Sabtu, Mei 23, 2020

Giritirta Corner Part 2 : Curug Mrawu yang keren dan Kolam Air Panas yang mantab abis

2 tempat keren di Giritirta
Dieng....sebuah nama tempat wisata di Jawa Tengah yang tak habis untuk di ceritakan. Ada banyak obyek wisata di kawasan ini dengan keunikan dan pemandangan alamnya yang tak akan berhenti mengundang decak kagum bagi yang melihatnya. Namun , kali ini bukan kawasan dieng yang mau saya ulas bro…; melainkan sebuah kawasan wisata yang terletak tak begitu jauh dari Kawasan Wisata Dieng. Sebuah kawasan yang menawarkan suasana yang lain dari yang lain. Memang bila dibandingkan dengan kawasan wisata dieng , kawasan wisata ini masih kalah dari segi pengelolaannya. Tapi kalau berbicara suasana alam dan pemandangannya , kawasan wisata ini tak kalah dengan kawasan wisata di Dieng.
Tentunya sobat-sobat sekalian penasaran dengan kawasan wisata yang saya maksud....??
Saya tak akan berlama-lama membuat anda membaca terlalu banyak...he..he..he...
Langsung aja yuk kita kepoin...
Orang-orang lebih mengenal kawasan wisata ini dengan sebutan WISATA GIRI TIRTA. Wah...dari namanya terdengar seperti "sesuatu" gitu ya??hahaha
Memang iya bro....karena nama kawasan wisata ini sendiri mengacu pada nama desa tempat kawasan wisata ini berada , yaitu Desa Giri Tirta. Giri Tirta berasal dari kata "Giri" yang berarti "Gunung" dan "TIRTA" yang berarti "Air". Jadi Giri Tirta bermakna " Gunung Air". Setelah mendengar arti namanya , sobat semua pasti berpikir obyek wisata di kawasan ini pasti berhubungan dengan air....sekali lagi anda benar....
Dan karena sebelumnya saya menyebut "Kawasan" , di desa Giri Tirta ini terdapat lebih dari satu obyek wisata yang bisa anda datangi...
Wuizzzz...makin menarik neh.....
peta Giritirta ke lokasi wisata...check it out gan...
Kawasan Wisata Giri Tirta tepatnya terletak di Desa Giri Tirta , Kecamatan Pejawaran , Kabupaten Banjarnegara , Provinsi Jawa Tengah. Berjarak sekitar 35 Km ke arah utara dari pusat kota Kabupaten Banjarnegara atau sekitar 20 Km dari Kawasan Wisata Dieng.  Desa Giritirta terdiri dari 5 dusun (Beran, Melikan, Sendangarum, Giritirta, dan pandanarum dengan Jumlah penduduk sebanyak 2,805 jiwa yang terdiri dari 736 Kepala Keluarga dengan luas wilayah 282 Ha. Sebagian besar mata pencaharian penduduk Desa Giritirta adalah petani sayur-mayur seperti : kentang, kobis, tomat, cabe, wortel, waluh jipang, muncang, bayam, ranti, dan juga palawija (jagung) . 
Sedangkan sebagian yang lain ada yg mata pencahariannya sebagai buruh tani dan pemecah batu seplit serta sebagai peternak baik kambing, domba maupun sapi. Untuk menuju Desa Giri Tirta ini sendiri bisa di akses dari beberapa arah dengan jalur yang berbeda. Jalur yang paling umum dan mudah adalah melewati Pasar Karang Kobar. Pasar Karang Kobar bisa di capai dengan kendaraan pribadi dari kota Banjarnegara maupun Wonosobo Via dataran tinggi Dieng. Kalo dari Banjarnegara , mas bro harus berkendara 35 km ke Utara , ke arah Dieng merayapi jalan pegunungan. Dan bagi brother-brother yang datang dari arah wonosobo bisa lanjut ke dataran tinggi Dieng. Dari Dataran tinggi Dieng lanjut dengan kendaraan pribadi ke arah barat sejauh 27 Km menuju Pasar Karang Kobar yang juga melewati jalan pegunungan yang berkelok dan naik turun. Pasar Karang Kobar terletak setelah Pasar Baturan. Sesampai  di Pasar Karangkobar, beloklah ke kanan ke arah Pejawaran. Setelah 7 km dari Pasar Karang Kobar, di sebelah kiri jalan akan terlihat Gapura Curug. Selepas gapura ini, jalanan berubah bergelombang dan aspal mengelupas di beberapa ruas jalan. Dari sini jalan menuju Giri Tirta sedikit membingungkan karena minimnya petunjuk jalan. Jadi jangan ragu untuk bertanya pada penduduk yang bisa anda temui.
peta ke Giritirta dari Dieng Plateu...
