 |
| at Pantai Pelang by your side...wuiiisss...puitis euyyy... |
Judul yang menarik kan guys….
Yup….kali ini saya akan sedikit bercerita tentang perjalanan
saya untuk pertama kalinya ke Kabupaten Trenggalek. Cuma satu tempat sih…hehehe
tapi tempat wisata ini cukup pantas untuk di datangi….malah recommend banget
lho…sumpah…
Seperti yang telah disebut di judul diatas , Nama obyek wisata
di Trenggalek yang saya kunjungi kali ini adalah Pantai Pelang…nama yang cukup
unik bukan..
Sedikit pengenalan , Pantai Pelang adalah sebuah obyek wisata
yang terletak di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa
Timur. Pantai ini berada
di sebelah barat Kabupaten
Trenggalek yang berbatasan dengan Kabupaten Pacitan. Kalau dari
pusat kota Trenggalek
dapat ditempuh sekitar 3 jam ke arah barat dengan jarak kurang lebih 60 km.
pantai ini juga dapat di akses dari 3 arah. Dari arah barat melalui Kabupaten
Pacitan melalui rute Mentoro-Kebon agung-Tulakan-Ngadirejo-Lorok-Sudimoro-Panggul.
Dari arah timur melalui Kabupaten Tulungagung melalui rute
Gondang-Durenan-Gandusari-Kampak-Dongko-Panggul. Dan yang terakhir dari utara
melalui Kabupaten Ponorogo lewat rute Ponorogo-Balong-Bungkal-Ngrayun-Krajan-Manggis
-Tangkil–Panggul. Ke tiga arah ini semuanya melewati jalan yang naik turun dan
berkelok-kelok karena memang Kecamatan Panggul ini di kelilingi
pegunungan. Walau jalan yang di lewati
cukup extreme , pemandangan jalan menuju Kecamatan Panggul ini benar-benar
masih alami dan indah karena melewati
daerah pegunungan yang umumnya masih prawan dan di penuhi pohon yang
rimbun. Karena saya berangkat dari Wonogiri saya pun memilih lewat Kabupaten Ponorogo.
 |
| salah satu ruas jalan Ponorogo-Trenggalek (sumber foto google map) |
karena kunjungan saya ke
tempat ini terjadi saat saya berkunjung ke rumah nenek yang berada di Wonogiri
, cerita ini akan saya mula dari Wonogiri
untuk menyingkat jumlah huruf di artikel kali ini…heheh
Nahhh…waktu itu masih pagi sekali sekitar jam 06.00 pagi…saya
mulai mengendarai motor kesayangan dari daerah Jatisrono , Wonogiri ; tempat kediaman
kakek berada. Kali ini pun saya pun tak sendiri dan di temani oleh anak istri
serta kakak dan adik iparku…haha jadi tambah ramai neh berasa touring beneran.
Kami pun melaju dengan pelan melewati jalan Wonogiri-Ponorogo yang naik turun
dan berkelok-kelok. Suasana yang masih pagi dan segar menemani perjalanan kami.
Di sepanjang kiri dan kanan jalan pemandangan terasering per sawahan , hutan ,
gunung dan rumah penduduk silih berganti bagi rangkaian slide film. Setelah
melewati Pasar Slogohimo kemudian Pasar Purwantoro , tibalah kami di perbatasan
Ponorogo dan Wonogiri. Di sini saya merasa takjub dengan pemandangan di depan
saya. Sebuah gugusan perbukitan kapur membentang begitu megahnya. Sinar
matahari yang menyinari bukit kapur ini menambah pemandangan menjadi semakin
mempesona. Ingin berhenti sejenak dan berfoto sebentar…tapi karena kami juga
mengejar waktu motor pun terus berlalu melewati spot keren ini.
 |
| peta perjalanan dari Pasar Jatisrono Wonogiri-perbatasan ponorogo |
Perlahan tapi pasti kami pun mulai memasuki Ponorogo kota
setelah melewati tugu perbatasan Jawa
tengah dan Jawa Timur dan jembatan Somorobangun. Namun …Bingung juga sih
memasuki kota Ponorogo ini karena ini juga pertama kalinya saya berkunjung ke kota
ini , jadi akhirnya saya pun hanya mengikuti petunjuk Google Map..hahaha. Tak
ada yang spesifik ketika memasuki kota ponorogo ini , karena itu Kami pun
langsung mengambil arah ke kota trenggalek.
