 |
| pancuran telu broo... |
Batu Raden merupakan kawasan wisata di daerah
Purwokerto. Berada pada ketinggian kurang
lebih 640 meter di atas permukaan laut dan 6 km dari puncak Gunung Slamet, kawasan
wisata ini sejak dahulu telah terkenal dengan pesona alamnya yang oke punya. Berada
di bawah lereng Gunung Selamet dengan suhu rat-rata 18-25 derajad celcius yang
sejuk dan dingin , kawasan wisata ini sejak dahulu menjadi destinasi wisatawan
baik domestik maupun mancanegara.
 |
| peta ke Batu Raden dari Purwokerto |
Beberapa waktu yang lalu sayapun berkesempatan
mengunjungi tempat wisata ini bersama rombongan wisata perusahaan. Dengan
menaiki bus wisata berkapasitas 50 orang , saya pun akhirnya bisa menginjakan
kaki di daerah selatan Gunung Selamet ini. Singkat cerita tibalah bus
pariwisata di daerah Purwokerto. Dari pusat kota Purwokerto bis masih harus
menempuh jarak sekitar 15 km menuju lokasi wisata Batu Raden. Jalur yang
menanjak merupakan jalan yang umum di temui di daerah pegunungan seperti ini.
Setelah perjalanan yang lama , akhirnya bus pun tiba di tempat wisata ini.
Karena ramainya pengunjung dan keterbatasan lahan parkir , bus pun terpaksa di
parkirkan agak jauh dari lokawisata Batu Raden. Rombongan pun pada akhirnya
harus berjalan kaki agak jauh menuju taman wisata batu raden...yahhh...it's ok
sih...lumayan buat pemanasan....hehehe
Mendekati pintu masuk taman wisata Batu Raden
banyak sekali penjaja oleh-oleh mulai pernak-pernik yang berhubungan dengan
Batu Raden sampai makanan khas daerah purwokerto , dieng , dan sekitarnya.
Keramaian dari pasar oleh-oleh ini sempat menggoda hatiku untuk berburu
oleh-oleh khas daerah ini. Tapiiii...karena tujuan awal berkunjung ke tempat
ini adalah Taman Wisata Batu Raden , rombongan pun akhirnya lanjut terus menuju
ke pintu gerbang masuk taman wisata
ini....
 |
| pemandangan yang nyegerin mata |
Setelah pengecekan jumlah anggota dan pembelian
karcis masuk , rombongan pun masuk ke lokasi wisata dannn....wooowww...kesan
pertama yang terlintas di pikiran saya mengenai tempat ini adalah Kereeeeeennnn
brooooo....
Pemandangan lereng-lereng bukit yang di tata rapi
dan disulap sedemikian rupa sehingga terlihat apik , bersih , indah , dan
menakjubkan. Di tengah lembah terlihat sungai dengan air yang bening dan bersih
mengalir membentuk air terjun yang keren.
 |
| patung apa neh?ada yang Tahu?? |
Beberapa
patung dan tempat selfi di atur di beberapa tempat. Tak lupa tempat duduk dan
gazebo pun di siapan sebagai pelengkap yang membuat tempat ini komplit. Banyak
pengunjung terlihat menikmati suasana yang khas dari tempat ini. Ada yang
bermain air di sungai di tengah lembah. Ada juga yang berjalan-jalan ke atas
air terjun melewati sebuah jembatan layang yang sengaja di buat untuk tempat
berselfi ria. Didalam lokasi wisata sendiri juga banyak tersedia penjual
makanan dengan menu yang beragam. Tapiii....sate kelinci tampaknya menjadi
primadona makanan khas tempat wisata ini. Selain banyaknya jajanan dan kuliner
yang bisa di coba di taman wisata ini , tempat wisata ini juga mengakomodir
beberapa wahana yang bisa di coba oleh pengunjung. Mulai dari mini-train,
perahu dayung, dan kolam renang , kolam terapi ikan , arena mainan anak, hingga
kebun/taman binatang yang berisi binatang-binatang aneh/langka. Di lokasi ini
juga terdapat bangkai pesawat Merpati
Nusantara Airlines Fokker F28 yang di gunakan
sebagai theater film. Teater memutar film bertajuk "Theater
Alam" yang menunjukan berbagai film yang berhubungan dengan wisata. Patung
dua ular naga yang di temuka di sekitar lokasi wisata ini mencerminkan
kepercayaan penduduk setempat kepada
makhluk ini sebagai penjaga kolam alam di tempat ini. Saat bulan jawa
suro di tempat ini pun dia adakan acara Grebeg Suro dan tarian Kuda lumping.
Saya sendiri langsung
tertarik pada sebuah air terjun yang letaknya berada di tengah-tengah tempat
wisata ini. Sambil menunggu acara perusahaan istri yang tak kunjung selesai ,
saya pun menyempatkan diri ke air terjun ini. Air Terjun ini bernama Air Terjun
Gumawang. Memiliki tinggi 25 meter dan memiliki bentukan air jatuh yang lurus. Di
bawah air trjun initerdapat sebuah kolam kecil yang katanya sering di jadikan
atraksi untuk anak setempat terjun atau lompat dari puncak air terjun kemudian
menyelam untuk mengambil uang logam yang di lemparkan oleh pengunjung. tapi kok ga ada neh atraksi semacam
ini….ooo well….foto-foto aja deh…heheh
 |
| Air Terjun Gemawang |
Setelah menunggu lama dalam kebosanan yang teramat sangat
membosankan , akhirnya acara perusahaan pun berakhir dan tiap anggota rombongan
pun di bebaskan untuk menikmati taman wisata batu raden. Aku pun langsung
mengajak anak istri untuk mengunjungi sebuah tempat wisata yang masih satu
kawasan dengan taman wisata ini. Wisata air panas yang bernama pancuran pitu
dan pancuran telu. Wuisss...dari namanya saja sudah membuat penasaran neh...
 |
| capek yo mbak? |
Langsung aja deh kita bertiga tancap gas. Tujuan
pertama adalah pancuran pitu...sudah kebayang neh sebuah mata air berjumlah 7
mengucur dari batu dan semuanya panas pastinya...namun apa di kata impian ke
pancuran 7 ini haru di tunda...sebab baru berjalan sekitar 100 meter melewati
anak tangga yang menanjak menuju pancuran pitu , sang istri udah teriak gak
kuat n capek...hadehhh...padahal untuk menuju pancuran pitu kami bertiga masih
harus berjalan kaki menempuh jarak sekitar 2,5 km lagi...
Atas dasar kondisi istri yang kelelahan dan
mempertimbangkan waktu yang kayaknya tak cukup bila menuju pancuran pitu , saya
pun membatalkan untuk pergi ke pancuran pitu dan mengalihkan kunjungan ke
pancuran telu yang memang berjarak 500 meter dari taman wisata batu raden.
Tanpa membuang waktu lagi , kami langsung let's go ke Pancuran Telu. Walau
hanya berjarak 500 meter dari Taman Wisata Batu Raden , ternyata kami bertiga
masih harus berjuang keras melewati jalan yang menanjak beberapa kali. Meski
begitu akses jalan yang di lalui menurut pendapat saya pribadi sudah bagus.
Jalan menuju Pancuran telu ini adalah jalan beton selebar 2 meteran. Jalan
beton ini membentang dari taman wisata batu raden sampai lokasi air panas
melewati hutan khas tropis yang identik dengan pohon besar dan tinggi. Hal ini
menimbulkan kesan horor karena suasana sekitar yang gelap dan teduh akibat
sinar matahari yang tertutupi oleh lebatnya dedaunan sehingga tak bisa mencapai
lantai hutan.
 |
| Peta ke Pancuran Telu dari Lokawisata Batu Raden |
Setelah berjalan sejauh kurang lebih 400 meter
sebuah gapura selamat datang menyambut kami bertiga. Pintu masuk gapura ini berdiri sebuah bilik
kecil. Semula aq mengira biaya masuk ke
lokasi ini sudah satu paket dengan biaya tiket masuk Taman Wisata Baturaden
tetapi Setelah membaca-baca sebuah papan dan bertanya pada penjaga gapura ini ,
baru aku pahami bahwa untuk melanjutkan ke pancuran telu kami harus membayar
biaya retribusi lagi. Hal ini karena beda pengelolaan antara Taman Wisata
Baturaden yang di kelola oleh perhutani dan pancuran Telu yang ternyata
pengelolaannya masih di tangan Perhutani.
 |
| foto sek yooo... |
Nah setelah membayar biaya retribusi sebesar Rp 13.000
perkepala , kami bertiga pun bisa berjalan kembali menuju pemandian air panas.
Baru berjalan beberapa meter , jajaran tebing batuan kars setinggi kurang dari
4 meter menyambut kami bertiga di kanan dan kiri jalan. Di salah satu tebing
ini , tepatnya di tebing sebelah kiri jalan terukir sebuah tulisan "
Selamat Datang di Pancuran Telu" di antara hijaunya lumut yang tumbuh rata
hampir di seluruh permukaan tebing. Sebuah Telapak tangan yang dipahat di atas
batu hitam bisa ditemui di dekat lokasi Pancuran Telu Baturaden, yang konon
merupakan tempat keramat Panembahan Tapak Angin, atau mBah Tapak Angin. Tak
jauh dari tebing kars ini terlihat dengan jelas sekumpulan kolam yang
mengeluarkan asap putih. Yaaa…akhirnya kami pun tiba di tempat tujuan yang di
maksud…PANCURAN TELU….Wehhh…rasanya adem dan ayem melihat sebuah kolam berada
di bawah tebing yang di kelilingi hutan dengan pohon yang tinggi seperti ini.
Pingin segera nyemplung neh…hehehe
 |
| Pancuran Telu...coba di hitung tuh |
Nah langsung deh saya buka semua baju dan hanya
mengenakan celana pendek doang…tak ketinggalan anak n istripun mengikutiku…di
pemandian air panas ini terdapat 3 kolam , 2 kolam merupakan kolam air panas
dan satunya adalah kolam air dingin. Kolam pertama adalah kolam yang berada di
atas. Walau saya bilang di atas kolam ini hanya lebih tinggi sekitar 50 cm
dengan kolam lainnya. Kolam yang pertama ini juga berbatasan langsung dengan
dinding tebing yang menjorok ke dalam sehingga seperti berbentuk goa. Di tepi
kolam ini terdapat tiga buah pancuran atau mata air panas yang mengalir dari
batu yang berada di tepi kolam. Dari tiga mata air inilah guys sebutan Pancuran
Telu berasal. Kata ini berasal dari bahasa jawa , Pancuran yang berarti mata air dan telu berati tiga ; bila
di gabung berarti mata air tiga…
dan tidak main main lho , suhu di kolam pertama ini
bisa berkisar antara 60 sampai 70 derajat celcius. Panas????so pasti
dong…saking panasnya pengunjung pun hanya di perbolehkan berendam di kolam
pertama ini selama 15 menit. Karena bila lebih lama dari itu di khawatirkan bisa
membuat kulit kemerahan dan mengelupas. Untuk itulah sebuah papan peringatan
tentang aturan ini di pasang di salah satu sudut kolam pertama ini.
Gak apa kok bro aman kok selama kita patuhi aturan
ini. Lagipula manfaat yang di dapatkan dari berendam di air panas ini lebih
banyak kok. Karena selain panas , air yang mengucur keluar dari tiga mata air
ini kaya akan belerang dan mineral alam lainnya. Saking kayanya , batuan tempat
keluar air panas ini berwarna kuning coklat kemerah-merahan termasuk air kolam
yang ikut berwarna kuning pula. Kandungan senyawa belerang yang berada di dalam
Air Panas Pancuran Telu Baturaden ini dipercaya bisa memperhalus kulit dengan
berendam di sana. Juga dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit kulit
kambuhan seperti eksim, serta bisa meringankan penyakit rematik, jika saja cukup
rajin secara berkala datang ke tempat ini.
 |
| tak berendam sek...hahaha |
Kolam kedua berada disamping kanan kolam pertama.
Kolam kedua ini merupakan kolamyang berisi air dingin dan terletak diantara
kedua kolam. Sumber air kolam ini berasal dari sebuah air terjun kecil yang
terbentuk dari kucuran air sungai kecil yang jatuh dari atas tebing batu
setinggi 3 meteran. Batuan di sekitar air terjun dan kolam kedua ini lebih
banyak di dominasi dengan warna hijau dari lumut yang tumbuh segar disekitar
air terjun mini ini. Di atasnya , tumbuhan tinggi tampak tumbuh rindang
menutupi langit dan membuat suasana sekitar pancuran telu menjadi teduh. Air
kolam kedua ini begitu bening dan segar. Keberadaan air terjun ini pun menambah
kesan indah pada kawasan Pancuran Telu ini.
 |
| anak n istri pun tampak enjoy... |
Kolam ketiga terletak dipaling bawah sendiri. Kolam
ini berisi perpaduan air dari kolam pertama yang super panas dan kolam kedua
yang dingin dan sejuk. Perpaduan dari dua jenis air yang bersuhu berbeda ini
menghasilkan air dengan suhu yang hangat. Karena suhunya yang pas inilah kolam
ini sangatlah cocok untuk semua usia. Sehingga kolam ketiga ini terlihat lebih
ramai digunakan ketimbang kedua kolam lainnya. Aku dan anak istrku pun langsung
cocok dengan suhu kolam ketiga ini dan memutuskan untuk berendam di kolam yang
ketiga ini. Hmmm...begitu kulit terendam , kehangatan air dari pancuran telu
ini langsung terasa. Dalam sekejap aliran darah pun terasa seperti berjalan
lancar karena tubuh terasa seperti di pijat. Pemandangan alam di sekitar
pancuran telu yang mempesona pun membuat pikiran menjadi rileks.
