Rencana ini datang begitu tiba-tiba...karena waktu itu aku juga tak terpikir untuk berkunjung ketempat ini. Walau memang kuakui aku memang sudah lama ingin ke tempat ini sejak kunjunganku terakhir kegunung semeru aku tidak sempat mampir kesini dan hanya bisa melihat keindahan kaldeira pasirnya dari puncak salah satu bukit didaerah ranu pane...
Kupikir daripada liburan panjang hari raya cuma ndelongop dirumah aja ; .lagian uang THR yang kuterima masih tersisa cukup banyak...jadi...apa salahnya treveling dengan sepeda motor kedaerah yang jauh..lalu terpikirlah untuk pergi ke Gunung Bromo ini setelah aku bingung menentukan destinasi wisata..
Gunung Bromo adalah tempat wisata populer yang ada di Jawa Timur. Terletak diantara Surabaya dan Bali , tempat ini begitu terkenal dikalangan turis mancanegara dengan keindahan Lautan pasir , kalderanya , sunrise emasnya dan pemandangan bukit sekitar yang masih elok. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.Gunung yang berketinggian 2392 meter dari permukaan laut ini terletak 112 km atau sekitar 3 jam dari arah tenggara kota surabaya. Tertutup dan dikelilingi oleh bukit setinggi 350 meter ; Gunung bromo memiliki 3 puncak dengan kawah terbesar dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat)yang berapa waktu yang lalu sempat aktif . Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.
Waktu berkunjung yang tepat kegunung bromo adalah saat musim kemarau... yaitu antara bulan April dan November. Tetapi tempat ini ramai dikunjungi pengunjung setidaknya 3 kali dalam setahun. Yaitu pada bulan Febuari saat upacara Kasada , saat liburan hari raya natal dan tahun baru , dan antara bulan juli dan agustus dimana musim mendaki gunung berada pada masanya. Jadi bagi anda yang tak suka keramaian... rencanakan kunjungan anda kesini selain waktu - waktu tersebut diatas.
Dan jadilah aku pergi seorang diri mengendarai sepeda motor setelah teman setiaku yang kuajak pergi berkelana bareng ; tak jadi pergi karena harus lembur. Berangkat dari rumah pukul 2 siang , aku terus tancap gas motor menyalip sana sini diantara ramainya pemudik yang hendak pulang kekampung halamannya masing-masing.
Rute yang kutempuh adalah Semarang - Ungaran - Bawen - Salatiga - Gemolong - Sragen - Ngawi - Nganjuk - Kediri - Pare - Pujon - Batu - Malang - Pasar Tumpang - Desa ngadas - Gunung Bromo. Termasuk rute terpendek sekaligus tercepat untuk menuju gunung Bromo dari arah semarang.
Setelah berhenti di rumah temanku untuk mengambil perlengkapan ; banyak lagi kejadian dan moment yang tak kulupa hingga sekarang ...mulai dari terjebak kemacetan mudik di sempitnya jalan daerah gemolong ; macet lagi dan berhenti dipombensin di Ngawi ; tidur bermalam selama 2 jam disalah satu pom bensin di Nganjuk ; melawan dinginnya udara shubuh dan tikungan-tikungan tajam di Pujon ; menikmati sunrise di Danau Selorejo ; sampai merasakan taburan air di Air Terjun Coban Rondo. Yang jelas perjalanan ini bagiku sendiri penuh warna dan arti tersendiri..
Karena mungkin terlalu panjang jika kuceritakan dari awal , akupun hanya akan menceritakan kisahku ini mulai dari sesudah air terjun coban rondo. Karena aku telah menceritakan tentang Danau Selorejo dan Air Terjun Coban Rondo dalam blog ini sebelumnya...
Setelah puas menikmati keindahan Air Terjun Coban Rondo..akupun lantas meninggalkan tempat ini dan mulai menyusuri jalanan pujon yang berkelok-kelok tajam di tengah segarnya udara pagi. Tak kurang dari 1jam kemudian aku akhirnya sampai di Kota Batu yang berada disisi barat dari kota malang...aku sempat bingung dengan jalan yang akan kutempuh...tapi keraguan itu hilang dan berganti dengan rasa percaya diri setelah berapa kali bertanya pada orang sekitar mengenai arah yang kutuju. Akupun menjadi yakin dan segera menyusuri trotoar kembali dengan sepeda motorku..sekitar 1 jam kemudian aku tiba jalan utama surabaya malang yang merupakan pintu gerbang menuju ke gunung bromo.
