Tampilkan postingan dengan label air panas pancuran telu baturaden. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label air panas pancuran telu baturaden. Tampilkan semua postingan

Senin, April 30, 2018

PANCURAN TELU , Sebuah SPA Alam Dari Banyumas


pancuran telu broo...
Batu Raden merupakan kawasan wisata di daerah Purwokerto. Berada pada ketinggian  kurang lebih 640 meter di atas permukaan laut dan 6 km dari puncak Gunung Slamet, kawasan wisata ini sejak dahulu telah terkenal dengan pesona alamnya yang oke punya. Berada di bawah lereng Gunung Selamet dengan suhu rat-rata 18-25 derajad celcius yang sejuk dan dingin , kawasan wisata ini sejak dahulu menjadi destinasi wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
peta ke Batu Raden dari Purwokerto
Beberapa waktu yang lalu sayapun berkesempatan mengunjungi tempat wisata ini bersama rombongan wisata perusahaan. Dengan menaiki bus wisata berkapasitas 50 orang , saya pun akhirnya bisa menginjakan kaki di daerah selatan Gunung Selamet ini. Singkat cerita tibalah bus pariwisata di daerah Purwokerto. Dari pusat kota Purwokerto bis masih harus menempuh jarak sekitar 15 km menuju lokasi wisata Batu Raden. Jalur yang menanjak merupakan jalan yang umum di temui di daerah pegunungan seperti ini. Setelah perjalanan yang lama , akhirnya bus pun tiba di tempat wisata ini. Karena ramainya pengunjung dan keterbatasan lahan parkir , bus pun terpaksa di parkirkan agak jauh dari lokawisata Batu Raden. Rombongan pun pada akhirnya harus berjalan kaki agak jauh menuju taman wisata batu raden...yahhh...it's ok sih...lumayan buat pemanasan....hehehe
Mendekati pintu masuk taman wisata Batu Raden banyak sekali penjaja oleh-oleh mulai pernak-pernik yang berhubungan dengan Batu Raden sampai makanan khas daerah purwokerto , dieng , dan sekitarnya. Keramaian dari pasar oleh-oleh ini sempat menggoda hatiku untuk berburu oleh-oleh khas daerah ini. Tapiiii...karena tujuan awal berkunjung ke tempat ini adalah Taman Wisata Batu Raden , rombongan pun akhirnya lanjut terus menuju ke pintu gerbang  masuk taman wisata ini....
pemandangan yang nyegerin mata
Setelah pengecekan jumlah anggota dan pembelian karcis masuk , rombongan pun masuk ke lokasi wisata dannn....wooowww...kesan pertama yang terlintas di pikiran saya mengenai tempat ini adalah Kereeeeeennnn brooooo....
Pemandangan lereng-lereng bukit yang di tata rapi dan disulap sedemikian rupa sehingga terlihat apik , bersih , indah , dan menakjubkan. Di tengah lembah terlihat sungai dengan air yang bening dan bersih mengalir membentuk air terjun yang keren.
patung apa neh?ada yang Tahu??


Beberapa patung dan tempat selfi di atur di beberapa tempat. Tak lupa tempat duduk dan gazebo pun di siapan sebagai pelengkap yang membuat tempat ini komplit. Banyak pengunjung terlihat menikmati suasana yang khas dari tempat ini. Ada yang bermain air di sungai di tengah lembah. Ada juga yang berjalan-jalan ke atas air terjun melewati sebuah jembatan layang yang sengaja di buat untuk tempat berselfi ria. Didalam lokasi wisata sendiri juga banyak tersedia penjual makanan dengan menu yang beragam. Tapiii....sate kelinci tampaknya menjadi primadona makanan khas tempat wisata ini. Selain banyaknya jajanan dan kuliner yang bisa di coba di taman wisata ini , tempat wisata ini juga mengakomodir beberapa wahana yang bisa di coba oleh pengunjung. Mulai dari mini-train, perahu dayung, dan kolam renang , kolam terapi ikan , arena mainan anak, hingga kebun/taman binatang yang berisi binatang-binatang aneh/langka. Di lokasi ini juga terdapat bangkai pesawat  Merpati Nusantara Airlines Fokker F28 yang di gunakan  sebagai theater film. Teater memutar film bertajuk "Theater Alam" yang menunjukan berbagai film yang berhubungan dengan wisata. Patung dua ular naga yang di temuka di sekitar lokasi wisata ini mencerminkan kepercayaan penduduk setempat kepada  makhluk ini sebagai penjaga kolam alam di tempat ini. Saat bulan jawa suro di tempat ini pun dia adakan acara Grebeg Suro dan tarian Kuda lumping.