Benar-benar...ini adalah sebuah spa mewah alami
yang jarang di dapati bro....
Selain ketiga kolam mini , juga terdapat beberapa
bilik – bilik kecil yang juga di gunakan untuk mereka yang suka berendam sendirian tanpa di ganggu oleh pengunjung
lainya. Juga terdapat sebuah ruangan tak beratap dengan sebuah pancuran air
panas yang dapat di gunakan untuk terapi badan. Anda pun dapat pula mencoba lulur
belerang pada tubuh anda. Belerang yang
berbentuk bubuk ini banyak di jual di pemandian ini dengan harga Rp 10.000
perbungkus. Kasiat belerang ini di percaya dapat memperhalus kulit dan baik
untuk kesehatan. Ada juga pijat sulfur yang cukup menarik untuk di coba. Pijat yang
menggunakan belerang dan air panas sebagai pengganti minyak urut ini bisa anda
coba dengan tarif antarRp 25.000- 50.000. pintar -pintar anda menawar lah bro….hahahha
 |
| kamar ganti & kamar mandi tertutup... |
Selain terkenal sebagai wisata alam , pancuran telu
juga di kenal juga dengan wisata religi. Keberadan sebuah makam yang di percaya
sebagai “Petilasan Mbah Tapa Angin” membuat tempat ini sering di kunjungi oleh
para peziarah. Mbah Tapa Angin atau
Penembahan Tapa Angin sendiri di percaya sebagai orang pertama yang menemukan
mata air ini. Ada juga yang mengatakan
beliau adalah penunggu dan penjaga gaib Gunung Slamet. Tapi menurut
sejarah sendiri , mbah atas angin adalah putra dari Syekh Maulana Maghribi. Di
panggil pula dengan Syekh Muhammad atau syekh Atas Angin. Beliau merupakan
tokoh penyebar agama islam di sekitar wilayah Lebaksiau yang pada saat itu
mayoritas masih menganut agama Hindu – Budha. ada pula yang menghubungkan
tempat itu sebagai petilasan Syekh Maulana Maghribi atau Syekh Maulana Malik
Ibrahim, penyebar agama Islam pertama di Tanah Jawa yang memiliki pengaruh
sangat luas. Letak petilasan ini berada di samping kanan dari Pancuran Telu. Petilasan
ini sendiri sebenarnya hanyalah sebuah
ceruk kecil mirip gua dengan keramik putih yang melapisi bagian dalamnya. Aroma
bau dupa tercium begitu menyengat dari tempat ini. Terlihat juga beberapa
sesaji bekas dari para peziarah yang mengunjungi tempat ini. Di sekeliling petilasan
ini telah di pasan pagar besi untuk menghindari kerusakan dari tangan-tangan
jahil pengunjung.
 |
| siapa yang mau ziarah...btw jangan perhatiin "kolornya" loh...hehehe |
Setelah beberapa lama berendam di kolam yang ketiga
ini , saya pun beranjak menuju kolam yang pertama untuk mencoba panasnya kolam
ini. Wuih…panas brooo…saya sendiri harus menyusaikan kulit sebelum memasukan
seluruh badan di kolam ini. Dan karena kolam ini hanya memiliki kedalaman di
bawah lutut kaki , tubuh yang terendam pun hanya sebatas sampai dada saja. It,s
oke lah…yang penting panasnya itu lho….hmmm benar-benar bikin tubuh nyaman
brooo…apalagi di temani oleh pemandangan sekitar yang full dengan warna
hijau-hijau…mantabbbssss
Namun karena keterbatasan waktu yang ada , dan istri yang geger meminta untuk
kembali ke lokasi parkiran karena takut ketinggalan bis…saya pun tak bisa
berlama –lama berendam di kolam ini. Lagipula 1 jam berendam di tempat in sudah
terasa khasiatnya neh…sekitar pukul 15:30 saya pun meninggalkan air panas
bersama keluarga kecil saya. Di lokasi Taman Wisata Baturaden kami pun kembali menyempatkan
diri utuk sekedar narsis dan duduk-duduk. Tak lupa oleh – oleh pun menjadi
agenda wajib yang harus di penuhi sebagai buah tangan. Dan sekitar pukul 17.00
bis pun bertolak meninggalkan kawasan
Baturaden dengan seribu kenangan….ada
banyak sekali tempat wisata yang bisa di kunjungi di kawasan ini. Sayang sekali
karena terbatasnya waktu saya hanya bisa mengunjungi sebagian kecil dari
keindahannya. Sebuah janji terucap bahwa suatu saat saya akan kembali ke
kawasan baturaden ini….
 |
| aksen... |