Secara geografis Gunung Lawu terletak di posisi kordinat 111°11'39" LS 07°37'37" BT. Secara Administratif terletak diperbatasan Propensi Jawa Tengah dan Propensi Jawa Timur. Tepatnya di Kabupaten Karang Anyar , Kabupaten Wonogiri, dan Kabupaten magetan. Gunung ini memiliki tipe gunung stratovolcano atau gunung aktif yang tertidur. memiliki ketinggian 3265 MdpL, Di lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air (fumarol) dan belerang (solfatara). Gunung Lawu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit,hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous.. Sebagai salah satu gunung dijawa yang dianggap misterius gunung lawu memiliki banyak cerita legenda dan tempat - tempat yang keramat. Karena Gunung ini memang menjadi pusat spiritualisme di pulau jawa. Banyak orang - orang yang sengaja mendaki kepuncaknya untuk melakukan ritual - ritual khusus atau sekedar mengalap berkah. Terutama pada Tahun Baru jawa 1 suro , Puluhan peziarah berasal dari berbagai daerah , datang kesini untuk mendaki ke puncak. mulai tua sampai muda , berpangkat atau orang biasa , bahkan yang sudah menjadi kakek atau nenek pun tak ketinggalan meramaikan agenda tahunan di Gunung Lawu ini.
| nenek pun ikut mendaki |
Untuk mendaki ke Gunung ini dapat dilalui melalui 2 jalur utama, yaitu Jalur Cemorosewu yang berada di Magetan dan Jalur Cemoro Kandang yang berada di Karanganyar. Antara kedua jalur ini hanya terpisah jarak sekitar 200 meter. Namun kedua jalur ini memiliki keuntungan dan kekurangannya masing - masing. Jalur Cemoro Sewu memiliki keunggulan lebih pendek dan lebih cepat serta jalur yang berundak tertata rapi oleh batu - batuan alam mulai dari basecamp sampai Sendang Drajad. Tapi kekurangan jalur ini jalurnya yang menanjak terus sampai pos 5 sehingga banyak menguras tenaga....
Berbeda dengan Jalur Cemoro Sewu , Jalur Cemoro Kandang relatif lebih landai dan teduh.karena banyaknya tumbuhan tinggi yang menaungi di sepanjang jalur. Tapi jalur ini juga memiliki kekurangan tersendiri. Karena Jalur ini memutari dan melewati beberapa puncak bukit, melewati jalur ini terkesan lebih lama dan berputar - putar. Disamping itu karena jalur yang masih berupa tanah , dimusim hujan jalur ini menjadi lebih licin.
![]() |
| butuh peta???neh aq kasih..kurang apa sih aq ne....hehehe |
3 kali saya mendaki kegunung ini ; saya pribadi lebih menyukai Jalur Cemoro Sewu. Pendakian saya yang terakhir kegunung ini ; pandakian ke3....yaitu 1 suro kemarin bersama teman saya ; Arip , saya pun memilih Jalur Cemoro Sewu. Karena jarak yang relatif lebih pendek dan melimpahnya sumber air serta banyaknya penjaja makanan dipos - pos pendakiannya ; menjadi pemandangan unik tersendiri bagi saya. Walaupun untuk melewati jalur ini memang tidak mudah. Karena kerasnya batu - batu alam yang tertata rapi disepanjang jalur ini , otot telepak kaki kita dipaksa untuk mengikuti keras dan bentuk batu yang tidak beraturan. sehingga banyak sekali pendaki dan peziarah yang saya lihat kakinya cidera melewati jalur ini. Ditambah jarangnya pepohonan tinggi yang menaungi disepanjang jalur ini , membuat terasa panas melewati jalur ini disiang hari. Disamping panas oleh teriknya matahari , pantulan panas dari batu - batu alam pun ikut menyiksa sewaktu melewati jalur ini.
![]() |
| suasana pagi dibase camp cemoro sewu |
| gunung wilis |
| Pintu gerbang pendakian |
| Area CEMORO SEWU |
![]() |
| WATU JAGO |
Karena panasnya mentari yang semakin mendekati siang, kamipun akhirnya melanjutkan perjalanan setelah mengambil beberapa foto.
Berjalan beberapa puluh menit kamipun tiba juga di Pos 2 yang berada di ketinggian 2578 dari permukaan laut. Sama seperti pos 1 , Di pos 2 ini juga terdapat bangunan beton sebagai shelter dan penjual makanan dan minuman. Suasana di Pos 2 ini cukup ramai oleh pendaki dan peziarah yang tengah beristirahat.ditempat ini pegunungan wilis sudah mulai terlihat disisi utara.
