Tampilkan postingan dengan label air terjun grobogan sewu trenggalek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label air terjun grobogan sewu trenggalek. Tampilkan semua postingan

Senin, November 12, 2018

My First Time In Trenggalek , PANTAI PELANG



at Pantai Pelang by your side...wuiiisss...puitis euyyy...
Judul yang menarik kan guys….
Yup….kali ini saya akan sedikit bercerita tentang perjalanan saya untuk pertama kalinya ke Kabupaten Trenggalek. Cuma satu tempat sih…hehehe tapi tempat wisata ini cukup pantas untuk di datangi….malah recommend banget lho…sumpah…
Seperti yang telah disebut di judul diatas , Nama obyek wisata di Trenggalek yang saya kunjungi kali ini adalah Pantai Pelang…nama yang cukup unik bukan..
Sedikit pengenalan , Pantai Pelang adalah sebuah obyek wisata yang terletak di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Pantai ini berada di sebelah barat Kabupaten Trenggalek yang berbatasan dengan Kabupaten Pacitan. Kalau dari pusat kota Trenggalek dapat ditempuh sekitar 3 jam ke arah barat dengan jarak kurang lebih 60 km. pantai ini juga dapat di akses dari 3 arah. Dari arah barat melalui Kabupaten Pacitan melalui rute Mentoro-Kebon agung-Tulakan-Ngadirejo-Lorok-Sudimoro-Panggul. Dari arah timur melalui Kabupaten Tulungagung melalui rute Gondang-Durenan-Gandusari-Kampak-Dongko-Panggul. Dan yang terakhir dari utara melalui Kabupaten Ponorogo lewat rute Ponorogo-Balong-Bungkal-Ngrayun-Krajan-Manggis -Tangkil–Panggul. Ke tiga arah ini semuanya melewati jalan yang naik turun dan berkelok-kelok karena memang Kecamatan Panggul ini di kelilingi pegunungan.  Walau jalan yang di lewati cukup extreme , pemandangan jalan menuju Kecamatan Panggul ini benar-benar masih alami dan indah karena melewati  daerah pegunungan yang umumnya masih prawan dan di penuhi pohon yang rimbun. Karena saya berangkat dari Wonogiri saya pun memilih lewat Kabupaten Ponorogo.
salah satu ruas jalan Ponorogo-Trenggalek (sumber foto google map)
karena  kunjungan saya ke tempat ini terjadi saat saya berkunjung ke rumah nenek yang berada di Wonogiri , cerita ini akan saya  mula dari Wonogiri untuk menyingkat jumlah huruf di artikel kali ini…heheh
Nahhh…waktu itu masih pagi sekali sekitar jam 06.00 pagi…saya mulai mengendarai motor kesayangan dari daerah Jatisrono , Wonogiri ; tempat kediaman kakek berada. Kali ini pun saya pun tak sendiri dan di temani oleh anak istri serta kakak dan adik iparku…haha jadi tambah ramai neh berasa touring beneran. Kami pun melaju dengan pelan melewati jalan Wonogiri-Ponorogo yang naik turun dan berkelok-kelok. Suasana yang masih pagi dan segar menemani perjalanan kami. Di sepanjang kiri dan kanan jalan pemandangan terasering per sawahan , hutan , gunung dan rumah penduduk silih berganti bagi rangkaian slide film. Setelah melewati Pasar Slogohimo kemudian Pasar Purwantoro , tibalah kami di perbatasan Ponorogo dan Wonogiri. Di sini saya merasa takjub dengan pemandangan di depan saya. Sebuah gugusan perbukitan kapur membentang begitu megahnya. Sinar matahari yang menyinari bukit kapur ini menambah pemandangan menjadi semakin mempesona. Ingin berhenti sejenak dan berfoto sebentar…tapi karena kami juga mengejar waktu motor pun terus berlalu melewati spot keren ini.
peta perjalanan dari Pasar Jatisrono Wonogiri-perbatasan ponorogo
Perlahan tapi pasti kami pun mulai memasuki Ponorogo kota setelah melewati tugu perbatasan  Jawa tengah dan Jawa Timur dan jembatan Somorobangun. Namun …Bingung juga sih memasuki kota Ponorogo ini karena ini juga pertama kalinya saya berkunjung ke kota ini , jadi akhirnya saya pun hanya mengikuti petunjuk Google Map..hahaha. Tak ada yang spesifik ketika memasuki kota ponorogo ini , karena itu Kami pun langsung mengambil arah ke kota trenggalek.  
Dari arah kota kami langsung belok di pertigaan Somoroto menuju Pasar Ngumpul. Sampai di perempatan lampu lalu lintas Pasar Ngumpul  kami belok ke kiri ke arah Pasar Balong.  Dari Balong perjalanan berlanjut ke arah Bungkal.
Peta perjalanan dari perbatasan Ponorogo-Wonogiri ke arah Trenggalek via pasar bungkal
Dari Bungkal ini deretan pegunungan kapur mulai terlihat membentang di depan mata. Wah jangan-jangan jalan ini nantinya membelah gunung ini neh…wah ampun dehh bila jalan nanjak…beberapa saat kemudian tebakanku terbukti benar…meninggalkan daerah Bungkal jalan mulai menanjak. Apalagi setelah melewati Tugu Reog Palem jalan nanjak habis boz.. gak Cuma nanjak tapi juga menikung  di banyak tempat…tanjakannya pun gak main-main lho bro…kemiringannya  mencapai 45 di bebarapa ruas jalan…disamping itu di kanan jalan yang kami lewati sebagian adalah jurang yang cukup dalam…hadewww…ditambah dengan aspal yang berlubang dan rusak di beberapa tempat , tentunya bikin jantung deg-deg-an beberapa kali.
pemandangan salah satu ruas jl. Ngrayun yang nanjak dan di penuhi jurang di salah satu sisinya(sumber foto Google Map)
Mendekati pertigaan Angkringan Tumpak Lego kami melewati deretan hutan cemara yang indah . di pertigaan ini kami terus belok kanan dan jalan mulai menurun. Beberapa saat kemudian tibalah kami di Pasar Desa Ngrayun. Di pasar ini jalan bercabang menjadi 2 , kanan ke pacitan dan lurus kearah  Trenggalek . tentu saja kami mengambil arah lurus kawan…
peta perjalanan ke Trenggalek via Pasar Bungkal-Pasar Ngrayun
Meninggalkan Pasar Ngrayun kontur jalan masih datar-datar saja dengan kondisi aspal yang masih sama dengan yang sebelumnya , namun selepas Polsek Ngrayun jalan kembali menanjak dan berliku-liku. Hingga tiba di Desa Temon jalan masih berkelok-kelok dan menanjak . 
lihat tebing di foto ini bro...itulah Watu Semaur...salah satu tempat ikonik di perjalanan kali ini (sumber foto Google Map)
Di Desa Temon ini pemandangan jajaran pohon pinus di pinngir jalan tampak begitu cantik guys…apalagi saat mendekati Watu Semaur , jajaran pinus di sepanjang kiri dan kanan jalan membuat perjalanan semakin bermakna…keren kawan…ibarat masuk ke dunia lain…wuiiisss… Jajaran pohon pinus ini masih terus kami temui hingga kami tiba di Desa Sidomulyo yang telah masuk kabupaten Trenggalek…yayyyy…Trenggalek juga neh…
peta perjalanan ke Trenggalek via Watu Semaur...
Di Desa Sidomulyo ini jalan yang sebelumnya  menanjak mulai menurun. Kondisi aspal di jalan tak semulus sebelumnya. Rusak di beberapa tempat.
salah satu ruas jalan yang rusak di daerah Sidomulyoyg bikin ill feel...(sumber foto Google Map)
Memasuki Pasar Jajar Sidomulyo jalan menjadi datar dan kondisi aspal menjadi halus kembali. Namun selepas pasar ini , kondisi aspal kembali mengelupas dan rusak di sana- sini. Dan akhirnya tibalah kami di pertigaan Pasar Tangkil di sini kami harus belok ke kanan mengikuti jalan yang menurun. Turunan setelah Pasar Tangkil ini begitu tajam bro…di samping itu jalan juga sempit sekali dan penuh tikungan tajam membuat kami harus extra pelan…apalagi bila berpapasan dengan truk atau mobil , udah deh pasti bikin jantungan…selain itu di beberapa ruas jalan , aspal tampak mengelupas membuat jalan berlubang sehingga semakin menyulitkan perjalanan ini. Tapi karena sudah kepalang basah , kami pun terus maju menyusuri jalan yang super extreme ini.  Lagipula adanya jalan turun ini menandakan kami sudah mulai dekat dengan wilayah pesisir. Sebentar lagi neh nyampe..
Menjelang sampai di Kecamatan Panggul jalan mulai sedikit agak landai…turunan tajam pun sudah mulai berkurang. Dan akhirnya jalan pun sepenuhnya datar ketika kami menyusuri Jl. Diponegoro . Kecamatan Panggul
peta perjalanan ke Trenggalek via Sidomulyo-Tangkil-Panggul
….. Suasana kota yang ramai mulai terasa…. rasanya cukup senang juga sih dapat merasakan suasana dari daerah yang belum pernah saya datangi sebelumnya  , seperti daerah Trenggalek ini…hehehe …kami pun terus menyusuri jalan ini hingga tiba di perempatan setelah Kantor Kepala Desa Gayam. Di sini kami belok ke kanan  untuk menuju ke arah Pantai Pelang .Kami  lurus terus menyusuri jalan ini hingga bertemu dengan per tigaan jalan besar dan belok ke kanan lagi. Selanjutnya kami terus menyusuri jalan ke kiri ini sampai bertemu dengan sebuah masjid bernama Masjid Jami Nurul Huda.
di perempatan ini belok kiri bro...pantai pelang sudah sangat dekat lho...(sumber foto google map)
Di depan mesjid inilah terdapat jalan kampung yang merupakan Jalan Ke Pantai Pelang yang kami tuju. Tanpa basa-basi , kami pun terus masuk ke jalan ini dan mengikuti rambu-rambu yang telah tersedia.2,8 km kemudian terlihat pintu gerbang  masuk obyek wisata ini yang juga merupakan tempat membayar biaya karcis masuk dan parker selama di lokasi wiasata.
peta menuju pantai Pelang dari Panggul...perhatiin tempat-tempat umum yang jadi acuan agar gak kesasar bro...
Setelah masalah administrasi selesai , kami pun lanjut masuk ke obyek wisata ini…hanya berkendara sejauh 700 meter dan kami pun sampai di kawasan parkir wisata ini…Pantai Pelang
gapura masuk dan tempat pembeliaan tiket masuk ke obyek wisata Pantai Pelang (sumber foto Google Map)
Lokasi parkir pun begitu luas dan teduh karena banyaknya pohon-pohon rindang di sekitar pantai. Pengunjung bebas memparkirkan kendaraan di mana saja. Walau begitu telah di sediakan tempat parkir beratap kok…jadi kami pun memilih memparkirkan motor di sini…
tempat parkir yang tersedia di Pantai Pelang
Untuk menuju lokasi pantai ini sendiri , rupanya kami masih harus berjalan  agak jauh melewati  jalan  yang telah tersedia. Di sisi kanan jalan ini banyak berjejer warung-warung pedagang yang menjual makanan. Jalan ini kemudian membawa kami pada sebuah jembatan beton yang menghubungkan dua sisi sungai. Kemudian jalan pun terus berlanjut melewati pingiran tebing karang yang menjulang tinggi di sisi kanan jalan..  Ornament-ornamen batuan karang dengan beragam  bentuk , goa kecil menemani perjalanan kami. Bagus banget deh…  
Pantai Pelang...ahh nyampe juga neh setelah hampir 3 jam di atas motor..
 Di sisi kiri jalan , sungai dengan aliran air yang tenang terlihat memanjang hingga ke sisi timur pantai ini. Suara deburan ombak dan pemandangan pantai mulai terlihat di balik rimbunnya pohon di seberang sungai ini. Wah jadi tambah senang dan semangat neh…tapi lapar nih brooo…jadi kami pun memutuskan untuk mencari makanan sambil mengistirahatakan tubuh setelah perjalanan yang jauh…hihihi sabar ya…
Cerita pun berlanjut setelah perut kami kenyang…jalan yang kami lalui , bila terus di ikuti akan membawa ke lokasi Air Terjun yang letaknya memang tidak jauh dari Pantai Pelang sendiri..
selfie bareng dulu...mumpung masih di sini...
Tunggu sebentar nehh…air terjun? Memang ada ya?
