Tampilkan postingan dengan label Gunung merbabu jalur selo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung merbabu jalur selo. Tampilkan semua postingan

Kamis, Juni 11, 2015

BERATNYA MENGAPAI PUNCAK GUNUNG MERBABU


puncak kenteng songo dan gunung merapi..
Gunung Merbabu merupakan gunung yang terletak di Kabupaten Boyolali , Magelang , dan Salatiga. Merbabu sendiri berasal dari kata “meru” yang berarti gunung dan “babu” yang berarti wanita. Dari arti namanya ; andapun pasti sudah bisa memastikan Gunung ini termaksuk gunung aktif yang masih tertidur. Catatan letusan dari gunung ini menyisakan bentuk gunung yang seperti sekarang. Bagi kebanyakan pendaki di jawa , Gunung Merbabu merupakan gunung yang menantang untuk ditaklukan.

gunung merbabu
Gunung ini memiliki kontur perbukitan dan lembah yang di pisahkan oleh jurang-jurang yang dalam. Tidak heran jika banyak jalur extrem yang akan ditemui untuk menuju puncaknya. Gunung dengan ketinggian 3142 meter di bawah bermukaan laut ini ; dapat di daki dari empat jalur pendakian , yaitu Jalur Tekelan , Jalur Cuntel , Jalur Wekas , dan Jalur Selo.Dari ke empat jalur pendakian , semua memiliki tingkat kesulitan dan resiko yang cukup tinggi. Hanya kegagalan atau bahkan kematian yang menanti bagi yang meremehkan gunung ini. Jadi bagi anda yang berminat untuk mendaki ke gunung ini tetaplah waspada dan berhati-hati.
gunung telomoyo , andong , dan jalur kopeng
Dari ke empat jalur ini , menurut saya pribadi Jalur Selo adalah jalur yang teringan di bandingkan jalur yang lain. Jalur Selo ini juga memiliki pemandangan yang akan membuat anda berdecak kagum di sepanjang jalur menuju puncaknya. Walau memang dibutuhkan perjuangan yang tidak mudah untuk menggapai puncak.

Base camp pendakian Gunung Merbabu Jalur Selo Terletak di Dusun Pakis , Desa Tarubatang , Kecamatan Selo , Kabupaten Boyolali , Jawa Tengah. Sebagai desa terakhir , untuk mencapai desa ini juga bukan hal yang mudah. Masih minimnya sarana transportasi menjadi kendala tersendiri. Untuk itu ada baiknya anda membawa kendaraan sendiri untuk menuju basecamp selo. Sejumlah jalur bisa dilalui untuk menuju basecamp ini dengan kendaraan pribadi.
  1. Bagi anda yang datang dari arah solo , anda bisa lewat jl. Semarang-Solo menuju Boyolali. Setiba di pertigaan Cepogo Boyolali , ambil jalan kekiri menuju Selo.
  2. Dari arah semarang , anda bisa lewat jl. Semarang-Solo menuju Boyolali. Setiba di pertigaan Cepogo , Boyolali , ambil jalan ke kanan menuju Selo. Atau alternatif lain bisa juga lewat Salatiga menuju Kopeng. Dari Kopeng terus sampai ketemu sebuah pasar. Di pasar ini ada sebuah pertigaan jalan. Ambil arah ke Ketep dengan belok ke kiri di pertigaan ini. Sesampai di pertigaan Ketep-Boyolali-Blabak , belok ke kiri ke arah Boyolali. Terus ikuti jalan ini sampai pasar Selo.
  3. Dari Jogja bisa lewat pertigaan blabak menuju Ketep. Sesampai di pertigaan Ketep-Boyolali-Blabak , ikuti jalan ke kanan ke arah Boyolali. Terus ikuti jalan ini sampai pasar Selo.
Dari pasar Selo , untuk menuju ke basecamp masihlah jauh. Setiba di pasar Selo carilah kantor Polsek Selo. Kantor Polsek Selo terletak tepat di samping pertigaan jalan menuju Basecamp Merbabu. Masuk ke pertigaan jalan ini untuk menuju ke basecamp. Dari pertigaan jalan ini anda masih harus berkendara sekitar 20 menit melewati jalan naik turun dengan kondisi jalan yang beraspal pada awalnya kemudian berbatu menjelang desa terakhir dimana BaseCamp Merbabu berada , Dusun Pakis.
Bagi anda yang terpaksa naik angkutan umum , bisa naik bus Semarang-Solo turun di Terminal Boyolali dengan tarif sekitar Rp13.000 untuk bus ekonomi , Rp 20.000 untuk bus patas AC. Dari terminal Boyolali naik bus arah Cepogo turun di depan Polsek Selo yang berada di Pasar Selo. Dari Polsek Selo ini bisa diteruskan dengan jalan kaki atau naik ojek dengan tarif Rp 15.000 untuk menuju Basecamp yang terletak di Dusun Pakis.


Dusun Pakis sendiri merupakan desa terakhir dan merupakan pintu gerbang untuk menuju puncak Gunung Merbabu. Penduduk di sini umumnya bermata pecaharian sebagai petani sayur. Akan tetapi saat musim pendakian rumah penduduk di sekitar desa ini telah beralih fungsi menjadi basecamp karena tidak tertampungnya pendaki di musim libur dan pendakian. Mereka umumnya menjadikan rumah mereka sebagai basecamp tambahan yang berfungsi sebagai tempat penitipan sepeda motor , tempat mandi , istirahat , dan lain lainnya. Dirumah-rumah penduduk ini juga menyediakan makanan dan minuman yang dapat anda pesan sebelumnya. Untuk menitipkan sepeda motor tarif yang dikenakan pun masih murah lho, hanya Rp 5000 permotor. Walau begitu untuk masalah administrasi dan pendaftaran , anda tetaplah harus melakukannya di base camp utama.

Basecamp utama lebih umum dikenal dengan nama Basecamp Pak Parman. Basecamp ini terletak dipinggir jalan dan mudah ditemukan. Seperti Basecamp umumnya , disini telah tersedia fasilitas MCK dan tempat istirahat. Di Base camp ini juga menyediakan berbagai pernak pernik buah tangan yang berhubungan dengan Gunung Merbabu selain juga menyediakan kebutuhan mendaki , seperti air minum , gas , sandal dll. Di sini pula para pendaki wajib melapor dan mendaftarkan dirinya dengan membayar sebesar Rp 15.000 per orangnya.
Setelah mendaftarkan diri di Basecamp Pak Parman , pendakian bisa dilakukan. Perlu saya ingatkan sebelumnya , disepanjang jalur pendakian Selo ini tak akan anda temukan sumber mata air. Jadi persiapkanlah kebutuhan air untuk memasak atau minum anda mulai dari Basecamp.
gapura pintu gerbang pendakian jalur selo

Start awal dimulai dengan melewati jalan aspal menanjak. Jalan aspal ini melewati rumah penduduk dengan kemiringan yang cukup lumayan sebagai pemanasan. Jalan aspal ini berakhir di sebuah gapura yang merupakan pintu Pendakian Gunung Merbabu. Gapura ini cukup jelas dan bertuliskan selamat datang di jalur selo , jadi tak mungkin anda akan tersesat ataupun salah. Gapura ini juga merupakan batas antara ladang penduduk dan hutan. Mulai dari gapura ini pendaki akan melalui jalan setapak untuk menuju ke pos 1. Pohon-pohon tinggi mendominasi sepanjang kiri dan kanan jalan sehingga suasana teduh menaungi di sepanjang jalan menuju pos 1. 
menuju pos 1 , jalur kayak gini bro???
Dan karena rindangnya pepohonan , kondisi tanah pun menjadi lembab dan basah. Jenis tanah disepanjang jalur menuju pos 1 ini adalah tanah coklat kemerahan sehingga bila hujan bisa dipastikan akan menjadi licin bila dilewati. Trek menuju pos 1 inipun terhitung tidak terlalu berat walau jalur terus menanjak. Walau begitu sejumlah bonus berupa jalur landai masih bisa anda temui di jalur menuju pos 1 ini. Sejumlah persimpangan akan anda temui di perjalanan menuju pos 1, tetaplah mengambil jalan lurus dan lebar karena jalan berbelok ini merupakan jalan para pencari kayu dan perambah hutan yang biasanya buntu. Setelah berjalan sekitar 2 jam dari base camp sampailah anda di pos 1.

