![]() |
| Candi Prambanan dari Plataran Jaba... |
Liburan akhir tahun
selalu membuat semua orang bersemangat untuk mengisinya dengan mengunjungi
berbagai tempat wisata. Berbagai rencana , mulai dari destinasi wisata , biaya
, tempat menginap di persiapkan untuk menunjang kenyamanan liburan. Termasuk
bagi saya sekeluarga...liburan akhir tahun ini saya , istri dan anak saya
merencanakan untuk pergi ke sebuah candi yang terletak di perbatasan yogyakarta
dan Klaten ; Candi Prambanan. Sebenarnya rencana ini sudah lama terpikirkan dan
baru ter realisasi sekarang.
Seperti biasa pagi itu
kami bangun pagi sekali dan bersiap-siap untuk pergi ke klaten. Untuk menuju ke
candi ini memang rute paling dekat adalah lewat Kabupaten Klaten dari tempat
kami bertolak , Semarang. Dari Semarang menuju Candi Prambanan bisa melalui
rute Semarang-Salatiga-Boyolali-Klaten-Prambanan. Cuma di butuhkan waktu antara
2,5 sampai 3.5 jam tergantung dari kondisi lalu lintas untuk sampai prambanan
melalui rute ini.
Setelah sempat kalang
kabut oleh persiapan yang mendadak dan si kecil yang banyak maunya ; kami pun
akhirnya berangkat bertolak dari Karang jati menuju kota Klaten sekitar pukul
06:00 pagi. Awal perjalanan lancar-lancar tanpa kendala , tapi ketika motor
sampai di daerah Sruwen , Salatiga kemacetan terjadi. Cukup lama juga untuk
mengurai kemacetan yang ternyata di sebabkan aktivitas pasar dan beberapa
kendaraan yang menyebrang dengan semaunya...haaallllaaaahhh...indonesia bingit
ini mah...macet pun akhirnya usai setelah sumbernya terlewati. Motor melaju
lagi menuju tujuan. Untuk mengurangi rasa pegal di pantat kami beberapa kali
berhenti di indomaret atau pom bensin di sepenjang perjalanan.
Sekitar pukul 08:30
kamipun sampai di kota Klaten dan bagusnya cuaca pun cerah walaupun saat kami
pergi adalah akhir bulan desember yang notabene adalah puncak musim hujan. Dan
untungnya lagi si kecil tak rewel sedikit pun...Yah beruntungnya kami...Dan
akhirnya sekitar pukul 09:10 kami bertiga sampai di tujuan akhir , Candi
Prambanan...asyikkkkk....
![]() |
| hihihi...senangnya... |
MENCARI PENGINAPAN
Nah...inilah yang
bikin pusing...karena untuk urusan penginapan aku menargetkan biaya antara Rp
50.000 sampai 100.000. Sedangkan di hari libur biaya penginapan bisa meningkat
2 kali lipat. Tapi ini tak mengurungkan niatku untuk tetap mencari penginapan
sesampai di Prambanan. Awalnya aku merekomendasikan kepada istri untuk menginap
di hotel Victoria atau hotel-hotel lainnya di sekitaran jl.solo-jogja. Tapi
karena si nyonya ngotot meminta untuk menginap dekat dengan lokasi candi
Prambanan....yaaa apa boleh buat...saya pun akhirnya nurut ae...
Sesampai di Candi
Prambanan kami pun mencari penginapan di sekitar Jl.Candi Sewu Prambanan. Hotel
di sekitar jl.candi sewu prambanan ini umumnya adalah penginapan bertaraf
penginapan atau losmen. Banyak pilihan hotel dengan harga yang beragam sesusi
dengan kantong kita. Tentunya ada harga juga ada beda kualitas dan fasilitas.
Saya pun berusaha untuk mencari penginapan dengan harga yang sesuai dengan
budget tapi dengan fasilitas maksimal...pilihan pertama jatuh pada hotel
Kenanga yang memiliki tampilan yang bersih dan sederhana. Saya pun mencoba
bertanya berapa tarif permalam di hotel ini dan fasilitas apa yang di tawarkan.
