Tampilkan postingan dengan label candi tikus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label candi tikus. Tampilkan semua postingan

Minggu, Januari 06, 2013

CANDI TIKUS DARI TROWULAN.....( Journey To The Decade : 8th Place)


candi tikus
Karena secara tak sengaja menemukan 1 tempat menarik di Trowulan ; akupun mulai berpikir mungkin ada tempat menarik lain lagi di kota trowulan ini. Dan setelah bertanya pada salah satu tukang parkir di gapura bajang ratu memang benar ada beberapa tempat menarik dikota trowulan ini. Salah satu yang terdekat adalah Candi Tikus yang letaknya hanya beberapa menit dari gapura bajang ratu ini dan rupanya aku telah melewatinya tanpa sengaja dalam perjalananku. Akupun langsung semangat…sepeda motorpun kunyalakan dan tak berapa lama kemudian aku kembali menyusuri jalan dari arah aku datang.
Sekitar kurang dari 15 menit kemudian dari gapura bajang ratu terlihat sebuah taman  luas dengan sebuah papan besar bertuliskan “CANDI TIKUS” terlihat di kiri jalan. Motorku terhenti sejenak sambil clingak clinguk kebingungan …keheranan merasuk dibenakku…jika ini memang candi tikus yang dimaksud tukang parkir digapura bajang ratu tadi ; lalu….mana bangunan candinya???? Ahhhh….masa bodo ah…aku langsung masuk saja ke tempat wisata ini dan memparkirkan motor ditempat parkir yang tersedia. 
ini tempat parkir n loket karcisnya....
Setelah membeli tiket masuk sebesar Rp 3000 akupun kembali bertanya pada tukang parker tempat ini dimana letak persisnya candi tikus ini….dan tukang parkir hanya menunjuk kearah taman indah yang tampak kosong dari sini…masih kebingungan juga akupun akhirnya mendekat juga kearah yang ditunjukan oleh tukang parkir tadi dengan menyusuri jalan paving selebar kira-kira 1 meter.
Oaaalaaahhhh…setelah mendekat baru aku paham mengapa candi ini tak terlihat dari tadi…rupanya letak candi ini terletak dibawah ketinggian permukaan tanah sekitar. lebih rendah sekitar 3,5 m dari permukaan tanah sekitarnya.…seolah-olah seperti terkubur sehingga bila diperhatikan dari kejauhan tak terlihat bangunan utamanya. Benar-benar lain dari candi-candi yang pernah kudatangi selama ini.

termenung dulu yuukkkk.........
  Candi Tikus terletak di di dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, sekitar 13 km di sebelah tenggara kota Mojokerto. Dari jalan raya Mojokerto-Jombang, di perempatan Trowulan, membelok ke timur, melewati Kolam Segaran dan Candi Bajangratu yang terletak di sebelah kiri jalan ;sekitar 600 m dari Candi Bajangratu. Candi ini semula telah terkubur dalam tanah dan ditemukan kembali pada tahun 1914. Penggalian situs pun dilakukan berdasarkan laporan Bupati Mojokerto, R.A.A. Kromojoyo Adinegoro, atas ditemukannya miniatur candi di sebuah pekuburan rakyat. Pemugaran secara menyeluruh dilakukan pada tahun 1984 sampai dengan 1985. Nama 'Tikus' hanya merupakan sebutan yang digunakan masyarakat setempat. Konon, pada saat ditemukan, tempat candi tersebut berada merupakan sarang tikus.

tempat mandi para raja....
Bangunan Candi Tikus menyerupai sebuah petirtaan atau pemandian, yaitu sebuah kolam dengan beberapa bangunan di dalamnya. Sehingga ada dugaan bahwa candi ini digunakan sebagai tempat mandi para raja dan putri. Hampir seluruh bangunan berbentuk persegi empat dengan ukuran 29,5 m x 28,25 m ini terbuat dari batu bata merah. Yang menarik, adalah letaknya yang lebih rendah sekitar 3,5 m dari permukaan tanah sekitarnya. Di permukaan paling atas terdapat selasar selebar sekitar 75 cm yang mengelilingi bangunan. Di sisi dalam, turun sekitar 1 m, terdapat selasar yang lebih lebar mengelilingi tepi kolam. Pintu masuk ke candi terdapat di sisi utara, berupa tangga selebar 3,5 m menuju ke dasar kolam. Di kiri dan kanan kaki tangga terdapat kolam berbentuk persegi empat yang berukuran 3,5 m x 2 m dengan kedalaman 1,5 m. Pada dinding luar masing-masing kolam berjajar tiga buah pancuran berbentuk padma (teratai) yang terbuat dari batu andesit.
gak kelihatan kan kalo dilihat dari sini...
 Tepat menghadap ke anak tangga, agak masuk ke sisi selatan, terdapat sebuah bangunan persegi empat dengan ukuran 7,65 m x 7,65 m. Di atas bangunan ini terdapat sebuah 'menara' setinggi sekitar 2 m dengan atap berbentuk meru dengan puncak datar. Menara yang terletak di tengah bangunan ini dikelilingi oleh 8 menara sejenis yang berukuran lebih kecil. Karena adanya menara berbentuk meru inilah ada dugaan bahwa candi in dulunya digunakan sebagi tempat pemujaan selain sebagai tempat mandi para raja. adanya miniatur menara ini juga menjadi penanda bahwa  candi ini dibangun antara abad 13 sampai 14 M, karena miniatur menara merupakan ciri arsitektur pada masa itu.Di sekeliling dinding kaki bangunan berjajar 17 pancuran berbentuk bunga teratai dan makara.

Dilihat darimanapun  candi ini begitu unik walau tak semegah gapura bajang ratu atau candi Borobudur. Berada dicandi ini seperti serasa beralih kedunia lain. Dan suasana taman disekeliling candi yang tertata rapi menambah krasan untuk berlama-lama disini. Tapi…karena perjalanan yang masih panjang akupun beranjak pergi meninggalkan tempat ini Menuju ketempat wisata lainnya ditrowulan. Sebuah tempat wisata yang konon merupakan pengairan yang dibangun pada masa majapahit, bendungan segeran….