan menuju air terjun yang memudahkan pengunjung untuk menemukan curug ini. Dan juga pembuatan bendungan air kolam yang semakin mempercantik air terjun ini.
Untuk fasilitas yang ada disekitar air terjun , masih sangat minim sekali. Hanya terdapat bangku-bangku beratap terbuat dari kayu dan bamboo yang tersebar disekitar area wisata. Itupun beberapa sudah mulai rusak.  Dan sangat disayangkan sekali tak ada toilet atau paling tidak ruang ganti bagi pengunjung yang hendak berganti pakaian.  
beberapa fasilitas yang ada...semoga kedepannya lebih maju lagi....amien...
Tapi bagi saya it,s oke lah…saya tetap enjoy dengan semua kekurangan ini…Sejenak aku terbawa suasana curug ini yang damai. Semilir angin yang bertiup dari kolam di depanku , membawa hawa sejuk ke seluruh tubuh. Suara gemericik air yang jatuh seolah melantunkan melodi yang indah di telinga ini. Ini benar-benar simponi alam yangmemikat..tapi sayang sekali saya tak bisa berlama-lama ditempat ini. Karena saya harus melanjutkan perjalanan saya di kota Purworejo ini. Sekitar  pukul 12:30 saya pun meninggalkan air terjun ini dan berjalan kembali ke lokasi parkir. Kemudian motor kembali saya starter dan perjalanan pun berlanjut…
Kali ini …tujuan berikutnya adalah Goa Spalwan
ini neh air terjun mini yang pertama....yah oke deh....