![]() |
| inilah curug baru di Limbangan itu... |
Yaaaaa... Keberadaan sebuah air terjun yang belakangan jadi sorotan di instagram. Nama air terjun itu adalah Curug Corong. Dari beberapa foto yang di unggah di instagram ini , air terjun ini terlihat indah dan keren. Tapi yang membuat aku benar-benar penasaran adalah letak air terjun ini yang berada di Desa Gondang , Kecamatan Limbangan. Karena setahuku di daerah desa Gondang memang ada 1 air terjun yaitu Curug Pangleburgongso dan tak ada nama Curug Corong di sebut oleh penduduk desa ini saat saya berkali-kali berkunjung ke tempat ini.
Akupun bertolak dari rumah mertua yang terletak di daerah Karangjati. Tak ada kesulitan berarti , karena kurang dari 1 jam aku mengendarai motor kesayangan aku pun tiba di Pasar Sumowono. Perjalanan pun terus berlanjut ke arah Limbangan. Seperti biasa jalan yang berkelok tajam dan naik turun menjadi hal yang biasa didaerah ini. Aku pun langsung mengarahkan motor kesayangan menuju desa Gondang yang ku tahu. Tapi untuk memastikan arah dan tujuan , aku pun kemudian bertanya kepada penduduk setempat selepas Desa Losari meski aku tahu Desa Gondang yang ku tahu masih lah jauh. Tepatnya turunan jalan di bawah desa Kemawi tempat curug Klenting kuning berada, akupun berhenti dan bertanya pada seorang lelaki …
![]() |
| peta ke Dusun Beku , Limbangan |
"Tuh mas dah dekat..." jawaban dari seorang warga yang ku tanya membuatku langsung terhenyak. Soalnya aq tahu betul letak Desa Gondang dan dari tempatku bertanya masilah jauh.
"Bener Desa Gondang kan pak???" tanyaku untuk lebih memastikan.
"Yang mas tuju tu Beku atau Gondang?" warga ini balik bertanya
"Dusun Beku pak...." jawabku agak kencang
"Kalo Beku tu di situ habis tikungan itu tuh, kalo Gondang masih kesana lagi...masih jauh..." jawaban bapak ini semakin memperjelas arah tujuanku. Aku pun kembali memacu motorku setelah berterima kasih sebelumnya.
Tidak berselang lama dari tempatku bertanya , di kanan jalan terpampang jelas sebuah gapura berwarna putih biru. Di situ tertulis tulisan berwarna biru "Dusun Beku"....masih setengah tidak percaya , aku lantas masuk melewati gapura ini menyusuri jalan beton yang menanjak. Di kiri dan kanan jalan telah di isi oleh rapatnya rumah penduduk. Karena masih merasa ragu , aku kembali bertanya disalah satu rumah untuk lebih memastikan benar atau tidaknya arah tujuanku.
![]() |
| Gapura masuk menuju Dusun Beku.. |
Dengan penuh semangat 45 , motor pun kembali aku pacu. Setelah melewati jalan menanjak dengan beberapa tikungan tajam , sampai juga diriku di penghujung jalan desa. Sebuah rumah dengan warung klontong didepannya terlihat di batas desa ini persis seperti yang disebutkan sebelumnya. Motor pun ku parkirkan di halaman rumah ini dan segera aku menyapa penghuni rumah ini untuk menitipkan motor sekaligus mencari keterangan lebih jauh tentang Curug Corong ini.
![]() |
| Peta Menuju curug Corong dari jalan raya.. |
Berdasarkan kesimpulan ini aku pun memutuskan untuk jalan kaki dan menitipkan motor kesayangan di rumah penduduk setempat. Karena saya pikir sangatlah beresiko meninggalkan sepeda motor tanpa pengawasan meski itu sudah biasa bagi warga setempat. Setelah menitipkan motor di rumah penduduk yang terakhir dan membeli bekal secukupnya , saya pun mulai berjalan dari batas desa ke air terjun. Di batas desa ini terdapat sebuah tempat seluas kurang lebih 8X8 meter dikelilingi oleh pagar beton. Di dalam pagar beton ini tampaklah sebuah kuburan dengan batu nisan berupa batu . Menurut warga setempat tempat ini merupakan makam dari cikal bakal atau orang yang membuka tempat ini menjadi sebuah desa. Nama tokoh masyarakat ini adalah kyai Beku. Untuk mengenang jasanya , desa tempat kyai Beku ini menetap pun di beri nama Dusun Beku.