Hotel ini menawarkan harga Rp185.000 permalam dengan fasilitas kamar 1 buah
full AC dan televisi , tempat tidur 1 buah , kamar mandi dalam , dan
breakfeast. Hmmm...terlalu tinggi sih...untuk itulah kami pun survey ke
penginapan selanjutnya.
Pilihan pun jatuh pada
Hotel Srikandi. Tampilan hotel ini dari luar terlihat exsklusif. Begitu sampai
di receptionist saya mencoba bertanya kepada penjaga dan hotel ini pun
menawarkan harga Rp 150.000 permalam dengan fasilitas 1 kamar full AC +TV ,
kamar mandi dalam , 1 tempat tidur...
Coba lagi mencari
harga yang lebih murah , saya pun kemudian mendatangi Hotel Mawar 3. Di luar
dugaan hotel ini menawarkan harga terendah dari hotel sebelumnya ; yaitu Rp
85.000 per malam. Sesuai budget sih , tapi hotel ini terlihat kumuh dan hanya
memberikan fasilitas kamar full kipas angin , kamar mandi luar. Enggak
ahh...masa anak istri mau diajak menginap ke tempat seperti ini...pindah ae aja
ah...next hotel..
Hotel selanjutnya adalah
Hotel Prambanan Indah...wuiiiihhh....dari sekian banyak hotel di sekitar Jl.
Candi Sewu Prambanan ini ; menurut saya sih hotel ini adalah hotel termewah dan
terexsklusif...hotel ini memiliki banyak room dengan kelas berbeda-beda...hotel
ini memiliki tarif termurah Rp 125.000 per malam dengan fasilitas 1 kamar , 1
tempat tidur, kamar mandi dalam , dan kipas angin. Cocok sih...tapi istri
maunya yang ada TV-nya...takutnya si kecil rewel n ngajak pulang kalau gak ada
hiburannya...ada sih kamar di sini yang memiliki fasilitas TV tapi dengan tarif
antara 200 sampai 300 ribu...kemahalan boy...pindah tempat aja lah....
Hotel terakhir yang
kami coba datangi adalah hotel Kreshna...hotel ini terletak persis di depan
pintu masuk wisata candi Prambanan...setelah kroscek sama pemilik , hotel ini
menawarkan harga yang paling mahal dari sekian hotel yang kami datangi...Rp
350.000 permalam dengan fasilitas single bed , kamar mandi dalam , TV + room
full AC , dan breakfeast di pagi harinya....aduuuhhh...ini sih terlalu tinggi
dari budget yang tersedia...
Berhubung sudah lelah
dan setelah membandingkan semua penginapan yang kami sambangi , pilihan pun
akhirnya jatuh di Hotel Srikandi karena di rasa fasilitas yang cukup lengkap
dengan harga yang tak terlalu menguras kantong. Kami pun check in dan
beristirahat setelah mendapatkan kamar. Mungkin bagi kawan- kawan yang ingin
menginap di kota Klaten berikut ini saya sertakan daftar penginapan di klaten
sebagai referensi...
01. HOTEL ALAMANDA: JI. Kopral Sayom 7 Klaten Telp. 08123004974
02. HOTEL ARJUNA: Jl. Mayor Kusmanto No 3 Klaten Telp
(0272) 321559
03. HOTEL ASRI: Klurak Baru, Tlogo Prambanan Telp (0274)
496941
04. HOTEL ASTHO GRAHA: Bugisan Prambanan, Klaten
05. HOTEL AYU: Somopura, Logonalon, Klaten. Telp.
0822744978
06. HOTEL BIMA: Gunungan Bareng Lor Klaten. Telp(0272)
324928
07. HOTEL BOTAM: Jl. Manisrenggo, Prambanan. Telp. 081 5688
8226
08. HOTEL DEWI SHINTA: JI. Candi Sewu Prambanan Telp.
08179424627
09. HOTEL GALUH: Jl. Manisrenggo Prambanan. Telp (0274)
496854, 496855
10. HOTEL JAYA KUSUMA: Ngangkruk Kebondalem Kidul Telp
(0274) 496103
11. HOTEL KENANGA 1: Jl. Candi Sewu Prambanan Telp (0274)
496370
12. HOTEL KENANGA 2: Jl. Candi Sewu Prambanan
13. HOTEL KLATEN INDAH: Jl. Kopral Sayom Klaten. Telp
(0272) 322014
14. HOTEL MAWAR 1: Jl. Candi Sewu Prambanan. Telp (0274)
496579
15. HOTEL MAWAR 2: Jontakan Taji Prambanan
16. HOTEL MAWAR 3: Jl. Candi Sewu Prambanan
17. HOTEL MERAK INDAH: Jl. Hamahera Klaten. Telp (0272)
321353
18. HOTEL MERDEKA 1: Jl. Teratai Pondok 61 Klaten. Telp
(0272) 321898
19. HOTEL MERDEKA 2: Jl. Merbabu 18 Klaten. Telp (0272)
321998
20. HOTEL MINTOROGO: Jl. Sulawesi 17 Klaten. Telp (0272)
321571
21. HOTEL NY. MUHARTI: Ngangkruk Kebondalem Kidul
Prambanan. Telp (0274) 496103
22. HOTEL PERDANA RAYA: Jl. Pemuda No. 14 Klaten. Telp
(0272) 321113
23. HOTEL POPY: Deles Indah Sidorejo Klaten
24. HOTEL PRAMBANAN INDAH: Jl. Candi Sewu Prambanan. Telp
(0274) 496353
25. HOTEL PRIMA: Jl. Karang putih Tlogo Prambanan. Telp
(0274) 496579
26. HOTEL PURI JONGGRANG: Jl. Candi Sewu Prambanan. Telp
(0274) 496708
27. HOTEL RESTU IBU: Bener, Bugisan Prambanan. Telp (0272)
496717
28. HOTEL SARI: Ngangkruk Kebondalem Kidul Prambanan.
Telp (0274) 496595
29. HOTEL SHINTA: Karang Geneng Sidorejo Kemalang, Deles
Indah
30. HOTEL SRIKANDI: JI. Candi Sewu Prambanan
31. HOTEL SRI REJEKI: Gedung Sumber Klaten. Telp (0272)
321668
32. HOTEL VICTORIA: Jl. Solo-Jogja Km 30 Jombor, Ceper,
Klaten.
33. HOTEL GRAHA SRIKANDI: Jl. Solo-Jogja Dekat terminal
Penggung Ceper
34. HOTEL KRISHNA: Jl.
Candi Sewu Prambanan
Begitu kami
mendapatkan tempat bermalam , kami bertiga pun beristirahat sejenak demi
melepas penat setelah hampir 3 jam berada di atas motor. Tak lupa acara mandi
pun menjadi agenda wajib agar badan benar benar terasa segar. Jam menunjukan
pukul 10:30. Inginnya sih tidur-tidur dulu...tapi karena mata ini tak bisa di
pejamkan dan si kecil malah semakin aktif , saya pun akhirnya memutuskan untuk
mengajak anak dan istri berkunjung ke Candi Prambanan yang letaknya tak jauh
dari tempat kami menginap...
Segera motor pun di
hidupkan dan tak lama kami pun sampai di area parkir motor. Letak tempat parkir
ini ada di sebelah candi Prambanan. Candi ini telah terkelola bagus sekali
sehingga untuk urusan parkir pun terpisah antara mobil , bus , motor pengunjung
dan motor pedagang. Hal ini cukup membingungkan bagi yang belum pernah
berkunjung ke tempat ini mengingat masing-masing dari tempat parkir ini
memiliki pintu masuk sendiri-sendiri. Yang unik lainnya adalah hampir pengurus tempat
wisata ini memakai baju adat khas yogyakarta yang semakin membuat pengunjung
terasa di yogya. Biaya parkir untuk parkir.
![]() |
| panas brooo...ngadem dulu... |
Nah setelah kendaraan
aman pada tempatnya , kini saatnya masuk ke lokasi wisata Candi Prambanan.
Untuk masuk ke candi , terlebih dahulu pengunjung harus membeli karcis masuk di
loket pelayanan tiket masuk. Letak loket ini berada sekitar 100 meter dari area
parkir. Di luar dugaan , loket pun penuh dengan pengunjung yang sedang antri.
Ya apa boleh buat , antri dulu deh...sementara anak istri aku suruh menunggu di
kejauhan. Memang Candi Prambanan telah terkenal baik di ranah nasional maupun
internasional sehingga untuk pengunjung pun berasal dari seluruh penjuru dunia.
Apalagi di saat musim libur seperti ini , baik wisatawan domestik maupun
mancanegara tumpah ruah di Candi ini. Sedikit saran bagi anda yang belum pernah
berkunjung ke tempat ini siap kan uang yang cukup yah...karena untuk tiket
masuk pun terhitung cukup tinggi...wisatawan domestik atau dalam negeri di
kenakan biaya Rp 30.000 untuk dewasa , sedang anak di atas 3 tahun di kenai
tarif Rp 12.500. Memang sih kalau satu orang biaya segini tidak terasa..tapi
coba bayangkan bila anda membawa istri dan anak 2...total biaya untuk masuk
sudah bisa untuk menyewa penginapan termurah...yah ini pun hanya
perbandingan...tentunya bila sudah di niati habis biaya seberapa pun tak jadi
masalah kan kawan...hehehe
![]() |
| lorong sempit di Candi Brahma... |
Anyway , tiket pun
sudah di tangan...saatnya masuk ke lokasi candi yang terkenal ini. Pintu masuk
ke candi terletak di samping kiri loket karcis. Anak saya pun sudah semangat
mengajak masuk ke candi ini...kami bertiga masuk setelah menyerahkan kartu
masuk berwarna hijau yang berbentuk persegi dengan tebal 1 cm. Kartu masuk ini
terbuat dari bahan plastik.
Setelah masuk ke
lokasi obyek wisata , hal pertama yang menyambut kami bertiga adalah keberadaan
taman yang asri dengan banyak pohon tinggi menaunginya sehingga suasana terasa
teduh. Yah keberadaan yang hijau- hijau inilah yang membuat pengunjung betah
berlama-lama di obyek wisata ini. Karena suasana candi prambanan sendiri terasa
panas bila beranjak siang. Tapi hal ini pun tak mengurangi jumlah pengunjung
yang datang. Jika tak ingin merasakan panas teriknya matahari , anda bisa
menyewa payung pada jasa persewaan-persewaan payung yang kebanyakan di kelola
oleh perseorangan. Tarifnya pun terjangkau bro...cuma Rp 10.000 per payung.
Dari pintu masuk ini ,
pengunjung masih harus berjalan kira-kira 10 menitan untuk menuju Candi Prambanan.
Dari kejauhan candi ini telah terlihat dengan megah. Apalagi setelah mendekat
candi ini begitu terlihat sangat- sangat megah. Benar-benar luar biasa.
![]() |
| wuihh...meski panas tetep antusias neh... |
Candi Prambanan terletak
di lingkungan Taman Wisata Prambanan, kurang lebih 17 km ke arah timur dari
Yogyakarta, tepatnya di Desa Prambanan Kecamatan Bokoharjo. Lokasinya hanya
sekitar 100 m dari jalan raya Yogya-Solo, sehingga tidak sulit untuk
menemukannya. Sebagian dari kawasan wisata yang yang terletak pada
ketinggian 154 m di atas permukaan laut ini termasuk dalam wilayah Kabupaten
Sleman. sedangkan sebagian lagi masuk dalam wilayah Klaten.
Candi Prambanan
merupakan candi Hindu yang terbesar di Indonesia. Sampai saat ini belum dapat
dipastikan kapan candi ini dibangun dan atas perintah siapa, namun kuat dugaan
bahwa Candi Prambanan dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 oleh raja dari
Wangsa Sanjaya, yaitu Raja Balitung Maha Sambu. Dugaan tersebut didasarkan pada
isi Prasasti Syiwagrha yang ditemukan di sekitar Prambanan dan saat ini
tersimpan di Museum Nasional di Jakarta. Prasasti berangka tahun 778 Saka (856
M) ini ditulis pada masa pemerintahan Rakai Pikatan.
