Tampilkan postingan dengan label wisata sepakung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata sepakung. Tampilkan semua postingan

Minggu, September 30, 2018

Jelajah sepakung episode 3 : Air Terjun Goa Semar....

masih di sepakung guys...it's Goa Semar...
Air terjun Goa Semar , sebuah nama air terjun yang cukup menarik untuk siapapun yang baru mendengarnya. Air Terjun ini berada di kaki gunung Telomoyo , tepatnya di lereng sebelah utara gunung Telomoyo. Gak nyangka kan guys Gunung Telomoyo masih menyimpan beberapa pesona tersembunyi. Air Terjun ini terletak di Dusun Srandil , Desa Sepakung , Kecamatan Banyubiru , Kabupatan Semarang.
Air Terjun Goa Semar dari kejauhan...

Desa Sepakung sendiri adalah sebuah desa yang terletak di ketinggian 1500 meter dari permukaan laut. Dengan 12 dusun ,  Desa ini merupakan desa wisata dengan beberapa potensi wisata yang menarik. Dengan kondisi geografisnya yang terletak di pegunungan , desa ini memiliki akses jalan yang naik dan berkelok-kelok dengan sudut kemiringan jalan mencapai 45 derajat. Di beberapa titik malah mencapai 50 derajat. Untuk itulah sebaiknya persiapkan kondisi kendaraan bagi anda yang berniat berkunjung ke desa ini. Karena saya sendiri sempat melihat sebuah truk box hampir meluncur turun karena tidak kuat melewati  jalan yang menanjak. Saya sendiri juga sempat menyaksikan sebuah motor matic hampir kehilangan kontrol saat menuruni turunan tajam gara-gara sistim rem cakramnya rusak.
sedikit petunjuk menuju ke wisata ini...
Nah untuk menuju Desa Sepakung ini , dari kota Ambarawa pengunjung harus berkendara ke arah timur menuju Banyubiru. Setelah melewati  Taman Wisata Bukit Cinta , anda akan menjumpai sebuah pasar tradisional bernama Pasar Gilang. Tak jauh dari pasar ini anda akan menjumpai sebuah pertigaan jalan dengan sebuah pos ojek di sisi kanan jalan. Disinilah anda harus belok ke kanan untuk menuju Desa Sepakung. Dari pertigaan ini masih dibutuhkan waktu sekitar 15 sampai 25 menit untuk menuju Desa sepakung dengan kondisi jalan beraspal yang cukup baik. Jalan menanjak penuh tikungan tajam akan anda lalui selepas dari pertigaan pasar sampai ke Desa Sepakung. Di sepanjang jalan menuju Desa Sepakung ini , anda akan di suguhkan pemandangan alam khas pegunungan dan pedesaan yang tak bisa di temui perkotaan. 
pemandangan di salah satu sudut jalan di Sepakung
Jajaran sawah yang menguning dengan sistem teraseringnya. Atau pemandangan hutan subtropis yang rimbun akan sering anda jumpai di sepanjang jalan menuju Desa Sepakung ini. Bahkan Rawa Pening pun bisa anda saksikan secara utuh saat melewati Jalan menuju Desa Sepakung ini.
Dusun Srandil tempat Air Terjun Goa Semar berada , merupakan salah satu dusun yang berada di Desa Sepakung ini. Dusun ini berada di pojok barat Desa Sepakung. Air Terjun Goa Semar sendiri masihlah jauh dari desa ini. Kira-kira sekitar 550 m menuju barat dari desa ini. Seperti umumnya jalan di daerah pegunungan , jalan menuju air terjun ini sebagian adalah jalan menanjak yang di penuhi oleh tikungan tajam yang berkelok. Kondisi jalan sendiri sudah beraspal cukup baik , halus , dan rata dengan lebar 2 meteran. 
tempat parkir n gerbang masuk...
Setiba di gapura pintu masuk wisata ini , pengunjung dapat langsung memparkirkan kendaraan mereka di tempat parkir yang tersedia cukup luas untuk menampung beberapa kendaraan. Setelah area parkir ini , pengunjung  masih harus berjalan kaki sejauh 500 meter untuk mencapai lokasi Air Terjun Goa Semar. Tapi sebelumnya pengunjung harus terlebih dahulu membeli tiket masuk wisata sebesar Rp 5.000 per-orang.
Loket karcis...bayar dulu yach bro...hehe
Selanjutnya pengunjung dapat melanjutkan perjalanan ke lokasi air terjun.
Dari loket , jalan menuju air terjun telah tertata dengan rapi. Puluhan anak tangga telah di buat untuk menuruni lembah di bawah bukit dimana air terjun Goa Semar berada. Dari kejauhan Air terjun ini telah terlihat seperti guratan garis putih yang menempel di dinding tebing. Pengunjung harus menuruni lembah dengan meniti anak tangga ini untuk lebih mendekat ke bawah air terjun. Gak banyak kok ada sekitar 100 -an lebih anak tangga kok. Tiba Di bawah lembah goa semar ini , pengunjung akan di sambut sebuah sungai kecil dengan airnya yang bening. Sebuah pancuran kecil sengaja dibuat bagi pengunjung yang ingin membasuh muka. Air yang dingin dan segar terasa menyentuh kulit setelah sebelumnya badan sedikit berkeringat karena berjalan menuruni bukit yang cukup curam.
ini neh pancuran kecil penghapus dahaga...(lebay ah...haha)
Perjalanan menuruni lembah ini pun terasa cukup berkesan. Terlebih dengan landscape yang berubah dari atas bukit yang tinggi menuruni cekungan lembah yang dalam. Pemandangan kebun kopi milik penduduk bercampur dengan beberapa pohon tinggi dari ketinggian. Kemudian secara bertahap pengunjung di ajak memasuki kebun kopi dan hutan itu sendiri dan melihat suasana sekitar dari bawah secara langsung ketika menuruni bukit menuju air terjun...sungguh suatu cara untuk menikmati indahnya alam dari sudut pandang yang berbeda. Jika anda tiba di tempat ini masih pagi sekali , bisa anda jumpai dan dengarkan riuhnya burung bersautan di dahan dahan tinggi di atas pohon.
kalo capek...monggo...istirahat dulu...