Saya sendiri langsung tertarik pada sebuah air terjun yang letaknya berada di tengah-tengah tempat wisata ini. Sambil menunggu acara perusahaan istri yang tak kunjung selesai , saya pun menyempatkan diri ke air terjun ini. Air Terjun ini bernama Air Terjun Gumawang. Memiliki tinggi 25 meter dan memiliki bentukan air jatuh yang lurus. Di bawah air trjun initerdapat sebuah kolam kecil yang katanya sering di jadikan atraksi untuk anak setempat terjun atau lompat dari puncak air terjun kemudian menyelam untuk mengambil uang logam yang di lemparkan oleh pengunjung.  tapi kok ga ada neh atraksi semacam ini….ooo well….foto-foto aja deh…heheh
Air Terjun Gemawang
Setelah menunggu lama dalam kebosanan yang teramat sangat membosankan , akhirnya acara perusahaan pun berakhir dan tiap anggota rombongan pun di bebaskan untuk menikmati taman wisata batu raden. Aku pun langsung mengajak anak istri untuk mengunjungi sebuah tempat wisata yang masih satu kawasan dengan taman wisata ini. Wisata air panas yang bernama pancuran pitu dan pancuran telu. Wuisss...dari namanya saja sudah membuat penasaran neh...
capek yo mbak?
Langsung aja deh kita bertiga tancap gas. Tujuan pertama adalah pancuran pitu...sudah kebayang neh sebuah mata air berjumlah 7 mengucur dari batu dan semuanya panas pastinya...namun apa di kata impian ke pancuran 7 ini haru di tunda...sebab baru berjalan sekitar 100 meter melewati anak tangga yang menanjak menuju pancuran pitu , sang istri udah teriak gak kuat n capek...hadehhh...padahal untuk menuju pancuran pitu kami bertiga masih harus berjalan kaki menempuh jarak sekitar 2,5 km lagi...

Atas dasar kondisi istri yang kelelahan dan mempertimbangkan waktu yang kayaknya tak cukup bila menuju pancuran pitu , saya pun membatalkan untuk pergi ke pancuran pitu dan mengalihkan kunjungan ke pancuran telu yang memang berjarak 500 meter dari taman wisata batu raden. Tanpa membuang waktu lagi , kami langsung let's go ke Pancuran Telu. Walau hanya berjarak 500 meter dari Taman Wisata Batu Raden , ternyata kami bertiga masih harus berjuang keras melewati jalan yang menanjak beberapa kali. Meski begitu akses jalan yang di lalui menurut pendapat saya pribadi sudah bagus. Jalan menuju Pancuran telu ini adalah jalan beton selebar 2 meteran. Jalan beton ini membentang dari taman wisata batu raden sampai lokasi air panas melewati hutan khas tropis yang identik dengan pohon besar dan tinggi. Hal ini menimbulkan kesan horor karena suasana sekitar yang gelap dan teduh akibat sinar matahari yang tertutupi oleh lebatnya dedaunan sehingga tak bisa mencapai lantai hutan.
Peta ke Pancuran Telu dari Lokawisata Batu Raden
Setelah berjalan sejauh kurang lebih 400 meter sebuah gapura selamat datang menyambut kami bertiga.  Pintu masuk gapura ini berdiri sebuah bilik kecil.  Semula aq mengira biaya masuk ke lokasi ini sudah satu paket dengan biaya tiket masuk Taman Wisata Baturaden tetapi Setelah membaca-baca sebuah papan dan bertanya pada penjaga gapura ini , baru aku pahami bahwa untuk melanjutkan ke pancuran telu kami harus membayar biaya retribusi lagi. Hal ini karena beda pengelolaan antara Taman Wisata Baturaden yang di kelola oleh perhutani dan pancuran Telu yang ternyata pengelolaannya masih di tangan Perhutani.
foto sek yooo...
Nah setelah membayar biaya retribusi sebesar Rp 13.000 perkepala , kami bertiga pun bisa berjalan kembali menuju pemandian air panas. Baru berjalan beberapa meter , jajaran tebing batuan kars setinggi kurang dari 4 meter menyambut kami bertiga di kanan dan kiri jalan. Di salah satu tebing ini , tepatnya di tebing sebelah kiri jalan terukir sebuah tulisan " Selamat Datang di Pancuran Telu" di antara hijaunya lumut yang tumbuh rata hampir di seluruh permukaan tebing. Sebuah Telapak tangan yang dipahat di atas batu hitam bisa ditemui di dekat lokasi Pancuran Telu Baturaden, yang konon merupakan tempat keramat Panembahan Tapak Angin, atau mBah Tapak Angin. Tak jauh dari tebing kars ini terlihat dengan jelas sekumpulan kolam yang mengeluarkan asap putih. Yaaa…akhirnya kami pun tiba di tempat tujuan yang di maksud…PANCURAN TELU….Wehhh…rasanya adem dan ayem melihat sebuah kolam berada di bawah tebing yang di kelilingi hutan dengan pohon yang tinggi seperti ini. Pingin segera nyemplung neh…hehehe
Pancuran Telu...coba di hitung tuh
Nah langsung deh saya buka semua baju dan hanya mengenakan celana pendek doang…tak ketinggalan anak n istripun mengikutiku…di pemandian air panas ini terdapat 3 kolam , 2 kolam merupakan kolam air panas dan satunya adalah kolam air dingin. Kolam pertama adalah kolam yang berada di atas. Walau saya bilang di atas kolam ini hanya lebih tinggi sekitar 50 cm dengan kolam lainnya. Kolam yang pertama ini juga berbatasan langsung dengan dinding tebing yang menjorok ke dalam sehingga seperti berbentuk goa. Di tepi kolam ini terdapat tiga buah pancuran atau mata air panas yang mengalir dari batu yang berada di tepi kolam. Dari tiga mata air inilah guys sebutan Pancuran Telu berasal. Kata ini berasal dari bahasa jawa , Pancuran yang  berarti mata air dan telu berati tiga ; bila di gabung berarti mata air tiga…