Pos 1 DOK MALANG

Pos 1 DOK MALANG berupa tanah lapang yang dapat digunakan untuk mendirikan banyak tenda. Tak ada bangunan permanen di pos ini. Tapi karena letaknya yang berada ditengah hutan dan dikelilingi pohon tinggi , pos ini cukup terlindung dari panas matahari jika siang dan terlindung dari dinginnya angin jika malam tiba.
Melanjutkan perjalanan ke pos 2 , kondisi jalur masih sama dengan sebelumnya. Trek mulai menanjak tanpa bonus sedikitpun. Kelembaban tanah disepanjang jalur masih sama dengan kelembaban dijalur menuju pos 1. Dipertengahan jalan anda akan menemui sebuah tanah lapang diujung bukit tepat setelah TIKUNGAN MACAN. walau ditanah lapang ini terdapat plang bertuliskan pos 2 , tempat ini bukanlah pos 2 yang sebenarnya. Karena pos 2 masihlah jauh sekitar setengah jam lebih dari tempat ini. Dari pos bayangan ini perjalanan berlanjut menyusuri jalan setapak dengan trek yang masih menanjak. Kelembaban tanah pun mulai berkurang karena kerapatan pohon mulai berkurang. Menjelang pos 2 , vegetasi mulai terbuka. Kelembaban tanah yang semula basah menjadi kering sehingga kondisi jalur agak berdebu. Struktur tanah yang rapuh apabila kering dan hancur bila terinjak membentuk debu.
POS 2 PANDEAN jalur mulai terbuka siap siap kepanasan kawan...

Sama dengan pos 1 , POS 2 PANDEAN juga berupa tanah lapang dan tak ada bangunan permanen di sini. Yang membedakan dengan pos 1 , kondisi tanah di sini agak kering dan berdebu bila musim panas. Di pos 2 sangat sedikit pepohonan yang menaungi disekitar pos ini sehingga suasana akan terasa panas jika siang hari. Tumbuhan perdu banyak meghiasi di sekeliling pos ini. Di pos 2 ini juga tersedia tempat yang cukup luas untuk mendirikan tenda. Dikejauhan puncak merbabu terlihat didepan mata seolah mengajak anda untuk segera mendatanginya.Dari pos 2 ke pos 3 , banyak percabangan jalan yang membingungkan. Tetapi sebaiknya anda mengambil jalur ke kanan karena jalur utama ada di sebelah kanan. Kondisi jalur mulai berdebu dan berkerikil sehingga menyulitkan langkah kaki. Ada baiknya anda menggunakan alas kaki yang anti selip , semisal sandal gunung atau sepatu gunung. Karena mulai dari pos 3 ini jalan setapak benar-benar licin baik saat musim hujan maupun kemarau. Dan pakailah masker jika perlu saat mendaki di musim kemarau. Karena debu akan lebih banyak berterbangan di udara sehingga dapat membuat sesak nafas. Vegetasi yang mulai agak jarang membuat panas suasana jika lewat jalur ini saat siang hari. Trek awalnya agak landai. Namun belum ada setengah perjalanan menuju pos 3 , trek kembali menanjak. Menjelang pos 3 anda akan melewati jalur dengan kemiringan 45 derajat. Struktur tanah yang berdebu dan berkerikil tanpa pegangan apapun benar-benat menyulitkan langkah kaki untuk naik.

pos 3 WATU TULIS , lihat bukit dibelakang? itulah jalur ke puncak..
Setelah berjuang naik dengan susah payah , akhirnya andapun sampai di POS 3 WATU TULIS. Pos 3 memiliki panorama yang indah karena posisi pos ini berada ditempat terbuka dan dipuncak sebuah bukit. Tersedia tempat yang cukup luas untuk mendirikan berpuluh-puluh tenda. Tapi karena tempatnya terbuka dengan vegetasi rumput ilalang tanpa terhalang 1 pohon pun , pos ini tidak terlindung dari angin sehingga cukup dingin juga bila anda bermalam disini. Dari pos ini gunung merapi dapat dilihat dengan jelas tanpa penghalang. Anda bisa juga naik ke puncak bukit di sebelah selatan dari pos ini untuk melihat gunung merapi dengan lebih jelas. Disekitar pos 3 ini juga mulai banyak dijumpai tumbuhan edelweiss.

pemandangan gunung Merapi menuju pos 4

Sebaiknya anda beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke pos 4. Karena didepan anda telah membentang sebuah bukit yang hampir tegak lurus yang merupakan trek untuk menuju pos 4. Letak pos 4 ini ada diatas bukit ini. Persiapkan fisik anda karena menurut saya inilah jalur terberat dan ter-extremm dari semua jalur di Selo ini.