Dari jalan utama ini kita dapat memilih 3 jalur untuk menuju kegunung bromo...
Begitu sampai di jalan utama surabaya-malang , aku langsung ambil arah kekiri kearah timur menuju malang. Yaaaa....aku memilih jalur pasar tumpang-Ngadas. Ada alasan kenapa aku memilih jalur ini...disamping jalur tercepat dari arah barat dengan pemandangannya yang indah ; aku pernah melewati jalur ini jadi peluangku untuk sampai kegunung bromo lebih tinggi mengingat hari telah beranjak sore dan mendung mulai menggantung. Walau...kondisi Jalan yang extrem tak semulus ingatanku saat terakhir kali aku lewat jalan sekitar sini.
Awalnya kupikir area Segoro Wedi ini bakal mudah untuk dilewati karena dari atas puncak bukit tadi terkesan dan terlihat sebagai jalan datar yang mulus.Tapi realitanya sungguh berbanding 180 derajat dari perkiraanku. Begitu roda motor menginjakan jejaknya diatas pasir motor seketika oleng kekiri dan kekanan. Tak kukira ketebalan pasir diarea ini begitu dalam...sehingga roda sepeda motor kerap sekali menjadi selip dan tergelincir ketika lewat diatasnya. Berulang kali aku harus mendorong sepeda motorku karena selip. Lewat jalur ini benar benar membuang waktu dan tenaga cukup banyak...karena sepeda motor yang seharusnya mengantar ketujuan lebih cepat ; menjadi sering sekali berhenti karena rodanya yang terjebak oleh pasir. Ditambah angin kencang yang bertiup membawa debu pasir berterbangan ke udara membuat nafas sesak dan mata kelilipan.
Sekitar 1 1/2 jam aku bergumul dengan tebalnya pasir di Segoro Wedi ; akhirnya puncak gunung bromo yang kucari terlihat juga di sebelah kiriku. Jauh di puncak bukit sebelah kanan terlihat jalan yang menuju arah desa ngadisari. Mulanya aku hendak menuju langsung kegunung bromo...tapi karena hari telah sore...ditambah pekatnya debu diudara karena angin yang kencang ; akupun memutuskan untuk kedesa Cemoro Lawang untuk mencari tempat penitipan motor.
Dan tak berapa lama kemudian aku pun sampai juga di Desa Cemoro lawang yang berada diatas bukit sebelah timur laut dari gunung bromo...Dari atas bukit ini pemandangan dari gunung bromo plus kaldera-nya dan segoro wedi terlihat dengan jelas..setelah tengak tengok ke kiri dan kanan , akhirnya akupun bertanya pada salah satu tukang ojeg yang lagi mangkal menunggu penumpang mengenai tempat yang biasa dititipi sepeda motor.....Tukang ojeg ini tak berbasa basi dan mau menunjukan tempat dimana bisa kutitipkan sepeda motorku dengan meminta uang ganti bensin sebagai imbalannya...akupun setuju akhirnya karena tak punya pilihan lain lagi mengingat aku bukan orang sekitar sini dan hari yang mulai sore
Tak sampai lama kemudian akupun dibawa ketempat yang di maksud dan dipertemukan dengan sang pemilik rumah penitipan sepeda motor. Tapi aku benar-benar tak meyangka betapa mahalnya biaya untuk menitipkan motor disini selama 1 malam saja. Karena untuk menitipkan motor , sang pemilik rumah mematok harga Rp 50.000 permalamnya. Benar-benar mahal untuk ukuran orang sepertiku. Tapi karena aku tak punya pilihan lagi dan tak mau menanggung resiko kehilangan sepeda motor...akupun akhirnya setuju saja.
Selesai menitipkan motor aku langsung bergegas menuju gunung bromo. Mulanya aku hanya ingin jalan kaki saja untuk menuju kesana..tapi tawaran jasa seorang tukang ojeg yang kebetulan lewat membuatku berubah pikiran. Akupun akhirnya menggunakan jasanya untuk mengantarkanku melewati segoro wedi menuju dilereng gunung bromo untuk mencari tempat untuk mendirikan tenda. Sengaja aku tak menginap dipenginapan karena harga penginapan disini terhitung relatif mahal. Bayangkan untuk 1 kamar fasilitas biasa selama 1 malam dihargai Rp 200.000. Benar - benar mahal bagi orang berkantong pas - pasan seperti diriku.
Dengan membayar Rp 10.000 ; menjelang maghrib aku sampai diarea parkiran yang berada di bawah gunung bromo. Tak berapa lama kmudian aku mendirikan tenda disebuah tempat tak jauh dari area parkiran . Sebuah tempat yang cukup terlindung dari angin....
Suasana sepi pun mulai menaungi sekitar gunung bromo begitu malam datang. Akupun juga tak membuka mata lama - lama...karena seusai makan malam ; entah karena ngantuk atau kelelahan ; akhirnya ku tertidur didalam hangatnya Sleaping Bag.
Menjelang shubuh aku terbangun karena susana diluar mulai riuh oleh suara dari beberapa wisatawan yang mulai naik ke puncak untuk melihat sunrise. Akupun segara bangun dan bersiap untuk ikut mendaki kepuncak. Sebentar kemudian dengan mengenggam senter aku sudah keluar dari dalam tenda dan mulai menapaki jalan berpasir menanjak menuju puncak. Diufuk timur langit sudah mulai terang... Akupun segera mampercepat langkahku dan beberapa wisatawan yang naik lebih dulu dariku kudahului. Tak lebih dari 1/2 jam kemudian aku sampai di puncak setelah menaiki tangga terakhir dari 250 anak tangga menuju puncak kawah bromo.
Di puncak masih sepi hanya ada 2 pasangan bule yang tampak duduk kedinginan menanti sunrise dengan setianya.
Kamipun saling menyapa dan sebentar saja telah terlibat perbincangan seru ...dalam bahasa inggris tentunya..hahaha..kedua bule ini berasal dari inggris..yang pria bernama Will dan yang wanita bernama Lasley..Mereka berdua sengaja datang ke indonesia untuk berlibur. Mereka datang kesini setelah sebelumnya mendatangi pulau bali dan berencana ke kota Solo setelah gunung bromo ini.Mereka telah sampai disini sejak pukul 4 pagi tadi dan berkata kedinginan sekali sembari sesekali tertawa kecil. Ini tak mengejutkan karena suhu dipuncak gunung bromo mencapai 5 derajad celcius...di bulan juli suhu bisa jatuh lagi sampai ke 0 derajad celcius. Jadi untuk anda yang akan berkunjung kesini persiapkanlan pakaian tebal extra.
Suasana gunung bromo bertambah ramai seiring datangnya fajar.Beberpa turis asing pun turut menyemarakan suasana di puncak dan tak berapa lama berselang... sunrise pun muncul dengan sinar keemasan dan semburat cahaya merah...indahnya............Pemandangan segoro wedi pun menjadi lebih jelas seiring sang surya makin meninggi..indahnya lautan pasir dan lekukan-lekukannya dipadu pemandangan bukit indah dan kabut pagi yang tampak memerah terkena cahaya mentari....sungguh spektakuler...tak heran tempat ini begitu terkenal dikalangan wisatawan asing....
Dan untuk selanjutnya kameraku lebih banyak beraksi daripada mulutku. Aku yang begitu terkesima dengan pemandangan ini tak mau menyia - yiakan moment yang jarang kutemui ini...semua ingin kuabadikan kedalam gambar foto nanti..

Meskipun Gunung Bromo masih mengeluarkan debu dan asap vulkanik disertai letusan letusan dari kawah utamanya , sejarah tak pernah mencatat bahwa gunung ini pernah mengeluarkan lahar dan lava. Sebenarnya...pada zaman dahulu sebelum terbentuknya segoro wedi disekitar kaldera bromo terdapat 2 gunung aktif yaitu Gunung Batok yang berbentuk kerucut sempurna dan gunung bromo itu sendiri. Seiring berjalannya waktu Gunung Batok mulai berkurang aktivitasnya dan akhirnya mati. Tinggallah Gunung Bromo yang masih aktif hingga sekarang....aktivitas dari 2 gunung inilah yang akhirnya membentuk Segoro wedi yang sekarang.