dan tidak main main lho , suhu di kolam pertama ini bisa berkisar antara 60 sampai 70 derajat celcius. Panas????so pasti dong…saking panasnya pengunjung pun hanya di perbolehkan berendam di kolam pertama ini selama 15 menit. Karena bila lebih lama dari itu di khawatirkan bisa membuat kulit kemerahan dan mengelupas. Untuk itulah sebuah papan peringatan tentang aturan ini di pasang di salah satu sudut kolam pertama ini.
Gak apa kok bro aman kok selama kita patuhi aturan ini. Lagipula manfaat yang di dapatkan dari berendam di air panas ini lebih banyak kok. Karena selain panas , air yang mengucur keluar dari tiga mata air ini kaya akan belerang dan mineral alam lainnya. Saking kayanya , batuan tempat keluar air panas ini berwarna kuning coklat kemerah-merahan termasuk air kolam yang ikut berwarna kuning pula. Kandungan senyawa belerang yang berada di dalam Air Panas Pancuran Telu Baturaden ini dipercaya bisa memperhalus kulit dengan berendam di sana. Juga dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit kulit kambuhan seperti eksim, serta bisa meringankan penyakit rematik, jika saja cukup rajin secara berkala datang ke tempat ini.
tak berendam sek...hahaha
Kolam kedua berada disamping kanan kolam pertama. Kolam kedua ini merupakan kolamyang berisi air dingin dan terletak diantara kedua kolam. Sumber air kolam ini berasal dari sebuah air terjun kecil yang terbentuk dari kucuran air sungai kecil yang jatuh dari atas tebing batu setinggi 3 meteran. Batuan di sekitar air terjun dan kolam kedua ini lebih banyak di dominasi dengan warna hijau dari lumut yang tumbuh segar disekitar air terjun mini ini. Di atasnya , tumbuhan tinggi tampak tumbuh rindang menutupi langit dan membuat suasana sekitar pancuran telu menjadi teduh. Air kolam kedua ini begitu bening dan segar. Keberadaan air terjun ini pun menambah kesan indah pada kawasan Pancuran Telu ini.
anak n istri pun tampak enjoy...
Kolam ketiga terletak dipaling bawah sendiri. Kolam ini berisi perpaduan air dari kolam pertama yang super panas dan kolam kedua yang dingin dan sejuk. Perpaduan dari dua jenis air yang bersuhu berbeda ini menghasilkan air dengan suhu yang hangat. Karena suhunya yang pas inilah kolam ini sangatlah cocok untuk semua usia. Sehingga kolam ketiga ini terlihat lebih ramai digunakan ketimbang kedua kolam lainnya. Aku dan anak istrku pun langsung cocok dengan suhu kolam ketiga ini dan memutuskan untuk berendam di kolam yang ketiga ini. Hmmm...begitu kulit terendam , kehangatan air dari pancuran telu ini langsung terasa. Dalam sekejap aliran darah pun terasa seperti berjalan lancar karena tubuh terasa seperti di pijat. Pemandangan alam di sekitar pancuran telu yang mempesona pun membuat pikiran menjadi rileks. Benar-benar...ini adalah sebuah spa mewah alami  yang jarang di dapati bro....
Selain ketiga kolam mini , juga terdapat beberapa bilik – bilik kecil yang juga di gunakan untuk mereka yang suka berendam  sendirian tanpa di ganggu oleh pengunjung lainya. Juga terdapat sebuah ruangan tak beratap dengan sebuah pancuran air panas yang dapat di gunakan untuk terapi badan. Anda pun dapat pula mencoba lulur belerang  pada tubuh anda. Belerang yang berbentuk bubuk ini banyak di jual di pemandian ini dengan harga Rp 10.000 perbungkus. Kasiat belerang ini di percaya dapat memperhalus kulit dan baik untuk kesehatan. Ada juga pijat sulfur yang cukup menarik untuk di coba. Pijat yang menggunakan belerang dan air panas sebagai pengganti minyak urut ini bisa anda coba dengan tarif antarRp 25.000- 50.000. pintar -pintar anda menawar lah bro….hahahha