Sebenarnya dari arah Dieng ada rute yang lebih dekat kok bro…karena Desa Giri Tirta juga bisa di akses melalui Pasar Batur yang terletak sekitar 14 km kearah barat  dari dieng plateu. Dari Dieng ambil  jalan ke arah barat Banjarnegara. Melewati jalan yang menuruni bukit yang berkelok dengan pemandangan yang menyegarkan penuh oleh sayur-sayuran , di ujung jalan ini mas bro akan tiba di pertigaan jalan utama. Kanan merupakan jalan alternative ke Batang dan ke kiri ke arah Banjarnegara yang merupakan rute yang harus di tuju. 400 meter dari pertigaan ini Pasar Batur berada. Untuk menuju Giritirta , Dari Pasar Batur ini , wisatawan harus mengambil jalan ke arah desa ini melalui Jl. Batur Selatan yang terletak di sebelah barat Pasar Batur. Untuk selanjutnya ikuti jalan ini melalui rute Pasar Ratamba – pasar Wage Panusupan – Dusun Giritirta. Jarak yang di tempuh sekitar 8-9 Km atau 20 menit-an perjalanan dari pasar batur. Dan karena minimnya petunjuk arah ada baiknya mas bro sekalian juga sering bertanya pada warga setempat selain mengandalkan Google Map…
Oke neh...setelah mengulas seputar Desa Giri Tirta , saya akan lanjut ke daya tarik atau obyek wisata di Desa Giri Tirta ini bro...

3.CURUG MRAWU
this is it...Curug Mrawu
Tempat ke dua masih berupa air terjun kawan. Curug Mrawu namanya...curug ini terletak di sebelah barat dari Curug Genting. Untuk menuju Curug Mrawu ini juga bisa di akses melalui Curug Genting melewati jalan setapak yang membelah kebun warga. Tak ada petunjuk jalan yang terpampang atau terpasang di sepanjang jalan setapak menuju Curug Mrawu ini. Jadi ada baiknya untuk agan yang baru pertama kali berkunjung ke kawasan ini , jangan segan untuk bertanya pada warga yang anda temui di sepanjang jalan. Bila masih bingung , sobat semua dapat mengikuti sungai yang jelas terlihat saat berada di Curug Genting. Ikuti saja arah sungai ini ke arah hulu dimana sungai mengalir. Di perjalanan anda pasti akan melihat Curug Mrawu ini.
memang keren...lihat deh jatuhan air di Curug Mrawu ini...
Sebenarnya curug ini bisa juga di akses melalui Dusun Baran karena menurut penduduk setempat Curug ini memang masih berada di wilayah dusun ini. Saat ini pun desa ini pun juga tengah mengembangkan Curug Mrawu ini menjadi wisata andalan di desa ini. Namun untuk mengakses Curug Mrawu dari dusun Baran ini tentu saja anda harus membayar biaya retribusi masuk obyek wisata ini.....nah dari dusun Baran ini anda masih harus tracking atau berjalan kaki sekitar 15-20 menit untuk menuju lokasi air terjun. Medan yang di lalui pun tidak terlalu berat melewati jalan setapak yang berada di antara kebun warga yang umumnya di tanami sayur mayur. Cukup memanjakan mata bagi orang perkotaan yang biasa melihat tembok dan gedung tinggi. Setelah sampai di sungai anda sudah dapat melihat air terjun curug mrawu ini di kejauhan. Untuk lebih mendekat ke lokasi air terjun , anda harus menyebrangi jembatan kayu dan bertemu dengan pertigaan Jalan setapak menuju ke arah Curug Genting. Setelah belok kanan dan berjalan sebentar tibalah anda di bawah air terjun Curug Mrawu.
terlihat kontras dengan rumput hijau men...
Mungkin pemandangan yang anda dapatkan akan sama seperti saya. Karena pertama kali kaki ini tiba di curug Mrawu , saya benar- benar di buat takjub oleh pemandangan di depan mata ini. Karena Curug Mrawu ini benar-benar unik bro...berbeda dengan curug Genting yang punya bentuk jatuhan air yang cenderung lurus ke bawah , Curug Mrawu memiliki jatuhan air yang berundak. Air yang semula memancar dari atap tebing , membentur dinding tebing yang berbentuk agak miring ke depan. Di sepanjang tebing ini terdapat banyak tonjolan batu. Air dari atas kemudian menyebar mengalir dan kembali membentur tonjolan batu ini dan membentuk beberapa air terjun mini. Kumpulan air terjun mini ini terlihat seperti undakan air bila di perhatikan dari jauh.....cantik sekali....pemandangan indah curug ini semakin di percantik dengan sebuah kolam berwarna hijau tosca yang terbentuk oleh air jatuhan di bawah air terjun ini....keren mennn..

