 |
| air terjun mbah senggol |
Bicara tentang kota Ambarawa , yang
terlintas di pikiran kita pastilah Rawa Pening yang telah terkenal sejak dahulu
kala , baik itu karena legendanya maupun keindahannya. Atau museum Kereta Api
yang terkenal dengan koleksi kreta-kereta tuanya dan wisata lokomotif uap-nya
yang masih eksis hingga kini. Tapi taukah anda , di sekitar Ambarawa masih ada
beberapa tempat menarik yang bisa di kunjungi
Banyubiru adalah salah satu kecamatan
yang berada tidak jauh dari kota ambarawa. Letak kecamatan ini berada disebelah
tenggara kota Ambarawa. Kecamatan Banyubiru ini memiliki Luas wilayah
seluruhnya +54,41 Km dan berada pada pada ketinggian kurang lebih 611 m di atas
permukaan laut, dengan suhu udara rata-rata 20 – 29 derajat celcius. Tidak
mengherankan memang mengingat posisi kecamatan ini yang berada di bawah
pegunungan. Kondisi geografis ini jugalah yang menjadikan daerah ini memiliki
sejumlah air terjun yang cukup indah dan menarik. Salah satu air terjun yang
ada di daerah ini adalah Air Terjun Mbah Senggol.
 |
| air terjun mbah senggol juga |
Wooowww...nama yang unik...mendengar
namanya sudah membuat siapapun penasaran kan...
Nah Air terjun ini terletak di Desa
Kendal Ngisor , Kecamatan Banyubiru , kabupaten Semarang. Sebuah desa yang
berada di kaki Gunung Kelir. Karena posisi desa ini yang berada dibawah gunung
pada ketinggian 1121 meter dari permukaan laut , akses jalan menuju desa ini
sebagian besar adalah jalan menanjak dengan beberapa tikungan tajam di beberapa
titik. Jadi ada baiknya anda mempersiapkan kendaraan anda sebelumnya jika
berniat berkunjung membawa kendaraan pribadi ke wisata ini.
Untuk menuju ke Desa Kendal Ngisor yang
berada pada kordinat -7.3401966 dan 110.38449 , boleh di katakan gampang-gampang susah.
Pasalnya banyak sekali pertigaan dan perempatan jalan yang pasti bikin pusing
bagi yang belum pernah berkunjung ke daerah Banyubiru. Untuk itulah ada baiknya
anda simak uraian saya ini.
Okeee...bagi anda yang membawa
kendaraan pribadi , entah itu Mobil atau motor ; yang perlu anda lakukan adalah
pergi menuju ke kota Ambarawa. Kalau dari kota Semarang anda bisa berkendara ke
arah selatan menuju kota solo. Sebelum terminal Bawen , anda harus belok ke
kanan menuju kota Ambarawa. Sebaliknya , bagi yang datang dari arah Solo , anda
harus menuju kota Semarang melewati Kabupaten Boyolali dan kabupaten Salatiga.
Selepas terminal Bawen anda akan menemui sebuah pertigaan. Disinilah anda harus
belok ke kiri untuk menuju kota Ambarawa.
Dari terminal Bawen , ada 2
alternatif untuk menuju ke Banyubiru.
 |
| peta dari bawen ke monumen palagan ambarawa |
Alternatif pertama
lewat Ambarawa Kota. Untuk ke Ambarawa kota , dari terminal Bawen anda harus
berkendara lurus tanpa berbelok. Sekitar 6 km anda akan tiba di pasar Projo Ambarawa.
Jangan kaget dengan kemacetan di pasar ini ,disamping jalan yang sempit , di
sinilah pusat aktifitas kota Ambarawa. Dari pasar Ambarawa ini anda masih harus
berkendara lurus hingga tiba di sebuah pertigaan dengan sebuah monument
berbentuk tank yang berdiri tepat di
tengah pertigaan ini , anda harus belok ke kiri untuk menuju Banyubiru. Terus
ikuti jalan ini hingga habis dan bertemu dengan pertigaan yang terletak di
depan Lapangan Turonggo atau Pangsar Sudirman. Disini anda harus belok ke
kanan. Ikuti jalan ini terus tanpa
berbelok dan anda pun akan sampai di daerah Banyubiru.
 |
| peta dari ambarawa ke banyubiru via kota ambarawa |
Alternatif kedua adalah dengan
melewati ring road Ambarawa. Dari terminal Bawen anda harus berkendara lurus
sampai di pertigaan lampu lalu lintas yang pertama , anda harus belok ke kiri.
Ikuti terus jalan ini hingga anda tiba di perempatan besar dengan lampu lalu
lintas yang mengatur arus lalu lintas kendaraan bermotor. Di perempatan ini
anda kembali harus belok ke kiri untuk menuju Banyubiru. Terus ikuti jalan ini
tanpa berbelok dan anda pun akan sampai di daerah Banyubiru.
 |
| peta dari bawen ke ambarawa via jalan lingkar ambarawa |
Bagi anda yang datang dari arah Yogyakarta
atau Magelang , anda harus berkendara menuju Ambarawa melewati rute
Yogyakarta-Magelang-Pringsurat-Jambu-Ambarawa. Untuk menuju ke Banyubiru anda
bisa lewat Ambarawa Kota atau melalui Ring Road Ambarawa.
Sesampai Banyubiru , untuk gampangnya
anda bisa menuju ke Polsek Banyubiru dulu. Tak jauh dari Polsek Banyubiru ini ,
anda akan menemui pertigaan jalan yang cukup ramai. Di pertigaan ini anda harus
berkendara lurus memasuki sebuah gapura besar berwarna putih. Selepas gapura
ini , anda akan menemui sebuah pasar tradisional , pasar Kebundowo. Dari pasar
ini terus lurus hingga anda menemukan sebuah gapura di kanan jalan dengan sebuah
penanda arah ke "Desa Wirogomo". Belok ke kanan dan lewati gapura
ini. Terus ikuti jalan ini tanpa berbelok dan anda pun akan tiba Di Desa Kendal
Ngisor yang berada setelah Desa Wirogomo.
 |
| peta dari banyubiru menuju ke Desa kendal ngisor |
Terus ....bagaimana neh yang naik
angkutan umum?
Gampang bro...dari arah Solo , Semarang
, ataupun Yogyakarta anda tinggal mencari bus atau angkutan menuju Terminal
Bawen. Dari Terminal Bawen ini anda bisa lanjut naik angkutan prona atau bison
menuju daerah Banyubiru turun di pertigaan . Dari pertigaan ini anda harus naik
ojek untuk menuju ke Desa Kendal Ngisor karena tak ada angkutan lain menuju ke
desa ini selain ojek.
Dalam perjalanan menuju desa ini anda
akan di suguhi beragam pemandangan , mulai dari hamparan sawah dan rawa-rawa
ketika menuju daerah Banyubiru sampai dengan pemandangan rawa pening dari
ketinggian begitu memasuki Desa Wirogomo dan Kendal Ngisor. Akses jalan menuju
desa ini pun terbilang cukup bagus walau pun nanjak abis memang. Di samping itu
di beberapa titik terdapat tikungan tajam yang membuat jantung berdegup kencang
bagi siapa pun yang melewatinya. Untuk itu saya himbau kepada kawan semua yang
hendak berkunjung ke air terjun mbah senggol ini , ada baiknya memperhatikan
kondisi kendaraan anda sebelumnya.
 |
| Tugu Persaudaraan dan suasana serta pemandanganya yang oke punya |
Sesampai Di desa Kendal Ngisor , yang
perlu anda lakukan adalah mencari sebuah Tugu yang berada di tengah jalan.
