Dari luar , obyek wisata ini tak terlihat seperti tempat wisata dan terkesan sebagai sebuah bangunan biasa karena obyek wisata ini dikelilingi dan ditutupi oleh tembok beton. Terdapat 2 area pemandian dalam situs ini. dua kolam yang khas memiliki nilai sejarah yang masing-masing berukuran 50 meter persegi dan 15 meter persegi.Pemandian pertama adalah pemandian air hangat alami dengan kedalaman air sampai dengan pinggang orang dewasa...yaaaa sekitar 1 meter kurang lah...dengan dasar kolam berupa batu batuan... sedangkan pemandian berikutnya adalah pemandian air tawar dengan kedalaman air yang lebih dangkal daripada kolam utama . Gelembung-gelembung udara yang menyembul dari berbagai tempat di dasar kolam menunjukkan bahwa tempat itu sebagai sumber mata air. Airnya yang hangat dipercaya dapat menyembuhkan sejumlah penyakit seperti kulit, reumatik, dan stroke.
Kolam pemandian itu hingga saat ini masih menampakkan nuansa peninggalan sejarahnya dari Dinasti Syailendra, Kerajaan Mataram Kuno. Karena begitu anda memasuki tempat ini seolah anda akan di ajak untuk kembali ke masa lalu...Sumber mata air hangat Candi Umbul diperkirakan dibangun pada akhir abad ke-8 atau mau masuk abad ke-9 oleh raja syailendra IV. Yaitu sekitartahun 1870...Oleh penguasa kerajaan pada waktu pemandian itu ada, konon kolam pemandian itu akan dilengkapi taman keputren. Namun, kemudian ditimbun kembali ketika ajaran Islam masuk ke tanah Jawa. Baru pada masa agresi kedua zaman penjajahan Belanda, kolam pemandian itu digali kembali.
Oleh karena itulah Candi ini oleh masyarakat setempat disebut juga dengan CANDI ROTO ; karena saat ditemukan , bekas-bekas candi ini nyaris rata dengan tanah. Disebut Candi Umbul karena dibagian candi terdapat mata air yang dalam bahasa jawa disebut UMBUL ; berada ditengah kolam mengeluarkan panas dan belerang.
Dinding kolam berasal dari batuan andesit dengan beberapa relief menghiasi tangga menuju ke kolam airnya. Di dalam air kolam terdapat sejumlah umpak yang menandakan pada zaman dahulu sebagai tiang penyangga atap. Mungkin bisa anda bayangkan bahwa kolam itu pada masa lalu memiliki atap sebagai penutup.Disekitar kolam pemandian ini terdapat tumpukan batu2 andesit, batu berelief, antefiks, hiasan kala di tangga masuk kolam, yoni, fragmen arca dan lapik arca yg berada didalam kolam air hangat. Diperkirakan batu2 candi tersebut adalah bagian dari candi umbul pada masa lalu.
Candi ini konon adalah tempat pemandian para putri raja setelah mereka melakukan ritual tertentu di Candi Borobudur.
Untuk bisa mencapai candi umbul ini, bila anda mengendarai mobil dari arah Semarang atau Jogja, Anda harus memutar dari Secang selanjutnya ke arah Grabag. Sedangkan bila mengendarai motor, bisa langsung menuju candi ini dari Jalan raya utama Ambarawa - magelang dengan mengikuti arah papan penunjuk yang terpasang ditepi jalan melewati jalan kampung dan kemudian melalui jalan sempit sejauh 600 meter.
Soal fasilitas , obyek wisata ini terhitung memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Mulai dari Kamar ganti , kamar mandi , tempat bilas badan , 2 buah aula yang terletak di depan dan belakang kolam. Sebuah lapangan luas juga menjadi fasilitas lainnya yang turut melengkapi obyek wisata ini. Pada saat-saat tertentu , lapangan ini sering digunakan pelajar untuk camping dan melakukan kegiatan kepramukaan lainnya....Hingga saat ini, mereka yang berkunjung ke tempat itu bukan hanya wisatawan nusantara tetapi juga wisatawan mancanegara dengan tiket untuk orang dewasa Rp3.000 per orang dan anak-anak Rp2.000. Sedangkan untuk parkir motor dikenai tarif Rp 1000 permotor.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar