Tampilkan postingan dengan label air terjun mbah senggol wirogomo banyubiru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label air terjun mbah senggol wirogomo banyubiru. Tampilkan semua postingan

Minggu, Mei 20, 2018

Wisata Tersembunyi Dari Banyubiru , AIR TERJUN MBAH SENGGOL

air terjun mbah senggol
Bicara tentang kota Ambarawa , yang terlintas di pikiran kita pastilah Rawa Pening yang telah terkenal sejak dahulu kala , baik itu karena legendanya maupun keindahannya. Atau museum Kereta Api yang terkenal dengan koleksi kreta-kereta tuanya dan wisata lokomotif uap-nya yang masih eksis hingga kini. Tapi taukah anda , di sekitar Ambarawa masih ada beberapa tempat menarik yang bisa di kunjungi
Banyubiru adalah salah satu kecamatan yang berada tidak jauh dari kota ambarawa. Letak kecamatan ini berada disebelah tenggara kota Ambarawa. Kecamatan Banyubiru ini memiliki Luas wilayah seluruhnya +54,41 Km dan berada pada pada ketinggian kurang lebih 611 m di atas permukaan laut, dengan suhu udara rata-rata 20 – 29 derajat celcius. Tidak mengherankan memang mengingat posisi kecamatan ini yang berada di bawah pegunungan. Kondisi geografis ini jugalah yang menjadikan daerah ini memiliki sejumlah air terjun yang cukup indah dan menarik. Salah satu air terjun yang ada di daerah ini adalah Air Terjun Mbah Senggol.
air terjun mbah senggol juga
Wooowww...nama yang unik...mendengar namanya sudah membuat siapapun penasaran kan...
Nah Air terjun ini terletak di Desa Kendal Ngisor , Kecamatan Banyubiru , kabupaten Semarang. Sebuah desa yang berada di kaki Gunung Kelir. Karena posisi desa ini yang berada dibawah gunung pada ketinggian 1121 meter dari permukaan laut , akses jalan menuju desa ini sebagian besar adalah jalan menanjak dengan beberapa tikungan tajam di beberapa titik. Jadi ada baiknya anda mempersiapkan kendaraan anda sebelumnya jika berniat berkunjung membawa kendaraan pribadi ke wisata ini.
Untuk menuju ke Desa Kendal Ngisor yang berada pada kordinat -7.3401966 dan 110.38449 ,  boleh di katakan gampang-gampang susah. Pasalnya banyak sekali pertigaan dan perempatan jalan yang pasti bikin pusing bagi yang belum pernah berkunjung ke daerah Banyubiru. Untuk itulah ada baiknya anda simak uraian saya ini.
Okeee...bagi anda yang membawa kendaraan pribadi , entah itu Mobil atau motor ; yang perlu anda lakukan adalah pergi menuju ke kota Ambarawa. Kalau dari kota Semarang anda bisa berkendara ke arah selatan menuju kota solo. Sebelum terminal Bawen , anda harus belok ke kanan menuju kota Ambarawa. Sebaliknya , bagi yang datang dari arah Solo , anda harus menuju kota Semarang melewati Kabupaten Boyolali dan kabupaten Salatiga. Selepas terminal Bawen anda akan menemui sebuah pertigaan. Disinilah anda harus belok ke kiri untuk menuju kota Ambarawa.
Dari terminal Bawen , ada 2 alternatif untuk menuju ke Banyubiru.
peta dari bawen ke monumen palagan ambarawa

Alternatif pertama lewat Ambarawa Kota. Untuk ke Ambarawa kota , dari terminal Bawen anda harus berkendara lurus tanpa berbelok. Sekitar 6 km anda akan tiba di pasar Projo Ambarawa. Jangan kaget dengan kemacetan di pasar ini ,disamping jalan yang sempit , di sinilah pusat aktifitas kota Ambarawa. Dari pasar Ambarawa ini anda masih harus berkendara lurus hingga tiba di sebuah pertigaan dengan sebuah monument berbentuk tank  yang berdiri tepat di tengah pertigaan ini , anda harus belok ke kiri untuk menuju Banyubiru. Terus ikuti jalan ini hingga habis dan bertemu dengan pertigaan yang terletak di depan Lapangan Turonggo atau Pangsar Sudirman. Disini anda harus belok ke kanan. Ikuti jalan ini terus  tanpa berbelok dan anda pun akan sampai di daerah Banyubiru.