Curug Mrawu memiliki tinggi sekitar 50 meter dari atas tebing hingga dasar air terjun. Kata "Mrawu" berasal dari kata "Prahu". Kata " Prahu" ini merujuk pada asal mata air yang membentuk air terjun ini , Gunung Prahu. Itu kata warga setempat lho kawan…Di sekitar dasar air terjun ini banyak berserakan batu-batu besar yang menandakan curug ini awalnya merupakan aliran muntahan matrial dari gunung purba. Curug ini konon juga memiliki aliran air panas di samping kiri dan kanan dari tebing di dasar air terjun. Aliran air panas ini katanya memiliki warna kekuningan dan berpadu dengan dinginnya air yang ada di kolam pada dasar air terjun. Warna kuning ini menandakan betapa air ini kaya akan kandungan unsur Belerang. Warna kuning dari sumber air panas ini menambah keunikan tersendiri bagi obyek wisata satu ini. Karena dari jauh terlihat 2 warna yang saling berpadu dengan kontras menambah pemandangan indah tersendiri. Lagi pula , jarang-jarang kang guys menemui sebuah air terjun dengan sumber air panas di dekatnya...karena itu , saya recomend banget tempat ini untuk di kunjungi karena bener-bener unik dan mungkin hanya ada beberapa tempat wisata seperti ini di dunia...
Dan yang lebih menyenangkan lagi guys , debit air di curug ini tak terpengaruh oleh musim. Saat musim kemarau sekalipun air yang mengalir di air terjun ini begitu deras. Sehingga sobat semua bisa mengunjungi air terjun ini kapanpun. Sayangnya Curug Mrawu ini masih minim fasilitas. Jangan mengharap toilet atau tempat ganti pakaian di sini ya guys…
banyak batuan besar di curug mrawu ini..
satu lagi neh…di Curug Mrawu ini juga tidak ada penjual makanan yang stand by. Jadi ada baiknya bagi sobat yang mau berkunjung ke tempat ini membawa makanan dan minuman sendiri agar nantinya tak kelaparan. Tapi jangan lupa ya untuk membawa dan mengumpulkan sampah yang sobat bawa…tentunya agar tempat ini terjaga kebersihan , keasrian , dan keindahannya.



4.KOLAM AIR PANAS
nahhh...at last...kolam air panas
Nah....setelah berputar-putar di kawasan Wisata Giri Tirta ini , capek dan penat pasti terasa di seluruh badan. Terlebih bagi mereka yang berasal dari luar kota tentu bukan capek saja kan yang di rasa kan???
Saat seperti ini memang paling cocok bila kita berendam air panas...betul brooo??
Untuk berendam air panas pun rasanya juga mustahil di lakukan di Grojogan Air Panas karena tak ada kolam air panas yang terbentuk dari air terjun ini. Paling pengunjung hanya bisa mandi dan bermain air panas di air terjun ini. Apalagi di kolam Curug Mrawu , memang ada sumber air panas yang mengalir tapi menjadi dingin ketika bercampur dengan dinginnya air di bawah air terjun ini...terus gimana neh???
Tenang mas bro sekalian....sebenarnya di kawasan wisata Giri Tirta ini juga ada lho kolam air panas yang yahud untuk di pakai berendam...
Aduh...beneran yah?dimana tuh?
Lokasi kolam air panas yang saya maksud terletak di pinggir sungai tak jauh dari Curug Mrawu dan Grojogan Air Panas. Untuk menuju kolam air panas ini paling mudah lewat Dusun Beran melewati jalan setapak ke Curug Mrawu. Letak kolam air panas ini berada di samping jembatan penyebrangan kayu dan tertutup oleh batu besar. Sekitar kolam air panas ini berwarna kuning efek kandungan mineral Belerang dari mata airnya sehingga untuk mencarinya seharusnya tidak terlalu sulit , sebab dari kejauhan pasti terlihat kawan...namun bila anda datang dari arah Curug Genting atau Grojogan Air Panas , yang perlu anda lakukan pertama kali adalah menuju ke arah sungai. Kemudian cukup ikuti arah sungai ini ke hulu...pasti anda akan menemukannya....
