Tampilkan postingan dengan label curug genting giritirta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curug genting giritirta. Tampilkan semua postingan

Jumat, April 17, 2020

Giritirta Corner part 1 : dari Curug Genting yang megah sampai Grojogan Air Panas yang unik

ini neh tujuan kali inie...
Dieng....sebuah nama tempat wisata di Jawa Tengah yang tak habis untuk di ceritakan. Ada banyak obyek wisata di kawasan ini dengan keunikan dan pemandangan alamnya yang tak akan berhenti mengundang decak kagum bagi yang melihatnya. Namun , kali ini bukan kawasan dieng yang mau saya ulas bro…; melainkan sebuah kawasan wisata yang terletak tak begitu jauh dari Kawasan Wisata Dieng. Sebuah kawasan yang menawarkan suasana yang lain dari yang lain. Memang bila dibandingkan dengan kawasan wisata dieng , kawasan wisata ini masih kalah dari segi pengelolaannya. Tapi kalau berbicara suasana alam dan pemandangannya , kawasan wisata ini tak kalah dengan kawasan wisata di Dieng.
Tentunya sobat-sobat sekalian penasaran dengan kawasan wisata yang saya maksud....??
Saya tak akan berlama-lama membuat anda membaca terlalu banyak...he..he..he...
Langsung aja yuk kita kepoin...
Orang-orang lebih mengenal kawasan wisata ini dengan sebutan WISATA GIRI TIRTA. Wah...dari namanya terdengar seperti "sesuatu" gitu ya??hahaha
Memang iya bro....karena nama kawasan wisata ini sendiri mengacu pada nama desa tempat kawasan wisata ini berada , yaitu Desa Giri Tirta. Giri Tirta berasal dari kata "Giri" yang berarti "Gunung" dan "TIRTA" yang berarti "Air". Jadi Giri Tirta bermakna " Gunung Air". Setelah mendengar arti namanya , sobat semua pasti berpikir obyek wisata di kawasan ini pasti berhubungan dengan air....sekali lagi anda benar....
Dan karena sebelumnya saya menyebut "Kawasan" , di desa Giri Tirta ini terdapat lebih dari satu obyek wisata yang bisa anda datangi...
Wuizzzz...makin menarik neh.....
peta ke Giritirta dari pusat kota Banjarnegara...di zoom aja ya biar kelihatan...
Kawasan Wisata Giri Tirta tepatnya terletak di Desa Giri Tirta , Kecamatan Pejawaran , Kabupaten Banjarnegara , Provinsi Jawa Tengah. Berjarak sekitar 35 Km ke arah utara dari pusat kota Kabupaten Banjarnegara atau sekitar 20 Km dari Kawasan Wisata Dieng.  Desa Giritirta terdiri dari 5 dusun (Beran, Melikan, Sendangarum, Giritirta, dan pandanarum dengan Jumlah penduduk sebanyak 2,805 jiwa yang terdiri dari 736 Kepala Keluarga dengan luas wilayah 282 Ha. Sebagian besar mata pencaharian penduduk Desa Giritirta adalah petani sayur-mayur seperti : kentang, kobis, tomat, cabe, wortel, waluh jipang, muncang, bayam, ranti, dan juga palawija (jagung) . Sedangkan sebagian yang lain ada yg mata pencahariannya sebagai buruh tani dan pemecah batu seplit serta sebagai peternak baik kambing, domba maupun sapi. Untuk menuju Desa Giri Tirta ini sendiri bisa di akses dari beberapa arah dengan jalur yang berbeda. Jalur yang paling umum dan mudah adalah melewati Pasar Karang Kobar. Pasar Karang Kobar bisa di capai dengan kendaraan pribadi dari kota Banjarnegara maupun Wonosobo Via dataran tinggi Dieng.

Kalo dari Banjarnegara , mas bro harus berkendara 35 km ke Utara , ke arah Dieng merayapi jalan pegunungan. Dan bagi brother-brother yang datang dari arah wonosobo bisa lanjut ke dataran tinggi Dieng. Dari Dataran tinggi Dieng lanjut dengan kendaraan pribadi ke arah barat sejauh 27 Km menuju Pasar Karang Kobar yang juga melewati jalan pegunungan yang berkelok dan naik turun. Pasar Karang Kobar terletak setelah Pasar Baturan. Sesampai  di Pasar Karangkobar, beloklah ke kanan ke arah Pejawaran. Setelah 7 km dari Pasar Karang Kobar, di sebelah kiri jalan akan terlihat Gapura Curug. Selepas gapura ini, jalanan berubah bergelombang dan aspal mengelupas di beberapa ruas jalan. Dari sini jalan menuju Giri Tirta sedikit membingungkan karena minimnya petunjuk jalan. Jadi jangan ragu untuk bertanya pada penduduk yang bisa anda temui.
peta ke air terjun n tempat menarik lainya di giritirta...checkidot bro...
Sebenarnya dari arah Dieng ada rute yang lebih dekat kok bro…karena Desa Giri Tirta juga bisa di akses melalui Pasar Batur yang terletak sekitar 14 km kearah barat  dari dieng plateu. Dari Dieng ambil  jalan ke arah barat Banjarnegara. Melewati jalan yang menuruni bukit yang berkelok dengan pemandangan yang menyegarkan penuh oleh sayur-sayuran , di ujung jalan ini mas bro akan tiba di pertigaan jalan utama. Kanan merupakan jalan alternative ke Batang dan ke kiri ke arah Banjarnegara yang merupakan rute yang harus di tuju. 400 meter dari pertigaan ini Pasar Batur berada. Untuk menuju Giritirta , Dari Pasar Batur ini , wisatawan harus mengambil jalan ke arah desa ini melalui Jl. Batur Selatan yang terletak di sebelah barat Pasar Batur. Untuk selanjutnya ikuti jalan ini melalui rute Pasar Ratamba – pasar Wage Panusupan – Dusun Giritirta. Jarak yang di tempuh sekitar 8-9 Km atau 20 menit-an perjalanan dari pasar batur. Dan karena minimnya petunjuk arah ada baiknya mas bro sekalian juga sering bertanya pada warga setempat selain mengandalkan Google Map…
Oke neh...setelah mengulas seputar Desa Giri Tirta , saya akan lanjut ke daya tarik atau obyek wisata di Desa Giri Tirta ini bro...

1. Curug Genting
Yang pertama akan saya bahas adalah obyek wisata yang berwujud Air Terjun , Curug Genting. Boleh di bilang air terjun ini merupakan satu-satunya tempat wisata di kawasan ini yang sudah terkelola dengan baik. Walau belum bisa dikatakan sempurna , tapi obyek wisata Curug Genting ini sudah memiliki sejumlah fasilitas pendukung yang cukup baik. Di antaranya adalah Parkir yang luas untuk motor maupun mobil ,  toilet , kamar mandi , dan sejumlah ruang ganti. Karena nantinya pengunjung pasti berbasah-basahan , keberadaan fasilitas yang terakhir saya sebutkan ini saya rasa cukup penting. Apalagi keberadaan toilet , karena posisi obyek wisata di kawasan wisata ini jauh dari pemukiman. Satu gazebo permanen terbuat dari beton juga terlihat menghiasi di sekitar area air terjun ini. Keberadaan gazebo ini tentu saja cukup membantu pengunjung untuk berteduh dan berlindung dari panasnya sinar matahari atau terpaan air hujan. Walau Cuma satu sih…setidaknya ada lah…hahaha…
Curug Genting...nee lage kering...kemarau seh..
Untuk menuju curug genting , dari tempat parkir , sobat semua masih harus berjalan lagi sekitar 15 menit-an. Trek yang harus di lalui adalah jalan setapak yang berada di sisi tebing tinggi yang berada di sisi sebelah kiri sobat. Sedang di sisi kanan adalah jurang dengan di bawahnya Sungai Mrawu mengalir dengan derasnya. Mendekati air terjun sobat akan tiba di sebuah tanah lapang kemudian melewati kebun sayur penduduk. Di sini sobat akan dimanjakan pemandangan kebun warga yang di Tanami berbagai sayuran mulai dari sawi , kol ,kubis , wortel dan kentang. Dari sini suara deburan air terjun ini sudah mulai terdengar. Setelah berjalan beberapa saat tibalah anda di Curug Genting…
silakan istirahat di gazebo ini...
Curug Genting sendiri secara lokasi berada di Dusun Melikan masih di Desa Giri Tirta. Memiliki tinggi kurang lebih 70 m , Curug ini terbentuk dari patahan tebing yang melengkung. Tebing yang membentuk air terjun ini terasa begitu megah dan luas dengan guratan-guratan memanjang ke bawah seperti membentuk dinding benteng yang kokoh. Tonjolan batu yang menyembul di dinding tebing  menambah ke unikan dan keindahan air terjun ini. Terlebih formasi batuan berbentuk persegi yang seperti tercetak di beberapa sisi bagian bawah tebing. Seperti buatan tangan tapi ini adalah murni karena proses alam kawan. Sungguh pemandangan alam yang memukau.....
Karakteristik jatuhan air dari Curug ini lurus ke bawah sebelum air dari atas membentur dua kali tonjolan batu di tengah tebing setelah itu air dari atas jatuh ke bawah tanpa terhalang apapun karena bentuk tebing yang membentuk Curug ini agak menjorok ke dalam di bagian bawahnya. Sehingga saat debit air di Curug ini berada pada puncaknya , tercipta sebuah pemandangan air deras yang menyembur dari dinding tebing yang luas. Saat debit air terjun ini sedang berkurang pun juga akan tercipta pemandangan yang tak kalah menawan. Air yang semula jatuh dari atas tebing terlihat menyebar dan berubah menjadi titik air yang terlihat seperti kabut begitu hampir menyentuh dasar air terjun. Sebuah fenomena alam yang menakjubkan kawan...
penampakan curug genting saat musim hujan
Namun bagi sobat yang ingin berenang di wisata yang satu ini , saying sekali harus kecewa. Karena air jatuhan dari air terjun ini tak membentuk kolam dan di dasar Curug ini lebih banyak di isi oleh batu-batuan besar yang tersebar di mana mana. Sebagian sela sela batu-batu besar ini lebih banyak di tumbuhi oleh hijaunya rumput dan lumut. Air jatuhan dari air terjun ini mengalir di sela batu-batu besar ini kemudian menyatu kembali membentuk sungai yang bermuara di Sungai Mrawu. Dan sungai Mrawu ini merupakan salah satu anak Sungai Serayu. Berbicara suasana...jangan di tanya lagi deh bro...dapet banget...karena kondisi alam yang masih jarang terjamah tangan manusia , suasana yang di sajikan di sekitar Curug ini masih sangat alami... Di kiri dan kanan air terjun pun juga lebih banyak di isi oleh hijaunya rumput dan tumbuhan sehingga suasana terasa begitu segar oleh hijaunya warna tumbuhan ini. Di tambah dengan udara khas pegunungan yang terasa sejuk dan segar...suasana yang di tawarkan bener-benar menghanyutkan broooo....cocok bagi mereka yang ingin bersantai dan menjauh dari suasana hiruk pikuk kota yang ramai. Atau buat pasangan muda-mudi yang ingin mencari tempat romantis untuk berdua-an….bayangkan deh bro…Duduk di gazebo yang tersedia sambil membawa kopi bersama teman atau pacar di temani suara air yang bergemericik....kalo ada pisang goreng lebih bagus deh…sepoi angin yang bertiup dari atas lembah membawa angin yang bercampur dengan air yang berubah menjadi kabut air…pemandangan sekeliling air terjun yang hijau dan masih alami… hmmmm....surga dunia mennn.....rasanya tak ingin pulang deh…
Terus kenapa dinamakan curug “GENTING”?
Well…ada yang bilang sih derasnya air yang menyembur dari dinding tebing di curug ini mirip dengan bocoran air layaknya air yang bocor dari atas genting. Bener gak ya???
Au ah….gelap


2.GROJOGAN AIR PANAS
Inilah obyek wisata yang paling menarik di Kawasan Wisata Giri Tirta ini menurut pendapat saya pribadi. Sebuah air panas yang mengalir membentuk air terjun atau Grojogan dalam bahasa Jawa-nya. Di pulau Jawa pun hanya ada beberapa tempat yang seperti di Giri Tirta ini kawan. Dua di antaranya adalah Wisata Air Panas Guci di Tegal dan Pancuran Pitu di Banyumas. Dan dimanapun itu , Air Panas yang membentuk Air terjun selalu menarik untuk dikunjungi. 
grojogan air panas yang istimiwir...dimana lagi kalo tidak di Giritirta...
Termasuk yang ada di Giri Tirta ini..Grojogan Air Panas di kawasan wisata ini termasuk menarik untuk di kunjungi. Selain posisinya yang berada di kawasan pegunungan yang memiliki iklim yang dingin dan sejuk. Pemandangan dan suasana yang di berikan pun termasuk ajib punya....pas sekali bila ingin sekedar refresing dengan bermain air panas di curug ini...dengan debit air yang cukup deras tak mengenal musim dan suhu air yang relatif nyaman di kulit manusia tentu saja akan membuat siapa pun ingin bermain di air terjun ini walaupun sekedar membasuh kaki saja
Lokasi Grojogan Air Panas ini berada di antara Curug Genting dan Curug Mrawu. Jadi jika anda tracking atau berjalan kaki melalui jalan setapak dari Curug Genting menuju Curug Mrawu atau sebaliknya , anda pasti akan bertemu dengan Grojogan Air Panas ini. Suhu rata-rata air panas di air terjun ini sekitar 40-50 derajad celcius jadi aman dan pas di kulit manusia.
cocok buat ngadem,ngeceng, n tentu saja selfie...instagramable banget neh...
Curug Air Panas dari Giri Tirta  ini memiliki tinggi sekitar 6 - 7 meteran untuk bagian yang terlihat dari bawah grojogan. Untuk ukuran tinggi pastinya , saya tak bisa menebaknya. Karena air terjun ini terbentuk dari aliran air panas yang mengalir di kemiringan bukit dari sumber mata airnya yang berada di atas bukit. Dan karena air panas ini sendiri mengandung belerang , area yang dilewati air panas ini lambat laun menjadi berwarna kuning entah itu batu atau pun tanah. Kandungan mineral yang kaya akan belerang ini , terus berkumpul , mengerak , dan akhirnya mengeras menjadi formasi batuan yang berwarna kuning hingga menjadi seperti sekarang.
Hal ini pula yang membuat pemandangan dan nuansa curug ini menjadi berbeda dan unik di bandingkan 2 air terjun di dekatnya , curug mrawu dan curug genting. Warna kuning bebatuan di sekitar Grojogan Air Panas ini yang berpadu dengan hijaunya rumput dan daun dari tanaman sekitar serta di tambah birunya langit benar-benar terlihat serasi dan apik. Air panas yang mengeluarkan uap putih yang kadang tertiup oleh angin  yang berhembus , menambah pemandangan tersendiri dari curug Air Panas ini....saya sendiri hampir tidak percaya ada tempat wisata seindah ini tak jauh dari kawasan Dieng Plateu.
wuihhh ... panas men...
Grojogan Air Panas dari Giritirta terhitung masihlah alami dan belum banyak tersentuh tangan manusia. Sebagai tempat wisata , Grojogan ini masih jauh dari kata kurang. Belum tersedianya fasilitas yang memadai membuat curug ini tidak bisa bersaing dengan tempat wisata lain di dekatnya. Padahal , bila saja obyek wisata ini di garap dan di benahi dengan benar , tempat ini bisa bersolek dan bersaing dengan wisata lainnya. Seperti contohnya , bila saja di buat kolam - kolam penampungan air panas di bawah air terjun ini...syukur-syukur ada fasilitas water boom kecil-kecilan untuk anak bermain dengan konsep air panas tentunya , pastinya akan semakin menarik kan?
Melihat luasnya lahan kosong di depan grojogan ini sangatlah mungkin di lakukan kawan..bahkan grojogan air panas ini bisa jadi menjadi wisata andalan di Kawasan Wisata Giri Tirta.