kamar ganti & kamar mandi tertutup...
Selain terkenal sebagai wisata alam , pancuran telu juga di kenal juga dengan wisata religi. Keberadan sebuah makam yang di percaya sebagai “Petilasan Mbah Tapa Angin” membuat tempat ini sering di kunjungi oleh para peziarah.  Mbah Tapa Angin atau Penembahan Tapa Angin sendiri di percaya sebagai orang pertama yang menemukan mata air ini. Ada juga yang mengatakan  beliau adalah penunggu dan penjaga gaib Gunung Slamet. Tapi menurut sejarah sendiri , mbah atas angin adalah putra dari Syekh Maulana Maghribi. Di panggil pula dengan Syekh Muhammad atau syekh Atas Angin. Beliau merupakan tokoh penyebar agama islam di sekitar wilayah Lebaksiau yang pada saat itu mayoritas masih menganut  agama  Hindu – Budha. ada pula yang menghubungkan tempat itu sebagai petilasan Syekh Maulana Maghribi atau Syekh Maulana Malik Ibrahim, penyebar agama Islam pertama di Tanah Jawa yang memiliki pengaruh sangat luas. Letak petilasan ini berada di samping kanan dari Pancuran Telu. Petilasan ini sendiri sebenarnya hanyalah  sebuah ceruk kecil mirip gua dengan keramik putih yang melapisi bagian dalamnya. Aroma bau dupa tercium begitu menyengat dari tempat ini. Terlihat juga beberapa sesaji bekas dari para peziarah yang mengunjungi tempat ini. Di sekeliling petilasan ini telah di pasan pagar besi untuk menghindari kerusakan dari tangan-tangan jahil pengunjung.
siapa yang mau ziarah...btw jangan perhatiin "kolornya" loh...hehehe
Setelah beberapa lama berendam di kolam yang ketiga ini , saya pun beranjak menuju kolam yang pertama untuk mencoba panasnya kolam ini. Wuih…panas brooo…saya sendiri harus menyusaikan kulit sebelum memasukan seluruh badan di kolam ini. Dan karena kolam ini hanya memiliki kedalaman di bawah lutut kaki , tubuh yang terendam pun hanya sebatas sampai dada saja. It,s oke lah…yang penting panasnya itu lho….hmmm benar-benar bikin tubuh nyaman brooo…apalagi di temani oleh pemandangan sekitar yang full dengan warna hijau-hijau…mantabbbssss
Namun karena keterbatasan waktu  yang ada , dan istri yang geger meminta untuk kembali ke lokasi parkiran karena takut ketinggalan bis…saya pun tak bisa berlama –lama berendam di kolam ini. Lagipula 1 jam berendam di tempat in sudah terasa khasiatnya neh…sekitar pukul 15:30 saya pun meninggalkan air panas bersama keluarga kecil saya. Di lokasi Taman Wisata Baturaden kami pun kembali menyempatkan diri utuk sekedar narsis dan duduk-duduk. Tak lupa oleh – oleh pun menjadi agenda wajib yang harus di penuhi sebagai buah tangan. Dan sekitar pukul 17.00 bis pun bertolak meninggalkan  kawasan Baturaden  dengan seribu kenangan….ada banyak sekali tempat wisata yang bisa di kunjungi di kawasan ini. Sayang sekali karena terbatasnya waktu saya hanya bisa mengunjungi sebagian kecil dari keindahannya. Sebuah janji terucap bahwa suatu saat saya akan kembali ke kawasan baturaden ini….
aksen...