dapet salam anak-anak kecil dari giritirta tuh...sorry agak porno...hehehe
Kolam Air Panas ini berada di tepi sungai Mrawu dengan aliran airnya yang jernih dan deras. Mata air panas ini berasal dari sela bebatuan di pinggir sungai yang terus mengalir dengan debit air yang lumayan deras. Memiliki ukuran kira-kira 6X2 meter. Tak terlalu luas memang...karena kolam ini di bangun dengan membendung air panas dari sumbernya menggunakan batu-batuan besar yang di tumpuk dan di tata mengelilingi sumber mata air panasnya. Memiliki kedalaman sekitar 20-30 cm di bagian pinggir kolam dan sekitar 50 cm di bagian tengah kolam. Dan Meski Kolam Air Panas ini kaya akan belerang , kejernihan air di Kolam Air Panas ini pun cukup bagus. Saking jernihnya , dasar kolam yang terisi oleh butiran pasir dan kerikil kecil bisa terlihat dengan jelas. Dan karena kandungan belerang yang cukup tinggi ini , pasir dan kerikil kecil di dasar kolam ini pun berubah warna menjadi kuning juga....unik juga kan...
Walau kolam air panas ini tak terlalu dalam , tapi soal panasnya jangan di anggap enteng kawan...karena suhu rata-rata air panas di kolam ini mencapai 60-70 derajad celcius. Cukup panas kan bro....suhu air panas di kolam ini sebenarnya agak berkurang karena bercampur dengan dinginnya air sungai yang mengalir di sebelahnya. Tapi walau begitu pun , menurut saya pribadi suhu yang ada di air panas ini masihlah terasa panas di kulit. Bahkan saya pun harus menyesuaikan bagian tubuh saya secara bertahap sebelum memasukan seluruh anggota badan di kolam air panas ini.
sumber kolam air panas Giritirta...
Namun , setelah seluruh tubuh masuk ke dalam kolam ini ; rasa nyaman benar-benar terasa . pikiran pun terasa rileks seolah-olah segala masalah terlupakan sejenak...mantap pisan euy...terlebih bentuk kolam air panas ini yang masih seadanya , malah terkesan alami dan natural. Keadaan wisata ini yang masih sepi juga membuat serasa memiliki sauna pribadi. Suasana yang di dapat pun benar-benar pas secara  posisi kolam air panas ini berada di tepi sungai yang damai dan tenang. Berendam di air panas ini dengan memejamkan mata sembari mendengarkan suara aliran air sungai yang bergemericik bagai musik alam yang mengalun indah...terkadang terdengar kicauan burung di sela-sela pepohonan yang menambah suasana terasa damai....
Sungguh sangat disayangkan pula Kolam Air Panas ini belum tersentuh pembangunan oleh pemerintah daerah setempat. Padahal , bila saja di bangun lebih modern dan tertata dengan kolam-kolam permanen terbuat dari beton tanpa menghlangkan konsep alaminya , sungguh tempat wisata ini juga dapat bersaing dengan obyek wisata lainnya di Banjarnegara. Lagipula dengan kondisinya yang sekarang , bisa saya pastikan kolam air panas ini hanya bisa di kunjungi saat musim kemarau. Di sebabkan posisinya yang berada di pinggir sungai dan ketinggian air di kolam ini yang hampir sama dengan ketinggian air sungai , saat musim penghujan kolam air panas Giritirta ini pastinya akan lebih banyak tertutup oleh luapan air sungai yang cenderung banjir. Kalau pun kolam ini masih bisa terlihat saat musim penghujan , menurut saya sangat beresiko berendam di kolam ini. Sungai yang banjir dan meluap bisa membawa matrial apapun yang membahayakan bagi siapapun yang berada di kolam air panas ini.
ahhh...nyaman euyyy...
Nah kawan…itu dia sekilas uraian saya mengenai Kawasan Wisata Giritirta. Salah satu tempat indah yang berada tak jauh dari obyek wisata Dieng yang terkenal itu. Benar- benar ironis memang jika melihat kedua tempat yang sama-sama keren ini memiliki ketenaran yang berbeda. Semoga saja kedepannya tempat ini lebih mendapat perhatian pemerintah daerah setempat…sebenarnya menurut penuturan penduduk setempat masih ada 1 lagi tempat menarik yang bisa di kunjungi selain 4 tempat wisata yang saya sebutkan sebelumnya. Tempat in berbentuk lubang yang konon mengeluarkan gas bumi. Menurut warga Desa Baran bila ada serangga yang terjebak di lubang ini akan mati seketika. Letak tempat ini berada di atas tebing tak jauh dari Curug Mrawu dan untuk akses jalan masih sangat sulit dan hanya penduduk setempat yang mengetahuinya…
Semakin menarikkan guys…nah tunggu apalagi…kunjungi tempat in yuk dan kabarkan keindahanya  sehingga Kawasan Wisata Giri Tirta ini akan semakin di kenal oleh khalayak luas…tapi kalu dah kenal jangan di rusak dan di kotori lho ya…heheheh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar