 |
| bukit ngipik dan pemandangannya |
Mungkin bagi anda yang bukan berasal dari semarang akan menjadi bingung begitu mendengar nama tempat ini. Itu sangat wajar karena orang semarang sendiri banyak yang tak mengenal tempat ini. NGIPIK pass…atau lebih dikenal Bukit NGIPIK; merupakan sebuah dataran tinggi yang terletak di lereng sebelah timur dari Gunung Ungaran dengan pemandangan yang cukup memikat mata. Keberadaan tempat ini telah cukup dikenal oleh kalangan muda mudi sekitar kota ungaran dan para peziarah makam nyatnyono serta Sendang Amanah yang terletak tidak jauh dari tempat ini…. Sebenarnya tempat ini telah ada sejak dahulu. Tapi karena akses jalan untuk menuju ke tempat ini yang berupa jalan aspal sampai puncaknya dikuasai oleh patra jasa yang merupakan pengelola perkebunan kopi; Terkadang jalan untuk mencapai puncak bukit ngipik ditutup untuk umum. Sangat disayangkan memang…karena tempat ini jika dikelola dengan baik akan menjadi pesaing baru bagi ketep pass yang berada dimagelang.
 |
| pemandangan kebawah yang lepas tanpa halangan |
Untuk menuju tempat ini terdapat 2 jalan yang bisa dilewati….yaitu lewat daerah Lerep dan desa Ngaglik..
Jalur pertama melewati daerah lerep dan perkebunan kopi milik pt patra jasa adalah jalan terpopuler dan sering dilewati sebelum akhirnya ditutup untuk umum. Tetapi telah dibuka kembali untuk umum baru-baru ini. Untuk Menuju bukit ngipik dari arah alun alun timur kota ungaran pilihlah jalan menuju ke kolam renang siwarak kearah desa Blanten…setelah sampai di pertigaan jalan menuju kolam renang siwarak ambilah jalan kekiri yang menuju keatas kearah desa lerep karena jalan kekanan menuju kolam renang siwarak. Terus ikuti jalan aspal ini hingga bertemu dengan pertigaan jalan dengan sebuah pos ronda berada dipersimpangan jalan.dipertigaan jalan ini ambilah jalan kekiri..melewati jalan dari pertigaan jalan ini harus extra hati-hati karena jalan yang telah rusak parah sepanjang kurang lebih 1km ..
 |
| separah ini jalan yang rusak...hati2 ya.. |
dengan mengikuti jalan ini…tidak lama kemudian anda akan sampai di gapura perkebunan kopi dan cengkeh desa lerep..jalan mulai rata dan beraspal memasuki gapura ini.
 |
| gapura desa perkebunan lerep |
Dari gapura pintu masuk perkebunan PT Patra Jasa pengunjung akan melewati hamparan kebun kopi dan cengkeh yang berada dikanan dan kiri jalan aspal disepanjang jalan menuju puncak ngipik sebelum akhirnya sampai didesa lerep yang sebagian besar penduduknya yang berjumlah 8 keluarga bekerja di perkebunan ini. Desa ini terlihat sepi dan asri…pohon kopi yang menghijau penuh dengan buah kopi di sekeliling desa ini menambah warna tersendiri bagi desa ini
 |
| Tanaman Kopi |
|
|
 |
| Tanaman cengkeh |
|
|
….terkadang terlihat pula aktivitas dari penduduk desa ini yang tengah memanen cengkeh dan kopi…dari desa ini ikutilah jalan aspal yang menanjak lurus naik untuk menuju ngipik….pengunjung akan dimanjakan dengan indahnya pemandangan kebun kopi dan cengkeh yang hijau diselimuti kabut gunung…udara segar dan dingin semakin terasa …kadang terdengar kicauan burung – burung liar dan suara ayam hutan dikejauhan…cahaya matahari yang masuk disela-sela rerimbunan daun kopi mengajak pengunjung untuk masuk ke dunia lain…fantastis sekali…
 |
| hamparan kebun kopi yang fantastis |
Meninggalkan desa lerep beberapa menit kemudian vegetasi yang umumnya pohon kopi mulai berkurang digantikan oleh hijaunya padang rumput dikejauhan…dibawah indahnya pemandangan kota ungaran sudah mulai terlihat karena tak ada satupun pohon besar yang menghalangi pemandangan disepanjang jalan ini….berkendara dengan sepeda motor atau sepeda gunung melewati jalan yang berkelok-kelok yang terlihat dari bawah serasa mengasyikan.
 |
| berhenti dulu ahhhh... |
Segarnya udara pegunungan..dinginnya hembusan angin..ditambah pemandangan yang indah menambah asiknya perjalanan. Tapi perlu diingat…jalan aspal yang berkelok-kelok menuntut kewaspadaan dan konsentrasi tinggi bagi siapa saja yang melewati daerah ngipik pass ini…
Dari kejauhan puncak dari bukit ngipik telah terlihat…sekitar 15 menit melewati daerah padang rumput dengan jalannya yang berkelok kelok akhirnya sampai juga di puncak bukit ngipik.
Dipuncak bukit ngipik ini pemandangan benar – benar indah dan jelas sekali.
 |
| Pemandangan sebelah utara dari puncak ngipik |
Jika kita melihat kebawah tak jauh dari bukit ini terlihat hamparan hijau kebun kopi dan pala. Deretan jalan raya semarang – solo lengkap dengan mobil-mobilnya yang lalu lalang , rumah dan pabrik yang tampak tertata rapi begitu kecil terlihat seolah kita diajak untuk melihat maket kota ungaran….apalagi bila malam tiba deretan lampu yang bergerak yang berasal dari kendaraan tampak berkelip – kelip di sepanjang jalan bawen – gombel dan jalan tol tembalang- semarang.
Bukan Cuma itu saja , pengunjung pun bisa menikmati indahnya sunrise dari bukit Ngipik karena tempat ini memang menghadap ketimur.menatap Indahnya semburat matahari terbit di horizon menambah kesan tersendiri bagi siapa saja yang kesini.
 |
| serasa duduk dinegeri diatas awan |
Saat matahari telah meninggi , dari kejauhan terlihat gunung lawu disebelah timur dan gunung muria di sebelah utara dengan puncaknya terlihat seakan menyapa pengunjung. disebelah selatan terlihat wilayah ungaran yang masih jarang dengan pemukiman dan lekukan lembah lembah yang tak terllu tinggi.. Disebelah barat terlihat puncak ungaran dengan rimbunnya pepohonan tampak begitu dekat. Seolah mengajak dan menantang kita untuk menjelajahinya.
 |
| gak lengkap kalao gak narsis dulu rasanya...hahaha |
Belum habis sampai disitu saja….pengunjung yang belum puas bisa melanjutkan wisata mereka kesebuah tempat wisata religi…karena tak jauh dari puncak bukit ngipik ini terdapat sebuah mata air yang kerap disebut sebagai SENDANG AMANAH yang konon airnya bisa membawa berkah bagi siapa saja yang percaya akan keajaibannya…
S E N D A N G A M A N A H
 |
| sendang amanah |
Mata air ini telah ada sejak dahulu dan dipercaya ada hubungannya dengan makam syeh potro kusumo yang ada didesa nyatyono. Tidak ada yang tahu pasti mulai kapan air disendang amanah ini mengucur. Tapi menurut Bapak Hasyim yang merupakan juru kunci dari sendang amanah ini, mata air atau sendang ini dinamakan amanah yang berarti “titipan” karena keberadaan sendang ini merupakan titipan para leluhur agar airnya bisa digunakan untuk berbagai hal…Bila dipikir memang aneh diketinggian yang hampir 1700 mdpl ini masih ada sumber air yang masih mengucur dengan derasnya. Yang lebih aneh lagi debit air mata air sendang amanah ini tak pernah berkurang walau musim kemarau sekalipun. Saking derasnya air dari sendang ini sampai diselang dan dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa ngaglik dan juga untuk menyirami tanaman sayur-sayuran serta perkebunan disekitar bukit ngipik…walau begitu debit air disendang amanah ini tetap tak berubah juga…benar-benar ajaib. …aneh kan???
 |
| tanaman penduduk desa sekitar ngipik yang mulai tumbuh |
Sendang amanah terletak disamping sebuah mesjid kecil yang muat untuk sholat sekitar 8 orang. Mata air yang sebenarnya telah ditampung dibak dan ditutup oleh tembok beton sejak tahun 2007. Sebelum dipagari oleh tembok beton , konon air dari sendang ini seperti bersinar terang walaupun tak ada lampu yang menyinari bila malam tiba. Air dari bak ini untuk kemudian dialirkan ke bak-bak penampungan yang lain yang berukuran sekitar 2X3 meter untuk digunakan oleh siapa saja yang mau menggunakannya.
 |
| sendang amanah yang sekarang |
Sebagai tempat ziarah sendang amanah ini ramai didatangi oleh para peziarah yang berasal dari mana-mana . hal ini bisa dilihat dari buku tamu yang meperlihatkan catatan nama tamu tamu yang pernah berziarah kesini yang umumnya berasal dari luar kota ; bahkan ada yang berasal dari luar negeri. Tempat ini ramai didatangi pezirah terutama pada malam kliwon dan hari libur. Umumnya pengunjung yang kesini datang dengan maksud dimudahkan rezekinya,pekerjaan , karir menanjak,dagangan laris sampai mengalap berkah supaya diberi kesembuhan dari suatu penyakit…tidak sedikit pula maksud dan tujuan dari peziarah yang banyak terkabul
Legenda Sendang Amanah
Suatu ketika seorang ulama asal Tuban yang bernama kyai potro kusumo pindah kedaerah nyatnyono bersama keluarganya untuk syiar agama islam didaerah ini. Pada suatu hari kyai potro kusumo kedatangan seorang tamu yang masih keponakannya yang bernama kyai hasan madi berkunjung hendak silaturohmi. Singkat cerita waktu sholat-pun telah tiba. Disaat hendak berwudhu kyai hasan madi tampak kebingungan mencari air untuk menyucikan diri
Melihat keponakannya tampak kebingungan , kyai potro kusumo menyuruh keranjang matero untuk mencari air. Keranjang matero pun mencari air kemana mana tapi tak menemukan juga air yang dicari-cari. Karena lama tak muncul juga ; kyai potro kusumo pun menyusul muridnya tersebut dan melihat keranjang matero tampak kebingungan.
Melihat hal ini kyai potro kusumo pun berkata “mencari air kok jauh-jauh….disinipun ada ..tak usah jauh-jauh”. Kemudian kyai potro kusumo menancapkan tongkatnya ke tanah…saat tongkat itu dicabut kembali dari lubang tanah tempat tongkat kyai potro kusumo mengucur air dengan derasnya diatas gundukan tanah . lambat laun air ini terkumpul dan menjadi sendang amanah yang sekarang…selama ratusan tahun sendang ini memiliki keanehan tersendiri…walau sering digunakan sebanyak apapun tapi bekas air yang digunakan dalam jarak 1 ½ meter seperti menghilang meresap kedalam tanah tanpa bekas…seolah air dari sendang ini tak mau mengalir di atas permukaan tanah
Terlepas dari semua itu bukit ngipik menyimpan keindahan dan misteri tersendiri. Satu hal yang pasti rugi rasanya bila tempat seindah ini akhirnya tak dikenal oleh masyarakat luas…