![]() |
| sayang neh debit airnya kecil.... |
Begitu merasa mantap dengan keputusanku aku lalu bergegas
membongkar tenda dan mengepack semua perlengkapan yang kugunakan untuk bermalam
di pacet ini. Kemudian aku langsung menuju ketempat penitipan sepeda motor
untuk mengambil motorku yang kutitipkan semalam dengan tariff Rp 10.000
permotor…tapi belum sempat aku menaiki motorku aku dikagetkan dengan kondisi ban
motorku yang ternyata bocor karena melewati jalanan extreme saat menuju pacet saat
malam kemarin.
Hadeehhh…parahnya lagi aku harus menunggu tukang tambal ban
yang Cuma satu-satunya yang ada di kawasan wisata pacet ini selama lebih dari 1
jam lamanya…tapi mau bagaimana lagi…akhirnya aku Cuma bisa duduk bengong diatas
sebuah kursi panjang menunggu datangnya sidewa penyelamat ini yang katanya baru
pergi ke pasar sambil ngobrol dengan salah satu petugas wisata pacet yang
kebetulan juga lagi sarapan disebuah warung makan tak jauh dari tempatku duduk….
![]() |
| manfaatkan apa yang ada buat dapet gambar yang keren..hehehe |
Dan memang kemarin sewaktu menuju pacet ini aku sempat
melewati sebuah pertigaan jalan dengan papan petunjuk arah bertuliskan “Air
terjun coban cangu” dan terus terang itu menggugah rasa penasaranku apalagi
setelah mendengar cerita dari salah satu petugas wisata air panas ini…
Tanpa ba bi bu…aku pun langsung putar stang kendaraan dan
menuju ke air terjun ini yang ternyata dapat ditempuh kurang dari 15 menit dari
air panas ini. Begitu sampai di tempat parkir yang lumayan luas aku langsung
memparkirkan kendaraan dan menuju pintu gerbang
setelah membayar biaya parkir sebesar Rp 2.000…
Tampilan gapura pintu masuk kawasan wisata ini memang tampak
menarik dan terlihat klasik sekali dengan atap jerami yang terlihat tertata
rapi..hal ini menandakan bahwa tempat ini telah terkelola dengan baik. Dengan
membayar tiket masuk sebesar Rp.3.000 akupun menuju ke lokasi utama dengan
terlebih dahulu menuruni sekitar kurang lebih 50 anak tangga. Dengan
membayangkan menuruni begitu banyak anak tangga dengan kemiringan seperti ini
bagi anda yang tidak suka capek, siap-siaplah menyiapkan stamina extra untuk
menaiknya kembali (ini berdasar pengalaman saya lho…memang turunnya begitu
mudah…tapi saat naik saya langsung mandi keringat…heheheh). Tapi satu hal yang pasti....mata saya seperti dimanjakan oleh pemandangan sawah menghijau yang tertata berundak-undak disamping kiri jalan...terlihat rapi dan indah...
![]() | |
| begini neh jalan menuju air terjun... |
![]() |
| enaknya bersantai ditepi sungai sambil memandang air terjun... |
| lihat kan?? dibelakang orang lagi pacaran dengan pedenya...bikin iri aja ya... |
Untuk
fasilitas…tempat ini terhitung memiliki fasilitas yang cukup memadai . Mulai
dari tempat parkir yang luas..cukup untuk berpuluh-puluh sepeda motor,kamar
ganti dan kamar mandi. Bagi anda yang lapar tersedia warung warung makan yang
menyediakan makanan khas daerah setempat. Mau bermalam???jangan kuatir…dikawasan
wisata pacet ini banyak disewakan pondok – pondok penginapan. Juga banyak
terdapat vila yang disewakan dengan harga berkisar mulai Rp250.000 hingga
Rp750.000 per malam.
hanya saja saat saya berkunjung kurang tepat mungkin…karena
debit air terjun coban cangu yang biasanya deras ini tampak begitu kecil sehingga mengurangi
keindahan air terjun ini…saya pun sempat kecewa…tapi itu semua tak lantas
menghentikan saya untuk memejamkan mata sebentar untuk menikmati suasana yang tenang ini….hmmmmm …
puas menikmati Susana deburan air terjun coban cangu , saya
lantas beranjak meninggalkan tempat ini…setelah mencapai tempat parkir dengan
nafas ngos-ngosan dan baju yang basah karena keringat …aku pun lantas menstarter
sepeda motor dan melaju di atas trotoar melanjutkan perjalananku kembali…aku sempat tergoda untuk kembali lewat malang dan putar -putar dijalanan kota pacet seperti orang kebakaran jenggot memilih antara ke malang atau lewat trowulan ...akhirnya karena kangen pada rumah akhirnya akupun memutuskan kembali ke semarang lewat trowulan...
![]() |
| sejenak terpaku ditengah deburan suara air terjun yang airnya membasahi tubuh...hmmm |