Masyarakat desa ini menyebut tugu ini dengan sebutan " Tugu
Persaudaraan". Dari tugu ini anda masih harus berkendara ke arah selatan
melewati jalan yang menanjak hingga tiba di sebuah sekolah SMP , pelankan laju
kendaraan anda karena di kiri jalan sekitar 50 meter dari SMP di gang yang
kedua anda harus belok ke kiri masuk ke gang ini untuk menuju gerbang masuk ke
Air Terjun Mbah Senggol. Disini pula motor harus di titipkan di tempat parkir
yang tersedia...cuma...sorry ya brooo...bagi yang bawa mobil kayaknya gak bisa
menitipkan mobil mereka bawa dan harus parkir di pinggir jalan...soalnya jalan
masuk gang ini sendiri sudah cukup sempit dan paling hanya muat untuk lewat 1
mobil...di samping nantinya nutupin jalan juga untuk putar arah pun
susah...jadi dari pada nantinya susah saat mau pulang dan pastinya kena omel
warga setempat karena ngalangin jalan , saran ane sih parkir mobil di pinggir
jalan aja....soal keamanan?aman deh gak usah khuatir...
 |
| peta rute menuju lokasi air terjun mbah senggol dari Desa Kendal Ngisor...biar jelas broo... |
Letak tempat parkir ini sendiri di
kelilingi oleh rumah penduduk. Tak jauh dari area parkir ini sebuah loket dan
gerbang masuk bertuliskan menyambut wisatawan yang datang. Loket ini memang di
maksudkan untuk menarik biaya retribusi (tiketmasuk dan biaya parkir) dari tiap
wisatawan yang ingin berkunjung ke air terjun mbah senggol. Namun dalam
prakteknya , pengunjung malah sering membayar biaya retribusi ini di sebuah
warung yang masih berada 1 area dengan tempat parkir. Its ok sih menurut saya
bro...malah keberadaan warung yang menjual berbagai makanan dan minuman ini
cukup membantu pengunjung untuk mempersiapkan bekal sebelum tracking ke air
terjun.
Yup....dari tempat parkir anda masih
harus jalan kaki sekitar 1 km menuju lokasi air terjun.
 |
| keterangan : 1. gapura bambu menuju lokasi air terjun ; 2. ada labu yang berbuah tuh...jd pingin metik neh hehehe ; 3. jembatan bambu yang fenomenal tuh...wuizzz |
|
Capek dong?
Enggak sih...karena medan yang
dilalui kebanyakan jalan yang menurun...jadi saat mau berangkat dari area
parkir gak berasa capek kok...sumpah...Cuman nanti saat pulangnya sudah pasti
jalan yang dilalui nanjak...jadi yaa....capekkk memang...huahahaha
Tp its okey bung...soalnya saat
tracking ke air terjun anda akan di suguhi oleh pemandangan alam Desa Kendal Ngisor
yang oke punya...dari mulai tanaman kopi yang cukup banyak di temui di awal
perjalanan , pemandangan sawah yang bertingkat , kebun yang penuh sayuran
menghijau sampai pemandangan gunung kendil nun jauh disana. Petunjuk jalan
menuju air terjun pun banyak bertebaran di sepanjang jalan , jadi wisatawan pun
tak perlu takut tersesat saat tracking nanti. Tapi bagi anda yang masih
bingung…anda bisa simak urain saya ini…
 |
| nah tuhkan....ada papan petunjuknya... |
Okeyy...let's starting....dari area
parkir pengunjung mulai berjalan lurus ke arah melewati gapura kayu dan loket
retribusi. Jalan pada awalnya datar-datar saja. Namun beberapa meter kemudian
jalan berbelok ke kiri dan menurun tajam. Setelah sampai di bawah , pengunjung
harus berjalan lurus kembali lewat samping sebuah rumah. Selepas rumah ini ,
jalan kembali menurun memasuki ladang penduduk yang kebanyakan di tanami oleh
tumbuhan kopi. Kondisi jalan yang tadinya jalan beton cor berganti jalan
setapak beberapa meter dari perkampungan. Disini jalan terus menurun melewati
ladang penduduk yang telah berganti dengan tanaman sayuran seperti kubis , sawi
dll. 500 meter kemudian pengunjung harus belok ke kanan mengikuti jalan yang
kembali datar. Setelah melewati sebuah jembatan kayu dan sungai kecil sayup-sayup
terdengar suara gemericik air yang jatuh dari kejauhan. 100 meter kemudian ,
sampailah pengunjung ke tempat tujuan wisata desa Kendal Ngisor ini....Air
terjun Mbah Senggol
 |
| nah ini dia neh...air terjun mbah senggol 1... |
Bagi yang belum tahu neh , ada 2 air
terjun di kawasan ini. Air terjun yang terletak di bawah dan pertama anda
jumpai adalah air terjun yang pertama. Air terjun yang pertama ini lebih di
kenal dengan Air Terjun Mbah Senggol 1. Air terjun yang memiliki tinggi
kira-kira 10 meter-an ini memiliki karakteristik bentuk lurus dan memiliki
jatuhan air yang menyebar. Di dasar air terjun ini lebih banyak di isi oleh
pasir dan kerikil kecil. Air yang jatuh dari air terjun yang pertama ini tak
membentuk kolam dan langsung mengalir ke bawah membentuk sungai yang bermuara
ke rawa pening. So...bagi yang memimpikan berenang di bawah sebuah air terjun ,
sayang sekali harus memupus mimpinya disini. Tapi melihat jatuhan air yang
lurus ke bawah seperti ini , tampaknya cukup asyik juga bila mandi langsung
dibawah air terjun ini. Butiran air yang jatuh dari atas dapat menjadi sebuah
alat terapi tubuh begitu mengenai kulit manusia. Tapi tetap waspada bro bila
berniat mandi dengan cara seperti ini. Karena kadang ada juga batang kayu yang
terbawa arus dan jatuh dari atas air terjun.. Terlebih saat musim
hujan...sebaiknya hal ini tidak dilakukan...mengingat batu pun kadang ada juga
yang terbawa arus dan jatuh sampai air terjun 1 ini.
 |
| mumpung di sini , gaya dulu ahhh... |
Its okey bung...tak mandi di bawah
air terjun pun tak apa...kita masih bisa bermain air kok...karena kayaknya
sayang sekali apabila sudah datang jauh-jauh tapi tak merasakan bening dan
sejuknya air pegunungan di air terjun ini..hehehe
Sebuah jembatan bambu tampak melintang
persis di depan air terjun. Selain sebagai alat bantu penyebrangan , jembatan sepanjang
kira-kira 3-4 meter ini juga sering dimanfaatkan oleh pengunjung sebagai sarana
selfi.
 |
| jalan ke curug yg ke 2... |
Di sekeliling air terjun mbah senggol
1 ini pun banyak tumbuh pohon-pohon rindang yang so pasti membuat suasana di
sekitar air terjun menjadi teduh. Beberapa bunga liar sengaja di tanam tidak
jauh dari air terjun ini sehingga suasana pun menjadi bertambah asri...
Nah...setelah puas menikmati Air Terjun
Mbah Senggol yang 1 ini , kita bisa lanjut ke Air Terjun Mbah Senggol yang ke
2. Letak air terjun yang kedua ini berada di atas air terjun yang pertama.
Jalan untuk menuju ke air terjun yang kedua ini pun telah tersedia dan di buat
sedemikian rupa sehingga memudahkan pengunjung untuk melewatinya. Jalan setapak
ini berada di samping kanan air terjun yang pertama. Trek yang dilalu awalnya
adalah jalan menanjak sebanyak dua kali sejauh kira-kira 100 meter hingga tiba
di di sebuah bangunan yang di fungsikan sebagai mushola. Dari mushola ini jalan
kembali datar dan memutar. Tidak jauh kok..hanya berjalan sebentar sampailah
kita di pinggir sungai. Dari sini Air Terjun Mbah Senggol 2 telah terlihat di
depan mata. Untuk melihat lebih dekat ke air terjun yang kedua ini pemgunjung
harus berjalan melewati sungai dengan meniti bebatuan padas yang licin di saat
musim hujan. Hati-hati kecemplung lho bro...hehe karena walau tak dalam
terdapat beberapa kolam yang harus dilewati...
 |
| air terjun mbah senggol 2...keren pisan euy... |
Tampilan air terjun yang kedua ini
pun berbeda dari air terjun yang pertama. Air tampak jatuh dari atas dan
meluncur miring di antara dua patahan tebing yang sempit. Hal ini membuat air
yang jatuh seolah terjepit diantara dua tebing...sungguh unik sekali...beberapa
air yang tak bisa masuk ke celah ini lantas memancar dan mengalir di muka
tebing kemudian jatuh ke bawah membentuk sebuah air terjun baru. Jatuhan air
dari 2 air terjun ini lantas mengalir diantara batuan andesit dan membentuk
kolam yang tak terlalu dalam dan luas. Di bawah kolam ini aliran air sengaja di
bendung membentuk kolam yang ke dua yang lebih luas dari kolam yang pertama.
Wah bakalan senang neh yang punya hobby renang....hehehe
 |
| ada kolamnya juga tuh,,bisa renang neh..hehehe |
Air terjun yang kedua ini sendiri
memiliki tinggi sekitar 12 meteran. Berada pada ketinggian 1073 meter dari
permukaan laut. Di sekeliling air terjun pun banyak tebing-tebing batu dengan ketinggian yang berbeda. Di atas tebing
ini banyak di tumbuhi oleh rumput dan tumbuhan perdu yang cukup rimbun. Warna
tanaman yang berwarna hijau seolah berpadu serasi dengan warna tebing batu yang
berwarna hitam keabu-abuan , batuan kali yang hitam dan beningnya aliran
sungai. Mata yang dimanja oleh penorama alam yang indah ini masih di tambah
dengan suara gemericik air dan suara angin yang berhembus di sela-sela pohon.
Sungguh ini semua merupakan simponi alam yang jarang di temui di perkotaan.
 |
| sungai jernih nan memikat...hmmm.. |
Cuma membayar tariff sebesar Rp 5.000
per-orang dan biaya parkir sebesar Rp 2.000 per motor , kita sudah bisa
merasakan semua ini…
Sebagai tempat wisata yang masih baru
, Air Terjun Mbah Senggol ini masih memiliki fasilitas yang minim. Di lokasi
air terjun tidak ada toilet atau pun ruang untuk ganti baju. Meskipun untuk
tempat ibadah berupa mushola kecil telah tersedia di lokasi air terjun.
 |
| mushola&kursi dari bambu... |
Beberapa tempat sampah yang tersedia di lokasi air terjun ini pun memberi nilai
plus untuk tempat wisata yang satu ini.
Yah minimal ini me-minimalisir agar sampah tidak di buang di sembarang tempat
oleh pengunjung. Sejumlah bunga di tanam di sekitar lokasi air terjun sebagai
penghias walau pun keberadaan tanaman bunga ini terkesan liar dan tidak
terawat. Walau pun memang masih banyak kekurangan di sana-sini , saya pun cukup
mengapresiasi usaha penduduk desa Kendal ngisor dalam mengangkat air terjun ini
sebagai tempat wisata. Tetap semangat ya pak.. buk….
 |
| dudukk dulu dibawah rimbunnya pohon bambu...sejuknya.. |
Desa Kendal Ngisor yang berada di lereng Gunung Kelir ini pun
memiliki pemandangan dan suasana yang tak terlupakan. Pemandangan Gunung Kendil
di kejauhan dan juga lereng Gunung Kelir yang hijau penuh dengan rimbunnya
pohon tinggi merupakan sesuatu yang jarang di temui. Apalagi pemandangan Rawa Pening
yang terlihat dari salah satu sudut desa benar-benar memikat mata. Suasana pagi
dari tempat ini pun konon sangatlah indah , sehingga bebrapa wisatawan pun memiliki
minat untuk bermalam sekedar merasakan suasana pedesaan dari tempat ini.
 |
| suasana hijau persawahan desa kendal ngisor |
Karena
itulah di Desa Kendal Ngisor ini beberapa penduduk sengaja menyewakan rumahnya
sebagai Home stay. Tarifnya pun cukup murah kok , berkisar antara Rp 50.000-an
per malam untuk satu kamar. Walaupun untuk fasilitas yang di dapat pun masih
belum bisa disamakan dengan penginapan- penginapan di tempat terkenal.
Nah…semuanya telah saya uraikan
kawan. Memang sebuah tempat wisata selalu ada kekurangan dan kelebihannya.
Begitu juga Air Terjun Mbah Senggol ini…terlepas dari semua itu tentunya
keberadaan air terjun yang telah di ciptakan oleh sang maha kuasa ini tidak
bisa disangkal keindahannya…kita hanya bisa berharap semoga saja pengelolaannya
ke depan dapat menjadi lebih baik….