Nah didasar lembah ini suasana akan berubah sedikit gelap. Tapi jangan takut kawan ...karena suasana gelap ini akibat dari rindangmya pepohonan tinggi yang menaungi dasar lembah dari Lembah Goa Semar ini dan juga kumpulan pohon kopi yang rimbun. Track menuju air terjun yang semula menurun melewati puluhan anak tangga akan menjadi datar melewati jalan setapak yang cukup lembab. 
suasana dasar lembah yang agak gelap-gelap gimana gitoe...
Namun "bonus" berupa jalan datar ini hanya sekitar 20 meter-an saja. Karena setelah itu jalan kembali menanjak melewati sekitar 70-an anak tangga. Hanya beberapa meter saja dari anak tangga yang terakhir ini terlihatlah butiran air yang jatuh dari ketinggian. Lebih berjalan mendekat air terjun ini semakin terlihat. Dan ini dia kawan , Air Terjun Goa Semar...
jreng-jreng...ini dia Air Terjun Goa Semar..
Air terjun yang cukup unik kawan....sekilas terlihat memiliki debit air yang kecil , tapi begitu saya berjalan mendekat ke bawah air terjun baru terasa derasnya air yang jatuh ke bawah...butiran air serasa seperti air hujan yang jatuh dari langit. Ini terjadi karena aliran air terjun ini tidak langsung jatuh ke bawah melainkan membentur bebatuan yang terlihat menonjol di tengah tebing. Aliran air dari atas ini langsung terbagi mengalir membentuk beberapa aliran-aliran air kecil. Aliran air yang kecil ini terlihat seperti goresan putih layaknya benang yang seratnya terbagi menjadi beberapa helai...indah memang...Aliran-aliran air yang kecil ini lantas bersatu di bawah tebing yang disambut oleh bebatuan , kerikil , dan pasir. Air yang jernih ini mengalir di antara komponen ini dan membentuk sungai yang mengalir jauh hingga bermuara di Rawa Pening.
debit airnya dikit sih...tapi indah juga kok...setuju???
Di samping kiri dan kanan aliran air terjun ini tumbuh tanaman perdu menutupi tebing batu sehingga suasana hijau segar berpadu dengan warna putih dari air yang jatuh pun memanjakan mata siapapun yang memandang air terjun ini. Di sekeliling air terjun sendiri , pohon-pohon tinggi tampak tumbuh mengitari air terjun ini sehingga seolah-olah air terjun ini seperti terisolasi dari dunia luar. Kadang burung-burung kecil hinggap di dahan pohon-pohon tinggi ini sambil berkicau dengan riuh. Suara orkesta alam ini berpadu dengan suara gemericik air yang jatuh dan suara angin yang bertiup disela-sela daun. Sungguh suasana yang menghanyutkan dan membuat siapapun yang ada di air terjun ini betah berlama-lama di air terjun ini.
sayang gak ada pisang goreng n kopi...padahal suasananya pas banget...
Air terjun Goa Semar ini sendiri saya taksir memiliki tinggi sekitar 35-40 meter dan berada di lereng sebelah barat Gunung Telomoyo. Berada pada ketinggian sekitar dari permukaan laut , tak di ragukan lagi sejuknya udara di tempat wisata ini. Apalagi tempatnya memang jauh dari pemukiman sehingga suasana tenang , damai , dan syahdu dapat di temui di tempat ini. Saking jauhnya bro , sinyal telepon susah di dapatkan. Bahkan boleh di bilang hampir tidak ada sama sekali sinyal telepon selular di tempat ini.  Pembukaan air terjun ini untuk tempat wisata ini pun terhitung masih baru. Penamaan air terjun ini sendiri merujuk pada sebuah goa yang terletak tidak jauh dari air terjun ini. Goa yang di sebut sebaga Goa Semar ini kerap sekali di pakai untuk ritual bertapa oleh beberapa pengunjung yang datang ke tempat ini. Sehingga praktis dahulunya nama goa inilah yang lebih terkenal dari air terjun itu sendiri. Setelah di tetapkannya Desa Sepakung sebagai desa wisata , air terjun ini di masukan ke salah satu tujuan wisata di desa ini. Namun begitu , keberadaan goa ini sendiri masih exis sampai sekarang dan masih bisa di kunjung. Walau begitu pun , pengunjung harus menjaga tingkah laku dan bicara mereka selama di lokasi goa ini Karena goa ini terkenal masih wingit dan angker.
atas : kamar ganti , kiri bawah : jalan yang tertata sampai ke lokasi air terjun , kanan bawah : berapa tulisan unik karya anak Srandil
Meski terhitung tempat wisata baru , menurut saya sendiri fasilitas yang sudah ada cukup lumayan. Terlihat dari jalan menuju ke air terjun sudah di perbaiki dan di buat berundak sehingga memudahkan pengunjung untuk mendatangi air terjun. Jalan menuju air terjun ini juga di lengkapi dengan bambu sebagai pegangan saat melewati jalan menuju air terjun.bagi anda yang berniat main basah-basahan . Terdapat  juga sebuah ruang ganti tak jauh dari lokasi air terjun walau untuk tempat bilas badan masih belum tersedia. Dan sebuah kamar mandi yang letaknya berada lumayan jauh dari air terjun. Beberapa gazebo dan pondok-pondok sederhana di bangunlengkap dengan bangku dan kursi terbuat dari bamboo dan kayu di beberapa tiitik di sepanjang jalan menuju air terjun. Pengunjung dapat melepas lelehnya di gazebo-gazebo ini  ketika tracking menuju air terjun.
gazebo sederhana tapi cukup berguna dan tanda panah merah itu adalah lokasi Goa Semar
Yang jelas  saat ini pun nama Air Terjun ini semakin banyak di kenal setelah fotonya di unggah di berbagai medsos. Air terjun ini ramai di kunjungi saat akhir pekan dan saat musim liburan. Namun saat musim kemarau bisa di bilang sepi pengunjung karena debit air yang jatuh tidak sederas saat musim peghujan sehingga praktis mengurangi ke-elokan dari air terjun ini. Di samping itu tempat wisata ini hanya mengandalkan air terjun itu sendiri sebagai daya tarik utama. Seandainya saja di bangun fasilitas lain ; mungkin kolam renang atau sejumlah wahana penunjang lainnya mungkin tempat ini bisa lebih berkembang.
Tentunya masyarakat Dusun Srandil masih terus berbenah hingga kini…Yang terbaru adalah beberapa spot selfie yang di bangun  di beberapa titik. Hmmm semakin menambah menarik nih…Marilah berharap semoga saja tempat wisata ini bisa lebih berkembang dan mampu mengangkat perekonomian warga desa ini…
nah yang ini salah satu spot selfie di dekat lokasi Goa..

Sabtu, September 01, 2018

Jelajah sepakung episode 2 : namanya Air Terjun Kedung Macan


Air Terjun Kedung Macan...kereeennn kaannn???
Ya…namanya Air  Terjun Kedung Macan….Bagi yang pernah mengunjungi Gumuk Reco atau Wisata Cemoro Sewu pasti melewatinya. Cuma karena memang letak air terjun ini cukup tersembunyi dan minimnya rambu atau petunjuk arah menuju curug ini , sebagian orang hanya melewatinya ketika menuju tempat wisata di Sepakung tanpa tahu ada sebuah air terjun yang layak di perhitungkan keindahannya. Air terjun ini tepatnya terletak di Dusun Ngilmut , Kecamatan Sepakung , Kabupaten Semarang , Jawa Tengah.
lurus langsung jatuh..
Desa Sepakung sendiri adalah sebuah desa yang terletak di ketinggian 700-1000 meter dari permukaan laut. Desa ini merupakan desa wisata dengan beberapa potensi wisata yang menarik. Dengan kondisi geografisnya yang terletak di pegunungan , desa ini memiliki akses jalan yang naik turun dan berkelok-kelok dengan sudut kemiringan jalan mencapai 45 derajat. Di beberapa titik malah mencapai 50 derajat. Untuk itulah sebaiknya persiapkan kondisi kendaraan bagi anda yang berniat berkunjung ke desa ini. Karena saya sendiri sempat melihat sebuah truk box hampir meluncur turun karena tidak kuat melewati jalan yang menanjak. Saya sendiri juga sempat menyaksikan sebuah motor matic hampir kehilangan kontrol saat menuruni turunan tajam gara-gara sistim rem cakramnya rusak.
Nah untuk menuju Desa Sepakung ini , dari kota Ambarawa pengunjung harus berkendara ke arah timur menuju Banyubiru. Setelah melewati Taman Wisata Bukit Cinta , anda akan menjumpai sebuah pasar tradisional bernama Pasar Gilang. Tak jauh dari pasar ini anda akan menjumpai sebuah pertigaan jalan dengan sebuah pos ojek di sisi kanan. Disinilah anda harus belok ke kanan untuk menuju Desa Sepakung...setelah pertigaan pasar gilang ini anda akan memasuki dusun Gilang. Dari dusun ini jalan mulai menanjak dan di dominasi oleh beberapa tikungan tajam. Terus telusuri jalan ini tanpa berbelok. Sekitar 1,2 km dari pertigaan Pasar Gilang anda akan menjumpai sebuah pertigaan jalan lagi. Di sini anda harus mengambil jalan ke kiri ke arah Gumuk Reco dan Cemoro Sewu. Terus ikuti jalan ini yang umumya di penuhi tikungan-tikungan tajam dan setelah anda tiba dijalan yang cukup datar dimana anda akan melihat pemukiman penduduk dari kejauhan. Inilah Desa Nglimut tempat air terjun itu berada. Tapi tunggu dulu kawan jangan buru-buru tancap gas masuk ke desa ini. Karena lokasi Air Terjun Kedung Macan justru terletak sebelum desa Nglimut ini.
Peta menuju Kedung Macan dari jalan raya Banyubiru-Salatiga
Sebelum memasuki Dusun Nglimut , tepatnya sesudah melewati jalan menanjak dan tiba di jalan yang landai ; anda akan melihat hamparan sawah luas di sisi kiri jalan dan tanah lapang kosong yang tak begtu luas di kanan jalan. Nah...di tanah kosong inilah anda bisa memparkirkan kendaraan yang anda bawa. Tak ada penjaga parkir atau retribusi resmi di sini karena tempat ini memang masih dalam tahap pengembangan dan belum di buka untuk umum. So...bagi yang merasa kurang aman meninggalkan kendaraannya disini , bisa membawa kunci tambahan untuk mengamankan motor yang di bawanya. Atau kalau tidak , anda bisa menitipkan kendaraan di salah satu rumah penduduk Dusun Nglimut. Tapi konsekuensi yang harus anda terima adalah anda harus berjalan agak jauh menuju lokasi air terjun.
Terus...air terjunnya di mana neh???
tempat parkir di kanan jalan bro...n jalan menuju Kedung Macan lewat pematang sawah di kiri jalan(gambar dari google map tahun 2015 , kondisi sekarang sedikit berbeda)
Sabarrr...akan saya uraikan lebih jauh di tulisan saya di bawah ini...hehehe
Nah...anda masih ingat kan dengan hamparan sawah di kiri jalan yang saya sebut sebelumnya???Disinilah terdapat sebuah jalan kecil membelah areal persawahan di kiri jalan ini. Letak jalan setapak menuju Air  Terjun Kedung Macan ini berada tepat di depan tanah kosong tempat pengunjung biasa memparkirkan kendaraannya. Dahulu waktu pertama kali saya berkunjung ke tempat ini , di pojok jalan ini masih terdapat papan arah ke Air Terjun Kedung Macan. Namun saat saya kembali mengunjungi tempat wisata ini untuk yang kedua kalinya , papan arah ini telah hilang tanpa bekas. Hal ini jugalah yang membuat Air Terjun Kedung  Macan ini semakin tidak di kenal oleh para turis.
Balik lagi neh...untuk menuju lokasi Air Terjun Kedung  Macan , ikuti jalan setapak yang membelah sawah ini. Awalnya jalan datar-datar saja , namun sesudah meninggalkan areal persawahan , jalan setapak ini akan menurun melewati ladang penduduk yang umumnya di tanami pohon kopi dan tanaman perkebunan lainnya seperti pohon sengon, mahoni dan lain-lainnya. Terus ikuti jalan setapak ini bro...dan setelah anda berjalan ...anda pun akan sampai di air terjun yang dimaksudkan , Air Terjun Kedung Macan.
peta ke air terjun dari jalan desa Nglimut
Air Terjun Kedung Macan terletak di Dusun Nglimut , Kecamatan Banyubiru , Kabupaten Semarang , Jawa Tengah. Terletak di titik koordinat 7⁰20'19,5"S 110⁰25'22,5"E. Kesan pertama sewaktu sampai di air terjun ini adalah " kereeennn". Karena debit air tampak mengucur deras bak pancuran raksasa.  Air ini jatuh dari atas tebing batu setinggi kurang lebih 10 meter. Air Terjun Kedung  Macan ini memiliki karakteristik jatuhan air yang lurus tanpa terhalang apapun. Di bawah air terjun , air jatuh langsung membentuk aliran sungai yang lumayan deras. Air sungai ini oleh warga kemudian di bendung dengan tumpukan batu kali yang di susun demikian rupa agar membentuk sebuah kolam. Di dasar air terjun sendiri lebih banyak di isi oleh butiran pasir dan batu krikil walaupun ada juga beberapa batu berukuran besar namun jumlahnya bisa dihitung dengan jari.
lagi deras neh airnya...
Limpahan air yang deras yang jatuh dari atas sebagian berubah menjadi kabut air. Cakupan kabut air ini kemudian membasahi sekitar air terjun dan membuat tanah menjadi lembab. Kondisi ini membuat tumbuhan perdu tumbuh subur di sekeliling air terjun. Selain di isi oleh tumbuhan perdu , di sekeliling air terjun juga di isi oleh pohon bambu dan tanaman-tanaman perkebunan milik penduduk setempat. Suasana pun masih asri dan alami dengan kondisi udara yang segar khas pegunungan. Nongkrong di pinggir sungai sambil mencelupkan kaki di aliran sungai di temani oleh pemandangan Air Terjun Kedung Macan ini tentunya menjadi kegiatan yang cukup menyenangkan kawan. Apalagi bagi anda yang tinggal di lingkungan perkotaan yang bising dan ramai , kesunyian dan ketenangan tempat ini bisa menjadi sarana piknik yang tepat...tapi jangan melamun loh...ntar kesambet...hehehe
Tapi saya sendiri menyarankan untuk anda yang berniat mengunjungi air terjun ini untuk tidak datang saat puncak musim kemarau. Karena di musim-musim kemarau ini debit air yang mengucur dari atas tebing tidak sederas saat musim penghujan.
debit air mengecil saat musim kemarau
Nama air terjun yang berada di ketinggian 736 mdpl ini pun terdengar cukup sangar bagi yang mendengarnya. Apalagi embel-embel kata "Macan" di belakangnya membuat sebagian orang teringat akan hewan buas , harimau. Lalu apa sih hubungan tempat ini dengan hewan buas itu. Nah...usut punya usut nih...dahulunya di air terjun ini kerap sekali di temui beberapa macan yang sedang bermain air atau sekedar minum...maka itulah air terjun ini kemudian oleh warga di namakan "Kedung Macan". Kedung berarti kolam dan macan berarti Harimau.
Wah bahaya dong kalau begitu...takutnya di caplok macan nanti...
Hahaha...gak usah kuatir bro...itu mah dulu kale. Kalo sekarang macan ini tidak ada lagi tentunya. Secara Harimau Jawa saja telah di nyatakan punah kok dari Pulau Jawa...kalau pun ada , saya menduga itu macan jadi-jadian alias setan...hehehe...saya dua kali berkunjung sendiran ke tempat ini tidak menemukan hewan apapun tuh...memang sih suasana sedikit seram sih...tapi saya anggap biasa deh secara posisi tempat sendiri memang berada di pinggir hutan...wajarlah bila ada jin atau setan...untuk itulah saya menyarankan bagi anda yang hendak berkunjung ke tempat ini pastikan untuk menjaga prilaku anda...ok brooo...
sorry ya brooo....lage-lage gue nongol...hahaha
Sebagai tempat menarik yang masih alami , Air Terjun Kedung Macan ini mulai di kembangkan menjadi obyek wisata baru di Sepakung oleh warga Dusun Nglimut. Sejumlah fasilitas pun mulai di bangun di beberapa sudut lokasi wisata. Seperti kamar mandi , tempat duduk terbuat dari batangan kayu , gazebo dengan ukuran yang cukup besar dan juga tempat penjaga loket. Akses jalan menuju air terjun dari jalan raya pun mulai di benahi. Di tandai dengan di buatnya undakan-undakan jalan terbuat dari tanah yang di tahan oleh potongan bambu di turunan-turunan jalan menuju lokasi Air Terjun Kedung Macan. Dan sebagai obyek wisata yang belum di resmikan , belum ada tarif retribusi di tempat ini alias Gratis.
beberapa fasilitas yang tengah di kerjakan...
Lalu…. layakkah tempat ini di jadikan tempat wisata??saya pribadi akan menjawab layak pakai banget. Tempat ini memiliki potensi yang sangat bagus untuk di kembangkan sebagai obyek wisata. Pertama posisi tempat ini yang berada di lintasan jalur menuju Gumuk Reco dan Cemoro Sewu yang sudah di kenal terlebih dahulu. Tentunya sangatlah mudah mempromosikan tempat ini. Kedua , Lihat saja posisinya yang berada di cekungan lembah sehingga praktis kontur tanah pun menjadi sedikit miring. Saya membayangkan jika saja di bangun kolam renang-kolam renang di kemiringan tanah dekat dengan lokasi air terjun. Kolam renang ini bisa di buat dengan sistim terasering layaknya persawahan di perbukitan. Pastinya asyik ya berenang di alam dengan pemandangan back ground air terjun...pasti keren banget...Atau bisa juga di bangun beberapa sarana out bound seperti flying fox , jembatan gantung dll. Karena posisi tempat ini yang berada di cekungan lembah sangat cocok untuk wahana-wahana seperti ini.
tracking menuju air terjun dengan jalan yang turun..
Namun saat ini pun pengembangan obyek wisata ini sendiri masih terkendala oleh beberapa hal. Sama dengan Wisata Gumuk Reco , tempat ini masih terkendala oleh akses jalan menuju ke Desa Nglimut dari jalan raya Ambarawa-Banyubiru. Dan yang menjadi kendala utama adalah masalah sengketa tanah...beda dengan Gumuk Reco yang tanahnya berada di lahan perhutani sehingga lebih memudahkan dalam sistem bagi hasilnya , lokasi Air Terjun Kedung Macan ini melewati sejumlah tanah milik penduduk setempat sehingga untuk negoisasi pemakaian lahan masih berjalan alot dan sulit. Kendala seperti inilah yang membuat pembangunan tempat ini menjadi tersendat hingga saat ini.
Saya sendiri sangat berharap kekompakan warga Dusun Nglimut nantinya dapat membuat tempat ini menjadi lebih bersinar dan dapat di sejajarkan dengan Wisata Gumuk Reco dan Wisata Cemoro Sewu yang telah ada sebelumnya. Yang jelas kita tunggu aja neh perkembangan Wisata Curug Kedung Macan ini kawan..semoga saja bisa bersolek lebih baik…
👍👍👍

Jumat, Juli 27, 2018

Jelajah sepakung episode 1 : ke Gumuk Reco yuk...

spot selfi sarang burung at Gumuk Reco
Gumuk Reco adalah sebuah tempat wisata yang berada pada ketinggian sekitar 850 meter dari permukaan laut...konsep tempat wisata ini berbasis pada wisata alam yang menyajikan pemandangan lereng GunungTelomoyo dan Rawa Pening yang mempesona dari ketinggian. Sebagai tempat yang tergolong masih baru dan fresh , tempat wisata ini sudah terkelola dengan cukup baik. Sejumlah fasilitas yang di bangun pun telah menunjang tempat ini untuk beroperasi. Dari tempat parkir yang cukup luas untuk kendaraan. Dua buah kamar mandi lengkap dengan WC dan persediaan air yang cukup melimpah. Sampai sarana jalan menuju lokasi wisata yang telah di lakukan betonisasi yang cukup baik.
sejumlah fasilitas neh...no 1. loket karcis(jangan lupa bayar lhoo..a)  2.gazebo serbaguna(kalo-kalo mau ngadain acara ,bisa di booking dulu neh..hubungi pengelola yah)  3.kalo ini mah gazebo buat penjaga wahana berbayar seperti Jembatan Kepompong , ayunan langit dan flying fox(disini pula neh di pasang sejumlah peralatan safety bagi yang mau naik wahana ini)  4.Kamar Mandi..airnya melimpah bro n ngalir terus...bisa di tampung n jadi kolam neh...
