 |
| candi tikus |
Karena secara tak sengaja menemukan 1
tempat menarik di Trowulan ; akupun mulai berpikir mungkin ada tempat menarik
lain lagi di kota trowulan ini. Dan setelah bertanya pada salah satu tukang parkir
di gapura bajang ratu memang benar ada beberapa tempat menarik dikota trowulan
ini. Salah satu yang terdekat adalah Candi Tikus yang letaknya hanya beberapa
menit dari gapura bajang ratu ini dan rupanya aku telah melewatinya tanpa
sengaja dalam perjalananku. Akupun langsung semangat…sepeda motorpun kunyalakan
dan tak berapa lama kemudian aku kembali menyusuri jalan dari arah aku datang.
Sekitar kurang dari 15 menit kemudian
dari gapura bajang ratu terlihat sebuah taman
luas dengan sebuah papan besar bertuliskan “CANDI TIKUS” terlihat di
kiri jalan. Motorku terhenti sejenak sambil clingak clinguk kebingungan
…keheranan merasuk dibenakku…jika ini memang candi tikus yang dimaksud tukang parkir
digapura bajang ratu tadi ; lalu….mana bangunan candinya???? Ahhhh….masa bodo
ah…aku langsung masuk saja ke tempat wisata ini dan memparkirkan motor ditempat
parkir yang tersedia.
 |
| ini tempat parkir n loket karcisnya.... |
Setelah membeli tiket masuk sebesar Rp 3000 akupun
kembali bertanya pada tukang parker tempat ini dimana letak persisnya candi
tikus ini….dan tukang parkir hanya menunjuk kearah taman indah yang tampak
kosong dari sini…masih kebingungan juga akupun akhirnya mendekat juga kearah
yang ditunjukan oleh tukang parkir tadi dengan menyusuri jalan paving selebar
kira-kira 1 meter.
Oaaalaaahhhh…setelah mendekat baru aku
paham mengapa candi ini tak terlihat dari tadi…rupanya letak candi ini terletak
dibawah ketinggian permukaan tanah sekitar. lebih rendah sekitar 3,5 m dari
permukaan tanah sekitarnya.…seolah-olah seperti terkubur sehingga bila
diperhatikan dari kejauhan tak terlihat bangunan utamanya. Benar-benar lain
dari candi-candi yang pernah kudatangi selama ini.
 |
| termenung dulu yuukkkk......... |
Candi Tikus terletak di
di dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa
Timur, sekitar 13 km di sebelah tenggara kota Mojokerto. Dari jalan raya
Mojokerto-Jombang, di perempatan Trowulan, membelok ke timur, melewati Kolam
Segaran dan Candi Bajangratu yang terletak di sebelah kiri jalan ;sekitar 600 m
dari Candi Bajangratu. Candi ini semula telah terkubur dalam tanah dan
ditemukan kembali pada tahun 1914. Penggalian situs pun dilakukan berdasarkan
laporan Bupati Mojokerto, R.A.A. Kromojoyo Adinegoro, atas ditemukannya
miniatur candi di sebuah pekuburan rakyat. Pemugaran secara menyeluruh
dilakukan pada tahun 1984 sampai dengan 1985. Nama 'Tikus' hanya merupakan
sebutan yang digunakan masyarakat setempat. Konon, pada saat ditemukan, tempat
candi tersebut berada merupakan sarang tikus.
 |
| tempat mandi para raja.... |
Bangunan Candi Tikus menyerupai sebuah petirtaan atau pemandian,
yaitu sebuah kolam dengan beberapa bangunan di dalamnya. Sehingga ada dugaan
bahwa candi ini digunakan sebagai tempat mandi para raja dan putri. Hampir
seluruh bangunan berbentuk persegi empat dengan ukuran 29,5 m x 28,25 m ini
terbuat dari batu bata merah. Yang menarik, adalah letaknya yang lebih rendah
sekitar 3,5 m dari permukaan tanah sekitarnya. Di permukaan paling atas
terdapat selasar selebar sekitar 75 cm yang mengelilingi bangunan. Di sisi
dalam, turun sekitar 1 m, terdapat selasar yang lebih lebar mengelilingi tepi
kolam. Pintu masuk ke candi terdapat di sisi utara, berupa tangga selebar 3,5 m
menuju ke dasar kolam. Di kiri dan kanan kaki tangga terdapat kolam berbentuk
persegi empat yang berukuran 3,5 m x 2 m dengan kedalaman 1,5 m. Pada dinding
luar masing-masing kolam berjajar tiga buah pancuran berbentuk padma (teratai)
yang terbuat dari batu andesit.
 |
| gak kelihatan kan kalo dilihat dari sini... |
Tepat menghadap ke anak tangga, agak masuk ke sisi selatan,
terdapat sebuah bangunan persegi empat dengan ukuran 7,65 m x 7,65 m. Di atas
bangunan ini terdapat sebuah 'menara' setinggi sekitar 2 m dengan atap
berbentuk meru dengan puncak datar. Menara yang terletak di tengah bangunan ini
dikelilingi oleh 8 menara sejenis yang berukuran lebih kecil. Karena adanya
menara berbentuk meru inilah ada dugaan bahwa candi in dulunya digunakan sebagi
tempat pemujaan selain sebagai tempat mandi para raja. adanya miniatur menara
ini juga menjadi penanda bahwa candi ini
dibangun antara abad 13 sampai 14 M, karena miniatur menara merupakan ciri
arsitektur pada masa itu.Di sekeliling dinding kaki bangunan berjajar 17
pancuran berbentuk bunga teratai dan makara.

Dilihat darimanapun candi
ini begitu unik walau tak semegah gapura bajang ratu atau candi Borobudur.
Berada dicandi ini seperti serasa beralih kedunia lain. Dan suasana taman disekeliling
candi yang tertata rapi menambah krasan untuk berlama-lama disini. Tapi…karena
perjalanan yang masih panjang akupun beranjak pergi meninggalkan tempat ini
Menuju ketempat wisata lainnya ditrowulan. Sebuah tempat wisata yang konon
merupakan pengairan yang dibangun pada masa majapahit, bendungan segeran….