Hahaha….belum saya omongin ya?selain wisata pantai , di tempat ini juga ada sebuah air terjun yang letaknya tidak terlalu jauh dari Pantai Pelang ini. Bagaimana? Menarik bukan ? jarang_jarang lho ada pantai dengan air terjun ada di dekatnya….inilah alasan saya tertarik datang jauh-jauh ke tempat ini…tapi untuk ulasan air terjun Pantai Pelang ini nanti ya brooo setelah ulasan Pantai Pelang ini…oke…
peta obyek wisata Pantai Pelang...
Nah untuk mendekat ke lokasi Pantai Pelang , kami pun harus pergi ke arah barat dari jalan beton menuju air terjun. Di sinilah akan di temui muara sungai dengan kedalaman sebatas betis orang dewasa yang biasa di gunakan beberapa pengunjung untuk menyebrang dan menuju ke lokasi pantai. Dan benar saja kawan setelah menyebrangi sungai ini , pasir yang lembut langsung menyambut kedatangan kami…berjalan beberapa meter kemudian kami pun tiba di salah satu surga Trenggalek….PANTAI PELANG!!! Rasa bangga , syukur dan senang bercampur menjadi satu mengingat perjalanan yang begitu jauh dengan medan yang naik turun dan extreme.
Selain lewat jalur memutar menuju air terjun yang berjarak sekitar 350 meter dari tempat parkir , sebenarnya pengunjung bisa lewat jalur lurus melewati jembatan penyebrangan. Jalan ini lebih dekat sekitar 200 meter dari tempat parkir.
duduk sambil nikmati suasana...hmmm...suasana pantai selalu jos gandos...
Terus kenapa lu lewat jalan yang lebih jauh padahal kan ada jalan yang lebih dekat lhooo…
Itu sih tidak di sengaja kok…hahaha…wong saya sendiri  juga gak tahu kalo ada jalan yang lebih dekat….dan kebetulan juga yang lain pun main ikut aja…jd ya sama-sama tidak tahu….hahaha  
Sampai di pinggir pantai ini saya langsung menggelar tikar yang di gunakan untuk duduk dan meletakan barang yang kami bawa. Setelah berganti baju…langsung deh kita-kita main air di pinggiran pantai…Pantai Pelang memiliki garis pantai yang cukup panjang sekitar 400 meter dengan pasir  lembut berwarna  coklat kehitaman. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya , pantai ini di pisahkan oleh sebuah sungai yang tak terlalu dalam dengan area parkirnya.
tulisan pun jadi korban selfie..hahahaha
Terdapat hutan pinus mini di pinggir pantai ini. Di sinilah biasanya pengunjung mendirikan tendanya ketika camping di tempat ini.
Pemandangan dan suasana pantai ini sungguh indah dan keren kawan. Sejauh mata memandang hanya laut luas menghampar di depan mata. Ombak bergulung-gulung menghantam pasir di pinggir pantai membentuk pemandangan alam yang indahnya….tapi jangan terpesona terlalu jauh ya bro…karena semua keindahan ini sejatinya menyimpan bahaya yang tersembunyi. Pantai ini memiliki deburan ombak yang cukup kencang karena langsung berhadapan dengan Samudra luas.Pegunjung pun tak di sarankan  untuk berenang di tempat ini. Tidak adanya penjaga keselamatan pantai di kawasan obyek wisata ini semakin mempertegas larangan ini. Tak terhitung sudah beberapa pengunjung yang hilang tertelan ganasnya ombak di pantai ini.
nahhh...saatnya main air nih...tapi tetap waspada lho...
Saya bersama anak istri dan saudara-sadara pun hanya berani bermain air dan pasir di pinggiran pantai ini. Tapi itu juga sudah cukup mengasyikan kok…hehe…apalagi hamparan pasir lembut yang luas  di pinggiran pantai , sepertinya cocok tuh untuk membuat istana pasir. Atau bahkan untuk olahraga voley pantai dan sepak bola mungkin…kayaknya asyik deh bro…
Namun duduk saja tanpa melakukan apapun sembari menikmati pemandangan pantai sambil merasakan angin pantai yang bertiup sepoi-sepoi  juga satu hal yang menyenangkan.  Cukup gelar tikar di bawah pohon cemara yang rindang kemudian rebahkan tubuh anda , sebentar kita pun akan tertidur terbuai oleh suara deburan ombak yang mengalun bagai simponi alam…seperti adik ipar saya neh , dia tertidur dengan pulasnya bro…hehe
nah kalo yang satu ini malah tidur neh...angin pantai memang bisa bikin siapapun tidur...
Saya sendiri lebih senang mengexplore pantai ini lebih jauh, karena terdapat sebuah pulau kecil di ujung barat pantai ini. Formasi karang dari pulau kecil ini asyik tuh buat foto….sayangnya untuk naik ke atas pulau ini kayaknya tidak bisa bro karena tak ada jalannya …selain itu terdapat juga aliran sungai yang bermuara  di sebelah ujung barat pantai ini. Aliran sungai ini melebar , tidak terlalu deras dan dangkal , sehingga sangat cocok dan aman sekali untuk bermain bagi anak-anak. Sebentar  saja saya dan kakak ipar yang membawa anak kecil langsung asyik bermain air di aliran sungai ini. Nah untuk anda yang pingin berenang terdapat tuh sebuah kolam bentukan dari sungai ini yang terletak tak jauh dari aliran sungai ini. Kedalamannya pun hanya setinggi pinggang orang dewasa.
main air lagi ah...kali ini di muara sungai Pantai Pelang
Sebenarnya masih ada gardu pandang yang terletak di puncak bukit  sebelah utara  dari pantai pelang ini. Untuk menuju gardu pandang ini telah di buat jalan berundak yang terletak tak jauh dari jalan masuk ke air terjun. Dari sini pengunjung bisa mengamati garis dan suasana pantai dari ketinggian. Sayangnya saya sendiri tak sempat untuk mengunjungi gardu pandang ini karena waktu yang semakin sore…sayang juga sih…

AIR TERJUN PANTAI PELANG
nah ini neh...Air Terjun Pantai Pelang....atau disebut juga Air Terjun Grobogan Sewu...
Satu bonus yang bisa di dapat ketika berkunjung ke Pantai Pelang ini adalah Air Terjun Pantai Pelang. Air terjun setinggi kurang lebih10 meteran ini  masih satu lokasi dengan Pantai Pelang dan berjarak sekitar 300 meter dari bibir pantai. Kalau dari tempat parkir berjarak sekitar 550 meter kearah barat laut. Pengunjng tidak di tarik biaya lagi ketika hendak berkunjung ke air terjun ini karena sudah termasuk ke biaya retribusi karcis masuk ke Pantai Pelang…wahhh bener-bener bonus neh….hahaahaha…Akses jalan menuju ke air terjun ini dari tempat parkir pun termasuk sudah cukup bagus , yaitu berupa jalan paving selebar 2 meter-an. Pengunjung tinggal mengikuti jalan paving ini untuk menuju lokasi air terjun.
setelah memandang laut luas pemandangan pun beralih ke suasana pegunungan dan air terjunnya...hanya 300 meter dari Pantai Pelang...pastikan mampir lho...kalo nggak rugi lho...
Air Terjun Pantai Pelang di sebut juga Air Terjun Grobogan Sewu. Air terjun ini memiliki bentuk aliran air yang jatuh menyebar. Air yang jatuh menyebar  dari dinding tebing yang memanjang berwarna putih kekuningan. Air ini lalu jatuh membentur batu-batu yang menyembul dari dinding tebing. Sehingga aliran air seperti terbagi-bagi ke beberapa arah dan membentuk beberapa air terjun kecil. Di bawah air terjun air kemudian mengalir di antara batuan karst yang semua berwarna putih kekuningan.
walaupun memang debit air tidak maksimal namun keberadaan air terjun ini sendiri unik lho...
Batuan di sekitar air terjun ini sangat licin lho guys..jadi pengunjung pun diharapkan untuk lebih hati- hati melangkah. Di antara batu-batu kars ini banyak tumbuh pohon-pohon dengan bentuk yang cukup unik. Akar dari pohon ini tumbuh melintang ke sana kemari menembus sela-sela bebatuan. Pohon pohon ini pun juga memiliki daun-daun yang cukup lebat sehingga membuat suasana sekitar air terjun menjadi teduh dan sejuk.
si kecil pun takketinggalan eksis..
Di antara bebatuan di sekitar tempat ini ada juga yang terkikis oleh aliran air membentuk cekungan-cekungan yang terisi oleh air sehingga terbentuk kolam-kolam mini yang menambah unik pemandangan sekitar air terjun ini.