Denah asli Candi
Prambanan berbentuk persegi panjang, terdiri atas halaman luar dan tiga
pelataran, yaitu Jaba (pelataran luar), Tengahan (pelataran tengah) dan Njeron
(pelataran dalam). Halaman luar merupakan areal terbuka yang mengelilingi
pelataran luar. Pelataran luar berbentuk bujur dengan luas 390 m2. Pelataran
ini dahulu dikelilingi oleh pagar batu yang kini sudah tinggal reruntuhan. Pelataran
luar saat ini hanya merupakan pelataran kosong. Belum diketahui apakah semula
terdapat bangunan atau hiasan lain di pelataran ini.
![]() |
| Relief di Candi Syiwa |
Di tengah pelataran
luar, terdapat pelataran kedua, yaitu pelataran tengah yang berbentuk persegi
panjang seluas 222 m2. Pelataran tengah dahulu juga dikelilingi pagar batu yang
saat ini juga sudah runtuh. Pelataran ini terdiri atas empat teras berundak,
makin ke dalam makin tinggi. Di teras pertama, yaitu teras yang terbawah,
terdapat 68 candi kecil yang berderet berkeliling, terbagi dalam empat baris
oleh jalan penghubung antarpintu pelataran. Di teras kedua terdapat 60 candi,
di teras ketiga terdapat 52 candi, dan di teras keempat, atau teras teratas,
terdapat 44 candi. Seluruh candi di pelataran tengah ini mempunyai bentuk dan
ukuran yang sama, yaitu luas denah dasar 6 m2 dan tinggi 14 m. Hampir
semua candi di pelataran tengah tersebut saat ini dalam keadaan hancur. Yang
tersisa hanya reruntuhannya saja.
![]() |
| Candi Syiwa dan Candi Wisnu |
Di pelataran dalam
terdapat 2 barisan candi yang membujur arah utara selatan. Di barisan barat
terdapat 3 buah candi yang menghadap ke timur. Candi yang letaknya paling utara
adalah Candi Wisnu, di tengah adalah Candi Syiwa, dan di selatan adalah Candi
Brahma. Di barisan timur juga terdapat 3 buah candi yang menghadap ke barat.
Ketiga candi ini disebut candi wahana (wahana = kendaraan), karena
masing-masing candi diberi nama sesuai dengan binatang yang merupakan
tunggangan dewa yang candinya terletak di hadapannya.
Candi yang berhadapan
dengan Candi Wisnu adalah Candi Garuda, yang berhadapan dengan Candi Syiwa
adalah Candi Nandi (lembu), dan yang berhadapan dengan Candi Brahma adalah
Candi Angsa. Dengan demikian, keenam candi ini saling berhadapan membentuk
lorong. Candi Wisnu, Brahma, Angsa, Garuda dan Nandi mempunyai bentuk dan
ukuran yang sama, yaitu berdenah dasar bujur sangkar seluas 15 m2 dengan tinggi
25 m. Di ujung utara dan selatan lorong masing-masing terdapat sebuah
candi kecil yang saling berhadapan, yang disebut Candi Apit.
![]() |
| arca Dewa Syiwa... |
Selepas mengunjungi
Candi Prambanan kami tak lantas keluar dari lokasi wisata dan masih berencana
untuk mengunjungi beberapa candi lainnya. Karena di sekitar kawasan wisata
Candi Prambanan ini masih ada 3 komplek candi lagi , yaitu Candi Sewu , Candi
Lumbung , Candi . Yang menarik bagiku adalah Candi Sewu , sudah lama aku ingin
mengunjungi candi ini. Maka aku pun mengajak anak istriku menuju candi ini yang
terletak masih 1 komplek dengan Candi Prambanan. Dari Candi Prambanan kita
bertiga masih harus berjalan beberapa menit. Tapi belum sampai setengah jalan ,
istri dan anakku sudah mengeluh kecapaian. Pada akhirnya Kami pun mengurungkan
niat untuk menuju Candi Sewu. Sebagai pengobat rasa kecewa , istriku mengajak
untuk masuk ke museum Candi.