peta dari ambarawa ke banyubiru via kota ambarawa
Alternatif kedua adalah dengan melewati ring road Ambarawa. Dari terminal Bawen anda harus berkendara lurus sampai di pertigaan lampu lalu lintas yang pertama , anda harus belok ke kiri. Ikuti terus jalan ini hingga anda tiba di perempatan besar dengan lampu lalu lintas yang mengatur arus lalu lintas kendaraan bermotor. Di perempatan ini anda kembali harus belok ke kiri untuk menuju Banyubiru. Terus ikuti jalan ini tanpa berbelok dan anda pun akan sampai di daerah Banyubiru.
peta dari bawen ke ambarawa via jalan lingkar ambarawa
Bagi anda yang datang dari arah Yogyakarta atau Magelang , anda harus berkendara menuju Ambarawa melewati rute Yogyakarta-Magelang-Pringsurat-Jambu-Ambarawa. Untuk menuju ke Banyubiru anda bisa lewat Ambarawa Kota atau melalui Ring Road Ambarawa.
Sesampai Banyubiru , untuk gampangnya anda bisa menuju ke Polsek Banyubiru dulu. Tak jauh dari Polsek Banyubiru ini , anda akan menemui pertigaan jalan yang cukup ramai. Di pertigaan ini anda harus berkendara lurus memasuki sebuah gapura besar berwarna putih. Selepas gapura ini , anda akan menemui sebuah pasar tradisional , pasar Kebundowo. Dari pasar ini terus lurus hingga anda menemukan sebuah gapura di kanan jalan dengan sebuah penanda arah ke "Desa Wirogomo". Belok ke kanan dan lewati gapura ini. Terus ikuti jalan ini tanpa berbelok dan anda pun akan tiba Di Desa Kendal Ngisor yang berada setelah Desa Wirogomo.
peta dari banyubiru menuju ke Desa kendal ngisor
Terus ....bagaimana neh yang naik angkutan umum?
Gampang bro...dari arah Solo , Semarang , ataupun Yogyakarta anda tinggal mencari bus atau angkutan menuju Terminal Bawen. Dari Terminal Bawen ini anda bisa lanjut naik angkutan prona atau bison menuju daerah Banyubiru turun di pertigaan . Dari pertigaan ini anda harus naik ojek untuk menuju ke Desa Kendal Ngisor karena tak ada angkutan lain menuju ke desa ini selain ojek.
Dalam perjalanan menuju desa ini anda akan di suguhi beragam pemandangan , mulai dari hamparan sawah dan rawa-rawa ketika menuju daerah Banyubiru sampai dengan pemandangan rawa pening dari ketinggian begitu memasuki Desa Wirogomo dan Kendal Ngisor. Akses jalan menuju desa ini pun terbilang cukup bagus walau pun nanjak abis memang. Di samping itu di beberapa titik terdapat tikungan tajam yang membuat jantung berdegup kencang bagi siapa pun yang melewatinya. Untuk itu saya himbau kepada kawan semua yang hendak berkunjung ke air terjun mbah senggol ini , ada baiknya memperhatikan kondisi kendaraan anda sebelumnya.