jalur setelah pos 3...
Dari pos 3 ini jalur langsung menanjak menaiki lereng bukit. Kondisi tanah yang labil ,berdebu ,dan berkerikil membuat langkah kaki dapat terpeleset. Dan bisa dibayangkan bila itu terjadi tubuh anda akan langsung terguling ke bawah di sambut akar akar pohon. Cidera??sudah pasti kawan!!! Untuk itulah perhatikan langkah kaki anda dan jagalah konsentrasi anda. Jalan menuju pos 4 ini sendiri sebenarnya adalah jalur air yang terbentuk saat hujan. Jadi bisa dipastikan juga lewat jalan ini saat musim penghujan lebih berbahaya. Karena jika dilihat struktur tanah yang mudah longsor saat musim penghujan. Trek semakin naik tajam saat anda menyusuri jalan ini. Kemiringan tanah hampir mendekati 60 derajat. Beberapa saat kemudian jalur terbagi menjadi banyak. Tetaplah mengambil jalur kanan karena jalur sebelah kiri akan berakhir pada sebuah jalan extrem ditengah perjalanan. Saya katakan extrem karena kemiringan tanah hampir mendekati 70 derajat sehingga anda akan dipaksa untuk setengah merayap jika lewat jalur sebelah kiri ini. Beda dengan jalur kiri , jalur kanan lebih ramah walau kemiringan tanah masih membuat dengkul anda tegang , yaitu antara 50-60 derajat. Walau begitu tetaplah berhati-hati. Dari jalur ini pemandangan pos 3 dan gunung merapi tanpak begitu memukau.
POS 4 Sabana 1, jalur menuju ke puncak seperti yang terlihat di bukit..
Setelah bergelut dengan jalan extrem menuju pos 4 selama kurang dari 1 jam...tibalah anda dipuncak bukit. Jalan yang semula menanjak menjadi datar. Kemudian tak berapa jauh kemudian andapun tiba disebuah tanah lapang dengan rumput menghijau sejauh mata memandang. Inilah POS 4 SABANA 1. Disekitar pos ini banyak tumbuh edelweis dan cantigi. Posisinya yang diapit oleh 2 gundukan bukit , membuat pos ini sedikit terlindung dari angin. Sehingga pos ini sangatlah cocok untuk mendirikan tenda. Jika anda naik ke puncak bukit anda akan menemukan pemandangan Gunung Merapi yang kawahnya selalu mengepulkan asap. Pemandangan sabana di pos ini akan semakin terlihat jelas dan indah.Dari pos 4 perjalanan menuju puncak masih harus melewati 1 pos lagi yang letaknya berada di puncak bukit sebelah utara dari pos 1. Awalnya jalur melewati pos 4 sangatlah datar kemudian turun sedikit mengikuti punggungan bukit. Dari turunan ini anda akan melihat jalur kembali naik secara extrem menuju puncak bukit dimana pos 5 berada. Hehehe tetap semangat ya brooo...meskipun extrem , jalur menanjak menuju pos 5 ini lebih ringan dari jalur extrem sebelumnya. Dan kemiringan tanah pun tak se-extrem jalur menuju pos 4 ; sekitar 45 sampai 55 derajat. Walau begitu , tetaplah berhati-hati karena jalur masih dipenuhi debu dan krikil kecil yang mampu membuat kaki terpleset.
POS 5  Sabana 2 tuh jalur ke puncak juga kelihatan
Setelah sampai di puncak bukit , jalan kembali menurun. Disamping kiri pemandangan jurang dari lereng bukit tampak menghampar. Dikejauhan terlihat sebuah padang sabana luas dan datar. Inilah pos 5 , SABANA 2. Pos ini merupakan pos terakhir dimana anda bisa mendirikan tenda karena selepas pos 5 ini tak akan anda temui lagi tanah lapang untuk mendirikan tenda. Pos 5 terletak dicekungan lembah sehingga agak terlindung dari angin. Tapi karena posisinya ditempat terbuka , dinginnya malam akan sangat menusuk tulang. Sebuah tempat tak jauh dari sabana 2 cukup terlindung dari angin. Tempat ini cukup datar namun tidak terlalu luas. Letaknya yang berada di bawah bukit dan di kelilingi pohon edelweis yang cukup tinggi membuatnya cukup hangat bila malam tiba. Dari pos 5 ini masih dibutuhkan sekitar 1 sampai 2 jam untuk menuju puncak terakhir. Biasanya pendaki akan beristirahat di pos 5 ini untuk kemudian esoknya , baru menuju puncak saat menjelang subuh atau istilah kerennya Sunrise Attack.
berjuang broo...puncak sudah dekat n lihat dibawah kelihatan tuh jalan yang telah dilalui..
Dari pos 5 ini jalur awal masilah landai. Beberapa saat kemudian jalur melewati tanjakan extrem kembali dengan kemiringan tanah hampir 60 derajat. Tak ada pegangan apapun di jalur ini dan kondisi tanah yang berdebu dan berkerikil sama seperti 2 tanjakan extrem sebelumnya , kembali menyulitkan langkah kaki. Posisi jalur yang terbuka tanpa pepohonan membuat angin bertiup begitu kencangnya. 
menjelang puncak
Dibeberapa bagian jalur , kembali anda akan dipaksa untuk setengah merayap kembali. Menjelang puncak , jalur menjadi landai setelah ini jalur kembali menanjak sedikit dan anda pun sampai di pertigaan jalan antara 2 puncak. Ke kiri ke Puncak Triangulasi dan ke kanan ke Puncak Kenteng Songo. Tak dibutuhkan waktu yang lama untuk mengapai ke dua puncak gunung merbabu dari pertigaan ini.
diatas bukit itu lho pertigaan jalan ke puncak

Kurang dari 5 menit anda telah sampai di puncak Kenteng Songo yang berada di ketinggian 3142 mdpl. Semua perjuangan, jerih payah , dan rasa letih anda tak kan sia-sia. Karena pemandangangan yang di sajikan di puncak benar-benar keren. Di sisi selatan Gunung Merapi tak henti-hentinya mengeluarkan asap. Puncaknya terlihat tak lengkap pasca erupsi beberapa waktu yang lalu. Pemandangan lereng Merbabu beserta lekukan lekukan bukitnya , terutama jalur selo terlihat begitu hijau. Di timur terlihat Gunung Lawu begitu kecil menghiasi horison yang tanpa batas. 
pemandangan puncak kenteng songo sebelah utara...
Disebelah utara , jajaran pegunungan Ungaran Telomoyo dan Andong tampak menghiasi landscape seperti sebuah gundukan yang menyembul dari tanah. Pemandangan lereng Merbabu sebelah utara dan jalur pendakian Kopeng yang umumnya di pisahkan oleh jurang jurang dalam terlihat kecil seperti jalan semut. Di sebelah barat Gunung Sindoro , Gunung Sumbing , Gunung Prahu , dan dataran tinggi Dieng menyembul di atas awan memperlihatkan kemegahannya.
pemandangan gunung merapi dari puncak kenteng songo
Puncak Kenteng songo sendiri merupakan salah satu dari ketiga puncak di Gunung Merbabu. Puncak ini memiliki ketinggian 3142 mdpl. Di puncak ini terdapat sebuah batu dengan lubang setengah lingkaran berjumlah 4 buah. Batu ini sangat dikramatkan oleh penduduk setempat. Dan konon bila dilihat dengan mata gaib jumlah lubang yang sekilas mirip tempat air ini berjumlah 9 buah. Oleh karena itulah batu ini dinamakan dengan Kenteng (tempat air)  Songo(sembilan). Di puncak kenteng songo ini juga tersedia tanah lapang yang cukup luas untuk mendirikan tenda. Cuma karena posisinya yang terbuka dan angin cenderung bertiup kencang di puncak , tak banyak pendaki yang berminat mendirikan tenda di sini.
puncak triangulasi
Puncak terdekat dari Puncak Kenteng Songo adalah Puncak Triangulasi dengan ketinggian 3169 mdpl. Puncak ini merupakan puncak tertinggi dari Gunung Merbabu. Letaknya berada di sebelah barat dari Puncak Kenteng Songo.
Puncak Merbabu yang ketiga adalah Puncak Syarif dengan ketinggian 3119 mdpl. Puncak ini berada di timur laut dari Puncak Kenteng Songo. Untuk menuju puncak ini dari Puncak Kenteng Songo , anda harus bertreking ria selama lebih dari setengah jam melalui jalur yang naik turun. Pemandangan di puncak ini langsung menghadap ke timur. Tapi sayang Gunung Merapi tak terlihat secara utuh dari puncak ini sehingga Puncak Syarif sedikit diminati oleh para pendaki. Dari Puncak Syarif ini anda bisa turun ke Jalur Kopeng.
sun rise gunung merbabu
Tak ada yang lebih berkesan dari pemandangan dan suasana di puncak gunung. Karena di puncak kita serasa dekat dengan yang kuasa. Jangan jadikan gunung sebagai ajang pamer dan sombong. Utamanya Gunung Merbabu. Karena dari sekian banyak gunung di jawa , Gunung Merbabu tercatat sebagai salah satu gunung dengan track terpanjang dan berat di pulau Jawa. Sudah banyak manusia yang menjadi korban keganasan alam dari gunung ini. Tak sedikit pula pendaki yang akhirnya meninggalkan batu nisan dilereng sekitar puncak. Oleh karena itu , jangan pernah meremehkan gunung ini kawan. Terutama saat turun di Jalur Selo. Tanah yang labil ketika di injak oleh kaki dan jalur-jalur extrem di sepanjang jalur ini menjadi sesuatu yang harus benar-benar diwaspadai. Satu lagi pesan saya kawan , tetaplah menjaga agar gunung ini tetap lestari kawan sehingga keindahannya bisa disaksikan oleh anak cucu kita kelak… 
dari sabana 2 ke puncak...