Gunung ini oleh masyarakat setempat sangat disakralkan. Masyarakat setempat yang rata-rata masih beragama hindu mempercayai bahwa aktivitas gunung ini disebabkan oleh dewa penghuni gunung ini yang marah. Dan jika gunung ini mulai mengamuk atau meletus menandakan bahwa gunung ini meminta sesaji yang biasanya masyarakat yang tinggal disekeliling gunung bromo lalu berduyun - duyun membawa berbagai macam persembahan untuk di larung di kawah utamanya. Upacara Kasada yang diadakan pada hari ke 14 tahun kasada adalah ritual tahunan populer dari gunung bromo yang diadakan 1 tahun sekali. Pada momment tahunan ini penduduk yang tinggal disekeliling gunung bromo beramai-ramai datang dan berkumpul membawa persembahan dari hasil bumi mereka untuk dilarung kekawah utama gunung ini
Setelah matahari telah meninggi , akupun memutuskan untuk kembali ketenda setelah puas dengan hasil jepretanku...walaupun telah menjelang siang tempat ini tak sepi pengunjung. Banyak sekali wisatawan domestik maupun mancanegara yang berpapasan denganku ketika aku mulai menuruni lereng bukit untuk kembali ketendaku kembali.
Sampai tenda ; aku pun memasak makanan untuk sarapan pagi..seusai sarapan pagi segera kukemasi barang - barangku kedalam carrier dan berjalan kembali menyusuri segoro wedi menuju cemoro lawang. Walau masih jam 09.00 suasana sekitar kawah dan segoro wedi sudah mulai terasa panas. Sekitar 1jam berjalan dari bawah lereng gunung bromo , akupun tiba juga didusun cemoro lawang dan bergegas menuju kerumah tempat ku menitipan sepeda motor untuk mengambil kembali sepeda motorku yang kutitipkan.
Sebenarnya aku ingin melewati jalur tumpang-ngadas lagi...tapi niatku kuurungkan setelah pengalamanku yang kemarin. Akupun memutuskan untuk kembali lewat desa ngadas,probolinggo. Lagipula info yang kuterima membuatu cukup tertarik untuk lewat jalur ini.
yaaa ....info tentang sebuah air terjun indah yang terletak tak jauh dari sini dan hanya bisa ditemui jika lewat jalur ngadisari...AIR TERJUN MADAKARIPURA........
Bagi anda yang tertarik kesini...selain dengan motor , cukup mudah kok untuk kesini.Gunung Bromo bisa dicapai baik dari malang maupun surabaya dengan angkutan umum. Dari terminal bus Bungurasih naiklah bus atau minibus menuju Probolinggo yang terletak 93 km dari surabaya atau sekitar 2 1/2 sampai 3 jam perjalanan. Anda bisa juga naik bis jurusan Jember atau Banyuwangi untuk kemudian turun di Probolinggo.Sampai Terminal Probolinggo, Anda bisa naik angkutan desa ke jurusan Kecamatan Ngadisari, biayanya sekitar 25 ribu rupiah. Tetapi jangan kaget. Angkutan desa ini menunggu penumpang hingga penuh, barulah kemudian ia mau berangkat. Jadi agak lama menunggu mobil jenis colt lama itu untuk berangkat.
Kupikir daripada liburan panjang hari raya cuma ndelongop dirumah aja ; .lagian uang THR yang kuterima masih tersisa cukup banyak...jadi...apa salahnya treveling dengan sepeda motor kedaerah yang jauh..lalu terpikirlah untuk pergi ke Gunung Bromo ini setelah aku bingung menentukan destinasi wisata..
Gunung Bromo adalah tempat wisata populer yang ada di Jawa Timur. Terletak diantara Surabaya dan Bali , tempat ini begitu terkenal dikalangan turis mancanegara dengan keindahan Lautan pasir , kalderanya , sunrise emasnya dan pemandangan bukit sekitar yang masih elok. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.Gunung yang berketinggian 2392 meter dari permukaan laut ini terletak 112 km atau sekitar 3 jam dari arah tenggara kota surabaya. Tertutup dan dikelilingi oleh bukit setinggi 350 meter ; Gunung bromo memiliki 3 puncak dengan kawah terbesar dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat)yang berapa waktu yang lalu sempat aktif . Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.
| kawah bromo yang sekarang |
Dan jadilah aku pergi seorang diri mengendarai sepeda motor setelah teman setiaku yang kuajak pergi berkelana bareng ; tak jadi pergi karena harus lembur. Berangkat dari rumah pukul 2 siang , aku terus tancap gas motor menyalip sana sini diantara ramainya pemudik yang hendak pulang kekampung halamannya masing-masing.
Rute yang kutempuh adalah Semarang - Ungaran - Bawen - Salatiga - Gemolong - Sragen - Ngawi - Nganjuk - Kediri - Pare - Pujon - Batu - Malang - Pasar Tumpang - Desa ngadas - Gunung Bromo. Termasuk rute terpendek sekaligus tercepat untuk menuju gunung Bromo dari arah semarang.
Setelah berhenti di rumah temanku untuk mengambil perlengkapan ; banyak lagi kejadian dan moment yang tak kulupa hingga sekarang ...mulai dari terjebak kemacetan mudik di sempitnya jalan daerah gemolong ; macet lagi dan berhenti dipombensin di Ngawi ; tidur bermalam selama 2 jam disalah satu pom bensin di Nganjuk ; melawan dinginnya udara shubuh dan tikungan-tikungan tajam di Pujon ; menikmati sunrise di Danau Selorejo ; sampai merasakan taburan air di Air Terjun Coban Rondo. Yang jelas perjalanan ini bagiku sendiri penuh warna dan arti tersendiri..
![]() |
| suasana kemerahan menjelang sunset dengan latar belakang kuil poten... |
Setelah puas menikmati keindahan Air Terjun Coban Rondo..akupun lantas meninggalkan tempat ini dan mulai menyusuri jalanan pujon yang berkelok-kelok tajam di tengah segarnya udara pagi. Tak kurang dari 1jam kemudian aku akhirnya sampai di Kota Batu yang berada disisi barat dari kota malang...aku sempat bingung dengan jalan yang akan kutempuh...tapi keraguan itu hilang dan berganti dengan rasa percaya diri setelah berapa kali bertanya pada orang sekitar mengenai arah yang kutuju. Akupun menjadi yakin dan segera menyusuri trotoar kembali dengan sepeda motorku..sekitar 1 jam kemudian aku tiba jalan utama surabaya malang yang merupakan pintu gerbang menuju ke gunung bromo.
![]() |
| bisa lihat kan suasana ramai itu??gunung bromo memang tak ada matinya... |
- Melalui jalur Ngadisari yang berada di Probolinggo dengan terus mengambil arah keutara sesampai dipertigaan probolinggo-surabaya-malang ambil arah keprobolinggo(arah timur) untuk seterusnya ke desa ngadisari. Jalur ini adalah jalur tepopuler dan sering dilewati wisatawan untuk menuju ke gunung Bromo karena lebarnya jalan dan kondisi jalan yang telah diaspal halus sehingga bispun bisa lewat jalur ini. Minimnya pemandangan menjadi kekurangan jalur ini
- Melalui Jalur Tosari yang berada di Pasuruan. Jalur ini sebenarnya menampilkan pemandangan yang indah...tapi karena extremnya kondisi jalan ; hanya sepeda motor khusus dan jeep hartop yang bisa lewat jalur ini
- Melalui Jalur Ngadas-pasar tumpang yang berada disisi timur kota malang. Jalur yang sama ketika aku hendak pergi mendaki ke gunung semeru. Kondisi jalan sebenarnya sudah bagus...Tapi menjelang memasuki kawasan taman wisata Bromo Tengger Semeru jalanan menjadi lebih extrem.belum lagi kita harus melewati kaldera segara wedi sebelah barat gunung bromo kemudian memutar kearah utara untuk menuju ke kawah gunung bromo.
![]() |
| neh ilustrasi peta gunung bromo |
terbukti ketika roda sepeda motorku sampai di kawasan Taman nasional Bromo Tengger Semeru setelah melewati gapura desa gubug klakah dengan membayar uang masuk untuk kas desa sebesar Rp 2000...jalanan mulai tak beraturan.
Belum sampai 15 menit setelah desa gubug klakah , kondisi jalan total berubah menjadi lebih extrem dari jalan yang semula trotoar aspal...menjadi jalan batu yang ditata dengan cukup rapi tapi tetap saja masih terasa tonjolan-tonjolan batu disana - sini. Mendekati daerah Jamplang ; yaitu percabangan jalan menuju ranu pani dan gunung bromo ; kondisi jalan benar - benar tak karuan...lubang besar dimana-mana dan banyaknya batu yang berserakan...menjadikan jalan ini sulit dilewati kendaraan standar seperti sepeda motorku ini. Tapi dari yang kulihat...antusias para muda-mudi asal kota malang dan sekitar sangatlah tinggi. Itu terlihat dari banyaknya motor yang melewati jalan ini meski kondisi jalan benar-benar hancur total. Mereka seakan menikmati ini semua.
| seperti padang pasir di arab kan?? |
Tak jauh dari pertigaan jalan motorku kuhentikan untuk membeli tiket masuk kekawasan taman nasional seharga Rp 8.000
| gini neh jalur menjelang segoro wedi |
Sesampai dipertigaan jampalang , jalan menjadi menurun setelah sebelumnya menanjak ketika aku mengambil jalan sebelah kiri untuk ke bromo. Menuruni bukit yang terjal dengan jalan extrem yang memang bukan untuk dilewati sepeda motor benar benar memacu adrenalin. Berulangkali aku harus berhenti untuk sekedar membenarkan posisi dudukku atau mengambil nafas mengurai ketegangan yang kurasakan. Sempat terpikir untuk kembali keatas , tapi karena sudah terlanjur dan sudah 2/3 jalan akhirnya akupun tetap nekat maju juga...karena bila orang lain bisa ; kenapa aku tidak...begitu pikirku. Tak sampai 1/2 jam kemudian..jalanan extrem menurun berakhir juga di Segoro wedi yang memang berada didasar bukit.
| rehat sebentar setelah seharian diatas motor...(pantatkuuu...) |
![]() |
| pemandangan segoro wedi di pagi hari |
![]() |
| indahnya pemandangan kuil dan perbukitan dari atas |
![]() |
| suasana kuil poten itu kayak gini ini neh |
Selesai menitipkan motor aku langsung bergegas menuju gunung bromo. Mulanya aku hanya ingin jalan kaki saja untuk menuju kesana..tapi tawaran jasa seorang tukang ojeg yang kebetulan lewat membuatku berubah pikiran. Akupun akhirnya menggunakan jasanya untuk mengantarkanku melewati segoro wedi menuju dilereng gunung bromo untuk mencari tempat untuk mendirikan tenda. Sengaja aku tak menginap dipenginapan karena harga penginapan disini terhitung relatif mahal. Bayangkan untuk 1 kamar fasilitas biasa selama 1 malam dihargai Rp 200.000. Benar - benar mahal bagi orang berkantong pas - pasan seperti diriku.
Dengan membayar Rp 10.000 ; menjelang maghrib aku sampai diarea parkiran yang berada di bawah gunung bromo. Tak berapa lama kmudian aku mendirikan tenda disebuah tempat tak jauh dari area parkiran . Sebuah tempat yang cukup terlindung dari angin....
| sensasi nginep dibawah perbukitan pasir |
Menjelang shubuh aku terbangun karena susana diluar mulai riuh oleh suara dari beberapa wisatawan yang mulai naik ke puncak untuk melihat sunrise. Akupun segara bangun dan bersiap untuk ikut mendaki kepuncak. Sebentar kemudian dengan mengenggam senter aku sudah keluar dari dalam tenda dan mulai menapaki jalan berpasir menanjak menuju puncak. Diufuk timur langit sudah mulai terang... Akupun segera mampercepat langkahku dan beberapa wisatawan yang naik lebih dulu dariku kudahului. Tak lebih dari 1/2 jam kemudian aku sampai di puncak setelah menaiki tangga terakhir dari 250 anak tangga menuju puncak kawah bromo.
| 250 anak tangga yang terkubur pasir |
Kamipun saling menyapa dan sebentar saja telah terlibat perbincangan seru ...dalam bahasa inggris tentunya..hahaha..kedua bule ini berasal dari inggris..yang pria bernama Will dan yang wanita bernama Lasley..Mereka berdua sengaja datang ke indonesia untuk berlibur. Mereka datang kesini setelah sebelumnya mendatangi pulau bali dan berencana ke kota Solo setelah gunung bromo ini.Mereka telah sampai disini sejak pukul 4 pagi tadi dan berkata kedinginan sekali sembari sesekali tertawa kecil. Ini tak mengejutkan karena suhu dipuncak gunung bromo mencapai 5 derajad celcius...di bulan juli suhu bisa jatuh lagi sampai ke 0 derajad celcius. Jadi untuk anda yang akan berkunjung kesini persiapkanlan pakaian tebal extra.
![]() |
| gaul bareng bule asal inggris |
![]() |
| golden sunrise bromo yang indah...keren kan??? |

Meskipun Gunung Bromo masih mengeluarkan debu dan asap vulkanik disertai letusan letusan dari kawah utamanya , sejarah tak pernah mencatat bahwa gunung ini pernah mengeluarkan lahar dan lava. Sebenarnya...pada zaman dahulu sebelum terbentuknya segoro wedi disekitar kaldera bromo terdapat 2 gunung aktif yaitu Gunung Batok yang berbentuk kerucut sempurna dan gunung bromo itu sendiri. Seiring berjalannya waktu Gunung Batok mulai berkurang aktivitasnya dan akhirnya mati. Tinggallah Gunung Bromo yang masih aktif hingga sekarang....aktivitas dari 2 gunung inilah yang akhirnya membentuk Segoro wedi yang sekarang.
Gunung ini oleh masyarakat setempat sangat disakralkan. Masyarakat setempat yang rata-rata masih beragama hindu mempercayai bahwa aktivitas gunung ini disebabkan oleh dewa penghuni gunung ini yang marah. Dan jika gunung ini mulai mengamuk atau meletus menandakan bahwa gunung ini meminta sesaji yang biasanya masyarakat yang tinggal disekeliling gunung bromo lalu berduyun - duyun membawa berbagai macam persembahan untuk di larung di kawah utamanya. Upacara Kasada yang diadakan pada hari ke 14 tahun kasada adalah ritual tahunan populer dari gunung bromo yang diadakan 1 tahun sekali. Pada momment tahunan ini penduduk yang tinggal disekeliling gunung bromo beramai-ramai datang dan berkumpul membawa persembahan dari hasil bumi mereka untuk dilarung kekawah utama gunung ini
![]() |
| like it.... |
Setelah matahari telah meninggi , akupun memutuskan untuk kembali ketenda setelah puas dengan hasil jepretanku...walaupun telah menjelang siang tempat ini tak sepi pengunjung. Banyak sekali wisatawan domestik maupun mancanegara yang berpapasan denganku ketika aku mulai menuruni lereng bukit untuk kembali ketendaku kembali.
Sampai tenda ; aku pun memasak makanan untuk sarapan pagi..seusai sarapan pagi segera kukemasi barang - barangku kedalam carrier dan berjalan kembali menyusuri segoro wedi menuju cemoro lawang. Walau masih jam 09.00 suasana sekitar kawah dan segoro wedi sudah mulai terasa panas. Sekitar 1jam berjalan dari bawah lereng gunung bromo , akupun tiba juga didusun cemoro lawang dan bergegas menuju kerumah tempat ku menitipan sepeda motor untuk mengambil kembali sepeda motorku yang kutitipkan.
Sebenarnya aku ingin melewati jalur tumpang-ngadas lagi...tapi niatku kuurungkan setelah pengalamanku yang kemarin. Akupun memutuskan untuk kembali lewat desa ngadas,probolinggo. Lagipula info yang kuterima membuatu cukup tertarik untuk lewat jalur ini.
yaaa ....info tentang sebuah air terjun indah yang terletak tak jauh dari sini dan hanya bisa ditemui jika lewat jalur ngadisari...AIR TERJUN MADAKARIPURA........
![]() |
| 2392 mdpl |