Tugu Persaudaraan dan suasana serta pemandanganya yang oke punya
Sesampai Di desa Kendal Ngisor , yang perlu anda lakukan adalah mencari sebuah Tugu yang berada di tengah jalan. Masyarakat desa ini menyebut tugu ini dengan sebutan " Tugu Persaudaraan". Dari tugu ini anda masih harus berkendara ke arah selatan melewati jalan yang menanjak hingga tiba di sebuah sekolah SMP , pelankan laju kendaraan anda karena di kiri jalan sekitar 50 meter dari SMP di gang yang kedua anda harus belok ke kiri masuk ke gang ini untuk menuju gerbang masuk ke Air Terjun Mbah Senggol. Disini pula motor harus di titipkan di tempat parkir yang tersedia...cuma...sorry ya brooo...bagi yang bawa mobil kayaknya gak bisa menitipkan mobil mereka bawa dan harus parkir di pinggir jalan...soalnya jalan masuk gang ini sendiri sudah cukup sempit dan paling hanya muat untuk lewat 1 mobil...di samping nantinya nutupin jalan juga untuk putar arah pun susah...jadi dari pada nantinya susah saat mau pulang dan pastinya kena omel warga setempat karena ngalangin jalan , saran ane sih parkir mobil di pinggir jalan aja....soal keamanan?aman deh gak usah khuatir...
peta rute menuju lokasi air terjun mbah senggol dari Desa Kendal Ngisor...biar jelas broo...
Letak tempat parkir ini sendiri di kelilingi oleh rumah penduduk. Tak jauh dari area parkir ini sebuah loket dan gerbang masuk bertuliskan menyambut wisatawan yang datang. Loket ini memang di maksudkan untuk menarik biaya retribusi (tiketmasuk dan biaya parkir) dari tiap wisatawan yang ingin berkunjung ke air terjun mbah senggol. Namun dalam prakteknya , pengunjung malah sering membayar biaya retribusi ini di sebuah warung yang masih berada 1 area dengan tempat parkir. Its ok sih menurut saya bro...malah keberadaan warung yang menjual berbagai makanan dan minuman ini cukup membantu pengunjung untuk mempersiapkan bekal sebelum tracking ke air terjun.
Yup....dari tempat parkir anda masih harus jalan kaki sekitar 1 km menuju lokasi air terjun.
keterangan : 1. gapura bambu menuju lokasi air terjun ; 2. ada labu yang berbuah tuh...jd pingin metik neh hehehe ; 3. jembatan bambu yang fenomenal tuh...wuizzz
Capek dong?
Enggak sih...karena medan yang dilalui kebanyakan jalan yang menurun...jadi saat mau berangkat dari area parkir gak berasa capek kok...sumpah...Cuman nanti saat pulangnya sudah pasti jalan yang dilalui nanjak...jadi yaa....capekkk memang...huahahaha
Tp its okey bung...soalnya saat tracking ke air terjun anda akan di suguhi oleh pemandangan alam Desa Kendal Ngisor yang oke punya...dari mulai tanaman kopi yang cukup banyak di temui di awal perjalanan , pemandangan sawah yang bertingkat , kebun yang penuh sayuran menghijau sampai pemandangan gunung kendil nun jauh disana. Petunjuk jalan menuju air terjun pun banyak bertebaran di sepanjang jalan , jadi wisatawan pun tak perlu takut tersesat saat tracking nanti. Tapi bagi anda yang masih bingung…anda bisa simak urain saya ini…
nah tuhkan....ada papan petunjuknya...
Okeyy...let's starting....dari area parkir pengunjung mulai berjalan lurus ke arah melewati gapura kayu dan loket retribusi. Jalan pada awalnya datar-datar saja. Namun beberapa meter kemudian jalan berbelok ke kiri dan menurun tajam. Setelah sampai di bawah , pengunjung harus berjalan lurus kembali lewat samping sebuah rumah. Selepas rumah ini , jalan kembali menurun memasuki ladang penduduk yang kebanyakan di tanami oleh tumbuhan kopi. Kondisi jalan yang tadinya jalan beton cor berganti jalan setapak beberapa meter dari perkampungan. Disini jalan terus menurun melewati ladang penduduk yang telah berganti dengan tanaman sayuran seperti kubis , sawi dll. 500 meter kemudian pengunjung harus belok ke kanan mengikuti jalan yang kembali datar. Setelah melewati sebuah jembatan kayu dan sungai kecil sayup-sayup terdengar suara gemericik air yang jatuh dari kejauhan. 100 meter kemudian , sampailah pengunjung ke tempat tujuan wisata desa Kendal Ngisor ini....Air terjun Mbah Senggol
nah ini dia neh...air terjun mbah senggol 1...