Terus....apa sih menariknya tempat ini? Tentunya itu yang terlintas di benak anda...nah selain menyajikan pemandangan di ketinggian , tempat ini juga mengakomodir beberapa tempat selfi yang ciamik punya...
Sebut saja Jembatan Kepompong yang membentang memanjang menghubungkan sebuah gardu pandang yang mirip rumah pohon. Jembatan yang terbuat dari tali yang di simpul menyangga potongan kayu membentuk jembatan sepanjang sekitar 15 meter dan memiliki ketinggian 17 meter dari permukaan tanah. Di sisi Rumah pohon tersebut terdapat sebuah jurang yang memiliki kedalaman sampai 300 meter. Sensasi meniti jembatan ini akan membuat jantung pengunjung semakin berdegup kencang ketika melewatinya. Betapa tidak...jembatan ini akan bergoyang ke kanan dan ke kiri begitu kaki melangkah melewatinya. Apalagi saat angin lembah bertiup kencang jembatan ini semakin bergoyang kencang. Tidak jarang beberapa pasangan meniti jembatan ini dengan saling berpegang tangan. Tentu saja hal ini semakin menambah kemesraan pasangan-pasangan yang sedang di rundung asmara ini..
Jembatan Kepompong
Yang tak kalah ikonik adalah sebuah wahana ayunan yang berada di pinggir sebuah tebing. Ayunan Langit begitu pengelola menyebutnya. Ayunan ini menggantung pada sebuah pohon yang berada di bibir jurang pada ketinggisn 800 meter. Butuh keberanian extra untuk mencoba wahana ini. Karena pengunjung akan langsung di hadapkan pada jurang menganga di bawahnya ketika mulai berayun dari bibir jurang. Deg-deg-an??pastinya brooo.....karena itulah bagi anda yang punya penyakit jantung sebaiknya jangan deh coba wahana yang satu ini...nah meski terlihat berbahaya , wahana ini telah di lengkapi dengan pengaman yang memadai...ayunan ini pun banyak di buru oleh penggemar fotografi karena dengan ayunan ini pengunjung dapat membuat foto yang keren...seolah kita sedang menggapai angkasa dengan sebuah ayunan berlatar belakang pegunungan di ketinggian....wow keren pastinya neh bro...
Ayunan Langit atau bahasa kerennya Sky Swing...coba deh...seru lho...
Dan karena tingkat bahayanya ini jugalah yang membuat kedua wahana sekaligus spot selfie ini menjadi tidak gratis alias bayar...berapa nih htm-nya perorang?
Murah kok...cuma beli tiket Rp 10.000 per wahana ini dan anda pun bisa mencoba Ayunan Langit dan Jembatan Kepompong ini.
Yang terbaru adalah wahana Flying Fox sepanjang 85 meter membentang di antara pohon pinus. Jalur Flying fox ini saya taksir berada pada ketinggian sekitar 10 meter dari permukaan tanah. Wah benar-benar membikin deg-degan nih...nah untuk wahana terbaru ini pengunjung harus membayar Rp 15.000 untuk dapat mencobanya.
Flying Fox...lewat pinus kayak gini ,berasa mirip Rubah Terbang beneran neh
Bagi yang tak ingin bayar....hehehe...tenang nih di lokasi Gumuk Reco ini juga terdapat spot-spot Selfi yang gratis. Dan spot selfi ini juga bisa menghasilkan foto-foto yang oke punya. Spot selfi gratis favorit saya sendiri adalah sebuah spot selfie berbentuk sarang burung yang terletak di pinggir jurang. Menurut saya pribadi spot ini begitu unik dan pas dengan tema tempat ini yang berada di gunung dan pinggiran jurang. Di sini saya bisa bergaya layaknya anak burung yang berada di sarangnya menunggu induknya yang terbang mencari makanan...hahahaha
ini neh spot selfie gratis favorit ane...selalu suka lihat nih foto...

Selain beberapa spot selfie gratis ini disekitar lokasi juga terdapat gardu-gardu pandang yang menempel di pohon-pohon tinggi. Untuk berdiri di gardu pandang yang terletak di ketinggian ini , pengunjung harus meniti tangga-tangga kayu yang menghubungkan gardu pandang ini dengan permukaan tanah. Tinggi gardu pandang dari permukaan tanah ini pun bervareasi. Ketika berada di gardu pandang ini pengunjung bisa lebih lepas memandang ke arah bawah yang di dominasi oleh hutan , sawah , dan rumah penduduk. Dan karena letaknya yang menempel di dahan pohon yang lumayan tinggi terkadang gardu pandang ini ikut bergoyang ketika angin berhembus kencang menerpa pepohonan. Lumayan bikin kaget n bikin jantung deg-deg-an sich...hahaha
berani coba panjat tebing ini...
Bagi pengunjung yang menginginkan sesuatu yang benar-bener bikin adrenalin memuncak , bisa juga tuh mencoba untuk memanjat Tebing Pereng Kuning di sebelah dari lokasi wisata. Tapi tentu saja saya pun menyarankan untuk sekali-kali tak mencobanya bagi yang tak memiliki keahlian atau pengalaman panjat tebing. Karena memang di butuhkan keahlian untuk memanjat tebing yang memiliki kontur tegak lurus.