![]() |
| POS 2 |
![]() |
| POS 3 |
Meninggalkan pos 3 , jalur kembali menanjak lebih exstrem. Karena bila saya lihat jalur memang menaiki bukit yang kemiringannya hampir 85 derajad.
| Jalur yang bikin lelah... |
![]() |
| POS 4 |
| Ini neh spot foto indah di pos 4 |
| SUMUR JOLOTUNDO |
![]() |
| POS 5 |
![]() |
| Jalur favoritku...bisa kelihat kan jalurnya melewati puncak bukit..indah lho jalur ini |
Kemudian setelah mengitari salah satu puncak lawu...kamipun tiba di SENDANG DRAJAD...sebuah sumber mata air yang konon memiliki debit air yang tetap dan tidak berubah sepanjang tahun walau airnya diambil terus menerus. Sumber mata air ini telah dibangun dan dikelilingi tembok beton. Memiliki diameter 2m dan kedalaman 2m. Kepercayaan yang beredar diantara para peziarah , air ini dapat membawa mukzizat bagi yang percaya seperti namanya. Selain itu , para peziarah sering mengunakan air dari mata air ini untuk mandi dengan tujuan menyucikan diri sebelum akhirnya menuju makam atau melakukan ritual tertentu. Tempat ini juga sering digunakan untuk transit bagi para pendaki sebelum akhirnya menuju kepuncak.
| SENDANG DRAJAD |
| HARGODALEM |
| penjaja makanan di ketinggian 3000-an |
Kegembiraan kami ungkapkan dengan berfoto foto ditugu setinggi 2m yang menjadi penanda puncak tertinggi dari gunung Lawu. Dipuncak inilah konon pada zaman dahulu sering digunakan untuk tanding kesaktian dari para pendekar. Kamipun lantas segera mencari tempat yang tepat untuk mendirikan tenda takut tak kebagian tempat mengingat ramainya pendaki yang mendirikan tenda di puncak. Pilihan kami jatuh pada sebuah tempat lapang disebelah timur tak jauh dari tugu penanda puncak. Sebuah tempat datar cukup untuk mendirikan 5 tenda..segera setelah tenda berdiri kamipun masuk kedalamnya karena angin yang cukup kencang juga membawa suhu menjadi semakin dingin. Didalam tenda kamipun memasak air panas untuk membuat minuman hangat. suasana tenda pun menjadi semakin hangat...
![]() |
| INI NEH...tugu penanda puncak |
udara dingin dan angin kencang menyambut saya begitu saya keluar....brrrrr...
![]() |
| lereng sebelah barat... |
Tapi itu semua terbayar sesudah saya melihat keufuk barat...pemandangan indah dari terbenamnya matahari terpampang didepan mata tanpa terhalangi awan atau pun kabut...begitu "clear" ...indahhhh buannngggeeet. Saya pun tak melongo terus...langsung saya keluarkan kamera digital saya dan mengabadikan moment indah ini...sunset tak berlangsung lama karena matahari sudah tengelam diufuk waktu saya datang..tapi saya sudah merasa cukup puas diberi kesempatan melihat sunset indah yang jarang bisa ditemui di puncak gunung..
![]() |
| SUNSET |
Seusai makan kamipun kembali tidur setelah berbincang - bincang cukup lama. Karena mau keluar lagi rasanya sudah malas demi merasakan suhu yang makin dingin. Diluar tenda tampak terdengar suara dari pendaki lain yang sedang mendirikan tenda disamping tenda kami. Kamipun sempat keluar sebentar dan bermaksud menawarkan bantuan demi mendengar perdebatan 2 orang yang mendirikan tenda tapi tak jadi juga.
Untuk selanjutnya kamipun tidur terus didalam tenda dan baru bangun sekitar pukul 5 pagi....saat sunrise mulai muncul...mungkin saya tak kan bangun bila arip yang terbangun duluan membangunkan saya...kamipun segera keluar....dengan perlengkapan fotografi masing - masing di tangan. Diluar...tepatnya ditugu penanda puncak tertinggi banyak pendaki telah mulai berkumpul dan menunggu terbitnya sang surya.
![]() |
| aHHH ramenya,... |
![]() |
| SUNRISE |
| siluet sunrise... |
sayapun akhirnya kembali ketenda setelah puas mengelilingi puncak hargodumilah dan mendapatkan beberapa gambar bagus. Ditenda arip tampak asik menikmati kopi buatannya. Sayapun ikut nimbrung dan segera membuat sarapan seadanya.
![]() |
| lihat deh indahnya lembah Gunung Lawu berpadu dengan kabut yang turun... |
Menuruni bukit tak terlalu sulit... sebentar saja kami telah sampai di hargodalem terus menuju sendang drajad dan melewati jalur favorit saya. Disini kami berhenti cukup lama untuk istirahat dan mengambil gambar.Setelah itu kembali berjalan menuruni jalan pos 5 , pos 4 ,dan seterusnya hingga sampai di base camp sekitar pukul 14:30 setelah melewati jalur yang panas dan ribuan kenangan...
![]() |
| indahnyaaaa..... |
(Thank you for my friend "arip permadi" yang telah mendukung dan tetap tabah selama perjalanan kepuncak..)
















