Tampilkan postingan dengan label Penginapan di Klaten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penginapan di Klaten. Tampilkan semua postingan

Rabu, Maret 09, 2016

Menengok Kemegahan Candi Prambanan ( Liburan Akhir Tahun Di Klaten : Bagian 1)


Candi Prambanan dari Plataran Jaba...
Liburan akhir tahun selalu membuat semua orang bersemangat untuk mengisinya dengan mengunjungi berbagai tempat wisata. Berbagai rencana , mulai dari destinasi wisata , biaya , tempat menginap di persiapkan untuk menunjang kenyamanan liburan. Termasuk bagi saya sekeluarga...liburan akhir tahun ini saya , istri dan anak saya merencanakan untuk pergi ke sebuah candi yang terletak di perbatasan yogyakarta dan Klaten ; Candi Prambanan. Sebenarnya rencana ini sudah lama terpikirkan dan baru ter realisasi sekarang.
Seperti biasa pagi itu kami bangun pagi sekali dan bersiap-siap untuk pergi ke klaten. Untuk menuju ke candi ini memang rute paling dekat adalah lewat Kabupaten Klaten dari tempat kami bertolak , Semarang. Dari Semarang menuju Candi Prambanan bisa melalui rute Semarang-Salatiga-Boyolali-Klaten-Prambanan. Cuma di butuhkan waktu antara 2,5 sampai 3.5 jam tergantung dari kondisi lalu lintas untuk sampai prambanan melalui rute ini.
Setelah sempat kalang kabut oleh persiapan yang mendadak dan si kecil yang banyak maunya ; kami pun akhirnya berangkat bertolak dari Karang jati menuju kota Klaten sekitar pukul 06:00 pagi. Awal perjalanan lancar-lancar tanpa kendala , tapi ketika motor sampai di daerah Sruwen , Salatiga kemacetan terjadi. Cukup lama juga untuk mengurai kemacetan yang ternyata di sebabkan aktivitas pasar dan beberapa kendaraan yang menyebrang dengan semaunya...haaallllaaaahhh...indonesia bingit ini mah...macet pun akhirnya usai setelah sumbernya terlewati. Motor melaju lagi menuju tujuan. Untuk mengurangi rasa pegal di pantat kami beberapa kali berhenti di indomaret atau pom bensin di sepenjang perjalanan.
Sekitar pukul 08:30 kamipun sampai di kota Klaten dan bagusnya cuaca pun cerah walaupun saat kami pergi adalah akhir bulan desember yang notabene adalah puncak musim hujan. Dan untungnya lagi si kecil tak rewel sedikit pun...Yah beruntungnya kami...Dan akhirnya sekitar pukul 09:10 kami bertiga sampai di tujuan akhir , Candi Prambanan...asyikkkkk....
hihihi...senangnya...

MENCARI PENGINAPAN
Nah...inilah yang bikin pusing...karena untuk urusan penginapan aku menargetkan biaya antara Rp 50.000 sampai 100.000. Sedangkan di hari libur biaya penginapan bisa meningkat 2 kali lipat. Tapi ini tak mengurungkan niatku untuk tetap mencari penginapan sesampai di Prambanan. Awalnya aku merekomendasikan kepada istri untuk menginap di hotel Victoria atau hotel-hotel lainnya di sekitaran jl.solo-jogja. Tapi karena si nyonya ngotot meminta untuk menginap dekat dengan lokasi candi Prambanan....yaaa apa boleh buat...saya pun akhirnya nurut ae...
Sesampai di Candi Prambanan kami pun mencari penginapan di sekitar Jl.Candi Sewu Prambanan. Hotel di sekitar jl.candi sewu prambanan ini umumnya adalah penginapan bertaraf penginapan atau losmen. Banyak pilihan hotel dengan harga yang beragam sesusi dengan kantong kita. Tentunya ada harga juga ada beda kualitas dan fasilitas. Saya pun berusaha untuk mencari penginapan dengan harga yang sesuai dengan budget tapi dengan fasilitas maksimal...pilihan pertama jatuh pada hotel Kenanga yang memiliki tampilan yang bersih dan sederhana. Saya pun mencoba bertanya berapa tarif permalam di hotel ini dan fasilitas apa yang di tawarkan. Hotel ini menawarkan harga Rp185.000 permalam dengan fasilitas kamar 1 buah full AC dan televisi , tempat tidur 1 buah , kamar mandi dalam , dan breakfeast. Hmmm...terlalu tinggi sih...untuk itulah kami pun survey ke penginapan selanjutnya.
