![]() |
| spot selfi sarang burung at Gumuk Reco |
Sebut saja Jembatan Kepompong yang membentang memanjang menghubungkan sebuah gardu pandang yang mirip rumah pohon. Jembatan yang terbuat dari tali yang di simpul menyangga potongan kayu membentuk jembatan sepanjang sekitar 15 meter dan memiliki ketinggian 17 meter dari permukaan tanah. Di sisi Rumah pohon tersebut terdapat sebuah jurang yang memiliki kedalaman sampai 300 meter. Sensasi meniti jembatan ini akan membuat jantung pengunjung semakin berdegup kencang ketika melewatinya. Betapa tidak...jembatan ini akan bergoyang ke kanan dan ke kiri begitu kaki melangkah melewatinya. Apalagi saat angin lembah bertiup kencang jembatan ini semakin bergoyang kencang. Tidak jarang beberapa pasangan meniti jembatan ini dengan saling berpegang tangan. Tentu saja hal ini semakin menambah kemesraan pasangan-pasangan yang sedang di rundung asmara ini..
![]() |
| Jembatan Kepompong |
![]() |
| Ayunan Langit atau bahasa kerennya Sky Swing...coba deh...seru lho... |
Murah kok...cuma beli tiket Rp 10.000 per wahana ini dan anda pun bisa mencoba Ayunan Langit dan Jembatan Kepompong ini.
Yang terbaru adalah wahana Flying Fox sepanjang 85 meter membentang di antara pohon pinus. Jalur Flying fox ini saya taksir berada pada ketinggian sekitar 10 meter dari permukaan tanah. Wah benar-benar membikin deg-degan nih...nah untuk wahana terbaru ini pengunjung harus membayar Rp 15.000 untuk dapat mencobanya.
![]() |
| Flying Fox...lewat pinus kayak gini ,berasa mirip Rubah Terbang beneran neh |
![]() |
| ini neh spot selfie gratis favorit ane...selalu suka lihat nih foto... |
Selain beberapa spot selfie gratis ini disekitar lokasi juga terdapat gardu-gardu pandang yang menempel di pohon-pohon tinggi. Untuk berdiri di gardu pandang yang terletak di ketinggian ini , pengunjung harus meniti tangga-tangga kayu yang menghubungkan gardu pandang ini dengan permukaan tanah. Tinggi gardu pandang dari permukaan tanah ini pun bervareasi. Ketika berada di gardu pandang ini pengunjung bisa lebih lepas memandang ke arah bawah yang di dominasi oleh hutan , sawah , dan rumah penduduk. Dan karena letaknya yang menempel di dahan pohon yang lumayan tinggi terkadang gardu pandang ini ikut bergoyang ketika angin berhembus kencang menerpa pepohonan. Lumayan bikin kaget n bikin jantung deg-deg-an sich...hahaha
![]() |
| berani coba panjat tebing ini... |
Selain sebagai ajang berselfi ria , gumuk reco juga dapat menjadi tempat nongkrong yang asyik...secara letak tempat wisata ini terletak di lereng gunung sehingga udara pun masih bersih dan sejuk. Tempatnya yang jauh dari keramaian pun merupakan tempat yang sempurna untuk merenung dan menenangkan diri dari kesemrawutan per-kota-an. Banyaknya pohon cemara yang tumbuh di lokasi ini juga semakin mempercantik tempat ini. Pohon cemara ini juga memberi kesan teduh dan adem pada lokasi wisata ini. Di bawah pohon-pohon cemara ini banyak bertebaran bangku , meja dan kursi terbuat dari potongan kayu. Pengunjung pun dapat memesan makanan dan minuman di warung-warung terdekat...
Menarik kan bro...nah bagi yang tertarik ke tempat ini , sobat semua dapat mendatangi tempat wisata ini yang terletak di Dusun Kenongo, Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Desa Sepakung sendiri adalah sebuah desa yang terletak di ketinggian 700-1000 meter dari permukaan laut. Desa ini merupakan desa wisata dengan beberapa potensi wisata yang menarik. Dengan kondisi geografisnya yang terletak di pegunungan , desa ini memiliki akses jalan yang naik dan berkelok-kelok dengansudut kemiringan jalan mencapai 45 derajat. Di beberapa titik malah mencapai 50 derajat. Untuk itulah sebaiknya persiapkan kondisi kendaraan bagi anda yang berniat berkunjung ke desa ini. Karena saya sendiri sempat melihat sebuah truk box hampir meluncur turun karena tidak kuat melewati jalan yang menanjak. Saya sendiri juga sempat menyaksikan sebuah motor matic hampir kehilangan kontrol saat menuruni turunan tajam gara-gara sistim rem cakramnya rusak.
![]() |
| pemandanganny lepas ke arah timur..sunrise pun terlihat dari sini.. |
bagi anda yang membawa kendaraan pribadi , entah itu Mobil atau motor ;
yang perlu anda lakukan adalah pergi menuju ke kota Ambarawa. Kalau dari kota
Semarang anda bisa berkendara ke arah selatan menuju kota solo. Sebelum
terminal Bawen , anda harus belok ke kanan menuju kota Ambarawa. Sebaliknya ,
bagi yang datang dari arah Solo , anda harus menuju kota Semarang melewati
Kabupaten Boyolali dan kabupaten Salatiga. Selepas terminal Bawen anda akan
menemui sebuah pertigaan. Disinilah anda harus belok ke kiri untuk menuju kota
Ambarawa.
Dari terminal Bawen , ada 2 alternatif untuk menuju ke Banyubiru. Alternatif
pertama lewat Ambarawa Kota. Untuk ke Ambarawa kota , dari terminal Bawen anda
harus berkendara lurus tanpa berbelok. Sekitar 6 km anda akan tiba di pasar Projo
Ambarawa. Jangan kaget dengan kemacetan di pasar ini ,disamping jalan yang
sempit , di sinilah pusat aktifitas kota Ambarawa. Dari pasar Ambarawa ini anda
masih harus berkendara lurus hingga tiba di sebuah pertigaan dengan sebuah
monument berbentuk tank yang berdiri
tepat di tengah pertigaan ini , anda harus belok ke kiri untuk menuju Banyubiru.
Terus ikuti jalan ini hingga habis dan bertemu dengan pertigaan yang terletak
di depan Lapangan Turonggo atau Pangsar Sudirman. Disini anda harus belok ke
kanan. Ikuti jalan ini terus tanpa
berbelok dan anda pun akan sampai di daerah Banyubiru.
Alternatif kedua adalah dengan melewati ring road Ambarawa. Dari terminal
Bawen anda harus berkendara lurus sampai di pertigaan lampu lalu lintas yang
pertama , anda harus belok ke kiri. Ikuti terus jalan ini hingga anda tiba di
perempatan besar dengan lampu lalu lintas yang mengatur arus lalu lintas
kendaraan bermotor. Di perempatan ini anda kembali harus belok ke kiri untuk menuju
Banyubiru. Terus ikuti jalan ini tanpa berbelok dan anda pun akan sampai di
daerah Banyubiru.
Bagi anda yang datang dari arah Yogyakarta atau Magelang , anda harus
berkendara menuju Ambarawa melewati rute
Yogyakarta-Magelang-Pringsurat-Jambu-Ambarawa. Untuk menuju ke Banyubiru anda
bisa lewat Ambarawa Kota atau melalui Ring Road Ambarawa.
Sesampai Banyubiru , untuk gampangnya anda bisa
menuju ke wisata Bukit Cinta yang terletak di pinggir Rawa Pening. Setelah melewati Taman Wisata Bukit Cinta , anda akan
menjumpai sebuah pasar tradisional bernama pasar Gilang. Tak jauh dari pasar
ini anda akan menjumpai sebuah pertigaan jalan dengan sebuah pos ojek di sisi
kanan. Disinilah anda harus belok ke kanan untuk menuju Desa Sepakung.. Jalan
menanjak penuh tikungan tajam akan anda lalui selepas dari pertigaan pasar
sampai ke Desa Sepakung. Untuk menuju Gumuk reco , Sekitar km dari pertigan
jalan pasar gilang , anda akan menemui kembali sebuah pertigaan jalan. Belok
kiri ya bro untuk menuju Gumuk Reco. Terus ikuti jalan ini yang akan membawa
anda melewati Dusun Glowo. Jangan kaget ya bila anda akan menemui jalan yang
nanjak kemudian turun habis di desa ini...Selepas Dusun Glowo anda akan kembali
menemui pertigaan lagi. Disini anda harus belok kanan kawan...tapi hati-hati ya
bro jalan belok ke kanan ini merupakan tikungan tajam dan nanjak habis. Mending
pelan-pelan aja deh....ikuti jalan nanjak ini terus dan anda pun akan
sampai di Gumuk Reco.![]() |
| nih peta ke gumuk reco dari bukit cinta.... |
Secara bahasa , gumuk reco berasal dari kosakata bahasa jawa. Gumuk berarti gundukan dan Reco berarti arca atau patung. Menurut penuturan warga setempat ,pak daryono yang juga merupakan sesepuh sekaligus pengelola obyek wisata ini ; di sekitar lokasi wisata ini memang terdapat sebuah batu yang merupakan peninggalan para waliullah. Pada awalnya bongkahan batu ini akan dipahat oleh wali ini. Tapi saat pahatan baru berbentuk kepala manusia , sang wali ini terlihat oleh penduduk setempat yang menjadikan amalannya ini menjadi sia-sia. Wali ini kemudian meninggalkan batu yang belum selesai ia pahat begitu saja. Pahatan yang menyerupai kepala manusia ini sampai sekarang masih tersisa dibatu bagian paling atas walau bentuk kepala manusia ini sudah berkurang detilnya di karenakan tergerus oleh hujan dan panas.
![]() |
| batu ini neh yang konon memberi ama tempat ini...perhatikan deh...bagian mana yng mirip kepala kera dan mana yang mirip kepala kodok |
Saat ini pun pengelolaan wisata yang satu ini masih di pegang oleh pihak Desa Sepakung yang berkerja sama dengan pihak perhutani dengan system bagi hasil. Tarif masuknya pun cukup terjangkau. Hanya membayar Rp 5000 perorang , pengunjungpun dapat masuk ke lokasi wisata dan menikmati wahana dan fasilitas yang ada. Untuk parkir motor di patok Rp 2000 per-motor. Tempat ini pun semakin ramai dan di kunjungi wisatawan , baik itu wisatawan lokal maupun wisatawan luar daerah...bahkan menurut penuturan pak daryono , saat hari libur obyek wisata ini ramai di kunjungi oleh wisatawan.
![]() |
| pemandangan indahnya area persawahan dari Gumuk Reco |
![]() |
| pintu gerbang menuju Gumuk Reco... |
Gak ada yang tanya ya???
Hahaha...ya udah lah...
Tentunya tempat wisata yang seperti ini banyak di buru oleh para pecinta selfie dan fotografi. Pun juga khalayak luas yang haus akan tempat wisata baru. Nah tunggu apalagi… jika anda tertarik , buruan deh kunjungi tempat ini kawan.
![]() |
| tak mainan ayunan lagi...hehehe |