![]() |
| museum penuh benda seni... |
Museum ini terletak di
jalur menuju pintu keluar dari lokasi wisata Candi Prambanan. Tampilan luar
museum ini dari luar terlihat seperti bangunan biasa. Tapi begitu masuk ,
banyak benda benda yang menarik di dalamnya. Banyak sekali benda-benda
bersejarah di simpan di sini. Benda-benda ini adalah beberapa temuan artefak
yang biasanya berbentuk kecil dan rentan dengan pencurian , mulai dari arca
berukuran kecil , tembikar , sampai peralatan sehari-hari yang di gunakan
orang-orang di zaman dulu , baik yang terbuat dari tanah liat maupun logam.
Atau yang terbuat dari tembaga , perak , kuningan bahkan yang terbuat dari emas
pun tersimpan di museum ini. Benda-benda artefak ini sangatlah rentan dengan
pencurian bila di letakan di luar dari bangunan ini. Beberapa kolektor di luar
negeri akan senang dan membayar mahal benda-benda ini.
![]() |
| Lukisan Bung Karno |
Selain benda-benda
bersejarah ini , museum ini juga di gunakan untuk menyimpan beberapa karya seni
dari beberapa seniman indonesia. Yang paling menarik adalah keberadaan
lukisan-lukisan di salah satu ruangan. Sejumlah lukisan mulai lukisan
pemandangan , lukisan Tokoh mistis Nyi Roro Kidul , lukisan Tokoh Proklamator
Bung Karno menghiasi galeri ini. Disamping itu suasana museum ini benar-benar
adem dan damai sehingga siapapun akan betah berlama lama di sini. Tapi kami pun
tak bisa terus di museum ini karena waktu semakin beranjak sore.
Kami pun akhirnya
beranjak keluar dari bangunan ini dan menuju pintu keluar dari kawasan wisata
ini. Di tengah perjalanan keluar tiba-tiba si kecil menunjuk ke kiri jalan.
Menunjuk ke sebuah lahan luas yang di kelilingi oleh pagar. Di dalam pagar ini
tinggalah sekawanan Rusa tutul yang cukup banyak. Keberadaan rusa ini membuat
anak-anak cukup senang. Rusa ini konon berasal dari istana bogor. Awalnya
jumlah rusa ini sangatlah sedikit , kemudian rusa ini terus berkembang hingga
jumlahnya menjadi seperti yang sekarang. Rusa ini pun cukup jinak. Ketika
pengunjung mendekat ke pagar , rusa-rusa ini akan datang mendekat mengira akan
di beri makan.
Hal ini di manfaatkan oleh beberapa orang untuk berjualan pakanan rusa yang umumnya adalah daun kangkung..murah kok...hanya dengan uang Rp 2000 pengunjung bisa mendapat seikat daun kangkung untuk berinteraksi dengan rusa-rusa ini. Harga yang tidak menguras kantong untuk nyenengin si kecil...hehehe
![]() |
| memberi makan rusa... |
Hal ini di manfaatkan oleh beberapa orang untuk berjualan pakanan rusa yang umumnya adalah daun kangkung..murah kok...hanya dengan uang Rp 2000 pengunjung bisa mendapat seikat daun kangkung untuk berinteraksi dengan rusa-rusa ini. Harga yang tidak menguras kantong untuk nyenengin si kecil...hehehe
Puas memberi makan
rusa-rusa ini , kami pun berjalan menuju pintu keluar. Sebelum menemui pintu
keluar ini , kita bertiga melewati jajaran kios kios pedagang. Di sini
pengunjung bisa membeli pernak pernik yang berhubungan dengan Candi Prambanan.
Mau cari souvenir , makanan khas daerah Prambanan , atau sekedar minum pun
dapat di lakukan pengunjung di sini. Tapi untuk soal harga , anda harus berani
untuk menawar karena harga yang di berikan menurut saya cukup tinggi...yah
maklumlah....tempat wisata...karena harga yang relatif mahal inilah yang
membuat saya untuk memutuskan mencari makan keluar dari tempat wisata ini.
Hari pertama pun
akhirnya kami tutup dengan senyum di bibir kami. Tak terasa malam pun tiba dan
istirahat menjadi penutup yang sempurna di hari ini. Tapi esok….aku masih
mempunyai rencana untuk mengunjungi candi indah yang tak banyak di lirik
owisatawan…sebuah candi yang terletak tidak jauh juga dari Candi Prambanan…CANDI
PLAOSAN….