Pilihan pun jatuh pada Hotel Srikandi. Tampilan hotel ini dari luar terlihat exsklusif. Begitu sampai di receptionist saya mencoba bertanya kepada penjaga dan hotel ini pun menawarkan harga Rp 150.000 permalam dengan fasilitas 1 kamar full AC +TV , kamar mandi dalam , 1 tempat tidur...
Coba lagi mencari harga yang lebih murah , saya pun kemudian mendatangi Hotel Mawar 3. Di luar dugaan hotel ini menawarkan harga terendah dari hotel sebelumnya ; yaitu Rp 85.000 per malam. Sesuai budget sih , tapi hotel ini terlihat kumuh dan hanya memberikan fasilitas kamar full kipas angin , kamar mandi luar. Enggak ahh...masa anak istri mau diajak menginap ke tempat seperti ini...pindah ae aja ah...next hotel..
Hotel selanjutnya adalah Hotel Prambanan Indah...wuiiiihhh....dari sekian banyak hotel di sekitar Jl. Candi Sewu Prambanan ini ; menurut saya sih hotel ini adalah hotel termewah dan terexsklusif...hotel ini memiliki banyak room dengan kelas berbeda-beda...hotel ini memiliki tarif termurah Rp 125.000 per malam dengan fasilitas 1 kamar , 1 tempat tidur, kamar mandi dalam , dan kipas angin. Cocok sih...tapi istri maunya yang ada TV-nya...takutnya si kecil rewel n ngajak pulang kalau gak ada hiburannya...ada sih kamar di sini yang memiliki fasilitas TV tapi dengan tarif antara 200 sampai 300 ribu...kemahalan boy...pindah tempat aja lah....
Hotel terakhir yang kami coba datangi adalah hotel Kreshna...hotel ini terletak persis di depan pintu masuk wisata candi Prambanan...setelah kroscek sama pemilik , hotel ini menawarkan harga yang paling mahal dari sekian hotel yang kami datangi...Rp 350.000 permalam dengan fasilitas single bed , kamar mandi dalam , TV + room full AC , dan breakfeast di pagi harinya....aduuuhhh...ini sih terlalu tinggi dari budget yang tersedia...
Berhubung sudah lelah dan setelah membandingkan semua penginapan yang kami sambangi , pilihan pun akhirnya jatuh di Hotel Srikandi karena di rasa fasilitas yang cukup lengkap dengan harga yang tak terlalu menguras kantong. Kami pun check in dan beristirahat setelah mendapatkan kamar. Mungkin bagi kawan- kawan yang ingin menginap di kota Klaten berikut ini saya sertakan daftar penginapan di klaten sebagai referensi...
01. HOTEL ALAMANDA: JI. Kopral Sayom 7 Klaten Telp. 08123004974
02. HOTEL ARJUNA: Jl. Mayor Kusmanto No 3 Klaten Telp (0272) 321559
03. HOTEL ASRI: Klurak Baru, Tlogo Prambanan Telp (0274) 496941
04. HOTEL ASTHO GRAHA: Bugisan Prambanan, Klaten
05. HOTEL AYU: Somopura, Logonalon, Klaten. Telp. 0822744978
06. HOTEL BIMA: Gunungan Bareng Lor Klaten. Telp(0272) 324928
07. HOTEL BOTAM: Jl. Manisrenggo, Prambanan. Telp. 081 5688 8226
08. HOTEL DEWI SHINTA: JI. Candi Sewu Prambanan Telp. 08179424627
09. HOTEL GALUH: Jl. Manisrenggo Prambanan. Telp (0274) 496854, 496855
10. HOTEL JAYA KUSUMA: Ngangkruk Kebondalem Kidul Telp (0274) 496103
11. HOTEL KENANGA 1: Jl. Candi Sewu Prambanan Telp (0274) 496370
12. HOTEL KENANGA 2: Jl. Candi Sewu Prambanan
13. HOTEL KLATEN INDAH: Jl. Kopral Sayom Klaten. Telp (0272) 322014
14. HOTEL MAWAR 1: Jl. Candi Sewu Prambanan. Telp (0274) 496579
15. HOTEL MAWAR 2: Jontakan Taji Prambanan
16. HOTEL MAWAR 3: Jl. Candi Sewu Prambanan
17. HOTEL MERAK INDAH: Jl. Hamahera Klaten. Telp (0272) 321353
18. HOTEL MERDEKA 1: Jl. Teratai Pondok 61 Klaten. Telp (0272) 321898
19. HOTEL MERDEKA 2: Jl. Merbabu 18 Klaten. Telp (0272) 321998
20. HOTEL MINTOROGO: Jl. Sulawesi 17 Klaten. Telp (0272) 321571
21. HOTEL NY. MUHARTI: Ngangkruk Kebondalem Kidul Prambanan. Telp (0274) 496103
22. HOTEL PERDANA RAYA: Jl. Pemuda No. 14 Klaten. Telp (0272) 321113
23. HOTEL POPY: Deles Indah Sidorejo Klaten
24. HOTEL PRAMBANAN INDAH: Jl. Candi Sewu Prambanan. Telp (0274) 496353
25. HOTEL PRIMA: Jl. Karang putih Tlogo Prambanan. Telp (0274) 496579
26. HOTEL PURI JONGGRANG: Jl. Candi Sewu Prambanan. Telp (0274) 496708
27. HOTEL RESTU IBU: Bener, Bugisan Prambanan. Telp (0272) 496717
28. HOTEL SARI: Ngangkruk Kebondalem Kidul Prambanan. Telp  (0274) 496595
29. HOTEL SHINTA: Karang Geneng Sidorejo Kemalang, Deles Indah
30. HOTEL SRIKANDI: JI. Candi Sewu Prambanan
31. HOTEL SRI REJEKI: Gedung Sumber Klaten. Telp (0272) 321668
32. HOTEL VICTORIA: Jl. Solo-Jogja Km 30 Jombor, Ceper, Klaten.
33. HOTEL GRAHA SRIKANDI: Jl. Solo-Jogja Dekat terminal Penggung Ceper
34. HOTEL KRISHNA: Jl. Candi Sewu Prambanan

KEMEGAHAN CANDI PRAMBANAN
Like this...
Begitu kami mendapatkan tempat bermalam , kami bertiga pun beristirahat sejenak demi melepas penat setelah hampir 3 jam berada di atas motor. Tak lupa acara mandi pun menjadi agenda wajib agar badan benar benar terasa segar. Jam menunjukan pukul 10:30. Inginnya sih tidur-tidur dulu...tapi karena mata ini tak bisa di pejamkan dan si kecil malah semakin aktif , saya pun akhirnya memutuskan untuk mengajak anak dan istri berkunjung ke Candi Prambanan yang letaknya tak jauh dari tempat kami menginap...
Segera motor pun di hidupkan dan tak lama kami pun sampai di area parkir motor. Letak tempat parkir ini ada di sebelah candi Prambanan. Candi ini telah terkelola bagus sekali sehingga untuk urusan parkir pun terpisah antara mobil , bus , motor pengunjung dan motor pedagang. Hal ini cukup membingungkan bagi yang belum pernah berkunjung ke tempat ini mengingat masing-masing dari tempat parkir ini memiliki pintu masuk sendiri-sendiri. Yang unik lainnya adalah hampir pengurus tempat wisata ini memakai baju adat khas yogyakarta yang semakin membuat pengunjung terasa di yogya. Biaya parkir untuk parkir.
panas brooo...ngadem dulu...
Nah setelah kendaraan aman pada tempatnya , kini saatnya masuk ke lokasi wisata Candi Prambanan. Untuk masuk ke candi , terlebih dahulu pengunjung harus membeli karcis masuk di loket pelayanan tiket masuk. Letak loket ini berada sekitar 100 meter dari area parkir. Di luar dugaan , loket pun penuh dengan pengunjung yang sedang antri. Ya apa boleh buat , antri dulu deh...sementara anak istri aku suruh menunggu di kejauhan. Memang Candi Prambanan telah terkenal baik di ranah nasional maupun internasional sehingga untuk pengunjung pun berasal dari seluruh penjuru dunia. Apalagi di saat musim libur seperti ini , baik wisatawan domestik maupun mancanegara tumpah ruah di Candi ini. Sedikit saran bagi anda yang belum pernah berkunjung ke tempat ini siap kan uang yang cukup yah...karena untuk tiket masuk pun terhitung cukup tinggi...wisatawan domestik atau dalam negeri di kenakan biaya Rp 30.000 untuk dewasa , sedang anak di atas 3 tahun di kenai tarif Rp 12.500. Memang sih kalau satu orang biaya segini tidak terasa..tapi coba bayangkan bila anda membawa istri dan anak 2...total biaya untuk masuk sudah bisa untuk menyewa penginapan termurah...yah ini pun hanya perbandingan...tentunya bila sudah di niati habis biaya seberapa pun tak jadi masalah kan kawan...hehehe
lorong sempit di Candi Brahma...