Melihat pemandangan batuan memutih dan banyaknya pohon yang melengkung ke sana kemari mengingatkanku pada obyek wisata Kawah Putih di Bandung. Pemandangannya sekilas hampir sama… namun sebenarnya debit air yang mengalir di air terjun ini tidaklah maksimal saat saya datang ke tempat ini. karena kunjungan saya ke tempat ini jatuh pada saat musim kemarau. Menurut keterangan yang pernah saya baca , sebenarnya saat musim penghujan  Air Terjun Grobogan Sewu memiliki debit air yang melimpah ruah sehingga pemandangan yang di dapatkan jauh lebih indah dari saat kemarau seperti saat ini…
kolam anak bagi yang takut anaknya main di pantai ini...
But…it,s okey lah…saya pun sudah cukup puas dengan view yang saya dapat saat ini….bisa tiba di tempat ini saja sudah syukur Alhamdulillah…hahaha
Air terjun ini pun lebih ramai dari pantai pelang itu sendiri. Karena tak seperti di pantai yang tak bebas bermain air karena derasnya ombak, di air terjun ini pengunjung bebas bermain air sepuasnya. Sebuah kolam anak yang di bangun tak jauh dari air terjun ini pun juga semakin membuat pengunjung yang membawa anak kecil semakin betah berlama-lama di lokasi air terjun.  Lagi pula penjual makanan dan minuman juga souvenir lebih banyak berpusat di sekitar lokasi air terjun ini dari pada di lokasi Pantai Pelang itu sendiri. Di sekitar air terjun pun juga banyak tersedia kamar mandi ,tempat bilas , dan ruang ganti sehingga lebih memudahkan pengunjung. Beda dengan lokasi pantai yang menurut saya pribadi jauh dari  semua kebutuhan pengunjung.. hal ini lah yang menyebabkan pengunjung lebih banyak yang tertarik ke air terjun ini dari pada Pantai Pelang itu sendiri.
warung makan dan penjual souvenir di sekitar air terjun...
Meski begitu  ini juga yang membuat pantai ini semakin asyik kawan… karena jumlah pengunjung yang tidak tidak terlalu ramai ini sehingga kita pun bisa bermain dengan lebih leluasa. Nah setelah membaca uraian saya ini tentunya anda pun bertanya “berapa neh tiket masuk ke Pantai Pelang ini?....murah kok ….Cuma perlu bayar Rp 8.000 per-orang , pengunjung pun bebas untuk meng-eksplore obyek wisata Pantai Pelang ini dengan bebas. Untuk parkir  , motor di kenai biaya Rp 2.000 permotor dan Rp 5.000 per mobil…
Murah kan???…murahlah dengan banyaknya aktivitas yang bisa kita lakukan di obyek wisata ini.. walau untuk menuju ke obyek wisata ini butuh perjuangan yang berat. Masih aku ingat saat perjalanan pulang , motor yang kukendarai bersama anak istri hampir saja mundur saat menaiki sebuah tanjakan ekstrem di daerah manggis. Juga jalan rusak yang gile bener…mirip sungai yang lagi kering airnya. Herannya kok ya ada angkot dan bis yang lewat jalan ini juga…Saya pun sempat bertanya dalam hati “ini jalan yang kami lewati beneran jalan provensi???”.
salah satu pemandangan ruas jalan yang rusak (sumber foto Google Map)
Namun setelah Tanya pada penduduk setempat “ya ini jalan provensi Trenggalek –Ponorogo ,  mas….”
Sempat shock juga sih…masa jalan provensi kayak gini neh…udah nanjak dan sempit , rusak lagi… seharusnya ini jadi perhatian pemerintah daerah terkait. Saran saya sih kawan bila berniat berkunjung ke Pantai Pelang ini ada baiknya lewat jalur selatan melalui kota Pacitan lebih mudah. Katanya sih jalannya lebih mulus dan enak meski memang agak jauhan…itu katanya orang sono lho…wong saya sendiri juga belum pernah kok lewat jalan ini…hahahahaa
Satu hal yang pasti…Pantai Pelang merupakan pantai yang keren….tempat yang asyik menghabiskan waktu dengan keluarga atau orang tercinta. Dan Trenggalek… tempat pantai ini berada.. patut di explor lebih jauh apalagi setelah saya di buat terkesan setelah berkunjung ke salah satu obyek wisatanya untuk pertama kalinya…semoga saja saya di beri kesempatan untuk jelajah ke kota ini lagi…
sepinya Pantai Pelang...