![]() |
| nah kalo ini makam dari pendiri Dusun beku...Kyai Beku |
![]() |
| jalan beton selebar 70 cm...kelihatannya datar ya bro...padahal ini nanjak lho |
Jalan kaki memang pilihan terbaik untuk menuju curug Corong dari Dusun Beku. Selain lebih aman dan nyaman , pemandangan kebun penduduk yang ditanami berbagai macam sayuran seperti bawang , kubis , seledri , cabe , labu siam dan lainnya ; akan membuat siapapun untuk memandang ke kiri dan kanan. Terlebih suasana pegunungan yang masih memiliki udara yang bersih dan segar membawa pikiran untuk melupakan sejenak semua masalah yang ada.. Walau memang aku akui sih untuk jalan kaki sejauh dari batas desa beku dengan kondisi jalan menanjak memang bikin keringatan dan ngos-ngosan...tapi so far , I enjoyed it....hehehe
![]() |
| berbagai sayuran yang akan anda temui di spanjang perjalanan menuju curug Corong...ini belumsemua lho... |
![]() |
| pemandangan yang menghampar ke bawah pun terlihat mempesona dari kebun sayur warga.. |
![]() |
| salah satu papan penunjuk jalan menuju curug...jangan sampai terlewat ya kawan... |
Tanpa banyak cing cong , saya pun terus mengambil arah kanan. Jalan menanjak kembali menjadi santapan bagi kakiku lagi. But...it's oke...sejauh ini saya sangat menikmatinya. Karena suasana dan pemandangan di kiri dan kanan jalan yang terdiri dari kebun cabe yang menghampar luas bener-bener bikin hati adem ayem...terlebih saat saya berkunjung pohon cabe tengah berbuah menampilkan warna yang beragam dari merah , hijau tua , hijau muda , kuning mewarnai kiri dan kanan jalan setapak. Sippp pokok-e….
Tapi ada sedikit yang mengganjal di benakku...dengan potensi pertanian yang subur seperti ini , mengapa para petani di sini lebih memilih menanam cabe?bukankah bila di tanami sayuran lain lebih menguntungkan...
![]() |
| sampai di kawasan kebun cabe suasana terlihat begitu beda...karena itu...foto dulu ahhhhhh...heheh |
Jawaban itu cukup membuatku puas..jadi saatnya lanjut ke air terjun. Dari pertigaan saya pun berjalan mengikuti jalan setapak. Sekitar 300 meter dari pertigaan sebelumnya , kembali saya menemukan pertigaan jalan. Kali ini saya pun mengambil jalan ke kiri menuju ke hutan belantara karena jalan ke kanan yang menurun merupakan jalan untuk kembali ke desa. Dan tak jauh dari pertigaan ini , ya kira-kira 50 meter saya pun sampai di batas antara ladang penduduk dan hutan.
![]() |
| jalan setapak tanah membelah kebun warga(kiri) dan sungai kecil (kanan) |
Tapi…ada yang penasaran gak jalan ke kiri itu menuju ke mana ya guys??
Nah usut punya usut...rupanya jalan ke kiri merupakan jalan setapak menuju perkebunan Teh Medini...
yang butul itu brooo...?
![]() |
| hutan lebat pun masih di temui disini |
Itu pun sebatas angan-angan lho bro…jadi kesampingkan dulu . kembali ke tema kita…Dari pertigaan jalan di tepi sungai kecil ini , kembali saya menyusuri jalan setapak ke kanan. Suasana mulai terasa agak gelap karena saya mulai memasuki hutan dengan kerimbunan pohon yang cukup rapat sehingga sinar matahari pun sulit untuk mencapai lantai hutan. Kontur jalan pun kembali menanjak menaiki bukit mengikuti arah aliran sungai kecil dari bawah. Setelah berjalan sejauh kira-kira 50 meter , sampailah saya di ujung jalan yang mentok pada sebuah sungai dengan pematang saluran irigasi yang telah di beton kiri dan kanan di sepanjang tepi sungai ini. Aliran air sungai dari bawah yang semula berdiri sendiri menyatu dengan sungai ini. Di sini jalan kembali terbagi menjadi dua arah , ke kiri mengikuti arah aliran air dari saluran irigasi ini. Sementara ke kanan jalan setapak menuju muara dari aliran air irigasi ini atau berlawanan arah dengan aliran air sungai.
Dan seperti logika yang sudah-sudah , sebuah air terjun pastilah berada pada muara sungai yang membentuk sebuah sungai ; maka saya pun berjalan berlawanan arah dengan arus sungai menuju muara sungai ini…Benar saja....hanya berjalan beberapa meter terlihatlah sebuah air terjun di kejauhan....this is it brooo , sis....Curug Corong dari desa beku itu...
![]() |
| ini dia neh...CURUG CORONG |
![]() |
| begitu mendekat...ternyata deras juga yah... |
Suasana horor yang seperti inilah yang membuat penduduk desa beku dan orang-orang enggan berkunjung tempat ini.
![]() |
| brrrr....dingin...waaawww ...basahhhh... |
![]() |
| di lihat dari manapun...memang kece neh air terjun... |
![]() |
| nah tuh baca larangannya....oke brooo....... |
Entah itu terkait atau tidak yang jelas Keberadaan Curug Corong dari Dusun Beku ini semakin menambah daftar tempat wisata baru di sekitar lereng Gunung Ungaran. Tempat wisata baru yang membutuhkan dukungan dan perhatian pemerintah untuk di poles menjadi tempat wisata yang layak dan bisa di banggakan. Saya pun hanya berharap semoga saja kedepannya Curug Corong ini makin berkembang dengan tetap mempertahankan kealamiannya….
![]() |
| elegi siang hari yang menyenangkan... |

