Anyway , tiket pun sudah di tangan...saatnya masuk ke lokasi candi yang terkenal ini. Pintu masuk ke candi terletak di samping kiri loket karcis. Anak saya pun sudah semangat mengajak masuk ke candi ini...kami bertiga masuk setelah menyerahkan kartu masuk berwarna hijau yang berbentuk persegi dengan tebal 1 cm. Kartu masuk ini terbuat dari bahan plastik.
Setelah masuk ke lokasi obyek wisata , hal pertama yang menyambut kami bertiga adalah keberadaan taman yang asri dengan banyak pohon tinggi menaunginya sehingga suasana terasa teduh. Yah keberadaan yang hijau- hijau inilah yang membuat pengunjung betah berlama-lama di obyek wisata ini. Karena suasana candi prambanan sendiri terasa panas bila beranjak siang. Tapi hal ini pun tak mengurangi jumlah pengunjung yang datang. Jika tak ingin merasakan panas teriknya matahari , anda bisa menyewa payung pada jasa persewaan-persewaan payung yang kebanyakan di kelola oleh perseorangan. Tarifnya pun terjangkau bro...cuma Rp 10.000 per payung.
Dari pintu masuk ini , pengunjung masih harus berjalan kira-kira 10 menitan untuk menuju Candi Prambanan. Dari kejauhan candi ini telah terlihat dengan megah. Apalagi setelah mendekat candi ini begitu terlihat sangat- sangat megah. Benar-benar luar biasa.
wuihh...meski panas tetep antusias neh...
Candi Prambanan terletak di lingkungan Taman Wisata Prambanan, kurang lebih 17 km ke arah timur dari Yogyakarta, tepatnya di Desa Prambanan Kecamatan Bokoharjo. Lokasinya hanya sekitar 100 m dari jalan raya Yogya-Solo, sehingga tidak sulit untuk menemukannya. Sebagian dari kawasan wisata yang yang terletak pada ketinggian 154 m di atas permukaan laut ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Sleman. sedangkan sebagian lagi masuk dalam wilayah Klaten.
Candi Prambanan merupakan candi Hindu yang terbesar di Indonesia. Sampai saat ini belum dapat dipastikan kapan candi ini dibangun dan atas perintah siapa, namun kuat dugaan bahwa Candi Prambanan dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 oleh raja dari Wangsa Sanjaya, yaitu Raja Balitung Maha Sambu. Dugaan tersebut didasarkan pada isi Prasasti Syiwagrha yang ditemukan di sekitar Prambanan dan saat ini tersimpan di Museum Nasional di Jakarta. Prasasti berangka tahun 778 Saka (856 M) ini ditulis pada masa pemerintahan Rakai Pikatan.
Denah asli Candi Prambanan berbentuk persegi panjang, terdiri atas halaman luar dan tiga pelataran, yaitu Jaba (pelataran luar), Tengahan (pelataran tengah) dan Njeron (pelataran dalam). Halaman luar merupakan areal terbuka yang mengelilingi pelataran luar. Pelataran luar berbentuk bujur dengan luas 390 m2. Pelataran ini dahulu dikelilingi oleh pagar batu yang kini sudah tinggal reruntuhan. Pelataran luar saat ini hanya merupakan pelataran kosong. Belum diketahui apakah semula terdapat bangunan atau hiasan lain di pelataran ini.
Relief di Candi Syiwa
Di tengah pelataran luar, terdapat pelataran kedua, yaitu pelataran tengah yang berbentuk persegi panjang seluas 222 m2. Pelataran tengah dahulu juga dikelilingi pagar batu yang saat ini juga sudah runtuh. Pelataran ini terdiri atas empat teras berundak, makin ke dalam makin tinggi. Di teras pertama, yaitu teras yang terbawah, terdapat 68 candi kecil yang berderet berkeliling, terbagi dalam empat baris oleh jalan penghubung antarpintu pelataran. Di teras kedua terdapat 60 candi, di teras ketiga terdapat 52 candi, dan di teras keempat, atau teras teratas, terdapat 44 candi. Seluruh candi di pelataran tengah ini mempunyai bentuk dan ukuran yang sama, yaitu luas denah dasar 6 m2 dan tinggi 14 m.  Hampir semua candi di pelataran tengah tersebut saat ini dalam keadaan hancur. Yang tersisa hanya reruntuhannya saja.
Candi Syiwa dan Candi Wisnu
Pelataran dalam, merupakan pelataran yang paling tinggi letaknya dan yang dianggap sebagai tempat yang paling suci. Pelataran ini berdenah persegi empat seluas 110 m2, dengan tinggi sekitar 1,5 m dari permukaan teras teratas pelataran tengah. Pelataran ini dikelilingi oleh turap dan pagar batu. Di keempat sisinya terdapat gerbang berbentuk gapura paduraksa. Saat ini hanya gapura di sisi selatan yang masih utuh. Di depan masing-masing gerbang pelataran teratas terdapat sepasang candi kecil, berdenah dasar bujur sangkar seluas 1, 5 m2 dengan tinggi 4 m.
Di pelataran dalam terdapat 2 barisan candi yang membujur arah utara selatan. Di barisan barat terdapat 3 buah candi yang menghadap ke timur. Candi yang letaknya paling utara adalah Candi Wisnu, di tengah adalah Candi Syiwa, dan di selatan adalah Candi Brahma. Di barisan timur juga terdapat 3 buah candi yang menghadap ke barat. Ketiga candi ini disebut candi wahana (wahana = kendaraan), karena masing-masing candi diberi nama sesuai dengan binatang yang merupakan tunggangan dewa yang candinya terletak di hadapannya.
Candi yang berhadapan dengan Candi Wisnu adalah Candi Garuda, yang berhadapan dengan Candi Syiwa adalah Candi Nandi (lembu), dan yang berhadapan dengan Candi Brahma adalah Candi Angsa. Dengan demikian, keenam candi ini saling berhadapan membentuk lorong. Candi Wisnu, Brahma, Angsa, Garuda dan Nandi mempunyai bentuk dan ukuran yang sama, yaitu berdenah dasar bujur sangkar seluas 15 m2 dengan tinggi 25 m. Di ujung utara dan selatan lorong masing-masing terdapat sebuah candi kecil yang saling berhadapan, yang disebut Candi Apit.
arca Dewa Syiwa...
Memang sungguh menakjubkan melihat kemegahan Candi Hindu ini secara langsung dengan mata kepala sendiri. Karena selama ini saya sendiri hanya melihat candi ini di televise atau foto. Si kecil dan istriku terlihat cukup senang ketika sampai di lokasi Candi Prambanan. Berulang kali si kecil menarik tangganku dan ibunya untuk menaiki  dan masuk ke beberapa candi yang ada di sini. senang juga melihat ke dua buah hatiku ini tampak antusias menjelajah kawasan Candi Prambanan ini. Cuma karena cuaca yang panas dan di lokasi candi pun jarang di temui pepohonan , aqua 5 liter pun habis di tenggak oleh mereka…dan karena bolak-balik naik turun undak-undakan beberapa candi membuat anak istriku kelelahan. Di tambah rasa haus yang tak tertahankan sedang air minum telah habis , akhirnya kami bertiga pun angkat kaki meninggalkan lokasi candi.
Selepas mengunjungi Candi Prambanan kami tak lantas keluar dari lokasi wisata dan masih berencana untuk mengunjungi beberapa candi lainnya. Karena di sekitar kawasan wisata Candi Prambanan ini masih ada 3 komplek candi lagi , yaitu Candi Sewu , Candi Lumbung , Candi . Yang menarik bagiku adalah Candi Sewu , sudah lama aku ingin mengunjungi candi ini. Maka aku pun mengajak anak istriku menuju candi ini yang terletak masih 1 komplek dengan Candi Prambanan. Dari Candi Prambanan kita bertiga masih harus berjalan beberapa menit. Tapi belum sampai setengah jalan , istri dan anakku sudah mengeluh kecapaian. Pada akhirnya Kami pun mengurungkan niat untuk menuju Candi Sewu. Sebagai pengobat rasa kecewa , istriku mengajak untuk masuk ke museum Candi.
museum penuh benda seni...
Museum ini terletak di jalur menuju pintu keluar dari lokasi wisata Candi Prambanan. Tampilan luar museum ini dari luar terlihat seperti bangunan biasa. Tapi begitu masuk , banyak benda benda yang menarik di dalamnya. Banyak sekali benda-benda bersejarah di simpan di sini. Benda-benda ini adalah beberapa temuan artefak yang biasanya berbentuk kecil dan rentan dengan pencurian , mulai dari arca berukuran kecil , tembikar , sampai peralatan sehari-hari yang di gunakan orang-orang di zaman dulu , baik yang terbuat dari tanah liat maupun logam. Atau yang terbuat dari tembaga , perak , kuningan bahkan yang terbuat dari emas pun tersimpan di museum ini. Benda-benda artefak ini sangatlah rentan dengan pencurian bila di letakan di luar dari bangunan ini. Beberapa kolektor di luar negeri akan senang dan membayar mahal benda-benda ini.
Lukisan Bung Karno
Selain benda-benda bersejarah ini , museum ini juga di gunakan untuk menyimpan beberapa karya seni dari beberapa seniman indonesia. Yang paling menarik adalah keberadaan lukisan-lukisan di salah satu ruangan. Sejumlah lukisan mulai lukisan pemandangan , lukisan Tokoh mistis Nyi Roro Kidul , lukisan Tokoh Proklamator Bung Karno menghiasi galeri ini. Disamping itu suasana museum ini benar-benar adem dan damai sehingga siapapun akan betah berlama lama di sini. Tapi kami pun tak bisa terus di museum ini karena waktu semakin beranjak sore.
Kami pun akhirnya beranjak keluar dari bangunan ini dan menuju pintu keluar dari kawasan wisata ini. Di tengah perjalanan keluar tiba-tiba si kecil menunjuk ke kiri jalan. Menunjuk ke sebuah lahan luas yang di kelilingi oleh pagar. Di dalam pagar ini tinggalah sekawanan Rusa tutul yang cukup banyak. Keberadaan rusa ini membuat anak-anak cukup senang. Rusa ini konon berasal dari istana bogor. Awalnya jumlah rusa ini sangatlah sedikit , kemudian rusa ini terus berkembang hingga jumlahnya menjadi seperti yang sekarang. Rusa ini pun cukup jinak. Ketika pengunjung mendekat ke pagar , rusa-rusa ini akan datang mendekat mengira akan di beri makan. 
memberi makan rusa...

Hal ini di manfaatkan oleh beberapa orang untuk berjualan pakanan rusa yang umumnya adalah daun kangkung..murah kok...hanya dengan uang Rp 2000 pengunjung bisa mendapat seikat daun kangkung untuk berinteraksi dengan rusa-rusa ini. Harga yang tidak menguras kantong untuk nyenengin si kecil...hehehe
Puas memberi makan rusa-rusa ini , kami pun berjalan menuju pintu keluar. Sebelum menemui pintu keluar ini , kita bertiga melewati jajaran kios kios pedagang. Di sini pengunjung bisa membeli pernak pernik yang berhubungan dengan Candi Prambanan. Mau cari souvenir , makanan khas daerah Prambanan , atau sekedar minum pun dapat di lakukan pengunjung di sini. Tapi untuk soal harga , anda harus berani untuk menawar karena harga yang di berikan menurut saya cukup tinggi...yah maklumlah....tempat wisata...karena harga yang relatif mahal inilah yang membuat saya untuk memutuskan mencari makan keluar dari tempat wisata ini.
Hari pertama pun akhirnya kami tutup dengan senyum di bibir kami. Tak terasa malam pun tiba dan istirahat menjadi penutup yang sempurna di hari ini. Tapi esok….aku masih mempunyai rencana untuk mengunjungi candi indah yang tak banyak di lirik owisatawan…sebuah candi yang terletak tidak jauh juga dari Candi Prambanan…CANDI PLAOSAN….