![]() |
| ini dia Candi Plaosan itu... |
Candi ini terletak tak jauh dari penginapan. Hanya berkendara sekitar 15 menit akhirnya kami pun tiba di sekitar Desa Plaosan. Desa Plaosan terletak di sebelah barat dari kompleks Candi Prambanan. Candi ini terletak di pinggir jalan sehingga tidak terlalu sulit untuk menemukannya. Tapi kedatangan kami terlalu pagi rupanya karena candi ini masih tertutup dan pagar pintu masuk candi ini masih terkunci rapat. Akhirnya kami pun memutuskan untuk menunggu sejenak. Dari luar pagar teralis ini bisa ku lihat keindahan candi ini. Sejumlah gambar pun aku abadikan lewat kamera digitalku. Beberapa menit kami menunggu tapi candi ini tak kunjung buka juga. Aku pun mengambil inisiatif untuk mengajak anak dan istriku mengunjungi candi plaosan yang lainnya...
"Yang lainnya?"
Oya tadi belum ku sebut ya kawan kalau candi Plaosan tuh ada dua...Candi yang pertama yang saat ini aku kunjungi adalah Candi Plaosan Lor atau Candi Plaosan Utara. Sedang kompleks candi kedua adalah Candi Plaosan Kidul atau Candi Plaosan Selatan yang letaknya tidak jauh kok dari Candi Plaosan Lor. Cukup berkendara tak sampai 5 menit ke arah utara dari kompleks Candi Plaosan Lor , kami pun sampai di Kompleks Candi Plaosan Kidul.
![]() |
| candi Plaosan Kidul |
Tapi seperti hal nya Candi Plaosan Lor , kompleks candi yang ke dua ini juga masih belum buka. Hadeh....terpaksa kami pun cuma berjalan menyusuri depan candi yang di batasi pagar teralis besi. Namun dari luar pagar ini bisa kulihat candi ini tak semegah kompleks Candi Plaosan Lor. Letaknya pun berada di pemukiman penduduk sehingga terkesan kurang indah bila di pandang. Dari luar pagar ini bisa kulihat 3 buah candi kecil berada di sisi selatan dan 2 buah candi kecil berada di sisi utara dari kompleks Candi plaosan Kidul ini. Hanya 5 candi ini yang masih terlihat utuh dan di sekeliling candi ini berserakan reruntuhan candi lainnya. 5 candi yang utuh ini sendiri merupakan Candi Prawara atau Candi pendamping sedang candi utama dari kompleks candi ini sendiri telah runtuh dan tak bisa di lihat lagi. Di kompleks Candi Plaosan kidul ini jugalah pernah di temukan sebuah prasasti yang diperkirakan berasal dari abad ke-9 M pada bulan oktober 2003. Prasasti yang terbuat dari lempengan emas berukuran 18,5 X 2,2 cm tersebut berisi tulisan dalam Bahasa Sansekerta yang ditulis menggunakan huruf Jawa Kuno. Isi dari prasasti ini sendiri sampai saat ini masih belum di ketahui tapi dari tahun pembuatan yang tertulis menguatkan dugaan bahwa Candi Plaosan ini dibangun pada masa pemerintahan Rakai Pikatan.
![]() |
| kompleks Candi Plaosan Kidul yang tak lengkap |
Baru saja kami hendak menaiki motor dan berniat meninggalkan Candi Plaosan Lor ini , tiba-tiba pintu gerbang yang menutupi jalan masuk candi ini di buka oleh pak penjaga. Wah asyik neeeehhh…akhirnya di buka juga…kami pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini dan masuk ke Kompleks Candi Plaosan Lor yang lebih luas dari Kompleks Candi Plaosan Kidul.
![]() |
| di antara Candi Prawara...rapi ya guys.. |
“gak ada mas…Cuma mas harus isi buku tamu ini…daaannnn….tolong parkirkan motor anda di sana….”kata pak penjaga dengan logat jawa sambil menunjuk ke sebrang jalan di mana tertulis “tempat parkir”. …
Hahaha…ya deh maaf pak saya ndak tahu kalau parkirnya ada di seberang jalan sana…kataku dalam hati. Lekas saja motor pun ku arahkan ke tempat parkir yang tersedia. Setelah mengisi buku tamu , akupun mengajak anak dan istriku masuk melihat lebih dekat…
wowwww…begitu kami masuk ke kompleks Candi Plaosan Lor ini , kami seperti di ajak masuk ke dunia lain. Awalnya kami melewati kumpulan reruntuhan batu candi prawara yang sangat banyak dan luas. Menurut info terdapat 174 candi prawara atau candi pendamping yang mengelilingi candi utama, terdiri atas 58 candi kecil berdenah dasar persegi dan 116 bangunan berbentuk stupa. Tujuh candi berbaris di masing-masing sisi utara dan selatan setiap candi utama, 19 candi berbaris sebelah timur atau belakang kedua candi utama, sedangkan 17 candi lagi berbaris di depan kedua candi utama. Hampir semua candi perwara tersebut saat ini dalam keadaan hancur.
![]() |
| kompleks Candi Plaosan Lor dan reruntuhan Candi Prawara-nya... |
![]() |
| foto dulu ahhh dengan arca Dwarapala |
Mengagumkan sekali !