Selain sebagai ajang berselfi ria , gumuk reco juga dapat menjadi tempat nongkrong yang asyik...secara letak tempat wisata ini terletak di lereng gunung sehingga udara pun masih bersih dan sejuk. Tempatnya yang jauh dari keramaian pun merupakan tempat yang sempurna untuk merenung dan menenangkan diri dari kesemrawutan per-kota-an. Banyaknya pohon cemara yang tumbuh di lokasi ini juga semakin mempercantik tempat ini. Pohon cemara ini juga memberi kesan teduh dan adem pada lokasi wisata ini. Di bawah pohon-pohon cemara ini banyak bertebaran bangku , meja dan kursi terbuat dari potongan kayu. Pengunjung pun dapat memesan makanan dan minuman di warung-warung terdekat...
Menarik kan bro...nah bagi yang tertarik ke tempat ini , sobat semua dapat mendatangi tempat wisata ini yang terletak di Dusun Kenongo, Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Desa Sepakung sendiri adalah sebuah desa yang terletak di ketinggian 700-1000 meter dari permukaan laut. Desa ini merupakan desa wisata dengan beberapa potensi wisata yang menarik. Dengan kondisi geografisnya yang terletak di pegunungan , desa ini memiliki akses jalan yang naik dan berkelok-kelok dengansudut kemiringan jalan mencapai 45 derajat. Di beberapa titik malah mencapai 50 derajat. Untuk itulah sebaiknya persiapkan kondisi kendaraan bagi anda yang berniat berkunjung ke desa ini. Karena saya sendiri sempat melihat sebuah truk box hampir meluncur turun karena tidak kuat melewati jalan yang menanjak. Saya sendiri juga sempat menyaksikan sebuah motor matic hampir kehilangan kontrol saat menuruni turunan tajam gara-gara sistim rem cakramnya rusak.
pemandanganny lepas ke arah timur..sunrise pun terlihat dari sini..
Nah untuk menuju Desa Sepakung ini ,
bagi anda yang membawa kendaraan pribadi , entah itu Mobil atau motor ; yang perlu anda lakukan adalah pergi menuju ke kota Ambarawa. Kalau dari kota Semarang anda bisa berkendara ke arah selatan menuju kota solo. Sebelum terminal Bawen , anda harus belok ke kanan menuju kota Ambarawa. Sebaliknya , bagi yang datang dari arah Solo , anda harus menuju kota Semarang melewati Kabupaten Boyolali dan kabupaten Salatiga. Selepas terminal Bawen anda akan menemui sebuah pertigaan. Disinilah anda harus belok ke kiri untuk menuju kota Ambarawa.

Dari terminal Bawen , ada 2 alternatif untuk menuju ke Banyubiru. Alternatif pertama lewat Ambarawa Kota. Untuk ke Ambarawa kota , dari terminal Bawen anda harus berkendara lurus tanpa berbelok. Sekitar 6 km anda akan tiba di pasar Projo Ambarawa. Jangan kaget dengan kemacetan di pasar ini ,disamping jalan yang sempit , di sinilah pusat aktifitas kota Ambarawa. Dari pasar Ambarawa ini anda masih harus berkendara lurus hingga tiba di sebuah pertigaan dengan sebuah monument berbentuk tank  yang berdiri tepat di tengah pertigaan ini , anda harus belok ke kiri untuk menuju Banyubiru. Terus ikuti jalan ini hingga habis dan bertemu dengan pertigaan yang terletak di depan Lapangan Turonggo atau Pangsar Sudirman. Disini anda harus belok ke kanan. Ikuti jalan ini terus  tanpa berbelok dan anda pun akan sampai di daerah Banyubiru.
Alternatif kedua adalah dengan melewati ring road Ambarawa. Dari terminal Bawen anda harus berkendara lurus sampai di pertigaan lampu lalu lintas yang pertama , anda harus belok ke kiri. Ikuti terus jalan ini hingga anda tiba di perempatan besar dengan lampu lalu lintas yang mengatur arus lalu lintas kendaraan bermotor. Di perempatan ini anda kembali harus belok ke kiri untuk menuju Banyubiru. Terus ikuti jalan ini tanpa berbelok dan anda pun akan sampai di daerah Banyubiru.
Bagi anda yang datang dari arah Yogyakarta atau Magelang , anda harus berkendara menuju Ambarawa melewati rute Yogyakarta-Magelang-Pringsurat-Jambu-Ambarawa. Untuk menuju ke Banyubiru anda bisa lewat Ambarawa Kota atau melalui Ring Road Ambarawa.
Sesampai Banyubiru , untuk gampangnya anda bisa menuju ke wisata Bukit Cinta yang terletak di pinggir Rawa Pening. Setelah melewati Taman Wisata Bukit Cinta , anda akan menjumpai sebuah pasar tradisional bernama pasar Gilang. Tak jauh dari pasar ini anda akan menjumpai sebuah pertigaan jalan dengan sebuah pos ojek di sisi kanan. Disinilah anda harus belok ke kanan untuk menuju Desa Sepakung.. Jalan menanjak penuh tikungan tajam akan anda lalui selepas dari pertigaan pasar sampai ke Desa Sepakung. Untuk menuju Gumuk reco , Sekitar km dari pertigan jalan pasar gilang , anda akan menemui kembali sebuah pertigaan jalan. Belok kiri ya bro untuk menuju Gumuk Reco. Terus ikuti jalan ini yang akan membawa anda melewati Dusun Glowo. Jangan kaget ya bila anda akan menemui jalan yang nanjak kemudian turun habis di desa ini...Selepas Dusun Glowo anda akan kembali menemui pertigaan lagi. Disini anda harus belok kanan kawan...tapi hati-hati ya bro jalan belok ke kanan ini merupakan tikungan tajam dan nanjak habis. Mending pelan-pelan aja deh....ikuti jalan nanjak  ini terus dan anda pun akan sampai di Gumuk Reco.

nih peta ke gumuk reco dari bukit cinta....
Lalu kenapa diberi nama Gumuk Reco??
Secara bahasa , gumuk reco berasal dari kosakata bahasa jawa. Gumuk berarti gundukan dan Reco berarti arca atau patung. Menurut penuturan warga setempat ,pak daryono yang juga merupakan sesepuh sekaligus pengelola obyek wisata ini ; di sekitar lokasi wisata ini memang terdapat sebuah batu yang merupakan peninggalan para waliullah. Pada awalnya bongkahan batu ini akan dipahat oleh wali ini. Tapi saat pahatan baru berbentuk  kepala manusia , sang wali ini terlihat oleh penduduk setempat yang menjadikan amalannya ini menjadi sia-sia. Wali ini kemudian meninggalkan batu yang belum selesai ia pahat begitu saja. Pahatan yang menyerupai kepala manusia ini sampai sekarang masih tersisa dibatu bagian paling atas walau bentuk kepala manusia ini sudah berkurang detilnya di karenakan tergerus oleh hujan dan panas.
batu ini neh yang konon memberi ama tempat ini...perhatikan deh...bagian mana yng mirip kepala kera dan mana yang mirip kepala kodok
Selain pahatan berbentuk kepala manusia , menurut penuturan pak daryono masih terdapat pahatan yang dapat terlihat jika batu ini di lihat dari sudut yang lain. Jika batu ini dilihat dari samping barat , terlihat pahatan berbentuk kepala kodok menghadap utara dan pahatan kepala kera menghadap selatan. Pahatan kepala kera ini di percaya ada kaitannya dengan penampakan kera putih yang kadang terlihat di sekitar tebing bernama Pereng Kuning. Letak tebing Pereng Kuning ini sendiri berada di sisi selatan dari obyek wisata ini. Tebing ini juga kadang di gunakan untuk olah raga panjat tebing. Keberadaan kera putih di sekitar tebing ini pun menjadi sosok hewan yang penuh misteri. Batu yang semula hendak di jadikan patung ini pun masih ada dan terletak di pnggir jurang tidak jauh dari Ayunan Langit dan Jembatan Kepompong. Keberadaan batu ini yang sampai saat ini masih berdiri kokoh di pinggir tebing juga di percaya adalah suatu keajaiban. Karena batu ini terletak di atas permukaan tanah tidak tertanam di dalam tanah. Penduduk setempat menganggap ini adalah suatu keajaiban batu yang terletak di pinggir tebing ini tidak menggelinding ke bawah hingga sekarang.
Saat ini pun pengelolaan wisata yang satu ini masih di pegang oleh pihak Desa Sepakung yang berkerja sama dengan pihak perhutani dengan system bagi hasil. Tarif masuknya pun cukup terjangkau. Hanya membayar Rp 5000 perorang , pengunjungpun dapat masuk ke lokasi wisata dan menikmati wahana dan fasilitas  yang ada. Untuk parkir motor di patok Rp 2000 per-motor. Tempat ini pun semakin ramai dan di kunjungi wisatawan ,  baik itu wisatawan lokal maupun wisatawan luar daerah...bahkan menurut penuturan pak daryono , saat hari libur obyek wisata ini ramai di kunjungi oleh wisatawan.
pemandangan indahnya area persawahan dari Gumuk Reco
"Tahun baru kemarin itu lho mas...motor mau naik ke gumuk reco ini sampai kesulitan saking padatnya jalan menuju gumuk reco ini..." wuisss...benar-benar animo masyarakat sangatlah tinggi pada tempat wisata ini. Karena itulah pihak pengelola berencana untuk menambah spot selfi di tempat ini. Pengelola pun berencana membangun beberapa kolam renang anak sebagai wahana bermain untuk anak-anak...hmmm...good plan pak...tetap semangat yah...hehe
pintu gerbang menuju Gumuk Reco...
Dan yang menjadi kendala dari tempat wisata ini adalah kondisi jalan raya menuju tempat wisata ini yang boleh di bilang extrem untuk ukuran orang awam. Beberapa tanjakan di beberapa titik jalan yang nanjak habis sering membuat beberapa pengunjung putar arah. Beberapa turunan jalan yang cukup curam pun juga di temui di beberapa titik jalan. Disamping nanjak dan turun habis , kondisi jalan raya yang sebagian besar melewati jalan desa ini di penuhi dengan tikungan-tikungan tajam. Selain itu lebar jalan yang sempit seringkali membuat beberapa mobil kesulitan saat berpapasan...tapi kalo buat saya sendiri sih "sesuatu yang indah dan menarik hati memang harus di dapatkan dengan perjuangan..."
Gak ada yang tanya ya???
Hahaha...ya udah lah...
Tentunya tempat wisata yang seperti ini banyak di buru oleh para pecinta selfie dan fotografi. Pun juga khalayak luas yang haus akan tempat wisata baru. Nah tunggu apalagi… jika anda tertarik , buruan deh kunjungi tempat ini kawan.
tak mainan ayunan lagi...hehehe