![]() |
| dinginnya pagi di telaga sarangan... |
Danau nan mempesona ini berada di kaki Gunung Lawu sebelah barat. Posisi pastinya berada diKecamatan Plaosan , Kabupaten Magetan , Provensi Jawa Timur. Letaknya yang berada tidak jauh dari jalan raya membuat akses menuju telaga ini tidaklah terlalu sulit. Dari Kota Magetan pengunjung bisa menempuh jalan ke arah selatan sejauh kurang lebih 16 km melalui jalan pegunungan yang berkelok dan naik turun...soal pemandangan? Jangan tanya lagi bro...kerennnn pake + + +....hehehe..Di sepanjang jalan dari pusat kota Magetan menuju Telaga Sarangan, pengunjung akan disuguhi pemandangan yang indah. Di kanan-kiri jalan terlihat hamparan sawah dan ladang penduduk. Jalannya berkelok-kelok dan naik.
![]() |
| Telaga Sarangan dari Pos 5 Gunung Lawu |
Opsi lainnya , pengunjung juga bisa lewat rute dari arah barat melalui kabupaten Karanganyar yang lebih dekat. Gampang kok...dari kota solo , pengunjung harus berkendara menuju ke arah wisata grojogan Sewu di Kecamatan Tawangmangu yang telah di kenal banyak orang. Wisata air terjun ini terletak di Kabupaten Karanganyar. Hanya berjarak sekitar 40 km dengan waktu tempuh sekitar 1 jam dari kota solo. Dari Grojogan Tawangmangu ini pengunjung harus mengambil ke arah Telaga Sarangan , Kabupaten Magetan yang terletak 20 km dari Grojogan Sewu Tawangmangu. Karena jalan menuju Telaga Sarangan ini melewati kaki gunung Lawu , so...jangan kaget ya kalau jalan yang di lewati sebagian besar tanjakan dan berkelok cukup tajam dibeberapa tempat. Untuk itu , ada baiknya juga anda memeriksa kondisi kendaraan anda sebelum berangkat. Tapi saya jamin anda bakalan berdecak kagum dengan pemandangan yang akan anda lihat di sepanjang jalan dari Tawangmangu menuju Telaga Sarangan ini. Deretan lembah dan perbukitan yang dipenuhi oleh pohon-pohon tinggi dan besar. Ada juga pemandangan kebun dan ladang sayur yang ditanam di kemiringan bukit. Terlihat rapi dan indah brooo... Terlebih jika malam tiba gemerlap pemandangan lampu perkotaan terlihat dikejauhan disepanjang jalan menuju Telaga Sarangan ini.
![]() |
| berpelukan...hahaha |
![]() |
| menikmati pagi di pinggir danau...tuh lihat....puncak gunung Lawu pun terlihat jelas... |
Telaga ini secara adminstratif berada di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Memiliki luas total 30 hektar dengan kedalaman mencapai 30 meter.
![]() |
| di sisi sebelah utara... |
![]() |
| neh kenalin neh...salah satu kera penghuni telaga sarangan.... |
![]() |
| pemandangan telaga dari sisi sebelah barat... |
Sebagai obyek wisata andalan dari Kabupaten Magetan , Telaga Sarangan memiliki berbagai fasilitas yang cukup menarik untuk di coba. Anda bisa mencoba untuk naik Speed Boot untuk merasakan sensasi berkeliling telaga ini menggunakan kapal Super cepat. Di jamin adrenalin anda bakal meningkat. Karena saat melaju kencang di atas air badan kapal seolah terbang dan menghempas permukaan air telaga. Percikan air pun kadang menggenai wajah dan tubuh anda. Benar-benar menegangkan....untuk naik Speed Boat ini anda cuma perlu membayar antara Rp 40.000-60.000 untuk sekali putaran dengan kapasitas 6 orang untuk 1 kapal. Jadi bila anda naik bersama 5 teman anda cuma perlu membayar patungan sebesar Rp 10.000 untuk tiap orang...hehe cukup murah kan. Kalau satu putaran dirasa terlalu singkat , anda dapat mencoba paket 3 kali putaran dengan tarif sekitar Rp 150.000.
![]() |
| nah...gak lengkap juga neh kalo belum coba sensasi naik speed boat di telaga ini...hehehe |
Bagi anda yang takut atau sungkan bermain air di danau ini , anda masih bisa kok bermain di sekitaran telaga. Ada banyak hal yang bisa anda lakukan di sini. Semisal sekedar berjalan mengitari pinggiran telaga dengan jarak tempuh sekitar 1,5 km. Tersedia jalan yang cukup lebar di semua pinggir telaga ini. Jalan ini juga cocok untuk di jadikan track Jogging bagi anda yang suka berolah raga. Jika tak ingin lelah , anda pun bisa memanfaatkan jasa penyewaan kuda untuk mengitari telaga ini. Cukup asyik juga kan menunggang kuda bergaya ala koboi melewati pinggiran danau dibawah pegunungan...hehe...lagi pula harga yang di patok pun gak terlalu mahal kok...hanya Rp 50.000 satu kali putaran. Tentunya jika anda mau pun bisa mengendarai kuda mengelilingi telaga ini dengan pelan sehingga anda bisa lebih puas menikmati telaga ini...
Pastinya semua aktivitas ini pasti membuat perut menjadi lapar kan brayy...relax...di sekeliling pinggir danau ini banyak penjual makanan dan minuman yang sanggup menggugah selera. Salah satu menu yang menjadi andalan dan di sebut makanan khas dari tempat ini adalah Sate Kelinci.
![]() |
| gak lengkap juga kalau belum nyicipin sate kelinci.... |
Dan bila anda tanya apa yang paling berkesan dari Telaga Sarangan ini...saya akan menjawab "Suasana Malam dan Pagi Hari" di telaga ini. Pertama kali saya ke tempat ini , malamnya saya coba keluar sekedar nongkrong di tepi telaga. Wuihhh brooo...kemerlap bintang di langit terlihat bertebaran di langit. Di tambah temaram cahaya lampu penerang jalan yang berwarna kekuningan membuat hati ini benar-benar damai. Memang dingin sih kalo malam...tapi di temani semangkuk wedang Ronde dan sepiring sate kelinci membuat hangat badan dan lengkap semuanya....paginya setelah subuh...saya pun mengajak kawan saya untuk sekedar jalan-jalan mengelilingi telaga...suasana pagi yang masih sepi dan segar...kemudian sunrise yang muncul membiaskan warna kuning di sekitaran telaga...benar-benar indah kawan..
Tentunya anda cuma bisa merasakan pengalaman seperti saya di atas bila menginap 1 malam saja di obyek wisata ini. Jangan bingung kawan , seperti yang saya katakan sebelumnya , di sekitar Telaga Sarangan ini banyak penginapan dengan kelas dan harga bervareasi. Mulai kelas melati sampai kelas bintang ada semua kok. Mulai dari yang berharga Rp 50.000 semalam sampai yang berharga Rp 500.000 semalam ada brooo...anda mau hemat bisa , anda mau bermewah pun bisa...biasanya sih penginapan yang berada di pinggir danau persis memiliki harga yang cukup mahal , yaitu antara Rp 300.000-Rp 500.000. penginapan yang agak jauh dari Telaga rata-rata memiliki tarif antara Rp 50.000-Rp 250.000 permalam. Tentu saja semua harga penginapan di sini di pengaruhi juga oleh hari libur selain dipengaruhi oleh posisi penginapan....yah saran saya sih...cobalah menginap 1 malam saja...hehehe
![]() |
| malam pun oke buat foto.... |
AIR TERJUN TIRTOSARI
![]() |
| air terjun Tirtosari... |
Tapi untuk menuju air terjun ini anda harus menempuh perjalanan melewati pedesaan sejauh kira-kira 1 km dari gapura pintu masuk. Kondisi jalan beraspal cukup bagus dan lebar. Anda bisa menggunakan kendaraan untuk menuju ke air terjun ini. Tapi saya pribadi menyarankan kepada anda untuk berjalan kaki dari Telaga Sarangan menuju ke air terjun ini. Memang cukup jauh sih...tapi anda akan lebih bisa menikmati alam pedesaan yang luar biasa indah disepanjang perjalanan menuju air terjun. Pemandangan pegunungan ala pegunungan mediterania akan terlihat ketika anda treking menuju air terjun ini. Terlebih bila anda datang saat pagi hari , suasananya benar-benar sempurna kawan. Perjalanan yang panjang pun terasa berkesan...
Bagi anda yang membawa kendaraan , anda hanya bisa membawa kendaraan sampai tempat parkir air terjun ini. Setelah itu mau tak mau anda tetap harus jalan kaki melewati jalan yang naik turun. Meski memang cukup melelahkan terlebih bagi anda yang tak terbiasa berjalan kaki , namun anda pasti suka banget dengan jalan menuju air terjun ini. Soalnya pemandangan yang akan anda lihat di sepanjang jalan menuju air terjun ini benar-benar tak bisa di lupakan. Alam yang elok sungai yang deras dan bersih , gubuk di tengah ladang dengan latar birunya langit atau pemandangan dari atas bukit...I say "it's very INSTAGRAMABLE!!!"...
![]() |
| salah satu spot pemandangan di atas bukit... |
Air Terjun Tirtosari terletak di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 50 meter dan berada di ketinggian 1200 meter dari permukaan laut. Untuk mendekat ke bawah air terjun telah di buat undakan terbuat dari beton. Cuman karena kemiringan undakan dari beton ini cukup tajam , akan terasa cukup capek untuk menaikinya bagi yang tak terbiasa berjalan. Air terjun ini mengalir dari atas tebing dan jatuh membentuk aliran air yang menyebar hingga sampai di bawah air terjun. Dan karena letaknya yang berada di cekungan lembah , air terjun ini jarang sekali tersentuh oleh matahari sehingga suasana di sekitar air terjun terasa lembab. Hanya saat siang saja sinar matahari dapat mencapai air terjun ini.
![]() |
| itu pelanginya asli lhoooo.... |
Dibawah air terjun terdapat banyak batu-batuan dan terdapat kolam kecil dengan air yang benar-benar bening dan jernih. Pengunjung biasanya memanfaatkan kolam ini untuk mandi atau sekedar membasuh wajah. Tapi jangan kecewa ya kawan , karena jika kealamian sebuah air terjun yang anda cari , jangan berharap deh menemukannya disini. Karena setelah kolam kecil dibawah air terjun ini telah dibangun saluran-saluran air irigasi yang terbuat dari beton. Pembangunan saluran irigasi ini memang menimbulkan kesan air jatuh yang bertingkat tetapi sayang mengurangi kealamian dari obyek wisata ini sendiri.
![]() |
| air terjun yang unik |
Yang jelas keberadaan air terjun ini selain bermanfaat untuk
pengairan sawah dan ladang penduduk juga ikut mengangkat perekonomian warga
setempat. Ini terlihat dengan banyaknya penjual makanan yang mendirikan lapak
mereka di sekitaran air terjun ini. Walaupun memang kebanyakan berjualan sate
kelinci sihhh….heheheeh….tapi itu cukup membuktikan bahwa sebuah obyek pariwisata
mampu mengubah wajah suatu daerah menjadi lebih hidup dan maju…setuju kawan
Mengunjungi Telaga Sarangan dan Air terjun Tirtosari merupakan
pengalaman yang tak terlupakan. Saat pertama kali bersama 1 kawan…kedua kali
bersama banyak teman…ketiga kali bersama anak istri…kenangan itu tak kan
terlupa kawan. Tentunya banyak bicara tak akan merasakan apapun…untuk itulah
kunjungi tempat ini dan buatlah kenangan untuk anda sendiri kawan….hehehe :)
ASAL – USUL TELAGA
SARANGAN
Tersebutlah sepasang suami istri yang hidup di kaki Gunung Lawu
bernama Kyai Pasir dan Nyai Pasir. Pasangan ini bertahun-tahun hidup
berdampingan tetapi belum dikaruniai seorang anak pun. Terasa sepi hidup
pasangan suami istri ini karena mendambakan kehadiran seorang anak. Mereka pun
tak berputus asa. Kyai dan Nyai Pasir kemudian bertapa dan bersemedi memohon
kepada Sang Hyang Widhi agar di anugrahkan seorang anak, Pasangan ini kemudian
mendapat petunjuk akan memiliki seorang anak. Dan tak berapa lama Nyi Pasir pun
mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yang sehat setelah genap usia
kandungannya.anak ini kemudian di beri nama Joko Lelung.
![]() |
| full view of Telaga Sarangan |
Tak kuasa melihat anak mereka berkerja membanting tulang setiap
hari di ladang dan di hutan , Kyai Pasir dan Nyai Pasir pun merasa sedih dan
meratapi kondisi tubuh tuanya yang mulai melemah. Mereka pun kembali bertapa
dan bersemedi untuk memohon kesehatan , tubuh kuat dan panjang umur kepada Sang
Hyang Widhi. Dalam semedinya kali itu, pasangan suami tersebut mendapatkan
wasiat agar keinginannya bisa terwujud, pasangan ini harus dapat menemukan dan
memakan telur yang berada didekat ladang mereka. Mereka pun lalu pergi mencari
keberadaan telur ini dan akhirnya
menemukannya. Tanpa ragu telur ini kemudian
di bawa pulang kemudian di masak hingga matang. Lalu telur yang sudah matang
itu dibagi untuk keduanya . setelah memakannya pasangan itu merasa tubuh mereka
terasa segar dan sehat. Tak di duga kasiat telur ini benar – benar ajaib…Kyai
Pasir dan Nyai Pasir pun terus pergi ke ladang untuk membantu pekerjaan anak
mereka karena merasa sudah sehat. Baru bekerja berapa menit , kedua pasangan
itu merasa keganjilan terjadi pada tubuh mereka. Mereka berdua merasakan panas
dan gatal di seluruh tubuhnya. Mereka berdua pun mengaruk tubuh mereka tapi
rasa gatal itu tak kunjung hilang juga. Pasangan suami itu terus menggaruk
tubuhnya yang terasa gatal hingga menimbulkan luka lecet di seluruh tubuh
mereka. Dari luka ini keluar darah yang kemudian berubah menjadi sisik yang
menutupi seluruh tubuh mereka. Dan tanpa di duga , lama kelamaan keduanya
berubah menjadi ular naga yang sangat besar.
![]() |
| selalu ke monumen ini tiap kali ke sini.... |
Lalu kedua ular jelmaan kyai Pasir dan Nyai Pasir tersebut
berguling-guling di pasir sehingga menimbulkan cekungan yang kemudian
mengeluarkan air yang sangat deras dan menggenangi cekungan yang di buat oleh
ular naga tersebut membentuk sebuah telaga. Beberapa tetangga Kyai Pasir dan
Nyai Pasir yang melihat pasangan ini berubah menjadi ular naga yang menakutkan
segera lari ketakutan dan menceritakan kejadian ini pada penduduk lainnya. Karena
di dorong oleh rasa takut , penduduk pun beramai ramai mendatangi ladang kyai
Pasir dan Nyai Pasir untuk membunuh kedua naga ini. Tapi tak ada satu pun
penduduk yang berhasil melukai kedua naga ini.
Malah serangan penduduk ini membuat murka kedua naga jelmaan Kyai
Pasir dan Nyai Pasir ini yang saat itu merasa menyesal dan sedih atas kejadian
yang menimpa mereka. Kemurkaan pasangan ini sampai pada titik dimana mereka
berniat untuk membuat cekungan yang banyak untuk menciptakan telaga lain guna menenggelamkan
Gunung Lawu beserta semua penghuninya.
![]() |
| termenung di pinggir telaga... |
Sementara itu ditempat lain Joko Lelung yang kebingungan
mencari-cari kedua orang tuanya menerima laporan dari penduduk bahwa kedua
orang tuanya telah berubah menjadi ular naga dan berniat jahat menengelamkan
seluruh gunung Lawu. Merasa tak menemuka
solusi yang tepat atas apa yang terjadi pada orang tuanya , kemudian ia pun
bertapa dan bersemedi memohon agar niat kedua orang tuanya tersebut dapat
digagalkan, dan semedi Joko Lelung pun diterima oleh Hyang Widhi. Saat keduan
orang tuanya sedang berguling-guling membuat cekungan baru, lalu timbul wahyu
kesadaran agar Kyai dan Nyai Pasir mengurungkan niat mereka untuk
menenggelamkan Gunung Lawu.
Kyai Pasir dan Nyai Pasir teringat pada anak mereka , Joko Lelung.
Pasangan naga ini pun sadar jika mereka menenggelamkan seluruh Gunung Lawu ,
anak semata wayang mereka pun akan ikut terkena dampaknya. Sesaat kemudian Joko
Lelung pun mendatangi kedua orang tuanya yang telah berubah menjadi naga. Tak terasa
tetes air mata mengalir dari orang tua dan anak ini. Dan karena merasa sudah
tidak mungkin bersama dengan anak kesayangan mereka , kedua naga jelmaan Kyai
Pasir dan Nyai Pasir ini memutuskan untuk tinggal dan menjaga di telaga yang
telah mereka ciptakan. Tak ada satupun warga yang berani mengusik kedua naga
ini dan dari nama kedua pasangan inilah telaga ini kemudian di kenal sebagai
Telaga Pasir. Karena telaga ini terletak di Kelurahan Sarangan , kini telaga
ini lebih di kenal dengan nama Telaga Sarangan.
