Begitulah yang terpikirkan pertama kali ketika melihat bangunan candi induk setinggi 60 meter ini. Arsitektur dari bangunan ini dari jauh pun sudah terlihat begitu megah. Apalagi setelah mendekat , terlihat jelas 2 buah candi utama yang tampak begitu gagah berdiri di pusat kompleks percandiaan ini. Untuk menuju ke pintu candi ini , di buat tangga menuju pintu dilengkapi dengan tangga yang memiliki hiasan kepala naga di pangkalnya. Bingkai pintu dihiasi pahatan bermotif bunga dan sulur-suluran. Di atas ambang pintu terdapat hiasan kepala Kala tanpa rahang bawah. Di sepanjang dinding luar candi utama yang pertama ini terpahat banyak ukiran relief. Sungguh mengagumkan melihat pahatan yang begitu detil bisa di lakukan pada zaman dahulu kala yang belum tersedia peralatan yang lengkap dan memadai.
![]() |
| kemegahan Candi Plaosan lor laki-laki... |
![]() |
| itu tuh Candi "wedok" kelihatan bung... |
![]() |
| segarnya pagi di Candi Plaosan Lor... |
Sama seperti candi utama yang pertama , pintu candi ini tertutup oleh teralis besi yang terkunci. Cukup kecewa juga saya tak bisa sekedar menengok ke dalam…padahal menurut info di mbah google , kedua candi utama ini memiliki 2 tingkat yang terbagi menjadi enam ruangan, tiga ruangan terletak di bawah, sedangkan tiga ruangan lainnya terletak di tingkat dua. Konon antara kedua lantai ini dahulu di batasi oleh lantai papan yang saat ini sudah tidak ada lagi, namun pada dinding masih terlihat alur bekas tempat memasang lantai. Di ruang tengah terdapat 3 arca Buddha duduk berderet di atas altar yang menghadap pintu, namun arca Buddha yang berada di tengah saat ini sudah raib. Pada dinding di kiri dan kanan ruangan terdapat relung yang tampaknya merupakan tempat meletakkan penerangan. Relung tersebut diapit oleh relief Kuwera dan Hariti. Di kiri dan kanan, dekat pintu utama, terdapat pintu penghubung ke ruangan samping. Susunan di kedua ruangan bawah lainnya, baik di bangunan utara maupun di bangunan selatan, mirip dengan susunan di ruang tengah. Di sisi timur terdapat 3 arca Buddha duduk berderet di atas padadmasana menghadap ke barat. Arca Buddha yang berada di tengah juga sudah raib. Raibnya arca ini tak ada yang tahu dan tetap menjadi misteri sampai saat ini. Oleh karena itulah pintu masuk kedalam kedua candi lanang maupun wedok lebih sering tertutup untuk menghindari pencurian…
![]() |
| Sayang pintu masuknya ketutup... |
![]() |
| arca-arca Budha di Mandapa...keren bozz... |
Over all…candi ini cukup mengesankan dan pantas untuk di kunjungi kawan. Apalagi jika anda datang saat pagi atau sore hari. Suasana yang ditawarkan di candi ini begitu tenang dan menghanyutkan. Apalagi bagi anda yang berpacaran gak ada salahnya ke sini lhooo…karena Candi Plaosan ini memiliki mitos melanggengkan hubungan asmara antara pria dan wanita. Hal ini berhubungan dengan sejarah candi ini. Menurut sejarah , candi ini di bangun pada masa pemerintahan Ratu Sri Kahulunan. Sri Kahulunan adalah gelar Pramodhawardani, putri Raja Samarattungga dari Wangsa Syailendra. Sang Putri, yang memeluk agama Buddha, menikah dengan Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya, yang memeluk agama Hindu. Dari pernikahan kedua wangsa ini terjadi akulturasi 2 budaya yang berbeda. Dan untuk mengabadikan cinta dari 2 budaya yang berbeda ini di bangunlah Candi Plaosan ini yang merupakan bentuk dari perpaduan agama hindu dan budha.
![]() |
| Stupa sebagai tanda bahwa candi ini juga candi Budha |
![]() |
| pahatan arca Wanita(kanan) dan pahatan arca laki-laki(kiri) |
Mitos lain dari Candi Plaosan
ini adalah mampu mendatangkan berkah
bagi pasangan yang belum mendapatkan keturunan, dengan memohon di tempat ini
maka harapan dari pasangan tersebut akhirnya berhasil mendapatkan keturunan
seperti yang diharapkan. Waktu permohonan bisa di lakukan kapan saja , tapi sebaiknya
dilaksanakan pada malam Jumat Kliwon atau malam Selasa Kliwon. Ritual harus
dilakukan sebanyak tiga kali, baik itu tiga kali berturut-turut ataupun tiga
kali dengan hari yang berlainan, yang penting ritualnya genap tiga kali. Tapi
yang namanya mitos tetaplah sebuah mitos…anda pun bisa percaya bisa tidak…
![]() |
| mampir sebentar... |
tapi sesampai di Candi Kalasan kami bertiga tak berlama-lama disini karena si kecil dan ibunya ribut minta pulang ke penginapan. Ya sudah....setelah mengambil beberapa foto , kamipun angkat kaki dari obyek wisata ini. Tiba di penginapan kamipun langsung sarapan dan segera berbenah untuk kembali ke Semarang. dan akhirnya sekitar pukul 9:30 kami pun berangkat pulang ke kota asal kami setelah check out tentunya...segudang pengalaman yang kudapat kali ini saat liburan akhir tahun 2015.....kapan kapan kita lakukan lagi ya ...heheheeh...
LIBURAN AKHIR TAHUN DI KLATEN-HABIS