Bagi yang belum tahu neh , ada 2 air terjun di kawasan ini. Air terjun yang terletak di bawah dan pertama anda jumpai adalah air terjun yang pertama. Air terjun yang pertama ini lebih di kenal dengan Air Terjun Mbah Senggol 1. Air terjun yang memiliki tinggi kira-kira 10 meter-an ini memiliki karakteristik bentuk lurus dan memiliki jatuhan air yang menyebar. Di dasar air terjun ini lebih banyak di isi oleh pasir dan kerikil kecil. Air yang jatuh dari air terjun yang pertama ini tak membentuk kolam dan langsung mengalir ke bawah membentuk sungai yang bermuara ke rawa pening. So...bagi yang memimpikan berenang di bawah sebuah air terjun , sayang sekali harus memupus mimpinya disini. Tapi melihat jatuhan air yang lurus ke bawah seperti ini , tampaknya cukup asyik juga bila mandi langsung dibawah air terjun ini. Butiran air yang jatuh dari atas dapat menjadi sebuah alat terapi tubuh begitu mengenai kulit manusia. Tapi tetap waspada bro bila berniat mandi dengan cara seperti ini. Karena kadang ada juga batang kayu yang terbawa arus dan jatuh dari atas air terjun.. Terlebih saat musim hujan...sebaiknya hal ini tidak dilakukan...mengingat batu pun kadang ada juga yang terbawa arus dan jatuh sampai air terjun 1 ini.
mumpung di sini , gaya dulu ahhh...
Its okey bung...tak mandi di bawah air terjun pun tak apa...kita masih bisa bermain air kok...karena kayaknya sayang sekali apabila sudah datang jauh-jauh tapi tak merasakan bening dan sejuknya air pegunungan di air terjun ini..hehehe
Sebuah jembatan bambu tampak melintang persis di depan air terjun. Selain sebagai alat bantu penyebrangan , jembatan sepanjang kira-kira 3-4 meter ini juga sering dimanfaatkan oleh pengunjung sebagai sarana selfi.
jalan ke curug yg ke 2...
Di sekeliling air terjun mbah senggol 1 ini pun banyak tumbuh pohon-pohon rindang yang so pasti membuat suasana di sekitar air terjun menjadi teduh. Beberapa bunga liar sengaja di tanam tidak jauh dari air terjun ini sehingga suasana pun menjadi bertambah asri...
Nah...setelah puas menikmati Air Terjun Mbah Senggol yang 1 ini , kita bisa lanjut ke Air Terjun Mbah Senggol yang ke 2. Letak air terjun yang kedua ini berada di atas air terjun yang pertama. Jalan untuk menuju ke air terjun yang kedua ini pun telah tersedia dan di buat sedemikian rupa sehingga memudahkan pengunjung untuk melewatinya. Jalan setapak ini berada di samping kanan air terjun yang pertama. Trek yang dilalu awalnya adalah jalan menanjak sebanyak dua kali sejauh kira-kira 100 meter hingga tiba di di sebuah bangunan yang di fungsikan sebagai mushola. Dari mushola ini jalan kembali datar dan memutar. Tidak jauh kok..hanya berjalan sebentar sampailah kita di pinggir sungai. Dari sini Air Terjun Mbah Senggol 2 telah terlihat di depan mata. Untuk melihat lebih dekat ke air terjun yang kedua ini pemgunjung harus berjalan melewati sungai dengan meniti bebatuan padas yang licin di saat musim hujan. Hati-hati kecemplung lho bro...hehe karena walau tak dalam terdapat beberapa kolam yang harus dilewati...
air terjun mbah senggol 2...keren pisan euy...
Tampilan air terjun yang kedua ini pun berbeda dari air terjun yang pertama. Air tampak jatuh dari atas dan meluncur miring di antara dua patahan tebing yang sempit. Hal ini membuat air yang jatuh seolah terjepit diantara dua tebing...sungguh unik sekali...beberapa air yang tak bisa masuk ke celah ini lantas memancar dan mengalir di muka tebing kemudian jatuh ke bawah membentuk sebuah air terjun baru. Jatuhan air dari 2 air terjun ini lantas mengalir diantara batuan andesit dan membentuk kolam yang tak terlalu dalam dan luas. Di bawah kolam ini aliran air sengaja di bendung membentuk kolam yang ke dua yang lebih luas dari kolam yang pertama. Wah bakalan senang neh yang punya hobby renang....hehehe
ada kolamnya juga tuh,,bisa renang neh..hehehe
Air terjun yang kedua ini sendiri memiliki tinggi sekitar 12 meteran. Berada pada ketinggian 1073 meter dari permukaan laut. Di sekeliling air terjun pun banyak tebing-tebing batu  dengan ketinggian yang berbeda. Di atas tebing ini banyak di tumbuhi oleh rumput dan tumbuhan perdu yang cukup rimbun. Warna tanaman yang berwarna hijau seolah berpadu serasi dengan warna tebing batu yang berwarna hitam keabu-abuan , batuan kali yang hitam dan beningnya aliran sungai. Mata yang dimanja oleh penorama alam yang indah ini masih di tambah dengan suara gemericik air dan suara angin yang berhembus di sela-sela pohon. Sungguh ini semua merupakan simponi alam yang jarang di temui di perkotaan.  
sungai jernih nan memikat...hmmm..
Cuma membayar tariff sebesar Rp 5.000 per-orang dan biaya parkir sebesar Rp 2.000 per motor , kita sudah bisa merasakan semua ini…
Sebagai tempat wisata yang masih baru , Air Terjun Mbah Senggol ini masih memiliki fasilitas yang minim. Di lokasi air terjun tidak ada toilet atau pun ruang untuk ganti baju. Meskipun untuk tempat ibadah berupa mushola kecil telah tersedia di lokasi air terjun.
mushola&kursi dari bambu...
Beberapa tempat sampah yang tersedia di lokasi air terjun ini pun memberi nilai plus  untuk tempat wisata yang satu ini. Yah minimal ini me-minimalisir agar sampah tidak di buang di sembarang tempat oleh pengunjung. Sejumlah bunga di tanam di sekitar lokasi air terjun sebagai penghias walau pun keberadaan tanaman bunga ini terkesan liar dan tidak terawat. Walau pun memang masih banyak kekurangan di sana-sini , saya pun cukup mengapresiasi usaha penduduk desa Kendal ngisor dalam mengangkat air terjun ini sebagai tempat wisata. Tetap semangat ya pak.. buk….
dudukk dulu dibawah rimbunnya pohon bambu...sejuknya..
Desa Kendal Ngisor  yang berada di lereng Gunung Kelir ini pun memiliki pemandangan dan suasana yang tak terlupakan. Pemandangan Gunung Kendil di kejauhan dan juga lereng Gunung Kelir yang hijau penuh dengan rimbunnya pohon tinggi merupakan sesuatu yang jarang di temui. Apalagi pemandangan Rawa Pening yang terlihat dari salah satu sudut desa benar-benar memikat mata. Suasana pagi dari tempat ini pun konon sangatlah indah , sehingga bebrapa wisatawan pun memiliki minat untuk bermalam sekedar merasakan suasana pedesaan dari tempat ini.
suasana hijau persawahan desa kendal ngisor
Karena itulah di Desa Kendal Ngisor ini beberapa penduduk sengaja menyewakan rumahnya sebagai Home stay. Tarifnya pun cukup murah kok , berkisar antara Rp 50.000-an per malam untuk satu kamar. Walaupun untuk fasilitas yang di dapat pun masih belum bisa disamakan dengan penginapan- penginapan di tempat terkenal.
Nah…semuanya telah saya uraikan kawan. Memang sebuah tempat wisata selalu ada kekurangan dan kelebihannya. Begitu juga Air Terjun Mbah Senggol ini…terlepas dari semua itu tentunya keberadaan air terjun yang telah di ciptakan oleh sang maha kuasa ini tidak bisa disangkal keindahannya…kita hanya bisa berharap semoga saja pengelolaannya ke depan dapat menjadi lebih baik….