Dari arah kota kami langsung belok di pertigaan Somoroto menuju
Pasar Ngumpul. Sampai di perempatan lampu lalu lintas Pasar Ngumpul kami belok ke kiri ke arah Pasar Balong. Dari Balong perjalanan berlanjut ke arah
Bungkal.
 |
| Peta perjalanan dari perbatasan Ponorogo-Wonogiri ke arah Trenggalek via pasar bungkal |
Dari Bungkal ini deretan pegunungan kapur mulai terlihat membentang di
depan mata. Wah jangan-jangan jalan ini nantinya membelah gunung ini neh…wah ampun
dehh bila jalan nanjak…beberapa saat kemudian tebakanku terbukti benar…meninggalkan
daerah Bungkal jalan mulai menanjak. Apalagi setelah melewati Tugu Reog Palem
jalan nanjak habis boz.. gak Cuma nanjak tapi juga menikung di banyak tempat…tanjakannya pun gak
main-main lho bro…kemiringannya mencapai
45 di bebarapa ruas jalan…disamping itu di kanan jalan yang kami lewati
sebagian adalah jurang yang cukup dalam…hadewww…ditambah dengan aspal yang
berlubang dan rusak di beberapa tempat , tentunya bikin jantung deg-deg-an
beberapa kali.
 |
| pemandangan salah satu ruas jl. Ngrayun yang nanjak dan di penuhi jurang di salah satu sisinya(sumber foto Google Map) |
Mendekati pertigaan Angkringan Tumpak Lego kami melewati deretan
hutan cemara yang indah . di pertigaan ini kami terus belok kanan dan jalan mulai
menurun. Beberapa saat kemudian tibalah kami di Pasar Desa Ngrayun. Di pasar
ini jalan bercabang menjadi 2 , kanan ke pacitan dan lurus kearah Trenggalek . tentu saja kami mengambil arah
lurus kawan…
 |
| peta perjalanan ke Trenggalek via Pasar Bungkal-Pasar Ngrayun |
Meninggalkan Pasar Ngrayun kontur jalan masih datar-datar saja
dengan kondisi aspal yang masih sama dengan yang sebelumnya , namun selepas
Polsek Ngrayun jalan kembali menanjak dan berliku-liku. Hingga tiba di Desa Temon
jalan masih berkelok-kelok dan menanjak .
 |
| lihat tebing di foto ini bro...itulah Watu Semaur...salah satu tempat ikonik di perjalanan kali ini (sumber foto Google Map) |
Di Desa Temon ini pemandangan jajaran
pohon pinus di pinngir jalan tampak begitu cantik guys…apalagi saat mendekati
Watu Semaur , jajaran pinus di sepanjang kiri dan kanan jalan membuat
perjalanan semakin bermakna…keren kawan…ibarat masuk ke dunia lain…wuiiisss…
Jajaran pohon pinus ini masih terus kami temui hingga kami tiba di Desa
Sidomulyo yang telah masuk kabupaten Trenggalek…yayyyy…Trenggalek juga neh…
 |
| peta perjalanan ke Trenggalek via Watu Semaur... |
Di Desa Sidomulyo ini jalan yang sebelumnya menanjak mulai menurun. Kondisi aspal di jalan
tak semulus sebelumnya. Rusak di beberapa tempat.
 |
| salah satu ruas jalan yang rusak di daerah Sidomulyoyg bikin ill feel...(sumber foto Google Map) |
Memasuki Pasar Jajar
Sidomulyo jalan menjadi datar dan kondisi aspal menjadi halus kembali. Namun
selepas pasar ini , kondisi aspal kembali mengelupas dan rusak di sana- sini.
Dan akhirnya tibalah kami di pertigaan Pasar Tangkil di sini kami harus belok
ke kanan mengikuti jalan yang menurun. Turunan setelah Pasar Tangkil ini begitu
tajam bro…di samping itu jalan juga sempit sekali dan penuh tikungan tajam
membuat kami harus extra pelan…apalagi bila berpapasan dengan truk atau mobil ,
udah deh pasti bikin jantungan…selain itu di beberapa ruas jalan , aspal tampak
mengelupas membuat jalan berlubang sehingga semakin menyulitkan perjalanan ini.
Tapi karena sudah kepalang basah , kami pun terus maju menyusuri jalan yang
super extreme ini. Lagipula adanya jalan
turun ini menandakan kami sudah mulai dekat dengan wilayah pesisir. Sebentar
lagi neh nyampe..
Menjelang sampai di Kecamatan Panggul jalan mulai sedikit agak
landai…turunan tajam pun sudah mulai berkurang. Dan akhirnya jalan pun
sepenuhnya datar ketika kami menyusuri Jl. Diponegoro . Kecamatan Panggul
 |
| peta perjalanan ke Trenggalek via Sidomulyo-Tangkil-Panggul |
…..
Suasana kota yang ramai mulai terasa…. rasanya cukup senang juga sih dapat
merasakan suasana dari daerah yang belum pernah saya datangi sebelumnya , seperti daerah Trenggalek ini…hehehe …kami
pun terus menyusuri jalan ini hingga tiba di perempatan setelah Kantor Kepala
Desa Gayam. Di sini kami belok ke kanan untuk
menuju ke arah Pantai Pelang .Kami lurus
terus menyusuri jalan ini hingga bertemu dengan per tigaan jalan besar dan
belok ke kanan lagi. Selanjutnya kami terus menyusuri jalan ke kiri ini sampai
bertemu dengan sebuah masjid bernama Masjid Jami Nurul Huda.
 |
| di perempatan ini belok kiri bro...pantai pelang sudah sangat dekat lho...(sumber foto google map) |
Di depan mesjid
inilah terdapat jalan kampung yang merupakan Jalan Ke Pantai Pelang yang kami
tuju. Tanpa basa-basi , kami pun terus masuk ke jalan ini dan mengikuti
rambu-rambu yang telah tersedia.2,8 km kemudian terlihat pintu gerbang masuk obyek wisata ini yang juga merupakan
tempat membayar biaya karcis masuk dan parker selama di lokasi wiasata.
 |
| peta menuju pantai Pelang dari Panggul...perhatiin tempat-tempat umum yang jadi acuan agar gak kesasar bro... |
Setelah
masalah administrasi selesai , kami pun lanjut masuk ke obyek wisata ini…hanya
berkendara sejauh 700 meter dan kami pun sampai di kawasan parkir wisata
ini…Pantai Pelang
 |
| gapura masuk dan tempat pembeliaan tiket masuk ke obyek wisata Pantai Pelang (sumber foto Google Map) |
Lokasi parkir pun begitu luas dan teduh karena banyaknya
pohon-pohon rindang di sekitar pantai. Pengunjung bebas memparkirkan kendaraan
di mana saja. Walau begitu telah di sediakan tempat parkir beratap kok…jadi kami
pun memilih memparkirkan motor di sini…
 |
| tempat parkir yang tersedia di Pantai Pelang |
Untuk menuju lokasi pantai ini sendiri ,
rupanya kami masih harus berjalan agak
jauh melewati jalan yang telah tersedia. Di sisi kanan jalan ini
banyak berjejer warung-warung pedagang yang menjual makanan. Jalan ini kemudian
membawa kami pada sebuah jembatan beton yang menghubungkan dua sisi sungai. Kemudian
jalan pun terus berlanjut melewati pingiran tebing karang yang menjulang tinggi
di sisi kanan jalan.. Ornament-ornamen
batuan karang dengan beragam bentuk ,
goa kecil menemani perjalanan kami. Bagus banget deh…
 |
| Pantai Pelang...ahh nyampe juga neh setelah hampir 3 jam di atas motor.. |
Di sisi kiri jalan , sungai dengan aliran air
yang tenang terlihat memanjang hingga ke sisi timur pantai ini. Suara deburan
ombak dan pemandangan pantai mulai terlihat di balik rimbunnya pohon di
seberang sungai ini. Wah jadi tambah senang dan semangat neh…tapi lapar nih
brooo…jadi kami pun memutuskan untuk mencari makanan sambil mengistirahatakan
tubuh setelah perjalanan yang jauh…hihihi sabar ya…
Cerita pun berlanjut setelah perut kami kenyang…jalan yang kami
lalui , bila terus di ikuti akan membawa ke lokasi Air Terjun yang letaknya
memang tidak jauh dari Pantai Pelang sendiri..
 |
| selfie bareng dulu...mumpung masih di sini... |
Tunggu sebentar nehh…air terjun? Memang ada ya?
Hahaha….belum saya omongin ya?selain wisata pantai , di tempat
ini juga ada sebuah air terjun yang letaknya tidak terlalu jauh dari Pantai
Pelang ini. Bagaimana? Menarik bukan ? jarang_jarang lho ada pantai dengan air
terjun ada di dekatnya….inilah alasan saya tertarik datang jauh-jauh ke tempat
ini…tapi untuk ulasan air terjun Pantai Pelang ini nanti ya brooo setelah
ulasan Pantai Pelang ini…oke…
 |
| peta obyek wisata Pantai Pelang... |
Nah untuk mendekat ke lokasi Pantai Pelang , kami pun harus
pergi ke arah barat dari jalan beton menuju air terjun. Di sinilah akan di
temui muara sungai dengan kedalaman sebatas betis orang dewasa yang biasa di
gunakan beberapa pengunjung untuk menyebrang dan menuju ke lokasi pantai. Dan
benar saja kawan setelah menyebrangi sungai ini , pasir yang lembut langsung
menyambut kedatangan kami…berjalan beberapa meter kemudian kami pun tiba di
salah satu surga Trenggalek….PANTAI PELANG!!! Rasa bangga , syukur dan senang
bercampur menjadi satu mengingat perjalanan yang begitu jauh dengan medan yang
naik turun dan extreme.
Selain lewat jalur memutar menuju air terjun yang berjarak sekitar
350 meter dari tempat parkir , sebenarnya pengunjung bisa lewat jalur lurus
melewati jembatan penyebrangan. Jalan ini lebih dekat sekitar 200 meter dari
tempat parkir.
 |
| duduk sambil nikmati suasana...hmmm...suasana pantai selalu jos gandos... |
Terus kenapa lu lewat jalan yang lebih jauh padahal kan ada
jalan yang lebih dekat lhooo…
Itu sih tidak di sengaja kok…hahaha…wong saya sendiri juga gak tahu kalo ada jalan yang lebih
dekat….dan kebetulan juga yang lain pun main ikut aja…jd ya sama-sama tidak
tahu….hahaha
Sampai di pinggir pantai ini saya langsung menggelar tikar yang
di gunakan untuk duduk dan meletakan barang yang kami bawa. Setelah berganti baju…langsung
deh kita-kita main air di pinggiran pantai…Pantai Pelang memiliki garis pantai
yang cukup panjang sekitar 400 meter dengan pasir lembut berwarna coklat kehitaman. Seperti yang saya sebutkan
sebelumnya , pantai ini di pisahkan oleh sebuah sungai yang tak terlalu dalam
dengan area parkirnya.
 |
| tulisan pun jadi korban selfie..hahahaha |
Terdapat hutan pinus mini di pinggir pantai ini. Di
sinilah biasanya pengunjung mendirikan tendanya ketika camping di tempat ini.
Pemandangan dan suasana pantai ini sungguh indah dan keren
kawan. Sejauh mata memandang hanya laut luas menghampar di depan mata. Ombak
bergulung-gulung menghantam pasir di pinggir pantai membentuk pemandangan alam
yang indahnya….tapi jangan terpesona terlalu jauh ya bro…karena semua keindahan
ini sejatinya menyimpan bahaya yang tersembunyi. Pantai ini memiliki deburan
ombak yang cukup kencang karena langsung berhadapan dengan Samudra luas.Pegunjung
pun tak di sarankan untuk berenang di
tempat ini. Tidak adanya penjaga keselamatan pantai di kawasan obyek wisata ini
semakin mempertegas larangan ini. Tak terhitung sudah beberapa pengunjung yang
hilang tertelan ganasnya ombak di pantai ini.
 |
| nahhh...saatnya main air nih...tapi tetap waspada lho... |
Saya bersama anak istri dan
saudara-sadara pun hanya berani bermain air dan pasir di pinggiran pantai ini.
Tapi itu juga sudah cukup mengasyikan kok…hehe…apalagi hamparan pasir lembut
yang luas di pinggiran pantai ,
sepertinya cocok tuh untuk membuat istana pasir. Atau bahkan untuk olahraga
voley pantai dan sepak bola mungkin…kayaknya asyik deh bro…
Namun duduk saja tanpa melakukan apapun sembari menikmati
pemandangan pantai sambil merasakan angin pantai yang bertiup sepoi-sepoi juga satu hal yang menyenangkan. Cukup gelar tikar di bawah pohon cemara yang
rindang kemudian rebahkan tubuh anda , sebentar kita pun akan tertidur terbuai
oleh suara deburan ombak yang mengalun bagai simponi alam…seperti adik ipar
saya neh , dia tertidur dengan pulasnya bro…hehe
 |
| nah kalo yang satu ini malah tidur neh...angin pantai memang bisa bikin siapapun tidur... |
Saya sendiri lebih senang mengexplore pantai ini lebih jauh,
karena terdapat sebuah pulau kecil di ujung barat pantai ini. Formasi karang dari
pulau kecil ini asyik tuh buat foto….sayangnya untuk naik ke atas pulau ini
kayaknya tidak bisa bro karena tak ada jalannya …selain itu terdapat juga aliran
sungai yang bermuara di sebelah ujung
barat pantai ini. Aliran sungai ini melebar , tidak terlalu deras dan dangkal ,
sehingga sangat cocok dan aman sekali untuk bermain bagi anak-anak.
Sebentar saja saya dan kakak ipar yang
membawa anak kecil langsung asyik bermain air di aliran sungai ini. Nah untuk
anda yang pingin berenang terdapat tuh sebuah kolam bentukan dari sungai ini
yang terletak tak jauh dari aliran sungai ini. Kedalamannya pun hanya setinggi
pinggang orang dewasa.
 |
| main air lagi ah...kali ini di muara sungai Pantai Pelang |
Sebenarnya masih ada gardu pandang yang terletak di puncak
bukit sebelah utara dari pantai pelang ini. Untuk menuju gardu
pandang ini telah di buat jalan berundak yang terletak tak jauh dari jalan
masuk ke air terjun. Dari sini pengunjung bisa mengamati garis dan suasana pantai
dari ketinggian. Sayangnya saya sendiri tak sempat untuk mengunjungi gardu
pandang ini karena waktu yang semakin sore…sayang juga sih…
AIR
TERJUN PANTAI PELANG
 |
| nah ini neh...Air Terjun Pantai Pelang....atau disebut juga Air Terjun Grobogan Sewu... |
Satu bonus yang bisa di dapat ketika berkunjung ke Pantai Pelang
ini adalah Air Terjun Pantai Pelang. Air terjun setinggi kurang lebih10 meteran
ini masih satu lokasi dengan Pantai Pelang
dan berjarak sekitar 300 meter dari bibir pantai. Kalau dari tempat parkir
berjarak sekitar 550 meter kearah barat laut. Pengunjng tidak di tarik biaya
lagi ketika hendak berkunjung ke air terjun ini karena sudah termasuk ke biaya
retribusi karcis masuk ke Pantai Pelang…wahhh bener-bener bonus neh….hahaahaha…Akses
jalan menuju ke air terjun ini dari tempat parkir pun termasuk sudah cukup
bagus , yaitu berupa jalan paving selebar 2 meter-an. Pengunjung tinggal
mengikuti jalan paving ini untuk menuju lokasi air terjun.
 |
| setelah memandang laut luas pemandangan pun beralih ke suasana pegunungan dan air terjunnya...hanya 300 meter dari Pantai Pelang...pastikan mampir lho...kalo nggak rugi lho... |
Air Terjun Pantai Pelang di sebut juga Air Terjun Grobogan Sewu.
Air terjun ini memiliki bentuk aliran air yang jatuh menyebar. Air yang jatuh
menyebar dari dinding tebing yang
memanjang berwarna putih kekuningan. Air ini lalu jatuh membentur batu-batu
yang menyembul dari dinding tebing. Sehingga aliran air seperti terbagi-bagi ke
beberapa arah dan membentuk beberapa air terjun kecil. Di bawah air terjun air
kemudian mengalir di antara batuan karst yang semua berwarna putih kekuningan.
 |
| walaupun memang debit air tidak maksimal namun keberadaan air terjun ini sendiri unik lho... |
Batuan di sekitar air terjun ini sangat licin lho guys..jadi pengunjung pun
diharapkan untuk lebih hati- hati melangkah. Di antara batu-batu kars ini
banyak tumbuh pohon-pohon dengan bentuk yang cukup unik. Akar dari pohon ini
tumbuh melintang ke sana kemari menembus sela-sela bebatuan. Pohon pohon ini
pun juga memiliki daun-daun yang cukup lebat sehingga membuat suasana sekitar
air terjun menjadi teduh dan sejuk.
 |
| si kecil pun takketinggalan eksis.. |
Di antara bebatuan di sekitar tempat ini ada
juga yang terkikis oleh aliran air membentuk cekungan-cekungan yang terisi oleh
air sehingga terbentuk kolam-kolam mini yang menambah unik pemandangan sekitar
air terjun ini.
Melihat pemandangan batuan memutih dan banyaknya pohon yang
melengkung ke sana kemari mengingatkanku pada obyek wisata Kawah Putih di
Bandung. Pemandangannya sekilas hampir sama… namun sebenarnya debit air yang
mengalir di air terjun ini tidaklah maksimal saat saya datang ke tempat ini. karena
kunjungan saya ke tempat ini jatuh pada saat musim kemarau. Menurut keterangan
yang pernah saya baca , sebenarnya saat musim penghujan Air Terjun Grobogan Sewu memiliki debit air
yang melimpah ruah sehingga pemandangan yang di dapatkan jauh lebih indah dari
saat kemarau seperti saat ini…
 |
| kolam anak bagi yang takut anaknya main di pantai ini... |
But…it,s okey lah…saya pun sudah cukup puas dengan view yang
saya dapat saat ini….bisa tiba di tempat ini saja sudah syukur
Alhamdulillah…hahaha
Air terjun ini pun lebih ramai dari pantai pelang itu sendiri.
Karena tak seperti di pantai yang tak bebas bermain air karena derasnya ombak,
di air terjun ini pengunjung bebas bermain air sepuasnya. Sebuah kolam anak
yang di bangun tak jauh dari air terjun ini pun juga semakin membuat pengunjung
yang membawa anak kecil semakin betah berlama-lama di lokasi air terjun. Lagi pula penjual makanan dan minuman juga
souvenir lebih banyak berpusat di sekitar lokasi air terjun ini dari pada di
lokasi Pantai Pelang itu sendiri. Di sekitar air terjun pun juga banyak
tersedia kamar mandi ,tempat bilas , dan ruang ganti sehingga lebih memudahkan
pengunjung. Beda dengan lokasi pantai yang menurut saya pribadi jauh dari semua kebutuhan pengunjung.. hal ini lah yang
menyebabkan pengunjung lebih banyak yang tertarik ke air terjun ini dari pada
Pantai Pelang itu sendiri.
 |
| warung makan dan penjual souvenir di sekitar air terjun... |
Meski begitu ini juga yang
membuat pantai ini semakin asyik kawan… karena jumlah pengunjung yang tidak tidak
terlalu ramai ini sehingga kita pun bisa bermain dengan lebih leluasa. Nah
setelah membaca uraian saya ini tentunya anda pun bertanya “berapa neh tiket
masuk ke Pantai Pelang ini?....murah kok ….Cuma perlu bayar Rp 8.000 per-orang
, pengunjung pun bebas untuk meng-eksplore obyek wisata Pantai Pelang ini
dengan bebas. Untuk parkir , motor di
kenai biaya Rp 2.000 permotor dan Rp 5.000 per mobil…
Murah kan???…murahlah dengan banyaknya aktivitas yang bisa kita
lakukan di obyek wisata ini.. walau untuk menuju ke obyek wisata ini butuh
perjuangan yang berat. Masih aku ingat saat perjalanan pulang , motor yang
kukendarai bersama anak istri hampir saja mundur saat menaiki sebuah tanjakan
ekstrem di daerah manggis. Juga jalan rusak yang gile bener…mirip sungai yang
lagi kering airnya. Herannya kok ya ada angkot dan bis yang lewat jalan ini
juga…Saya pun sempat bertanya dalam hati “ini jalan yang kami lewati beneran jalan
provensi???”.
 |
| salah satu pemandangan ruas jalan yang rusak (sumber foto Google Map) |
Namun setelah Tanya pada penduduk setempat “ya ini jalan
provensi Trenggalek –Ponorogo , mas….”
Sempat shock juga sih…masa jalan provensi kayak gini neh…udah nanjak
dan sempit , rusak lagi… seharusnya ini jadi perhatian pemerintah daerah
terkait. Saran saya sih kawan bila berniat berkunjung ke Pantai Pelang ini ada
baiknya lewat jalur selatan melalui kota Pacitan lebih mudah. Katanya sih
jalannya lebih mulus dan enak meski memang agak jauhan…itu katanya orang sono
lho…wong saya sendiri juga belum pernah kok lewat jalan ini…hahahahaa
Satu hal yang pasti…Pantai Pelang merupakan pantai yang
keren….tempat yang asyik menghabiskan waktu dengan keluarga atau orang
tercinta. Dan Trenggalek… tempat pantai ini berada.. patut di explor lebih jauh
apalagi setelah saya di buat terkesan setelah berkunjung ke salah satu obyek
wisatanya untuk pertama kalinya…semoga saja saya di beri kesempatan untuk
jelajah ke kota ini lagi…
 |
| sepinya Pantai Pelang... |